Jual Alat Tanam Padi Model Tarik – Rice Transplanter

Alat Tanam Padi 4 Baris Model Tarik

Alat tanam padi berfungsi untuk menanam bibit padi secara mekanis dengan jarak tanam yang lebih seragam, cepat, dan presisi. Mesin ini membantu petani meningkatkan efisiensi proses tanam sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Penanaman padi secara manual membutuhkan waktu lama, tenaga kerja yang banyak, serta berisiko menghasilkan jarak tanam yang tidak merata. Alat ini menjadi solusi dengan sistem penanaman mekanis yang mampu mempercepat pekerjaan, menghemat biaya operasional, dan menghasilkan pola tanam yang lebih rapi untuk mendukung produktivitas lahan.

Model dan Spesifikasi Alat Tanam Padi Model Tarik

1. Alat Tanam Padi Model Tarik 4 Baris

Alat Tanam Padi 4 Baris Model Tarik
Alat Tanam Padi 4 Baris Model Tarik

Spesifikasi Teknis:

Spesifikasi Keterangan
Tipe Alat Tanam Padi 4 Baris
Jumlah Baris Tanam 4 Baris
Operator 1 orang
Mesin Penggerak Mesin Honda
Garansi Service 1 Tahun
Waktu Tanam ±8–10 jam/hektar
Jenis Bibit Bibit padi kering

2. Alat Tanam Padi Model Tarik 6 Baris

Alat Tanam Padi 6 Baris Model Tarik
Alat Tanam Padi 6 Baris Model Tarik

Spesifikasi Teknis:

Spesifikasi Keterangan
Tipe Alat Tanam Padi 6 Baris
Jumlah Baris Tanam 6 Baris
Operator 1 orang (2 orang tergantung kondisi lahan)
Mesin Penggerak Mesin Honda
Garansi Service 1 Tahun
Waktu Tanam ±8–10 jam/hektar
Jenis Bibit Bibit padi kering

Keunggulan Alat Tanam Padi Model Tarik

  1. Hanya membutuhkan satu operator mesin saja.
  2. Tenaga kerja menjadi jauh lebih sedikit dibanding metode tanam manual.
  3. Penanaman padi lebih cepat, sekitar 8-10 jam / 1 hektar sawah.
  4. Memudahkan panen padi karena penanaman bisa dilakukan serentak.
  5. Bisa meminimalisir hama burung dan tikus karena panen serentak.
  6. Mesin sangat mudah dioperasikan, setting benih dan tinggal tarik mesin.
  7. Menggunakan mesin penggerak berkualitas tinggi dan awet.
  8. Tersedia juga layanan garansi mesin selama 1 tahun.

Cara Gunakan Mesin Tanam Padi

  1. Pertama, siapkan lahan sawah yang telah dibajak dan diratakan agar mesin dapat berjalan dengan stabil.
  2. Selanjutnya, isi wadah penampung dengan bibit padi sesuai kapasitas, lalu periksa bahan bakar dan kondisi mesin.
  3. Kemudian, nyalakan mesin dan arahkan alat mengikuti jalur tanam secara lurus dengan kecepatan yang stabil.
  4. Setelah itu, biarkan sistem penanam mengambil bibit secara otomatis dan menanam empat baris dalam satu lintasan.
  5. Berikutnya, pindahkan mesin ke jalur berikutnya setelah satu lintasan selesai hingga seluruh lahan tertanami.
  6. Terakhir, matikan mesin, kosongkan sisa bibit, lalu bersihkan alat sebelum disimpan.

Informasi Harga Alat Tanam Padi Model Tarik

Kontak Rumah Mesin

Rumah Mesin – Pusat Distributor Alat Dan Mesin Kebutuhan Usaha Anda.

Kantor & Workshop : Jl. Parangtritis Km 5,6 Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Call Center : 0812 2222 9224
Project Consultant Pemerintah : 0812 2447 4411

Rumah Mesin – Pusat Distributor Alat Dan Mesin Kebutuhan Usaha Anda.

  • Jam Buka :
    Senin – Jumat : Pukul 08.00 – 16.00 WIB
    Sabtu : Pukul 08.00 – 14.00 WIB

CV. RUMAH MESIN menyediakan Alat Tanam Padi atau Mesin Tanam Padi yang dapat membantu mempermudah serta mempercepat proses pemotongan sapi.

Kenapa Harus Kami? Kami adalah perusahaan penyedia/pembuat alat-alat/mesin-mesin yang terpercaya. Layanan kami untuk anda adalah memberikan training dalam mengoperasikan mesin-mesin dari kami secara langsung di Workshop kami.

Rumah Mesin hanya akan memberikan mesin-mesin yang berkualitas untuk anda. Karena mesin-mesin kami dibuat oleh tenaga ahli kami sendiri, dan sudah melewati Quality Control.

Serta bisa anda coba sebelum anda bawa pulang. Sehingga anda akan merasa puas dengan pelayanan kami, karena kepuasan pelanggan adalah prioritas kami.

Cara Merawat Alat Tanam Padi 6 Baris

Perawatan alat tanam padi 6 baris sangat penting untuk menjaga performa mesin, ketepatan penanaman, serta memperpanjang umur pakai setiap komponennya. Dengan perawatan yang dilakukan secara rutin, proses tanam dapat berlangsung lebih lancar, efisien, dan meminimalkan risiko kerusakan saat digunakan di lahan berlumpur.

1. Bersihkan Mesin Setelah Digunakan

Setelah selesai digunakan, bersihkan seluruh bagian mesin dari lumpur, tanah, sisa akar, dan tanaman yang menempel. Gunakan air bersih dan sikat berbulu halus agar kotoran dapat terangkat tanpa merusak komponen.

Pastikan seluruh bagian mesin telah dikeringkan sebelum disimpan. Kebersihan yang terjaga membantu mencegah korosi, mengurangi keausan, serta menjaga kinerja alat tetap optimal.

2. Bersihkan Mekanisme Penanam Bibit

Periksa bagian penyalur bibit dan mekanisme penanam untuk memastikan tidak terdapat lumpur atau sisa tanaman yang menyumbat. Mekanisme yang bersih akan menjaga proses penanaman tetap presisi.

Lakukan pemeriksaan setelah setiap penggunaan agar seluruh komponen dapat bergerak dengan lancar. Hindari menggunakan benda tajam saat membersihkan agar tidak merusak bagian mekanis.

3. Ganti Oli Mesin Secara Berkala

Lakukan penggantian oli sesuai jadwal perawatan yang direkomendasikan untuk mesin bensin Honda. Oli yang masih dalam kondisi baik akan menjaga pelumasan mesin tetap optimal selama bekerja.

Selain mengganti oli, periksa juga volume oli sebelum mesin dioperasikan. Hindari menjalankan mesin apabila oli berada di bawah batas minimum karena dapat mempercepat keausan komponen.

4. Periksa Baut, Mur, dan Sambungan

Pastikan seluruh baut, mur, serta sambungan rangka berada dalam kondisi kencang sebelum dan sesudah digunakan. Getaran selama proses penanaman dapat menyebabkan beberapa sambungan menjadi longgar.

Apabila ditemukan baut yang kendur, segera lakukan pengencangan menggunakan peralatan yang sesuai. Pemeriksaan rutin membantu menjaga kestabilan mesin saat bekerja di area persawahan.

5. Bersihkan Filter Udara

Filter udara perlu dibersihkan secara berkala agar aliran udara menuju mesin tetap lancar. Filter yang bersih membantu proses pembakaran lebih sempurna sehingga tenaga mesin tetap stabil.

Apabila filter sudah terlalu kotor atau rusak, segera lakukan penggantian sesuai rekomendasi pabrikan. Perawatan ini juga membantu menghemat konsumsi bahan bakar.

6. Periksa Kondisi Busi

Periksa busi untuk memastikan elektroda tetap bersih dan mampu menghasilkan percikan api yang baik. Busi yang kotor dapat menyebabkan mesin sulit dihidupkan atau tenaga mesin menurun.

Bersihkan kerak yang menempel menggunakan alat yang sesuai, kemudian atur celah busi apabila diperlukan. Ganti busi jika kondisinya sudah aus agar performa mesin tetap maksimal.

7. Lumasi Komponen yang Bergerak

Berikan pelumas pada bagian transmisi, engsel, poros, dan komponen lain yang mengalami gesekan selama pengoperasian. Pelumasan membantu mengurangi keausan sekaligus menjaga pergerakan komponen tetap halus.

Gunakan pelumas sesuai spesifikasi yang direkomendasikan dan hindari penggunaan secara berlebihan. Bersihkan sisa pelumas yang menempel agar tidak menarik debu maupun lumpur.

8. Simpan Mesin di Tempat yang Kering

Setelah dibersihkan, simpan alat tanam padi di tempat yang teduh, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari menyimpan mesin di area yang lembap atau terkena hujan secara langsung.

Jika mesin tidak digunakan dalam waktu lama, tutup menggunakan pelindung untuk mengurangi debu yang menempel. Lakukan pemeriksaan singkat sebelum digunakan kembali agar seluruh komponen tetap dalam kondisi siap bekerja.

Tips Memilih Alat Tanam Padi yang Tepat

Memilih alat tanam padi sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga menyesuaikannya dengan kondisi lahan, luas area tanam, dan kebutuhan operasional. Dengan pemilihan yang tepat, proses penanaman dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Selain menghemat biaya tenaga kerja, penggunaan alat tanam padi juga membantu menghasilkan jarak tanam yang lebih seragam. Kondisi ini mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus meningkatkan efisiensi selama musim tanam.

1. Sesuaikan dengan Luas Lahan

Luas lahan menjadi faktor utama dalam menentukan kapasitas alat tanam yang paling sesuai. Semakin luas area yang dikerjakan, semakin besar kebutuhan terhadap mesin dengan produktivitas tinggi.

Untuk lahan di bawah 1 hektar, alat tanam padi 4 baris umumnya sudah mencukupi. Sementara itu, lahan seluas 1–5 hektar lebih efisien menggunakan alat tanam 6 baris agar waktu tanam menjadi lebih singkat.

2. Perhatikan Kondisi Sawah

Kondisi sawah sangat memengaruhi kinerja alat tanam padi. Oleh karena itu, pastikan lahan telah dipersiapkan dengan baik sebelum proses penanaman dilakukan.

Idealnya, sawah memiliki permukaan yang rata, lumpur tidak terlalu dalam, minim batu atau tunggul, serta didukung sistem irigasi yang baik. Kondisi tersebut membantu mesin bekerja lebih stabil dan menghasilkan penanaman yang lebih rapi.

3. Pilih Jumlah Baris Tanam yang Sesuai

Jumlah baris tanam berpengaruh langsung terhadap kapasitas kerja dan kecepatan proses penanaman. Karena itu, pilih konfigurasi mesin sesuai kebutuhan, bukan hanya berdasarkan ukuran terbesar.

Alat tanam 4 baris cocok digunakan pada lahan kecil hingga menengah atau area dengan akses terbatas. Sebaliknya, alat tanam 6 baris lebih sesuai untuk lahan luas karena mampu menanam lebih banyak bibit dalam satu lintasan.

4. Gunakan Mesin dengan Merek Terpercaya

Mesin penggerak merupakan komponen utama yang menentukan performa alat tanam padi. Memilih mesin dari merek terpercaya dapat memberikan keandalan yang lebih baik dalam penggunaan jangka panjang.

Pastikan mesin mudah dihidupkan, hemat bahan bakar, serta memiliki suku cadang dan jaringan servis yang mudah ditemukan. Faktor-faktor tersebut akan mempermudah perawatan sekaligus mengurangi potensi biaya operasional.

5. Pastikan Ketersediaan Spare Part

Ketersediaan suku cadang menjadi salah satu aspek penting yang sering diabaikan saat membeli alat tanam padi. Padahal, komponen pengganti yang mudah diperoleh akan mempercepat proses perbaikan jika terjadi kerusakan.

Sebelum membeli, tanyakan mengenai ketersediaan spare part, kemudahan pembelian, dan jaminan penyediaannya. Hal ini akan membantu menjaga mesin tetap beroperasi dengan biaya perawatan yang lebih terkendali.

6. Perhatikan Layanan Purna Jual

Layanan purna jual menjadi nilai tambah yang dapat memberikan rasa aman selama menggunakan mesin. Dukungan dari penyedia akan sangat membantu ketika pengguna mengalami kendala di lapangan.

Pilih penyedia yang menawarkan garansi mesin, garansi servis, pelatihan operator, serta bantuan teknis. Fasilitas tersebut akan memudahkan proses penggunaan, terutama bagi pengguna yang baru pertama kali mengoperasikan alat tanam padi.

7. Sesuaikan dengan Jenis Bibit

Setiap alat tanam padi memiliki sistem penanaman yang dapat menyesuaikan jenis bibit tertentu. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan bibit yang digunakan sesuai dengan rekomendasi mesin.

Perhatikan jenis bibit, umur bibit yang dianjurkan, serta metode persemaian yang diperlukan. Pada umumnya, rice transplanter menggunakan bibit hasil persemaian tray atau dapog agar mekanisme penanaman dapat berjalan lebih optimal dan seragam.

Ringkasan Informasi Produk Rice Transplanter

Aspek Keterangan
Fungsi Menanam padi secara mekanis pada model 4 baris dan 6 baris sekaligus
Operator 1 orang, Bisa 2 orang tergantung kondisi lahan
Bibit Bibit padi kering
Penggerak Mesin Honda
Waktu Tanam ±8–10 jam/hektar
Garansi Service 1 tahun
Keunggulan Hemat tenaga kerja, hemat waktu, mendukung tanam serentak, mudah dioperasikan, menggunakan mesin berkualitas dan awet
Pelatihan Tim Rumah Mesin siap memberikan pelatihan penggunaan mesin tanam padi / alat tanam padi model tarik ini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *