Bantul- Pengajian hari Kamis kembali digelar Rumah Mesin di Limasan Media Centre. Pengajian digelar pada Kamis (17/09/2020), diikuti oleh seluruh karyawan dan peserta magang. Pengajian diisi oleh Ustadz Dudi M. Rusyadi, S.Ag. Dibuka dengan pembacaan Al-Ma’surat bersama kemudian penyampaian materi oleh Ustadz Dudi. Kegiatan rutin tersebut dimulai pukul 07.30 WIB.

Pada kesempatan kali ini, Ustadz Dudi melanjutkan pembahasan pada pengajian kamis minggu lalu yang berkaitan dengan empat cara yang bisa membuat kita dekat dengan Allah ketika masalah sedang melanda kita. Cara pertama yang bisa dilakukan untuk membuat kita dekat dengan Allah adalah shodaqoh. Semakin berat masalah yang menimpa diri kita dan kita tetap istiqomah bershodaqoh, sesungguhnya saat itulah kita semakin dekat dengan jalan keluar. Kali ini, Ustadz Dudi membahas cara kedua yang bisa dilakukan untuk semakin dekat dengan Allah adalah membersihkan hati.

Ustadz Dudi

Sesuai dengan firman Allah ta’ala dalam Q.S Asy Syams (91:7-10) yang artinya “Dan demi nafs (jiwa) serta penyempurnaannya, maka Allah ilhamkan kepada nafs itu jalan ketaqwaan dan kefasikannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya dan sesungguhnya rugilah orang yang mengotorinya.” Dengan membersihkan diri bisa membuat kita semakin dekat dengan Allah ta’ala sehingga lebih sabar menerima masalah yang melanda kita dan dekat dengan solusi untuk setiap permasalahannya.

Pengajian Kamis

Ustadz Dudi menyampaikan di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati. Apabila hati baik (bersih) maka baik pula iman dan amalnya. Hati itu bagaikan cermin, semakin kotor cermin itu maka semakin redup sinar makrifat yang dipantulkannya. Sebaliknya, semakin bersih cermin itu, semakin terang pantulan sinar makrifatnya. Karena itu, barangsiapa terperosok ke dalam godaan nafsu maksiat dan tipu daya setan, maka ia jauh dari makrifatullah.

Membersihkan hati bisa dimulai dengan muhasabah diri. Bagi seorang muslim, muhasabah adalah hal penting dan sebisa mungkin tak boleh dilewatkan. Sebab hidup di dunia itu sangat singkat. Jauh berbeda dengan kehidupan akhirat yang kekal. Kehidupan yang kita jalani saat ini pun akan menentukan bagaimana kehidupan di akhirat kelak. Apakah berakhir baik dan masuk surga, atau berakhir buruk dan masuk neraka. Karena itulah, setiap muslim sebaiknya senantiasa melakukan amal baik dan menjauhi segala kemaksiatan. Dengan muhasabah, kita akan terbiasa merenung dan mengetahui makna di balik kehidupan.

Di akhir pengajian, Ustadz Dudi berdo’a semoga kita semua termasuk orang-orang yang memiliki akhir yang baik husnul khatimah. Aamiin