ALASAN PAKAN TERNAK HARUS DIAWETKAN

Di Indonesia, sebagai negara yang terletak di wilayah tropis hanya memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Di musim hujan banyak sekali rumput hijauan yang tumbuh, sehingga rumput hijauan mudah untuk didapatkan karena jumlahnya yang sangat melimpah.

Tetapi sebaliknya, ketika musim kemarau tiba rumput hijauan jumlahnya tidak semelimpah seperti saat musim hujan. Karena itu, selama musim hujan para peternak memanfaatkan kondisi ini untuk mengumpulkan sebanyak – banyaknya rumput hijauan sebagai persediaan pakan ternak saat musim kemarau tiba.

Sayangnya, rumput hijauan tidak mampu bertahan lama sampai musim hujan berikutnya tiba dan akhirnya rumput akan membusuk dan tidak layak diberikan pada hewan ternak.

Saat itulah kondisi yang selalu dikhawatirkan oleh para peternak ruminansia yang kelangsungan usahanya sangat bergantung pada persediaan bahan pakan hijauan sebagai makanan pokok hewan ternaknya.

Terpaksa para peternak beralih menggunakan bahan pakan lain selain pakan hijauan seperti limbah pabrik pengolahan makanan seperti ampas tahu dan sebagainya yang mana kualitasnya tidak sebaik bahan pakan hijauan dan memang harus dilakukan pengolahan khusus terlebih dahulu untuk meningkatkan kualitasnya.

Untungnya, ada cara untuk mengawetkan bahan pakan ternak hijauan agar tetap bisa bertahan selama musim kemarau sampai akhirnya musim hujan tiba. Ada 2 cara yaitu dengan metode hay dan metode silase/ fermentasi.

Tentunya metode ini sangat menguntungkan bagi para peternak karena hasil dari pengolahan bahan pakan hijauan menggunakan metode hay dan silase mampu menjaga kualitas dan nutrisi yang terkandung dalam pakan hijauan.

 

 

PERBEDAAN HAY DAN SILASE

Hay merupakan metode pengawetan bahan pakan hijauan dengan cara pengeringan. Setelah bahan pakan hijauan dikeringkan kemudian akan dipress dan disimpan dalam tempat penyimpanan seperti gudang yang tidak lembab dan terjaga dari air hujan.

Hay disimpan dalam kondisi kering dengan kandungan air 12% – 20%. Tujuannya supaya bahan pakan selama disimpan tidak ditumbuhi jamur yang mampu merusak kualitasnya.

Pengawetan bahan pakan hijauan dengan metode hay biasa dilakukan di negara seperti Amerika dan Australia. Bahan pakan yang digunakan adalah segala jenis pakan hijauan yang disukai hewan ternak seperti jerami padi, jerami jagung, rumput – rumputan, daun kacang dan masing banyak lagi.

Sedangkan silase adalah motode pengawetan yang mengandalkan proses fermentasi bakteri anaerob. Proses silase akan berhasil dengan baik ketika tempat pembuatannya (drum plastik, terpal, bunker) benar – benar tertutup dengan rapat.

Manfaat silase banyak sekali, salah satunya dapat mengawetkan bahan pakan hijauan yang mampu bertahan berbulan – bulan, bahkan bisa tahunan jika tempat penyimpanannya terjamin kerapatannya.

Bahan pakan yang digunakan untuk hay dan silase adalah hijauan yang berkualitas dengan kandungan nutrisi tinggi seperti rumput gajah, tebon jagung, dan lain – lain.

Pengawetan pakan ternak hijauan dengan metode silase dapat dilakukan baik itu skala besar maupun skala kecil yang mana disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan tempat.

Dengan menggunakan metode ini, strategi yang dapat dilakukan peternak adalah memanfaatkan musim hujan untuk mengambil sebanyak – banyaknya pakan hijauan yang kemudian bisa disimpan untuk persediaan pakan selama musim kemarau untuk mencegah krisis pakan ternak tanpa harus khawatir dengan kualitas pakan dan nutrisinya.

 

 

MANFAAT PAKAN TERNAK HAY

Pembuatan bahan pakan hay bertujuan untuk menjaga ketersediaan pakan ternak hijauan ketika krisis sumber bahan pakan hijauan karena kurangnya curah hujan saat musim kemarau, atau bisa juga dimanfaatkan sebagai bekal hewan ternak saat diangkut menuju tempat yang jauh.

Selain itu, hay adalah pakan ternak ruminansia yang dapat diperjual – belikan sehingga ini merupakan komoditas yang relatif mudah untuk diperdagangkan. Sehingga bisa juga dimanfaatkan untuk usaha sampingan bagi peternakan yang memiliki lahan cukup luas dan mampu memproduksi lebih dari yang dibutuhkan sehingga dapat menolong para peternak dengan lahan yang sempit.

Pakan ternak hay cukup mudah disimpan, yang terpenting adalah peternak tetap mengkondisikan tempat penyimpanan pakan ternak hay selalu dalam kondisi kering, tetapi juga tidak terkena matahari langsung karena jika terlalu kering, pakan ternak hay akan kehilangan kandungan nutrisinya.

 

 

SYARAT BAHAN PAKAN HIJAUAN UNTUK DIOLAH MENJADI PAKAN TERNAK HAY

Untuk menghasilkan pakan ternak hay, tentunya tidak bisa sembarangan dalam menggunakan bahan pakan ternak. Hal – hal yang harus dipertimbangkan untuk dapat menghasilkan pakan ternak hay yang baik diantaranya:

  • Bahan pakan ternak memiliki tekstur yang halus
  • Panen dilakukan ketika menjelang musim berbunga, karena pada masa inilah kandungan Protein Kasar (PK) tinggi, dan Serat Kasar (SK) serta kandungan airnya optimal. Sehingga hay dihasilkan tidak berjamur. Serta memiliki kualitas dan palatabilitas yang tinggi.
  • Tempat tumbuhnya tanaman hijauan harus berada di area yang subur.

 

 

PENGAWET YANG DIPAKAI UNTUK MEMBUAT PAKAN TERNAK HAY

Amonia cair: berguna untuk memberikan tambahan Nitrogen, mencegah timbulnya panas, dan memudahkan hijauan untuk dicerna oleh hewan ternak.

Garam dapur (1% -2% dari bahan): berfungsi untuk menekan dan mengendalikan pertumbuhan jamur dan aktivitas mikroba, mencegah timbulnya panas karena kandungan uap air.

 

 

CARA MEMBUAT PAKAN TERNAK HAY

Alat, Bahan, dan Tempat yang Harus Disiapkan:

  • Alat/ mesin pemotong rumput.
  • Alat pengukur kandungan air hay (Delmhorst Digital Hay Meter Andbale Sensor)
  • Alat/ rak penjemur
  • Tali untuk mengikat pakan hay yang sudah kering
  • Rumput berbatang halus agar mudah dikeringkan
  • Gudang penyimpanan pakan hay

 

Tahap membuat pakan ternak hay:

  • Potong rumput/ hijauan menggunakan mesin chopperSetelah bisa dilanjutkan proses pengeringan.

(PENJEMURAN BISA DILAKUKAN DENGAN MEMANFAATKAN SINAR MATAHARI ATAU MENGGUNAKAN DRYER)

  • Menggunakan sinar matahari: bisa dilakukan pada tempat terbuka, hijauan dihamparkan dan dibolak – balik setiap 2 jam. Lakukan penjemuran sampai kandungan air mencapai 12% – 20%.
  • Menggunakan dryer/ mesin pengering: hijauan dimasukkan ke dalam mesin pengering dengan suhu 100 – 250 derajat celcius, pengeringan dilakukan sampai kandungan air sudah mencapai 12 – 20%.
  • Periksa kandungan air pakan hay menggunakan alat pengukur kandungan air hay (Delmhorst Digital Hay Meter and Bale Sensor).
  • Jika kandungan air hay sudah sesuai, maka hay siap untuk diikat dan kemudian disimpan dalam gudang penyimpanan.
  • Selanjutnya mengukur suhu gudang penyimpanan pakan ternak hay dan pastikan agar udara dalam ruang tidak lembab dan memiliki atap yang menjaga dari sinar matahari langsung maupun air hujan. Periksa juga lantainya agar benar – benar bersih dan kering.

 

 

CIRI – CIRI HAY YANG SEMPURNA:

  • Tidak kotor dan tidak berjamur.
  • Tetap berwarna hijau meskipun ada yang berwarna kekuningan.
  • Tidak banyak daun yang rusak.
  • Tidak terlalu kering, jika terlalu kering akan mudah patah.
  • Hijauan masih berbentuk jelas dan utuh.

 

 

METODE PENGOLAHAN PAKAN TERNAK SILASE/ FERMENTASI DAPAT ANDA BACA DI SINI.

 

Setelah mengetahui cara membuat pakan ternak hijauan melalui metode Hay dan Silase, ada baiknya jika Anda juga mengetahui bagaimana cara pemberian pakan yang tepat agar hewan ternak dapat makan lebih lahap untuk meningkatkan pertumbuhan dan penggemukan hewan ternak Anda.