Mesin Pemasta Coklat Biji Kakao – Mesin Penghalus Terbaru 2022

Mesin Pemasta Coklat Dari Biji Kakao

Mesin Pemasta Coklat adalah alat dan mesin untuk menghaluskan biji kakao yang akan dijadikan sebagai tepung coklat siap olah. Alat Pemasta Coklat ini terdiri dari 2 jenis, yaitu pemasta kasar dan pemasta Halus.

 

Model Dan Spesifikasi Mesin Pemasta Coklat Dari Biji Kakao Rumah Mesin

1. Mesin Pemasta Coklat Kasar

Mesin Pemasta Coklat Dari Biji Kakao
Gambar Mesin Pemasta Coklat Kasar
Kapasitas:20 Kg – 25 kg / jam.
Tipe:Ulir.
Penggerak:Elektro Motor ( Motor Listrik ).
Daya ( Power ):1 HP 1 Phase.
Tegangan Listrik:220V.
Frekuensi Listrik:50 Hz / 60 Hz.
Energi Yang Digunakan:Listrik
Bahan Material Konstruksi:Besi Baja Dan Plat Stainless Steel Anti Karat.
Bahan Material Silinder:Plat Stainless Steel Anti Karat.
Sistem Transmisi:Pullley Dan V-Belt.
Bahan Material Rangka:Besi Siku.
Fungsi:Untuk Menggiling Kakao Untuk Dijadikan Pasta Kasar Coklat.

 

2. Mesin Pemasta Coklat Halus / Choncing

Mesin Pemasta Coklat Dari Biji Kakao
Gambar Mesin Pemasta Coklat Halus
Kapasitas:10 Kg – 12,5 Kg / Batch ( 1 Batch = 4 Jam – 6 Jam ).
Penggerak:Motor Listrik ( Elektro Motor ).
Daya ( Power ):1 HP.
Tegangan Listrik:220V.
Frekuensi Listrik:50 Hz / 60 Hz.
Energi Yang Digunakan:Listrik.
Sistem Pemanas:Elemen Listrik 500 Watt.
Bahan Material Konstruksi:Besi Baja, Plat Besi, Dan Plat Stainless Steel Anti Karat.
Sistem Transmisi:Pulley Dan Sabuk Karet V.
Bahan Material Silinder:Plat Stainless Steel Anti Karat ( Tebal 3 Mm ).
Bahan Material Rangka:Baja Profil Kotak.
Fungsi:Untuk Membuat Bubuk Coklat Atau Menghaluskan Pasta Coklat.

 

Cara Kerja Mesin Ini

Biji kakao yang sudah disangrai dan dilepas kulit arinya, kemudian dimasukkan ke dalam alat pemasta kasar diatas.

Model mesin pemasta coklat kasar diatas adalah model screw press. Keluaran dari mesin pemasta ini adalah coklat bertekstur agak kasar.

Setelah proses pemasta kasar, kemudian biasanya dimasukkan ke dalam pengempa lemak, untuk mengambil lemak coklatnya, baru kemudian dimasukkan ke dalam pemasta Halus.

 

Cara Kerja Mesin Pemasta Coklat Halus

Biji kakao hasil pemasta kasar diatas, kemudian dimasukkan ke dalam pemasta halus atau sering disebut dengan Choncing.

Kegunaannya untuk mendapatkan tekstur coklat yang lebih halus dan seragam. Proses pemasta halus atau choncing adalah dengan sistem gerus berputar menggunakan 2 buah alat penggerus / penggilas dari bahan stenliss. Proses pemasta halus biasanya dilakukan sekitar 2 jam.

Jika ingin mendapatkan Mesin Coklat yang lengkap, mulai dari pengolahan buah kakao menjadi bubuk coklat siap olah dapat dilihat DISINI.

 

Info Pemesanan Mesin Pemasta Coklat Rumah Mesin

kontak rumah mesin

Rumah Mesin – Pusat Distributor Alat Dan Mesin Kebutuhan Usaha Anda.

Kantor & Workshop:Jl. Parangtritis Km 5,6 Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Call Center:0274 287 1809.
SIMPATI:0812 2222 9224 / 0812 2447 4411.
XL:0878 3336 8884 / 0877 3424 1313.
MENTARI:081 666 9383.

 

RUMAH MESIN menyediakan Mesin Pemasta Coklat yang akan membantu anda dalam mengolah biji coklat menjadi coklat bubuk yang berkualitas.

Kami siap membantu anda dalam mengembangkan usaha anda. Kenapa Harus Kami ? Kami adalah perusahaan penyedia / pembuat alat – alat / mesin – mesin yang terpercaya.

Seperti mesin – mesin industri, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, konstruksi, UMKM, dan lain – lain. Mulai dari mesin sederhana hingga mesin – mesin industri besar, seperti Mesin Pemasta Coklat.

Layanan kami untuk anda adalah memberikan training dalam mengoperasikan mesin – mesin dari kami.

Selain itu kami siap memberikan konsultasi kepada anda pada saat anda bingung mau usaha apa ? Sedangkan anda punya modal untuk diinvestasikan.

Rumah Mesin hanya akan memberikan mesin – mesin yang berkualitas untuk anda. Karena mesin – mesin kami dibuat oleh tenaga ahli kami sendiri, dan sudah melewati Quality Control.

Serta bisa anda coba sebelum anda bawa pulang. Sehingga anda akan merasa puas dengan pelayanan kami, karena kepuasan pelanggan adalah prioritas kami


 

Cara Membuat Cokelat Dari Biji Kakao

1. Fermentasi

Biji kakao biasanya dipanen pada sepanjang tahun. Biji kakao yang sudah matang akan diambil dari pohonnya kemudian bijinya dibelah menjadi dua. Kemudian bijinya diambil dari buah yang biasa disebut cocoa pod lalu dipisahkan. Biji kokoa tersebut masih diselimuti oleh lapisan. Biji kakao tersebut kemudian harus melewati proses fermentasi terlebih dahulu.

Proses fermentasi pada satu jenis biji kakao dengan yang lainnya sangat berbeda. Contohnya, biji forastero harus difermentasi terlebih dahulu dalam waktu selama lima sampai tujuh hari. Sementara biji criollo hanya selama satu sampai tiga hari saja proses fermentasi nya.

2. Pembersihan, pembakaran, dan penggilingan

Biji kakao harus melalui proses pembersihan untuk dapat menghilangkan kotoran yang menepel di biji kakao seperti ranting, batu, dan juga debu. Setelah biji kakao sudah bersih dari kotoran, kemudian biji kakao dibakar untuk dapat menciptakan rasa, mengurangi keasaman, mengurangi kadar cairan, memberikan warna yang bagus, dan juga dapat membantu dalam proses untuk melepaskan cangkang  bijinya.

Setelah biji kakao sudah dibakar, kemudian biji kakao dapat dipisahkan dari cangkangnya dengan menggunakan mesin khusus. Lalu biji kakao sudah terpisah dari cangkangnya, kemudian dapat digiling sampai menjadi bubuk coklat.

3. Conching

Langkah selanjutnya adalah proses conching. Proses conching adalah proses untuk dapat menciptakan rasa, memberikan kadar udara, dan proses emulsi yang dapat dilakukan dengan cara menggunakan mesin conching. Proses conching dapat memakan waktu yang sangat lama yaitu 4 sampai 72 jam.

Tergantung dari hasil bubuk cokelat yang diinginkan dan juga dari tipe mesin conching tersebut. Temperatur yang dapat digunakan dalam proses conching adalah sekitar 55 sampai 88 derajat celsius. Proses tersebut juga harus diawasi dengan sangat ketat agar bisa menghasilkan cokelat dengan rasa yang seragam.

4. Pembentukan

Setelah biji kakao sudah melewati proses conching, dan  biji kokoa yang sudah berubah menjadi cairan cokelat maka harus melewati proses pencetakan juga. Cokelat yang sudah berbentuk pasta tersebut kemudian dapat dicetak dalam bentuk cokelat tertentu sesui produk yang akan dipasarkan. Setelahnya, cokelat sudah dicetak dapat didinginkan sampai cokelat mengeras dan siap untuk dikemas.

 

Jenis – Jenis Biji Cokelat Kakao

cara mengolah kakao menjadi coklat

1. Criollo

Tanaman biji kakao Criollo bisa disebut juga dengan kakao mulia atau fine flavoured. Biji kakao jenis criollo berasal dari wilayah Amerika Tengah, Amerika Selatan, Kepulauan Karibia, dan juga negara Sri Lanka. Selain terdapat di luar negeri, tanaman biji kakao jenis criollo juga dapat tumbuh di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya di perkebunan besar seperti di daerah Jawa Timur dan juga Jawa Tengah.

Buah kakao criollo memiliki tekstur kulit buah yang kasar dan juga berbenjol, serta memiliki bentuk buah yang tumpul dan bagian ujung pada buah yang sedikit bengkok. Di dalam satu buah kakao pada umumnya berisi 30 sampai 40 biji yang memiliki tekstur bentuk yang besar dan juga bulat. Biji criollo tersebut memiliki buah yang berwarna putih hingga merah muda, dan akan berubah warnanya menjadi warna jingga jika buah sudah matang.

Pertumbuhan pada tanaman biji kakao jenis criollo ini kurang sangat kuat dan sangat mudah untuk terserang hama dan juga penyakit yang memiliki daya hasil yang lebih rendah dari pada biji kakao jenis forastero.

Karena itu, walaupun biji kakao jenis criollo memiliki kualitas yang sangat baik dan juga memiliki rasa yang tinggi dari pada jenis biji kakao lainnya, banyak sekali para petani yang sangat kurang tertarik untuk dapat menanam tanaman kakao jenis tersebut sehingga kontribusinya untuk memproduksi biji kakao didunia hanya 5% saja.

2. Forastero

Tanaman kakao jenis Forastero bisa disebut juga sebagai kakao lindak atau kakao curah atau juga bulk cocoa. Biji kakao jenis forastero berasal dari wilayah daerah Amazon, tetapi tanaman tersebut lebih banyak dibudidayakan dan ditemukan di daerah Afrika, Ekuador, dan juga Brasil.

Selain tumbuh di berbagai negara, Forastero tersebut juga dibudidayakan oleh para petani di Indonesia, seperti di wilayah daerah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan juga Sulawesi Tengah.

Kakao jenis forastero memiliki tekstur kulit buah yang berwarna hijau, cukup keras dengan memiliki permukaan buah yang halus. Biji buah kakao jenis Forastero memiliki warna buah yang berwarna ungu.

Tidak seperti tanaman biji kakao jenis Criollo, Tanaman biji kakao jenis forastero tersebut memiliki produktivitas yang tinggi dan juga lebih tahan terhadap hama dan juga penyakit. Karena itu, walaupun memiliki rasa coklat yang cukup pahit, tetapi biji kakao jenis Forastero lebih banyak dibudidayakan oleh para petani di dunia.

3. Trinitario

Jenis kakao trinitario merupakan hasill dari persilangan antara jenis kakao Criollo dan juga dengan jenis kakao Forastero. Karena itu, Trinitario memiliki ciri yang beragam. Kakako trinitario memiliki ciri buah yang beraroma seperti kakao jenis Criollo, tetapi karakteristik produktivitas dan pertahanannya terhadap hama dan juga penyakit adalah keturunan dari kakao jenis Forastero.

Kakao jenis Trinitario hanya dapat ditemukan di wilayah Amerika Tengah, Kepulauan Karibia, Asian Tengah, dan sejumlah wilayah di Asia Tenggara, termasuk juga negara Indonesia.

 

Manfaat Cokelat Kakao Bagi Kesehatan Tubuh

1. Kaya Antioksidan

Bubuk kakao mengandung antioksidan yang alami berupa flavonoid dan merupakan bagian dari senyawa polifenol didalamnya. Antioksidan tersebut berperan untuk mencegah efek negatif dari radikal bebas yang dapat memicu timbulnya penyakit dalam di tubuh. Selain itu, senyawa polifenol juga dapat bermanfaat untuk mengurangi peradangan, melancarkan aliran darah, menurunkan tekanan darah, dan juga dapat memperbanyak kadar kolesterol dan gula darah didalam tubuh.

2. Baik bagi Kesehatan Jantung

Mengkonsumsi cokelat dalam jumlah takaran yang banyak dapat bermanfaat untuk menurunkan risiko terkenanya penyakit jantung dan juga stroke. Hal tersebut dikarenakan oleh kandungan flavonoid yang tinggi yang terdapat didalam bubuk kakao. Diketahui juga bahwa flavonoid turut berperan untuk dapat meningkatkan oksida nitrat di dalam darah yang akan dapat melebarkan arteri dan juga pembuluh darah, sehingga dapat membantu aliran darah didalam tubuh menjadi lancar dan juga meningkat.

3. Meringankan Gejala Depresi

Bubuk kakao juga diketahui dapat memberi pengaruh yang cukup besar untuk dapat memperbaiki suasana hati seseorang dan juga mengatasi depresi seseorang. Efek tersebut diperoleh dari bubuk kakao yang mengandung senyawa flavanol yang dapat menstabilkan serotonin, yaitu zat kimia didalam tubuh yang dapat berperan untuk mengendalikan emosi. Bubuk kakao juga dapat membantu memproduksi hormon endorfin sebagai pembentuk mood positif seseorang.

4. Baik bagi Kesehatan Otak

Bubuk kakao juga dapat untuk memperbaiki fungsi otak dan juga melancarkan aliran darah didalam tubuh. Karena didalam bubuk kakao mengandung senyawa polifenol yang dapat bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer.

Karena didalam bubuk kakao mengandung senyawa polifenol yang dapat berfungsi untuk menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif dengan cara memperbaiki fungsi pada otak dan juga aliran darah yang ada didalam tubuh. Kandungan senyawa polifenol didalam bubuk kakao juga dapat bermanfaat untuk memproduksi nitrit oksida, yang berfungsi untuk melemaskan otot pada pembuluh darah dan juga untuk meningkatkan suplai darah ke bagian otak.

5. Mencegah Kanker

Senyawa dalam ekstrak bubuk kakao dapat bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit kanker payudara dan juga kanker darah. Karenakan didalam bubuk kakao mengandung flavanol yang dapat dipercaya untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit kanker.

Biji cokelat memiliki efek antioksidan. Artinya, senyawa tersebut dapat juga untuk melindungi sel tubuh terhadap kerusakan molekul reaktif, menghambat pertumbuhan sel kanker, serta dapat bermanfaat untuk mencegah penyebarannya ke seluruh tubuh.

6. Meredakan Penyakit Asma

Penyakit asma merupakan penyakit yang menyerang pada saluran pernafasan. Penyakit tersebut tidak bisa dianggap remeh karena penyakit asma dapat menyebabkan kematian. Dan ternyata bubuk kakao juga dapat bermanfaat bagi orang yang mempunyai penyakit asma.

Didalam biji cokelat mengandung senyawa antiama, yaitu teobromin dan teofilin. Senyawa teobromin adalah senyawa yang hampir sama dengan kafein dan juga dapat membantu dalam meringankan gejala batuk yang terjadi terus menerus, sedangkan senyawa teofilin adalah senyawa yang dapat membantu paru paru untuk melebar. Dengan melebarnya paru paru, pernapasan seseorang tidak akan lagi terhambat. Senyawa teofili juga dapat membantu untuk mengurangi  masalah peradangan.

 

Cara Membudidaya Tanaman Biji Cokelat

1. Persiapan Lahan

Hal pertama yang dapat dilakukan duntuk membudidayakan tanaman biji cokelat adalah membersihkan lahan pertanian terlebih dahulu. Pastikan lahan pertanian untuk menanam biji cokelat sudah bersih dari alang alang dan juga gulma yang akan dapat mengganggu proses tumbuhnya tanaman cokelat.

Gunakanlah tanaman penutup tanah atau cover crop yang berjenis polong polongan seperti Peuraria javanica, Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides, dan juga C. Caeraleum yang akan dapat berfungsi untuk mencegah tumbunya gulma pada area lahan pertanian.

Dan juga jangan lupa untuk menggunakan tanaman pelindung seperti Lamtoro, Gleresidae, dan Albazia. Ketiga tanaman pelindung bisa ditanam setahun sebelum penanaman tanaman biji cokelat atau kakao dilakukan. Pada tahun ketiga, jumlah tanaman pelindung dapat dikurangi sampai tersisa hanya satu tanaman pelindung saja untuk tiga pohon biji kakao atau bisa ditulis 1:3.

2. Pembibitan

Biji kakao atau biji cokelat yang digunakan untuk benih dapat diambil dari tanaman buah kakao yang sudah cukup umur bagian tengahnya yang sudah matang. Sebelum buah kakaa dikecambah, daging buahnya juga harus dibersihkan terlebih dahulu agar bersih dengan menggunakan abu gosok. Biji kakao atau biji cokelat tidak mempunyai masa istirahat atau dormancy, jadi bijinya harus juga segera dikecambahkan.

Cara pengecambahan tersebut dilakukan dengan menggunakan karung goni di dalam ruangan dan bisa disiram tiga kali sehari. Dan jangan lupa untuk mengamati pembibitan yang dilakukan pada hama dan juga penyakit, seperti binatang rayap, kepik daun, ulat jengkal, ulat punggung putih, dan juga ulat api.

3. Penanaman

Sebelum melakukan proses penanaman pada biji cokelat, buatlah tiang ajir terlebih dahulu dengan menggunakan dari bambu dengan tinggi 80 sampai 100 cm. Penanaman biji kakao atau biji cokelat bisa dilakukan dengan jarak tanam 3 x 3 cm, 4 x 2 cm, dan 3,5 x 2,5 cm dengan ukuran lubangnya  60 x 60 x 60 cm. Jarak tanam digunakan berdasarkan pada bahan tanam dan juga besar pohonnya, sedangkan jarak pada tanam pohon pelindungnya adalah 1,5 m x 1,5 m tergantung pada area yang akan digunakan.

4. Pemeliharaan Pohon

Hal yang dapat dilakukan dalam proses pemeliharaan tanaman biji kakao adalah proses pemangkasan, proses penyiangan, proses penyiraman, proses pemupukan, serta proses pengendalian dari hama dan juga penyakit. Pemangkasan dapat dilakukan pada tanaman pelindung sekaligus juga pada tanaman biji kakao.

Proses pemangkasan pada tanaman pelindung dapat dilakukan agar pohon berfungsi dalam jangka waktu yang panjang, sedangkan proses pemangkasan pada pohon tanaman biji kakao dilakukan agar dapat meningkatkan produksi dan juga untuk dapat mempertahankan umur ekonomis pada tanaman. Hal tersebut dilakukan bermanfaat untuk dapat mencegah dari serangan hama dan juga penyakit, serta bermanfaat untuk dapat membentuk tajuk pohon, memelihara tanaman, dan juga dapat memacu produksi pada tanaman.

Proses penyiangan bermanfaat untuk membersihkan tanaman pohon kakao dari gulma, sedangkan proses penyiraman bermanfaar untuk membantu pertumbuhan pohon biji kakao dan juga dapat menjaga kelembaban tanah pada pohon kakao. Selanjutnya ada proses tahap pemupukan. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk Urea, TSP, KCI, dan juga Kieserite (MgSo4).

Dosis pupuk yang dapat digunakan untuk pohon kakao adalah berdasarkan usia tanaman kakao. Terakhir, terdapat proses pengendalian hama dan juga penyakit. Tahap tersebut dapat dilakukan dengan sanitasi lahan pertanian. Tanaman kakao yang terserang hama dan juga penyakit dapat dipangkas dan juga dibakar, tidak lupa juga untuk memberikan pestisida pada pohon.

5. Panen dan Pasca Panen

Proses panen harus dilakukan dengan cara yang benar agar tidak akan merusak pohon maupun merusak kualitas pada buahnya. Buah pada pohon kakao yang telah matang dapat dipetik dengan cara memotong tangkainya dan juga dapat menyisakan sepertiga bagian dari tangkainya tersebut.

Buah kakao lebih baik dipetik pada umur 5,5 sampai dengan 6 bulan sejak pohon berbunga dan telah berwarna kuning atau merah. Setelah buah kakao sudah dikumpulkan di dalam sebuah karung, terdapat proses pemecahan buah untuk dapat diambil bijinya saja. Hasil dari panen tersebut bisa diolah dengan cara melakukan fermentasi, pengeringan, dan juga sortasi.