Hai teman-teman sekalian, pada kesempatan hari ini  saya akan menjelaskan artikel tentang media tanaman sabut kelapa.

Media Tanaman Sabut Klapa

media tanaman sabut kelapa

Menanam menggunakan media tanam merupakan faktor yang sangat menentukan dalam kita bercocok tanam. Media tanam akan menentukan pertumbuhan tanaman yang pada akhirnya akan memberi hasil produksi yang bagus dan melimpah dari tanaman tersebut. beberapa media tanam sangat banyak dan beragam.Setiap ragamnya tanaman membutuhkan sifat dan karakteristik media tanam yang berbeda.

Contohnya, tanaman buah membutuhkan media tanam yang berbeda dengan media tanaman sayuran. Tanaman buah memerlukan media tanam yang cocok agar bisa menopang pertumbuhan tanaman yang relatif lebihbagus, sementara jenis tanaman sayuran daun lebih memerlukan media tanam yang gembur dan mudah ditembus akar.

Nah, mengenai media tanaman yang sangat praktis bagus untuk pertumbuhan berbagai tanaman rumah perlu kalian ketahui bahwa serat sabut kelapa sangatlah cocok untuk media tanaman kalian dirumah.Kususnya tanaman hidroponik dan tanaman hias ataupun tanaman buah yang ingin kaian cangkok.

Keuntungan Media Tanaman Sabut Kelapa:

1.Sabut Kelapa Mengandung Kalium

Sabut kelapa dikenal mengandung unsur kalium yang bagus.Kandungan kalium pada sabut kelapa lumayantinggi. Kalium ini paling banyak terdapat pada bagian serat kulit sabut kelapa.saat dalam bentuk sabut kelapa, jumlah kalium sabut kelapa mencapai 10,25%. Sedangkan ketika sudah berbentuk abu serabut kelapa, tinggi kaliumnya lebih mencapai 20 – 30%.

Itu merupakan jumlah kalium yang sangat banyak dan lebih bagus daripada pupuk NPK.Selain mengandung kalium, sabut kelapa juga memiliki kandungan fosfornya. Tapi jumlahnya persen jauh lebih sedikit, sekitar 2% saja.Untuk mendapatkan abu dari sabut kelapa sangat mudah membuatnya. Tinggal bakar sabut kelapa. Proses ini akan menghasilkan abu padat dari sabut kelapa.

Sedangkan untuk mendapat pupuk cair, kita perlu beberapa tenaga kerja tambahan untuk pembuatan pupuk cairnya. Pupuk kalium anorganik harganya terbilang mahal. Apabila kita bisa memmbuat sabut kelapa ini menjadi pupuk cair, maka kita bisa terbantu untuk mengurangi pupuk kalium.

Karena kalium sangat dibutuhkan untuk media tanaman, terutama ketika tanaman sedang dalam fase pertumbuhan atau berbunga.Sehingga, menjadikan sabut kelapa sebagai pupuk, secara tidak langsung akan menambah jumlah unsur kalium untuk tanaman bertumbuh.

2.Sebagai pupuk organik

Manfaat sabut kelapa untuk tanaman sangat dianjurkan untuk pemakaian sebagai pupuk organik. Terebih lagi sebagai sumber pupuk kalium yang bagus untuk media tanaman.Hal ini karena sabut kelapa mengandung unsur kalium yang lumayan tinggi dan bagus untuk media tanaman. Seperti poin nilai atas.Dinamakan sumber kalium organik karena ada unsur lain di dalamnya, kalium yang paling tinggi.

Pupuk organik dari sabut kelapa bisa dalam bentuk abu sabut kelapa atau pupuk organik cair.

Dalam bentuk abu sabut kelapa, maka sabut kelapa harus dibakar dahulu hingga jadi abu. Lebih mudah dan cepat dalam prosesnya. Kemudian abu sabut kelapa kita campurkan ke media tanam dengan jumlah yang telah terrencanakan.Untuk takaran jumlahnya, lihat sumber pupuk kalium organik setara dengan pupuk anorganik.

Pembuatan Pupuk Cair Media Tanaman Sabut Kelapa:

Sabut kelapa sebanyak 40 – 50 kg dipotong menjadi ukuran 3 – 5 cm. Semakin kecil potongan semakin baik.
Kemudian sejumlah abu sabut kelapa tersebut dimasukkan ke dalam tong dengan volume sekitar 300 liter.
Isi air bersih sampai tong penuh.
Tutup dan biarkan selama 1 bulan.
Pupuk cair kalium organik siap untuk media tanaman.

Pupuk cair kalium dari sabut kelapa ini juga dapat berguna sebagai pupuk kocor tanaman loh.Pada tanaman jagung, pupuk cair kalium tersebut paling bagus kalau diberikan sebanyak 300 ml/tanaman.Dosis tersebut bisa membuat tanaman jagung tumbuh paling tinggi dan hasil buah yang kualitasnya bagus diantara dosis lainnya. Selain itu juga, penyerapan kaliumnya juga menjadi lebih tinggi.

3.Terdapat bakteri dan mikro organisme yang menguntungkan

Berdasarkan sebuah penelitian, setidaknya ada 7 mikroorganisme yang menguntungkan berada namun berbeda ditemukan pada sabut kelapa.Ke tujuh mikroorganisme tersebut adalah:

Chromobacterium
Bifidobacterium,
Rothia,
Cellulomonas,
Sarcina,
Pasteurella dan
Bacillus.

Sepertinya jenis bakteri/jamur yang terdapat pada sabut pohon kelapa bersifat kondisional. Karena sabut kelapa biasanya tidak digunakan secara khusus.Sehingga, potensi untuk perkembang biakan oleh bakteri dan jamur sangat tinggi.Terlepas bakterinya akan merugikan atau tidak, saya belum tau karena perlu mencari informasinya lebih jauh lagi.

Namun salah satu dari ke 7 bakteri di atas, ada yang sering digunakan untuk mengatasi layu bakteri .Misalnya, bakteri Bacillus subtilis dari genus bacillus, bakteri ini sering digunakan untuk mengatasi serangan layu pada bakteri tanaman cabai.Mikro organisme bakteri di atas tidak semuanya baik dan bagus untuk tumbuhan. Ada yang bisa menyebkan patogen pada manusia misalnya rothia, sarcina, dan pasteurella dan banyak lainya.

4.Mulsa sabut kelapa

Mulsa adalah penutup tanah yang sering digunakan para petani untuk lahan pertanian. Biasanya menggunakan plastik mulsa khusus dengan warna silver pada bagian atas.

Mulsa ini sangat penting. Karena memiliki fungsin sebagai berikut:

  • Menjaga agar air pada tanah tidak mudah menguap.
  • Menutup cahaya matahari sehingga gulma tidak bisa berkembang biyak.
  • Menjaga agar suhu media tanam tetap stabil.
  • Mengurangi aliran air di permukaan tanah, sehingga pupuk tidak banyak yang hanyut terbawa aliran air hanyut.
  • Membuat tanah agar tidak cepat memadat
  • Pelapis antara buah dan tanah secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya pada semangkan dan melon. Jika tanahnya lembat, maka kontak langsung antara buah dan tanah dapat memicu terjadinya buah busuk.

Sekarang sudah banyak ditemukan kerajian untuk menggunakan mulsa dari bahan organik. Contohnya jerami padi, alang-alang, Akar padi dan sabut kelapa.Penggunaan mulsa organik lebih menguntungkan dibandingkan yang lain. Karena selain bisa berfungsi seperti mulsa plastik, mulsa organik juga bisa menyumbang bahan organik pada tanah.

Karena semakin lama, mulsa organik akan terurai dan bisa membuat tanah menjadi gembur dan subur.Termasuk memanfaatkan sabut kelapa sebagai mulsa organik untuk media tanaman.Berdasarkan para peneliti, memberi mulsa sabut kelapa memberikan pertumbuhan yang lebih baik dan cepat, dibandingkan dengan tanaman yang tidak menggunakan mulsa sama sekali.

Akan tetapi, kelemahan dari mulsa organik yaitu harus tebal. Ketebalan mulsa sabut kelapa setidaknya antara 5 sampi dengan 10 cm.Kalau mulsa organik ini terlalu tipis, maka sinar matahari bisa saja menembus ke tanah melalui rongga -rongga mulsa sabut kelpa.Sehingga, mampu memberi peluang terhadap gulma untuk tumbuh dan berkembang biyak.

5.Peluang usaha

Cocopeat atau serbuk sabut kelapa merupakan produk sampingan kelapa setelah kita mengekstraksi serat dari tempurung kelapa. Secara sederhana, cocopeat merupakan spon yang berasal dari serat sabut kelapa. Sering juga disebut sebagai debu sabut kelapa, cocopeat berwarna coklat muda agak kusam. Cocopeat memiliki kemampuan untuk menahan sejumlah besar air layaknya spons yang digunakan oleh ibu rumah tangga untuk mencuci. 1 Kg Cocopeat dapat menampung hingga 16 liter air pada seratnya.

Dengan banyaknya manfaat ini sabut kelapa untuk tanaman,hal ini bisa menjadi peluang usaha yang unik dan sangat baik loh temen-temen.Karena sabut kelapa sering banyak dibutuhkan oleh para pekebun dan petani.Terutama cocopeat, harga eceran di pasaran yang cukup lumayan dan harga online yang tidak sebanding dengan harga ongkir membuat peningkatan devisa untuk pengusaha cocopeat yang menjulang tinggi.

Dengan memproses sabut kelapa menjadi cocopeat, maka nilai jualnya akan meningkat. Pengemasan yang bagus disertai beberap pentunjuk penggunaan akan bisa menambah daya tarik dan jual ke konsumen sehingga untuk menghemat waktu dan tenaga dibutuhkan produk mesin pengolah sabut kelapa menjadi cocopeat

Cara Membuat Cocopeat Untuk Media Tanaman Mengunakan Mesin :

Alat:

  • Sabut kelapa
  •  Mesin pengayakan
  • Mesin pengepress

Cara Membuat:

1. Yang pertama kali yang harus kita lakukan yaitu mengurangi kadar air yang terdapat pada sabut kelapa.Keringkan berada bawah sinar matahari yang terik secara langsung.Paling tidak dibawah 15%, untuk mencapai dibawah 15% biasanya perlu waktu sampai satu hari penuh. Untuk memastikan kadar air cukup untuk media tanam dan mudah yaitu dengan menggunakan uji daya kadar air, jika kita membuat cocopeat seberat 5 kg maka setelah terjemur biasanya mencapai 1/2 kg.

2. Aku anggap kita sudah menyiapkan bahan cocopeat dengan kadar yang sudah tertakar. Selanjutnya kita tinggal mengayak serbuk sabut kelapa. Hasil ayakan sabut kelapa itu namanya serbuk. Serbuk-serbuk yang kita ayak harus berpisahkan dengan sabut kelapa yang masih berukuran besar atau masih kasar.

3. Yang akan kita pakai untuk membuat cocopeat yaitu serbuk itu yang kita pisahkan tadi. Jadi sabut kelapa yang kasar sering berguna untuk bahan bakar pembuatan bata dan guci. Jika kita ingin bentuk dan ukuranya kita bisa menggunakan mesin pengepress, bentuknya bisa beragam bisa kotak-kotak atau lingkaran bulat sesuai keinginan.Jika kita menjadikan cocopeat sebagai sumber penghasilan devisa kita, maka biasa kita kemas semenarik mungkin.

Target pemasaran biasanya berasal dari petani yang membudidayakan tanaman hidroponik atau tanaman hias. Untuk pengaplikasiannya kita bisa menambahkan air kedalam cocopeat yang sudah jadi dan memasukan nutrisi atau unsur hara kedalamnya. Mengingat bahwa cocopeat ini sangat rendah sekali unsur hara yang terdapat pada serat-serat lapisansabut kelapa maka sebaiknya kita harus menambahkan secara manual.

kita bisa memberikan nutrisi berbentuk cair atau merendamnya pada nutrisi tersebut, jika diaplikasikan langsung maka pemberian pupuk harus rutin diberikan sesuai jenis tanaman yang sedang kita budidayakan.

Cara Membuat Cocopeat Secara Sederhana:

1. Mengumpulkan Sabut Kelapa. Untuk membuat cocopeat di rumah, pertama,kita harus mengambil sabut kelapa dari penjual kelapa atau mungkin dari pohon kelapa. Kemungkinan besar kita bisa gratis mendapatkannya sabut kelapa karena menurut sebagian orang, sabut kelapamerupakan limbah setelah mengambil air dan dagingnya. Hal yang perlu teringat yaitu kumpulkan sabut kelapa yang sudah kering.

2.Jangan mengumpulkan tempurung kelapa yang basah atau yang baru diproduksi karena akan membutuhkan lebih lama waktu untuk mengeringkannya.Setelah mengumpulkan sabut kelapa kering, kita harus membuatnya untuk membersihkan serat untuk menghasilkan Cocopeat dari sabut kelapa. Proses ini, kita menggunakan mesin decorticating. akan tetapi harganya sangat mahal dan mungkin kurang terjangkau untuk kalangan menengah dan bawah.

3.Jika jadi tidak dapat memilikinya, namun kita dapat mengikuti cara berikut untuk membuat cocopeat dengan sangat mudah dan murah meriyah, bahkan dikatakan hampir tanpa biaya sama sekali. Yang harus dilakukan yaitu siapkan mixer atau parut yang biasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Pertama cacah sabut kelapa menjadi bagian yang lebih kecil menggunakan gunting.

4.Kemudian parut sabut kelapa ini atau bisa juga menggunakan mixer. Pisahkan serbuk dan serat kelapa yang kasar. Sabut kelapa kemudian terolah lebih lanjut menjadi Cocopeat. Sabut kelapa juga dapat bergunakan untuk membuat tali tambang, tikar dan jaring pancing.

5.Setelah menghasilkan serbuk kelapa, kita dapat mengolahnya lebih lanjut dan mendapatkan hasil yang optimal hingga maxsimal. Cuci sabut kelapa dengan air untuk menghilangkan unsur-unsur seperti kalium, natrium dan klorida. Dalam pengolahan ini, kandungan garamnya akan berkurang sehingga solid untuk digunakan sebagai campuran tanah.

6.Kita dapat mengeringkan Cocopeat untuk mengurangi ion monovalen seperti kalium serbuk kompleks kelapa. Akhirnya, Cocopeat sudah siap untuk digunakan sebagai media tanaman sabut kelapa.Nah,kita dapat menggunakannya cocopeat di kebun atau pot di mana kita inginkan. Kita juga bisa menyimpannya dalam wadah dan mengompresnya untuk penggunaan sewaktu berkebun.

Pengaplikasian Cocopeat Untuk MediaTanaman Sabut Kelapa:

media tanam sabut kelapa

Untuk menggunakan cocopeat dalam pot kita perlu menyiapkan campuran untuk cocopeat digunakan dipot yang baik, sehingga kita membutuhkan 4 langkah berikut. Pertama ,ambil 30% dari tanah kebun normal untuk mengisi pot, lalu tambahkan 30% kompos organik ke dalam pot yang berisi tanah tadi, kemudian tambahkan 20% dari Cocopeat di dalamnya dan campurkan 20% serbuk kayu dengan bahan-bahan yang sudah didalam pot.

Untuk campuran media tanam yang penuh dengan nutrisi telah siap digunakan dan memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk berkembang dan bertumbuh. Jika kita membeli cocopeat dari pasar, maka kita harus merendamnya dengan air sebelum menambahkannya ke dalam media tanam. Karena cocopeat pasar dijual dalam bentuk terkompresi dan tidak dapat dicampurkan dengan tanah tanpa perendaman.

Tren Penggunaan Cocopeat Sebagai Media Tanaman Sabut Kelapa

Selain sebagai media pengganti tanah, cocopeat memiliki manfaat lain yaitu salah satunya sebagai pengganti sabut kelapa yang berkualitas lebih baik karena bebas dari bakteri dan jamur sebagian besar fungsinya. Cocopeat merupakan bahan yang ramah lingkungan dan bagus untuk tanaman. Pada pembudidayaan tanaman jamur, cocopeat sangat solid untuk digunakan sebagai media tanaman.

Media tanam cocopeat memberikan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan tanaman jamur karena cocopeat mengandung selulosa dan lignin yang tinggi dan bagus. Cocopeat merupakan bahan pengganti tanah yang baik. Cocopeat yang sudah kering dapat menyerap minyak pada lantai yang licin. Bahan ini juga dapat berguna sebagai alas tidur hewan ternak dan hewan peliharaan karena teksturnya menyerap kotoran hewan dengan baik dan cepat.

Penggunaan Cocopeat Sebagai Media Tanaman Sabut Kelapa Dunia Hidroponik

media tanam sabut kelapa

Cocopeat berfungsi sebagai penahan air karena daya serapnya yang baik. Bahan ini mampu kembali basah dengan cepat. Cocopeat mampu menahan oksigen kurang lebih dari 1000 kali dari media tanah. Keunggulan cocopeat sangat bagus dan baik.Bagi tanaman hidroponik yang menggunakan air sebagai media tanam utama.

Sifat cocopeat yang sangat identik dengan air, membuat bahan ini memiliki daya serap 8-10 kali berat dan mampu menampung air hingga 73% dari air. Lebih baik dari kemampuan media tanah yang hanya sanggup menampung 41% air. Cocopeat mampu mengikat dan menyimpan oksigen di udara hingga 50%, lebih baik daripada tanah yang hanya bisa menyimpan 2-3% oksigen. Namun, hindari pemberian air yang berlebihan karena jika cocopeat terlalu banyak air dapat menyebabkan akar menjadi busuk.

Campuran cocopeat dengan pasir atau tanah. Pemberian air juga sebaiknya secara sedikit demi sedikit namun terus menerus denga cara irigasi tetes atau pengabutan hidroponik dengan cara drip dan aeroponik. Pada proses pemupukan, penggunaan pupuk organik sangat baik jika ingin menggunakan cocopeat sebagai media budidaya tanaman.

Cocopeat cair dengan harga Rp.900,- hingga Rp.1.200,- per kg pasaran. Sedangkan cocopeat berbentuk balok harganya Rp.2000,- sampai dengan 3000,- per kg (berat balok kurang lebih 5kg dengan ukuran 30 cm x 30 cm x (15-20) cm). Harga dapat beruba mengikuti konsumen pasar. . Semuanya tergantung pada Anda akan menggunakan bentuk yang mana. Selamat bercocok tanam.

Nah,sekian penjelasan saya dari tema artikel media tanam sabut kelapa.Semoga bermanfaat.

 

WhatsApp chat