Rumah Mesin kembali membagikan takjil gratis kepada masyarakat. Menyambut istimewanya hari Jum’at, Rumah Mesin menambah jumlah takjil gratis yang diberikan kepada masyakat. Namun kali ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Kemarin Jum’at (24/05/2019) sore pukul 16.45 WIB pembagian takjil dilakukan dengan cara on the road yaitu dengan menyusuri kota Yogyakarta. Adapun pembagian takjil dihari tersebut dikhususkan untuk tukang becak di sepanjang jalan terdekat dengan pusat kota Yogyakarta.

150 kotak nasi dibagikan Rumah Mesin kepada tukang becak. Tepat pukul 16.00 WIB nasi yang akan dibagikan sudah siap. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan atau terjadinya miss komunikasi diadakan briefing terlebih dahulu sebelum berangkat. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan dari Rumah Mesin di Jalan Parangtritis km 5,6 menuju tempat yang akan dituju.

Kegiatan berbagi takjil gratis on the road yang dikoordinatori oleh Pungki Agus Kurniawan tersebut menyusuri beberapa titik antara lain Jalan Bhayangkara, Jalan Gandekan, Area Stasiun Tugu Yogyakarta atau Jalan Pasar Kembang, dan diakhiri di tempat parkir Abu Bakar Ali.

Wajah lelah dan penuh dengan peluh berganti dengan senyum sumringah terpancar dari para tukang becak yang menerima takjil gratis ini.

Pukul 17.15 WIB nasi kotak yang dibagikan habis di titik terakhir yaitu di area parkir Abu Bakar Ali Malioboro Yogyakarta. Setelah habis dibagikan kemudian rombongan melanjutkan perjalanan pulang kembali ke Rumah Mesin.

Meskipun takjil gratis dibagikan on the road pihak Rumah Mesin juga tetap membagikan takjil gratis di depan halaman Rumah mesin kepada para pengendara motor sampai dengan tanggal 29 Mei 2019 ke depan.

Berbagi memang tidak harus di bulan puasa, tetapi bisa di bulan apapun. Tidak juga harus seberapa banyak kita berbagi, tapi seberapa ikhlas hati kita untuk berbagi. Memberi tidak harus berupa materi, tetapi juga bisa dengan tenaga maupun pikiran. Dengan memberi tidak akan membuat harta kita habis, tetapi  malah akan mendatangkan rezeki yang lebih kepada kita.