Beberapa pekan lalu Rumah Mesin berkesempatan mendapatkan kunjungan dari PT. GAG Nikel Raja Ampat, Papua Barat. Kunjungan yang diwakili oleh 2 orang dari PT. Gag Nikel Raja Ampat ini bermaksud untuk melaksanakan Pelatihan Pembuatan Minyak Kelapa Murni (VCO) dengan metode Sentrifugal di Rumah Mesin.

Pada pelatihan pembuatan minyak kelapa murni (VCO) dengan metode sentrifugal tersebut beberapa mesin digunakan. Adapun mesin-mesin pembuatan VCO metode sentrifugal yaitu Mesin Parut Kelapa Jumbo, Mesin Peras Santan Jumbo, Mesin Pendingin Santan Kelapa, Mesin Penghangat Santan Kelapa, dan Mesin Kelapa Sentrifugal.

“Kita sini kerja sama dengan Rumah Mesin dengan pembuatan satu perangkat mesin VCO, dan kita gunakan untuk program PPM kita di Papua Barat. Kelapa sangat melimpah dan tidak digunakan, makanya kita kerjasama dengan Rumah Mesin untuk bisa membuat suatu mesin  yang dari kelapa hingga VCO,” tutur Eko Warman, perwakilan dari PT GAG Nikel.

Pelatihan dimulai dari proses pemarutan kelapa menggunakan mesin parut kelapa. Kemudian dilanjutkan dengan memeras hasil parutan kelapa menjadi santan menggunakan mesin pemeras santan. Proses ketiga yaitu mendinginkan santan kelapa yang sudah ada dengan mesin pendingin santan kelapa. Pada proses pendinginan santan kelapa agar menjadi kristal, suhu yang dibutuhkan idealnya 10 derajat Celcius.

Setelah didinginkan, santan perlu dipanaskan menggunakan mesin penghangat santan kelapa. Fungsi dari mesin ini adalah memanaskan atu menghangatkan santan kelapa yang telah dikristalkan menggunakan mesin pendingin sentrifugal. Penggunaan mesin pemanas sentrifugal akan lebih maksimal ketika suhu yang digunakan untuk memanaskan santan kelapa tidak lebih dari 100 derajat Celcius atau hangat-hangat kuku saja.

Setelah dipanaskan, santan akan mencair dan berubah menjadi asam lain ketika telah melewati titik didihnya yang menyebabkan pemotongan rantai karbonnya. Terakhir diolah menggunakan mesin kelapa sentrigugal, hingga menjadi minyak kelapa murni atau VCO.

“Harapannya kita bisa bekerja sama dengan Rumah Mesin, mungkin untuk kelapa ini kita baru satu fungsi ya, dari kelapanya aja yang kita pakai. Sedangkan sabutnya, kemudian tempurungnya dan batang kelapanya itu belum kita pergunakan. Dan kelihatannya Rumah Mesin punya alat-alat yang bisa membantu untuk program PPM kita. Ke depannya mungkin akan kerja sama lagi dan akan memesan lagi,” tutur Eko Warman, perwakilan dari PT GAG Nikel.