Cara Mengolah Sampah organik dan anorganik dengan memanfaatkan barang yang tidak terpakai menjadi bermanfaat. Dan perlu kalian ketahui jika cara mengolah sampah dilakukan dengan benar maka akan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.
Maka dari itu, pada artikel kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara mengolah sampah menjadi produk baru. Sebelum kita masuk ke cara mengolah sampah,kita akan mempelajari terlebih dahulu tentang pengertian, jenis jenis, perbedaan,dan manfaat penggolahan sampah kembali.
Definisi Sampah
Masyarakat sering mengartikan sampah sebagai material sisa yang tidak lagi bermanfaat, seperti tulang sisa makanan yang tidak lagi manusia perlukan.
“WHO mengategorikan sampah sebagai segala hasil kegiatan manusia yang tidak lagi manusia gunakan, pakai, gemari, atau yang mereka buang secara sengaja.
Sejalan dengan itu, UU No. 8 Tahun 2008 mendefinisikan sampah sebagai sisa aktivitas harian atau proses alam padat/semipadat yang masyarakat anggap tak bernilai sehingga membuangnya ke lingkungan.
Sampah Dibagi Menjadi 2 JenisÂ

Memahami jenis, klasifikasi, dan karakteristik sampah menjadi langkah awal penting sebelum kita mengelola sampah secara tepat dan bertanggung jawab. Kita tidak hanya membagi sampah menjadi jenis organik dan anorganik, melainkan juga mengelompokkannya ke dalam kategori khusus.
a. Sampah Organik
Sampah organik adalah bahan bahan yang sudah dibuang dan sudah tidak terpakai yang berasal dari hasil produk berbahan dasar hayati yang mudah terdegradasi oleh mikroorganisme. Proses degradasi oleh mikroorganisme berlangsung secara alami.
Kita biasa mengenali jenis ini melalui sampah sisa makanan, potongan sayur-buah, dedaunan, rumput, sekam padi, kotoran ternak, hingga kuku dan rambut yang terbuang. Masyarakat bisa mengolah sebagian di antaranya menjadi produk bermanfaat, seperti kompos, eco-enzyme, resapan biopori, maupun pakan larva lalat BSF.
b. Sampah Anorganik
Sampah anorganik adalah bahan bahan yang sudah dibuang dan sudah tidak terpakai yang berasal dari produk berbahan dasar non-hayati yang berupa produk sintetik atau hasil dari pengolahan bahan tambang. Rata rata sampah anorganik tidak dapat terurai dengan cepat oleh mikroorganisme.
Produk berbahan plastik, kertas, kaca, keramik, serta logam tak terpakai membentuk kelompok sampah anorganik. Alam tidak dapat membusukkan barang-barang berbahan tersebut, sehingga manusia atau mesin harus mengolahnya kembali agar menghasilkan produk baru yang bermanfaat.
Perbedaan Sampah Organik dan Sampah Anorganik
Perbedaan utama kedua jenis sampah ini terletak pada sifat bahan dan proses terurainya. Aktivitas makhluk hidup menghasilkan sampah organik yang cepat terurai secara alami, sementara industri dan proses manufaktur menciptakan sampah anorganik yang memerlukan waktu sangat lama untuk terurai.
1. Asal Sampah
Kedua jenis sampah berasal dari sumber yang berbeda. Mulai dari namanya, sampah organik berasal dari zat Hayati atau makhluk hidup yang sudah mati mulai dari tumbuhan, dan hewan. Sedangkan sampah anorganik berasal dari benda mati atau benda buatan manusia.
Masyarakat sering membuang kedua jenis sampah ini secara bersamaan tanpa memilahnya. Padahal, pengelolaan sampah yang tepat dapat mengurangi penumpukan limbah di lingkungan. Kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah akan memudahkan proses daur ulang.
2. Struktur Senyawa
Sampah organik tersusun dari senyawa yang didominasi unsur karbon (C), sedangkan sampah anorganik tersusun dari senyawa yang tidak didominasi unsur karbon. Struktur ikatan karbon ini membuat mikroorganisme lebih cepat merombak sampah organik secara alami.
Sebaliknya, bakteri pengurai kesulitan memutus ikatan kimia kompleks pada sampah anorganik. Hal tersebut menyebabkan sampah anorganik bertahan hingga ratusan tahun di alam. Oleh karena itu, manusia perlu mendaur ulang sampah anorganik secara mekanis atau kimiawi.”
3. Proses Penguraian
Yang dimaksud penguraian disini adalah dilakukan oleh para dekomposer, seperti bakteri dan jamur. Proses penguraian ini jika pada sampah organik dapat berlangsung lebih cepat jika dibandingkan dengan proses penguraian pada sampah anorganik.
Cepatnya proses penguraian pada sampah organik ini disebabkan oleh struktur sampah organik yang mudah dilepaskan oleh para dekomposer. Namun pada sampah anorganik, dekomposer akan lebih susah mengurainya karena struktur bentuk dari sampahnya yang lebih rekat dan padat.
4. Perbedaan Manfaat
Hingga saat ini, para ahli terus menciptakan berbagai inovasi pengolahan sampah. Contohnya, masyarakat mengolah sampah sisa makanan, tumbuhan, dan kotoran ternak menjadi pupuk kompos. Selain itu, pakan ternak juga memanfaatkan olahan sampah organik ini.
Untuk pemanfaatan sampah anorganik tentunya berbeda. Sampah anorganik yang sifatnya susah diurai membuatnya hanya bisa dimanfaatkan dengan mengubahnya menjadi benda lain. Sampah anorganik dapat diolah dengan 3R, yaitu Reduce, Reuse,dan Recycle.
Jenis – Jenis Sampah Organik
Mikroorganisme menguraikan sampah organik secara alami. Kita sering menjumpai sampah dari makhluk hidup ini melalui aktivitas rumah tangga, pertanian, dan usaha kuliner.
1. Sampah Organik Basah
Jenis sampah organik basah merupakan sampah organik yang mengandung banyak air. Contoh dari jenis sampah organik basah yakni seperti  sisa sisa sayur, kulit pisang, buah yang sudah busuk, kulit bawang dan sejenisnya. Kandungan air yang tinggi mempercepat proses pembusukan.
Mikroorganisme mengurai limbah basah ini dengan sangat cepat di lingkungan. Bakteri pengurai memicu bau menyengat jika masyarakat menumpuknya terlalu lama. Oleh karena itu, kita harus segera mengolah sampah basah ini menjadi komposting atau pakan maggot.
2. Sampah Organik Kering
Jenis Sampah organik kering merupakan sampah organik yang mengandung sedikit air. Contoh dari jenis sampah organik kering yakni seperti kayu, ranting pohon, kayu dan daun – daun kering. Bakteri memerlukan waktu lebih lama untuk menguraikan sampah jenis ini.
Kendati demikian, masyarakat dapat mengolahnya menjadi bahan bakar biomasa atau briket. Sebagian orang juga memanfaatkan ranting dan kayu kering sebagai bahan kerajinan tangan. Selain itu, proses pencacahan membantu mempercepat pembuatan pupuk organik dari sampah kering ini.
Jenis Sampah Anorganik
Bahan nonhayati dan hasil olahan industri membentuk sampah anorganik yang sulit terurai secara alami. Manusia sering menghasilkan sampah jenis ini melalui berbagai aktivitas di rumah tangga, sekolah, perkantoran, industri, maupun tempat usaha.
1. Sampah Anorganik Lunak
Sampah anorganik lunak merupakan jenis sampah Anorganik yang mudah untuk dibentuk atau untuk diolah. Bahan penyusun dari sampah anorganik lunak terdiri atas kandungan bahan-bahan yang lentur. Contoh antara lain sampah plastik, bungkus kemasan, sampah dari bahan tekstil seperti kain perca,dll.
Pengrajin sering mendaur ulang limbah lunak ini menjadi tas dan barang kerajinan tangan. Kita dapat menggunting dan menjahit kembali kain perca menjadi produk busana bernilai jual. Selain itu, mesin pencacah plastik mempermudah proses pemrosesan ulang bahan kemasan tersebut.
2. Sampah Anorganik Keras
Bahan yang kokoh membuat sampah anorganik keras lebih sulit hancur daripada jenis lunak. Pengelola sampah rata-rata kesulitan mengolah kembali limbah ini. Kita membutuhkan alat serta mesin khusus bernavigasi kompleks untuk mendaur ulang jenis sampah tersebut.
Berbagai aktivitas manusia memicu munculnya sampah anorganik seperti plastik, kaca, logam, kertas, kaleng, elektronik, tekstil sintetis, serta kemasan multilapis. Kita bisa memanfaatkan ulang material yang bernilai guna atau menyetorkannya ke pengolah daur ulang.
Baca juga Cara Penanganan Limbah Padat Yang Wajib Kalian Ketahui.
Cara Mengolah Sampah Dengan 3R
Masyarakat perlu menerapkan pemilahan jenis sampah, prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pengolahan lanjutan seperti mengompos dan menyetor sampah ke bank sampah. Kita dapat menjalankan langkah-langkah praktis ini secara mandiri di tingkat rumah tangga.
1. Reduce atau Pengurangan
Reduce merupakan pengurangan kegiatan yang berpotensi menghasilkan sampah. Kita harus membawa kantong belanja sendiri saat bepergian demi mengurangi kemasan plastik sekali pakai. Selain itu, konsumen sebaiknya memilih produk dengan kemasan isi ulang yang ramah lingkungan.
Selanjutnya, langkah ini secara efektif menekan volume limbah harian dari sumbernya.Bahkan, masyarakat dapat menghemat pengeluaran bulanan melalui pola konsumsi hemat sampah ini. Akhirnya, kebiasaan positif tersebut akan melindungi ekosistem alam secara berkelanjutan.
2. Reuse atau Penggunaan Kembali
Reuse merupakan penggunaan kembali sampah secara langsung, dengan fungsi yang masih sama maupun berbeda. Kita dapat menggunakan wadah kaca bekas untuk menyimpan bumbu dapur di rumah. Selain itu, masyarakat bisa menyumbangkan pakaian layak pakai kepada orang yang lebih membutuhkan.
Selanjutnya, pengrajin kreatif sering mengubah botol plastik menjadi pot tanaman yang indah. Bahkan, kebiasaan ini secara langsung mengurangi beban penumpukan limbah di tempat pembuangan akhir. Oleh karena itu, kita perlu memaksimalkan fungsi barang bekas sebelum membuangnya.
3. Recycle atau Daur Ulang
Recyle merupakan pemanfaatan kembali sampah yang sebelumnya telah melalui berbagai tahap berubahan atau pengolahan. Warga memilah sampah plastik dan kertas berdasarkan jenisnya terlebih dahulu. Selanjutnya petugas menyalurkan limbah tersebut ke pabrik daur ulang.
Kemudian, mesin pabrik melelehkan plastik bekas menjadi bahan baku produk baru. Selain itu, industri kertas mengolah kembali limbah koran menjadi kardus kemasan bernilai guna. Akhirnya, proses ini berhasil menghemat sumber daya alam dan energi secara signifikan.
Contoh Hasil Olahan Sampah Organik
Pengolahan sampah organik secara tepat mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna tinggi. Selain mengurangi dampak buruk bagi lingkungan, proses ini juga mendatangkan manfaat ekonomi yang nyata.
1. Sampah Organik Dapat Diolah Menjadi Kompos dan Pupuk

Masyarakat dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos, tetapi sebagian besar warga belum memahami cara pembuatan dan manfaatnya bagi sektor pertanian. Padahal, pupuk kompos terbukti meningkatkan kualitas hasil tanaman perkebunan dan pertanian secara signifikan.
Untuk mengetahui lebih lengkap dari pupuk kompos bisa cek artikel Cara membuat pupuk kompos untuk kesuburan tanaman. Pembuatan pupuk kompos tersebut mudah mudah sulit sebab butuh ketelatenan dan melalui tahapan yang baik dan benar untuk menciptakan pupuk yang berkualitas.
Cara Mengolah Sampah Menjadi Pupuk kompos
- Pertama, persiapkan bahan bahan dari sampah organic seperti sampah dedaunan, sisa hasil pertanian, sampah sisa hasil rumah tangga,kotoran hewan,dll.
- Selanjutnya, cacah cacah sampah organik menjadi bagian yang kecil – kecil, supaya lebih mudah dan menghemat waktu dan tenaga pencacahan sampah dapat menggunakan alat atau mesin pencacah kompos.
- Jika sudah diubah menjadi potongan yang kecil kecil, selanjutnya campurkan potongan sampah tersebut dengan kotoran hewan bisa kotoran kambing atau sapi dengan perbandigannya 3:1 oke.
- Jika sudah Tambahkan setengah gelas atau sesuai bahan sampah tadi dengan larutan gula,larutan gula ini bisa dibuat dari air dan gula pasir.
- Selanjutnya tambahkan kembali bahan pupuk dengan takaran 10 ml bakteri EM4. Aduk aduk sampai lembab atau basah.
- Untuk penutup, masukkan bahan pupuk kedalam wadah seperti bak atau plastik berukuran besar kemudian ditutup dengan rapat.
2. Sebagai Pakan Ternak
Peternak memanfaatkan sampah organik berupa dedaunan sebagai pakan alternatif untuk kambing, sapi, dan hewan herbivora lainnya. Selain itu, pembudidaya mengolah dedaunan ini menjadi pelet untuk makanan ayam dan ikan.
Langkah ini secara efektif menekan biaya pakan harian para peternak. Pada saat yang sama, pemanfaatan dedaunan tersebut mengurangi penumpukan limbah organik di lingkungan.
3. Kerajinan Tangan
Masyarakat dapat mengolah kembali sampah organik dan anorganik menjadi produk baru yang bernilai jual. Untuk sampah organik, pengrajin dapat mengeringkan dan membakar eceng gondok untuk membuat tas.
Warga juga bisa mengolah batok kelapa yang biasanya hanya menjadi bahan bakar menjadi berbagai kerajinan tangan dan peralatan masak seperti centong serta cangkir. Sementara itu, untuk sampah anorganik, masyarakat kreatif mampu mengubah sisa sendok plastik menjadi lampu hias unik serta menganyam bungkus kopi bekas menjadi tas belanja.
Contoh Cara Mengolah Sampah Anorganik
Masyarakat dapat menerapkan berbagai metode praktis untuk mengolah sampah anorganik agar tidak mencemari lingkungan. Penerapan teknik yang tepat mampu mengubah limbah bernilai rendah ini menjadi barang berguna yang bernilai ekonomis.
1. Kerajinan Lampu Hias Unik

Siapa sangka Lampu hias unik yang indah tersebut dapat dibuat hanya dengan bahan bekas dari sampah anorganik. Kerajinan lampu hias unik ini selain untuk menghias lampu sendiri, juga dapat berpotensi menghasilkan pendapatan jika diperjual belikan.
Maka dari itu mari simak bahan bahan dan cara pembuatan lampu hias unik ini:
Bahan – Bahan :
- Sendok plastik bekas (Banyak)
- Gunting/cutter
- Botol plastik bekas ukuran besar
- Kabel dan colokan
- Lem tembak
- Lampu dan sangkarnya
Cara Pengolahan Sampah Anorganik Menjadi Lampu Hias Unik :
- Potong semua gagang sendok,sisakan sedikit sebagai pegangan.
- Selanjutnya botol bekas dipotong bagian bawah sesuai selera (bagian kepala botol kebawah yang diperlukan).
- Jika sudah,rekatkan sendok bekas dengan lem tembak.Mulai dari bawah dan seterusnya menggelilingi hingga botol tertutup sempurna.
- Ambil kabel lalu masukkan dari bagian bawah botol plastik secara hati hati atau perlahan, sambungkan colokan dengan sanklar lampu.
- Pasang lampu.
- Dan selesai.
2. Dapat Dijadikan Biogas dan Listrik
Sampah organik dari tahu, tempe dan kotoran hewan dapat dijadikan bahan utama untuk membuat biogas. Cukup sediakan wadah tertutup yang dapat dijadikan penampungan gas dan ditambahkan air serta diaduk untuk mempercepat proses pembuatannya.
Anda dapat juga memberikan larutan EM4 atau dekomposer lainya untuk mempercepat proses pengkomposan,dikarenakan jika proses pengkomposan hanya menggunakan air akan membutuhkan waktu lebih dari dua minggu.
Mesin Pencacah Kompos

Ingin mengolah sampah organik menjadi kompos dengan lebih cepat dan efisien? Gunakan Mesin Pencacah Kompos dari Rumah Mesin untuk membantu mencacah berbagai bahan organik menjadi ukuran lebih kecil dan merata. Lihat spesifikasi dan pilihan mesinnya di sini:Mesin Pencacah Kompos Rumah Mesin

