Bantul- Seiring masa transisi kenormalan baru, perekonominan di Indonesia mulai
merangkak lagi. Pandemi yang tiada ujung memaksa setiap sektor perekonomian untuk
survive. Hal tersebut juga dirasakan oleh Rumah Mesin. Meskipun demikian, terhitung
sampai akhir Juli 2020 lebih dari 30 mesin dikirimkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Untuk wilayah DIY, mesin dikirimkan ke Imogiri, Kulon Progo, Sleman, dan Yogyakarta.
Pengiriman luar daerah meliputi Tasikmalaya, Surabaya, Manado, Luwu, Kebumen, Bogor,
Tangerang, Jakarta, Palangkaraya, Banjar Baru, Bombana, dan Bali.

Berbagai macam kategori mesin, mulai dari mesin makanan dan kemasan, mesin minuman,
mesin pertanian, mesin perkebunan, mesin pengolahan kelapa, dan mesin industri
dikirimkan ke beberapa daerah. Adapun mesin-mesin yang dikirimkan ke wilayah DIY,
meliputi Mesin Kemas Sachet, Mesin Susu Kedelai, Hand Sealer, Cup Sealer, Parut dan Peras
Santan, serta Mesin Giling Daging MGD G31.

Pengiriman mesin ke luar daerah adalah mesin-mesin pengolah kelapa seperti mesin gula
semut, parut kelapa, perajang gula, minyak kelapa, pencetak briket dan pemotong briket.
Selain mesin pengolah kelapa juga ada mesin jagung (perontok dan giling), pengupas
kedelai, perontok cengkeh luwu, pengaduk media tanam, vacuum sealer, kristalitator dan
irat bambu.

Sebagian besar mesin-mesin tersebut akan digunakan untuk perorangan, UMKM dan juga
kelompok usaha. Jumlah pengiriman mesin diharapkan mengalami peningkatan selama
masa transisi kenormalan baru. Penjualan dan pengiriman mesin lebih stabil untuk bulan-
bulan ke depan.

Semoga pandemi ini segera berujung dan aktivitas bisa berjalan dengan normal terutama
di sektor perekonomian.
By Desi Anggi Ramadhani