Bantul- Rumah Mesin kembali mengadakan kegiatan rutin Pekan PeDe atau 2020 People Development Program pada hari Senin, 19 Oktober 2020 People Development Program yang dilaksanakan pada hari Senin, 12 Oktober 2020 bertempatan di Studio Belakang Limasan.

Pekan PeDe atau People Development Program merupakan salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh Rumah Mesin bertujuan untuk meningkatkan ketertataan aspek kehidupan karyawan di bidang kerohanian. Pekan PeDe diisi oleh ustadz atau mentor yang mumpuni dalam bidangnya. Pekan PeDe atau People Development Program kali ini ditunjukkan untuk karyawan Rumah Mesin laki-laki. Pekan PeDe dimulai dengan jamaah dzuhur bersama di Studio Belakang Limasan dan dilanjutkan dengan tilawah bersama, tahsin, dan kemudian penyampaian materi oleh Ustadz Pariyono.

Pada kesempatan kali ini Pekan PeDe membahas tentang “Pentingnya Menghargai Waktu”. Waktu merupakan misteri kehidupan yang ketika itu terjadi tidak akan dipulihkan lagi, jadi hargailah waktu yang sangat singkat ini sebelum kita menjadi tua dan menyesalinya. Al-qur’an secara eksplisit mengisyaratkan pentingnya waktu untuk digunakan sebaik-baiknya. Bahkan Allah SWT bersumpah atas nama waktu dengan redaksi yang berbeda-beda. Redaksinya seperti wal-fajr (demi waktu fajar), wal-lail (demi waktu malam), dan kalimat lainnya. Dengan itu, pentingnya waktu karena kita akan menuju kematian, isi waktu dengan suatu hal positif sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Tingkatkan kualitas diri agar tidak merugi, kita selalu berpacu menuju kematian, isi dengan kebaikan agar senantiasa menjadi manusia yang beruntung.

Hak waktu harus dibagi secara adil, laksanakan kewajiban, lakukan pekerjaan bagi secara adil dan jangan menunda-nunda karena akan memunculkan rasa malas.Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan dilarangnya menunda pekerjaan. Pertama, kita tidak dapat menjamin untuk hidup pada esok hari. Kedua, tidak ada jaminan esok kita masih diberi nikmat kesehatan, memiliki waktu luang seperti hari ini. Ketiga, menunda pekerjaan yang baik menyebabkan seseorang terbiasa melakukannya, sehingga kemudian menjadi suatu kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan.

Orang yang sibuk justru orang yang mempunyai waktu luang banyak, karena dia bisa mengisi waktu itu dengan kegiatan yang baik. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi, penuh kenikmatan, dan terbebas dari kesempitan dan azab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain daripada itu, tidak dinilai sebagai kehidupannya. Namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”

Hal-hal yang dapat membuat menyesal karena tidak adil membagi waktu. Pertama, Waktu Tidak digunakan untuk beramal. Kedua, Hilangnya kesempatan maka jangan sia-siakan waktu dan Beramal lah segera. Ketiga, Waktu ibarat pedang maka harus berhati-hati. Semoga kita termasuk dalam hamba Allah yang selalu mengggunakan waktu dengan baik. amiin

WhatsApp chat