Bantul, Yogyakarta – CV Rumah Mesin kedatangan tamu spesial pada Senin (16/2) kemarin. Sebanyak 25 anggota DPRD DIY menyambangi markas produsen mesin teknologi tepat guna ini untuk meninjau langsung perusahaan lokal yang sukses “mengharumkan” nama Yogyakarta di kancah nasional.
Pantauan di lokasi, kunjungan yang berlangsung hangat ini juga dihadiri oleh perwakilan Disnakertrans DIY. Mereka melihat langsung bagaimana operasional perusahaan yang baru saja menyabet sederet penghargaan bergengsi.
“Ada sebuah perusahaan di DIY yang mendapatkan penghargaan nasional. Prestasi ini harus ditularkan,” ujar Anggota DPRD DIY, Muh. Syafii, di sela-sela kunjungannya.
Banjir Apresiasi Atas Prestasi Nasional

Pihak Rumah Mesin menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap industri lokal. Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan sejumlah capaian mentereng yang berhasil diraih Rumah Mesin dalam dua tahun terakhir.
Perwakilan Disnakertrans DIY, Reni Ekawati, merinci bahwa Rumah Mesin telah mengantongi Penghargaan Sidhakarya 2024 dari Gubernur DIY, SNI Award 2024, hingga puncaknya meraih Penghargaan Parama Karya 2025 yang diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI.
Direktur Utama Rumah Mesin, Manshur Mashuri, menyambut positif antusiasme para wakil rakyat tersebut. Ia berharap pemerintah terus memberikan ruang bagi perusahaan lokal untuk berkontribusi lebih besar.
“Perusahaan lokal yang berprestasi ini diharapkan bisa mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung, misalnya dalam pengadaan (pemerintah),” tutur Manshur.
Jadi Solusi Kesejahteraan Warga Jogja
DPRD DIY berharap Rumah Mesin tidak cepat puas. Dengan produktivitas yang tinggi, perusahaan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah DIY.
“Apa yang sudah menjadi prestasi hari ini terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Supaya punya produktivitas tinggi dan membuka lapangan kerja yang besar,” tegas Syafii.
Langkah ini dinilai menjadi solusi konkret bagi kesejahteraan masyarakat Yogyakarta. Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah dan inovasi sektor swasta seperti Rumah Mesin, diharapkan angka pengangguran di DIY terus ditekan melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang kompeten.
Acara yang berlangsung di gedung Limasa Barat ini diakhiri dengan diskusi interaktif mengenai tantangan industri manufaktur lokal di masa depan.

