Mesin Pemecah Nyamplung untuk Membuat Tanamu Oil dan lainnya

Mesin pemecah nyamplung merupakan mesin yang digunakan untuk memecah cangkang buah nyamplung sehingga buah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti dapat diolah minyak bahkan dapat juga diolah menjadi bahan alternatif / bio solar.

Minyak nyamplung / tamanu oil adalah minyak yang asalnya dari biji nyamplung atau Calophyllum inophyllum L. Tanaman yang satu ini kerap kita jumpai di sekitar pantai juga bahkan sebagian ada di halaman rumah masyarakat. Minyak yang diciptakan dari ekstrak biji nyamplung ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar energi alternatif maupun bahan-bahan kosmetik seperti tabir surya dan juga lotion.

Harga minyak nyamplung di pasaran cukup tinggi. Untuk minyak nyamplung murni yang dapat digunakan untuk produk-produk tertentu memiliki nilai puluhan hingga ratusan ribu. Potensi dari pasar untuk minyak nyamplung sendiri dirasa cukup baik, karena permintaan pasar cukup banyak.

Spesifikasi Mesin Pemecah Nyamplung

mesin pemecah nyamplung

Dimensi Mesin : 1600 x 1200 x 1850 mm
Rangka : besi kanal ukuran 4 x 40 x 80 mm
Cover dan torong : plat eser dengan tebal 1 mm
Pemecah : pipa (dudukan) dan beton eser Ø8 mm
Pemisahan : sistem penggetar dan blower.
Penggerak : mesin diesel 12 PK.
Transmisi pemecah dan blower : pulley besi.

 

Testimoni Mesin Pemecah Nyamplung

Ada berbagai macam cara dari pengolahan nyamplung, dan sobat dapat juga menggunakan mesin tersebut yang terdiri dari alat pemecah buah nyamplungnya dan juga rotari dryer sehingga dapat memudahkanya.

Dan untuk mesin rotary dryernya merupakan suatu alat mesin yang dapat di pergunakan sebagai alat untuk mengeringkan beberapa jenis bahan dan salah satunya yaitu biji minyak nyamplung satu ini.

Dengan pengolahan biji nyamplung yang dijadikan sebagai minyak nyamplung akan lebih memudahkan para penggunanya dan setelah dikeringkan dengan alat rotary dryer untuk pemecahan menggunakan mesin pemecah biji nyamplung ini. Dengan kemudahan dan efektifitas dari mesin Rumah Mesin ini akan membuat suatu hasil minyak nyamplung akan lebih banyak dari sebelumnya yang tidak menggunakan mesin ini.

Eko Pambudi, Direktur Bumdes Panggung Lestari

 

Buah Nyamplung Bisa dijadikan Biodisel

mesin pemecah nyamplung

Dan juga untuk biodiesel, bioenergi , bahan bakar nabati yang nantinya akan dibuat dari bahan minyak nabati, sudah menjadi turunan tumbuh-tumbuhan yang banyak tumbuh di daerah Indonesia. Seperti contohnya kelapa, kemiri, jarak pagar, kelapa sawit, nyamplung, kapok, kacang tanah dan juga masih banyak lagi tumbuh-tumbuhan yang dapat meproduksi bahan minyak nabati (BBN).

Dan dalam penelitian ini bahan bakar nabati asalnya dari minyak kacang tanah setelah mengalami beberapa proses seperti ektraksi, transesterifikasi yang diperoleh metil ester (biodiesel), kemudian biodiesel dicampur dengan bahan bakar solar. Hasil campuran itu disebut B10,B20 dengan tujuan agar bahan bakar B10, B20 ini mempunyai sifat-sifat fisis mendekati sifat-sifat fisis solar sehingga B10 B20 dapat dipergunakan sebagai pengganti solar.

Tanaman nyamplung belakangan disebut memiliki potensi baik sebagai sumber produksi biodiesel, buah dari biji nyamplung tepatnya. Produktivitas dan rendeman minyak biji nyamplung sangat tinggi, jadi sangat menjanjikan masa depan bioenergi.

Produktivitas biji nyamplung mampu mencapai 10-150 kilogram per pohon per tahun atau 20 ton per hektar per tahun. Angka tersebut pun jauh melampaui tanaman lain seperti jarak pagar yang hanya dapat meraih 5 ton per hektar per tahun atau sawit yang mencapai 6 ton per hektar per tahun.

Dan juga angka-angka tersebut pun sangat jauh untuk melampaui tanaman-tanaman lainnya seperti jarak pagar yang hanya dapat bisa meraih 5 ton per hektar, per tahun atau sawit yang mencapai 6 ton per hektar per tahun.

Di Indonesia pun, tanaman-tanaman nyamplung ini juga bisa atau dapat ditemui di semua pulau-pulau yang utama dan yang terutama ada di daerah marjinal atau miskin hara dan di tepi-tepi pantai dengan perkiraan ketinggian 0-200 meter di atas permukaan laut dan sebagai tanaman yang dibilang liar. Buah nyamplung dengan rendeman tinggu dapat ditemukan di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Hasil rendemannya dapat mencapai 58 persen, lebih tinggi daripada dari buah jarak yang sudah dikenal sebagai sumber biodiesel dari masa penjajahan Belanda.

Menurut Budi Leksono, peneliti nyamplung dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta, jika dimanfaatkan untuk mesin, minyak biodiesel bisa dicampur dengan solar, bahkan digunakan murni tanpa campuran.

Dengan berbagai potensi yang didapatkan dari tanaman nyamplung sebagai sumber biodiesel, masih ditemukan kendala. Kendala yang muncul adalah masalah harga yang belum ekonomis untuk dipergunakan secara massal.

Untuk 1 liter biodiesel nyamplung, harga bahan kimianya menelan biaya Rp10.350, harga tersebut masih harus ditambah bahan baku dan biaya produksi, yang pada akhirnya 1 liter biodiesel harus ditebus dengan Rp20.000. Harga tersebut terlampau jauh, bahkan dari solar Pertamina Dex yang dibanderol Rp13.000-an per liternya.

Namun, juga sama halnya ini harus dengan sangat segera dicarikan untuk solusinya. karena mau tidak mau, saat bahan bakar fosil tidak dapat diandalkan lagi suatu saat nanti. Biodiesel akan sangat dibutuhkan. Dan Budi Leksono juga sangat berharap, untuk ke depannya agar biodiesel nyamplung akan menjadi solusi energi bagi Indonesia dan juga bahkan hingga ke limbah produksi pun tidak ada yang terbuang, semua dapat dimanfaatkan dari buah nyamplung ini.

Kandungan Tamanu Oil / Minyak Nyamplung

Beberapa nutrisi yang dapat Anda temukan, yaitu:

Asam Linoleat – 38%
Asam Oleat – 34%
Asam stearat – 13%
Asam Palmitat – 12%

Untuk tamanan oil juga banyak mempunyai kandungan fatty acid, yang salah satunya seperti linoleic acid, palmitic acid, stearic acid, serta linolenic yang berfungsi memperbaiki jaringan kulit yang rusak.

Selain itu, sebuah studi menyatakan bahwa minyak tamanu itu mengandung calophyllolide atau zat yang sudah dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan delta-tocotrienol berbentuk vitamin E, serta antioksidan.

Penggunaan Tamanu Oil yang bisa dibuat dengan Mesin Pemecah Nyamplung

Selain itu juga, minyak-minyak ini juga dapat digunakan sebagai penghilang rasa sakit yang disebabkan oleh herpes zoster dan masih ada lagi manfaatnya. Dan untuk dengan beberapa orang-orang juga yang pernah untuk menggunakan minyak-minyak ini untuk mengobati dari gigitan serangga maupun luka lecet, luka bakar, dan goresan kulit karena kemampuannya yang dapat meregenerasi kulit dan dapat mengurangi timbulnya keloid.

Manfaat penggunaan Tamanu Oil

1. Merangsang pertumbuhan sel kulit

Tamanu oil juga bisa untuk menyembuhkan luka dan juga gangguan kulit dalam waktu yang cukup singkat karena memiliki kandungan antioksidan dalam jumlah yang besar sehingga dapat membantu merangsang pertumbuhan pada sel kulit.

Tamanu oil dengan perpaduan kandungan lemak tunggal tak jenuh bisa mengurangi adanya bekas luka atau tanda-tanda dari timbulnya hiperpigmentasi.

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Tamanu oil juga memiliki kemampuan untuk mempertahankan daya tahan tubuh dari berbagai serangan patogen dan polutan dari lingkungan-lingkungan sekitar yang juga bisa menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Kemampuannya dapat melindungi lapisan kulit sampai bagian yang paling dalam, bukan hanya bagian luar. Efek antibakteri, antivirus, bahkan antiseptic, dan juga anti jamur yang dimiliki dari tamanu oil juga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

3. Mengatasi peradangan

Dan juga peradangan adalah kondisi dari respon-respon tubuh yang untuk merasakan ada sesuatu-sesuatu yang berbahaya atau ancaman-ancaman di dalam tubuh. Untuk tubuh juga biasanya merespon dengan memberikan tanda-tanda khusus untuk dalam tubuh.

Dengan tamanu oil mempunyai sifat anti inflamasi yang berfungsi untuk mengatasi peradangan ini. Selain itu juga, tamanu oil sendiri dapat mengatasi kondisi nyeri saraf skiatik dan juga radang sendi.

4. Menurunkan resiko kanker

Menurut penelitian, tamanu oil sendiri memiliki kandungan anti inflamasi dan antioksidan yang bisa memerangi resiko, yang bisa digunakan dalam suatu proses penyembuhan tubuh yang agresif terkena kanker.

5. Mengatasi arthritis

Tamano oil ini mempunyai sifat yang anti inflamasi sangat kuat, sehingga saat sobat ingin menggunakannya secara teratur tentu akan sanagat membantu untuk meringankan gejala radang sendi yang sobat alami. Dengan pengaruh tersebut sobat dapat merangsang sirkulasi darah dan mungkin saja untuk memberikan efek untuk menenangkan saat gejala mulai terasa.

Dengan cara mengoleskan obat tamanu oil di bagian tubuh yang merasakan sakit, kemudian pijat dengan minyak tamanu oil secara lembut dan pelan saja, lakukan dengan gerakan yang memutar. Lalu, biarkan meresap. Anda disarankan tidak menggunakan ekstrak tamanu oil.

6. Menghilangkan kutu rambut

Tamanu oil memiliki sifat yang anti jamur yang berperan menghambat kemampuan reproduksi kutu pada rambut. Selain itu, tamanu oil juga terdapat sifat antimikroba yang, yang dapat membantu meredakan gatal dan peradangan ringan yang disebabkan oleh hal tersebut.

7. Menghilangkan ketombe

Tamanu oil memiliki kemampuan yang tidak hanya dapat membersihkan folikel rambut Anda, tetapi juga bisa menyembuhkan kulit kepala. Menggunakan tamanu oil ini bisa menghilangkan ketombe dan juga memperbaiki kondisi kulit kepala yang rusak.

8. Melembabkan bibir

Tamanu oil dapat mengatasi bibir pecah-pecah dan kering. Kemampuannya melembabkan bibir sangat cepat. Bahkan dapat mengobati luka dingin dan virus herpes menggunakannya minyak ini.

 

Mendunia Karena Buah Nyamplung | Mesin Pemecah Nyamplung

Pengembangan energi terbarukan menjadi isu penting di dunia saat ini. Seiring dengan meningkatnya polusi dan pemanasan global, negara-negara maju berlomba-lomba untuk menciptakan energi yang ramah lingkungan.

Adapun peraturan pada lingkungan yang dibuat agar negara – negara dengan banyaknya industri yang berkembang dan ikut berpartisipasi untuk mengurangi pemanasan global di seluruh dunia. Dan tidak hanya negara yang banyak industri, negara yang berkembang juga akan terkena dampak dari peraturan yang dibuat tersebut.

Dr. Ika Amalia Kartika merupakan dosen Teknologi Industri Pertanian, Dari fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor ( IPB ), yang sangat antusias untuk mengembangkan energi yang terbarukan berupa biodiesel dari biji buah nyamplung sehingga dia banyak melakukan banyak proyek.

Buah nyamplung dapat dijumpai di suatu pekarangan rumah dan biasanya terdapat di kawasan pedesaan. Dengan pohon yang memmiliki batang besar dan dengan tinggi bisa mencapai kira – kira 20 meter dengan diameter batangnya bisa mencapai 1,5 meter. Dan kayu nyamplung ini sangatlah kuat dan tahan akan rendaman air laut. Karena itulah kayu ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuat perahu.

Meski buah ini belum banyak yang memanfaatkanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia, namun biji dari buah ini sangat sering digunakan untuk membuat suatu bahan bakar seperti contohnya ya biodiesel.

Hal tersebut memotivasi Dr. Ika seakan – akan berusaha melakukan penelitian yang lebih jauh untuk berusaha memanfaatkan biji dari buah nyamplung untuk bahan bakar biodiesel.Dengan pengembangan riset tersebut dan mencakup pemurnian dari minyak nyamplung dari resin, sehingga peningkatan rendemen hasil dari transesterifikasi in situ, dan juga produk sampingan biji buah nyamplung tersebut.

Dan Dr. Ika turut mengikut sertai dalam suatu kegiatan Make Our Planet Great Again pada tahun 2018, sebuah program yang sudah di inisasi dari pemerintah Prancis untuk upaya penanganan pemanasan global tersebut. Program itu untuk suatu penelitian mahasiswa doktoral, dan juga mahasiswa yang internasional.

Program yang sudah diikuti oleh berbagai negara seluruh dunia, Dr. Ika mendapatkan suatu penghargaan yaitu Laureate dalam suatu program Make Our Planet Great Agian tahun 2018 dari Presiden Prancis pada bulan Oktober 2018 lalu.

Sebelum menggunakan biji buah nyamplung, awalnya, Dr. Ika menggunakan buah jarak sebagai bahan baku biodiesel, namun ternyata kadar minyak buah jarak terlalu rendah (hanya 37 persen bahkan bisa lebih rendah lagi yakni 20 persen).

Sehingga Dr. Ika memutuskan untuk mencari pengganti dari buah jarak sehingga dia menemukan suatu biji buah nyamplung. Dan Menurut dari dia, kadar minyak dari buah tersebut dapat menghasilkan banyak minyak dari biji buah nyamplung ini dan bisa mencapai 50 persen besarnya.

“Selain rendaman yang dihasilkan cukup tinggi kadarnya, sehiggga produktivitas dari buah nyamplung ini juga melambung cukup tinggi. Produktivitas buah nyamplung bisa mencapai 20 ton per hektare,” ujar Dr. Ika.

Dr. Ika mengaku, ada beberapa peraturan yang seharusnya dipenuhi dalam pengembangan bahan bakar biodiesel. Dan diantaranya ya bahan baku bahan bakar biodisel yang tidak dari suatu bahan pangan, yang mempunyai harga jauh lebih murah dan sangatlah ramah dengan lingkungan, baik dari proses membuatnya atau dari hasil akhirnya.

Dia menilai, dengan penggunaan biji dari buah nyamplung, sehingga proses pembuatan dari bahan bakar biodiesel akan lebih ramah akan lingkungan sekitar. Karena proses dari pembuatan bahan bakar biodisel dari biji buah nyamplung ini tidak perlu untuk melakukan pembuatan minyak dan melakukan pemurnian terlebih dahulu, tapi cukup dengan alat bantu dari teknologi transesterifikasi in situ sehingga prose akan lebih cepat.

“Dengan penggunaan dari teknologi transesterifikasi in situ, proses dari pembuatan minyak dan pemurnian bisa dihilangkan sehingga harga dari biodiesel dari biji buah nyamplung akan lebih murah. Di sisi lain, rendemen yang dihasilkan pun akan lebih banyak,” ujar Dr. Ika pada saat itu.

Mesk biji dari buah nyamplung mempunyai potensi yang lumayan besar untuk bahan baku dari bahan bakar biodiesel, masih ada juga beberapa faktor permasahan dalam proses pembuatanya. Menurut pengakuan Dr. Ika, proses pembuatan minyak nyamplung memerlukan teknologi ekstruksi yang dapat beroperasi dengan cepat dan kontinyu.

Di sisi lain, kandungan resin yang ada pada minyak biji buah nyamplung dapat juga menjadi suatu masalah yang harus segera diselesaikan. Ke depannya, Dr. Ika akan melakukan usaha untuk menjadikan resin sebagai produk yang mempunyai nilai yang cukup tinggi.

Buah nyamplung untuk penderita HIV dan AIDS | Mesin Pemecah Nyamplung

Pada tahun 2005, Ibu Sri Budi Sulianti dan Ibu Emma Sri Kuncari, melakukan penelitian. Ibu Erma melakukan penelitian di Bidang Botani dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI ), dan dari Sofnie M Chairul dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi, Badan Tenaga Atom Nasional ( Batan ). Beliau meneliti “ Pemeriksaan Farmakognosi dan Penapisan Fitokimia dari Daun dan Kulit Batang Calophyllum inophyllum dan Calophyllum soulatri”.

Dengan penelitian yang dilakukan pemeriksaan oleh farmakognosi ( makroskopik dan mikroskopik ) dan penapisan fitokimia, dari 2 jenis Calophyllum, yaitu Calophyllum inophyllum dan Calophyllum saulatri, dengan menaruh suatu harapan dapat memperluas suatu informasi dari pemanfaatan tumbuhan tersebut untuk dibuat suatu obat alternatif yang manjur.

Mengutip dari publikasi hasil penelitian para peneliti di atas, juga dari buku Obat Asli Indonesia karya Dr A Seno Sastroamidjojo, disebutkan seduhan daun nyamplung dapat digunakan untuk mencuci mata yang meradang. Rebusan kulit batang digunakan untuk mengobati penyakit keputihan dan rematik.

Biji digunakan untuk mengobati kudis, borok, dan penumbuh rambut.

Tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai racun ikan.

Anggota Famili Clusiaceae ini umumnya mengandung resin, minyak atsiri, steroid, tannin, triterpen, dan saponin. Akhir – akhir ini, seperti yang ditulis Ibu Sri, Emma, dan Ibu Sofnie, telah ditemukan berbagai senyawa yang sangat berkhasiat untuk penyakit HIV ( Human Immunodeficiency Virus ). Dari pengolahan tanaman biji buah nyamplung, yaitu inophyllum A – E, inophyllum P, inophyllum G-1, dan inophyllum G-2.

Biji buah nyamplung, dapat dibaca di website Wikipedia, dan juga mempunyai banyak kelebihan untuk suatu bahan baku dari biofuel. Dan biji dari buah nyamplung sendiri mempunyai rendemen yang cukup tinggi, dapat mencapai 74 persen, dan pemanfaatannya pun tidak berkompetisi dengan suatu kepentingan pangan.

Beberapa keunggulan dari biji nyamplung yang di prospek oleh pengembangan dan pemanfaatan yang lain. adalah tanaman yang tumbuh dan tersebar dengan rata secara alami di Indonesia, sehingga mudah untuk di kembangbiakan. Dan juga dapat berbuah sepanjang tahun, yang tentu menunjukkan daya survival lumayan tinggi pada lingkungan. Dengan tanaman yang relatif untuk dibudidayakan baik dalam tanaman yang sejenis ( monokultur ) atau bisa juga hutan campuran ( mixed-forest ). dan sangatlah cocok untuk dikembangkan pada suatu daerah yang beriklim cukup kering.

Hampir seluruh pada bagian tanaman nyamplung ini dapat dimanfaatkan dan cukup menghasilkan berbagai macam produk yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Tegakan dari hutan nyamplung mempunyai fungsi untuk melakukan proses pemecahan angin ( wind breaker ) dan untuk tanaman pertanian di sebuah konservasi pantai.

Pemanfaatan biofuel nyamplung dapat menekan laju penebangan pohon hutan sebagai kayu bakar karena produktivitas biji lebih tinggi dibandingkan jenis lain. Contohnya jarak pagar 5 ton/ha, kelapa sawit 6 ton/ha, sementara nyamplung 20 ton/ha.