Cara Cerdas Mengubah Tongkol Jagung Agar Bernilai Komersil – Jagung atau Zea mays L adalah salah satu kekayaan Indonesia dari hasil pertanian. Tanaman ini juga merupakan tanaman pangan dunia yang sangat penting selain gandum atau padi. Di Amerika jagung menjadi sumber karbohidrat utama yaitu di Amerika Selatan dan Amerika Tengah, sedangkan di Indonesia jagung menjadi pangan pokok di daerah bagian selatan seperti Nusa Tenggara dan Madura.

Jagung menjadi begitu penting bagi kelangsungan hidup manusia sebagai kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan. Selain biji jagung, bagian lain seperti tongkol dan daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk pupuk, pakan ternak, bahan baku pembuatan furtural bahkan kerajinan tangan. Dari biji jagung sendiri banyak produk olahan primer maupun sekunder yang bisa dihasilkan, seperti contoh biji jagung dapat dibuat minyak jagung, tepung jagung, beras jagung, dan produk instan lainnya. Dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang, jagung juga ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.

Jagung termasuk tanaman semusim, siklus hidupnya hanya 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus hidupnya digunakan untuk tahap pertumbuhan vegetatif dan tahap selanjutnya untuk masa pertumbuhan generatif. Indonesia memiliki daerah penghasil jagung terbesar di pulau Jawa yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam satu tahun saja, jagung yang dihasilkan dari dua daerah ini bisa mencapai 5 juta Ton. Namun demikian, daerah lain seperti Medan, Lampung juga menghasilkan jagung yang tidak kalah banyak setiap tahunnya yaitu mencapai 16 juta Ton.

Salah satu bagian buah jagung yang dapat dimanfaatkan adalah tongkol jagung. Jika kebanyakan jagung diambil bijinya saja, ternyata tongkol jagung juga dapat dimanfaatkan untuk kegunaan bersifat komersil. Melihat potensi ketersedian buah jagung, bisa dibayangkan potensi ketersediaan bahan baku tongkol jagung juga sangat besar. Jika tidak tahu, maka tongkol jagung hanya menjadi limbah atau menjadi kayu bakar, sangat disayangkan bukan? Sedangkan kita semua tahu bahwa dari berat buah jagung sendiri, tongkol jagung memiliki prosentase tidak sedikit. Maka, mengambil salah satu alternatif seperti memanfaatkan tongkol jagung sebagai bahan dasar utama produk kerajinan atau yang lainnya dapat menjadi peluang bisnis yang mendatangkan pundi-pundi rupiah untuk kantong anda.

Cara Cerdas Mengubah Tongkol Jagung agar Memiliki Nilai Komersil

Sebagai contoh, anda bisa memanfaatkan tongkol jagung untuk bahan pakan. Mengapa? Dalam tahun-tahun terakhir, proporsi penggunaan jagung dalam industri pakan mencapai 50% dari total kebutuhan nasional. Menurut perkiraan, dalam 20 tahun ke depan, penggunaan jagung untuk pakan akan terus meningkat. Setelah tahun 2020 misalnya, diperkiraan penggunaan tongkol jagung bisa mencapai 60% dari total kebutuhan nasional. Ini sungguh sebuah peluang usaha yang sangat potensial. Di Jepang, tongkol jagung diolah menjadi pakan ternak dengan nama concobu yang dibandrol dengan harga U$$ 155 per ton dan kebutuhan di Jepang sendiri adalah 3.600 ton per tahun atau 15 kontainer per pekannya.

Cara Mengubah Tongkol Jagung Agar Bernilai Komersil

Berikut ini adalah tahap demi tahap bagaimana cara membuat concobu:

Pertama, anda perlu memiliki mesin pencacah tongkol jagung, mesin ini digunakan untuk menghancurkan tongkol jagung menjadi bagian lebih kecil.

Cara Cerdas Mengubah Tongkol Jagung agar Memiliki Nilai Komersil 1

Sekarang ini ada banyak merek dan jenis mesin pencacah tongkol jagung yang bisa anda dapatkan dengan mudah. Kedua, anda perlu menyortir tongol-tongkol jagung lalu hasil dari sortiran dikeringkan dengan oven selama 24 jam. Hal ini bertujuan menurunkan kandungan air di dalam tongkol jagung sehingga ketika dimasukkan ke dalam mesin pencacah dengan mudah dapat hancur. Selanjutnya, masukkan tongkol jagung yang sudah benar-benar kering ke dalam mesin pencacah yang digerakkan menggunakan dinamo listrik. Hasil dari pencacahan masih perlu diayak sampai dihasilkan concobu dengan ketebalan 3mm, 4mm, atau 6mm sesuai kebutuhan.

Hitungannya, per kilogram tongkol jagung akan diperoleh 66% corn cob, 33% produksi halus, dan 1 % debu terbang. Oleh karena itu anda akan memperoleh 660 kg corn cob dari satu ton tongkol jagung .

Tentu dalam proses pembuatan concobu ada standar yang harus anda ketahui. Standar kualitas tongkol jagung yang dapat diolah menjadi concobu adalah warna putih dan tidak terlihat kehitam-hitaman atau kecoklat-cokelatan. Warna hitam atau cokelat dalam tongkol jagung mengindikasikan baha tongkol jagung mengandung zat-zat yang berbahaya jika diolah menjadi pakan ternak. Oleh karena itu, anda benar-benar harus memilah tongkol jagung yang bebas jamur, dan bebas dari campuran zat lain seperti minyak, sampah plastik, racun atau sampah logam. Selain itu kadar air dalam tongkol jagung juga hanya 11%.

WhatsApp chat