Genteng Sabut Kelapa Anti Pecah Buatan BRIN Bikin Prabowo Kepincut, Begini Proses Pembuatannya

Genteng Sabut Kelapa Anti Pecah Buatan BRIN Bikin Prabowo Kepincut - Source Youtube Sekretariat Presiden

Sebuah inovasi genteng dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang jadi perbincangan hangat setelah diuji langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Bahannya bukan tanah liat seperti genteng pada umumnya, melainkan sabut kelapa limbah yang selama ini banyak dianggap sekadar sisa hasil kebun.

Genteng Sabut Kelapa BRIN Diinjak dan Dibanting Prabowo, Ternyata Tidak Pecah!

Genteng Sabut Kelapa BRIN Tidak Pecah Saat Diinjak Presiden Prabowo
Genteng Sabut Kelapa BRIN Tidak Pecah Saat Diinjak Presiden Prabowo – Source Youtube Sekretariat Presiden

Momen ini terjadi saat Presiden Prabowo bertemu dengan sekitar 150 peneliti BRIN di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, salah satu peneliti dari Pusat Riset Biomassa Indonesia, Sukma Surya Kusumah, memperkenalkan genteng berbahan komposit sabut kelapa hasil pengembangannya.

Sukma mengklaim genteng ini kuat, tidak mudah pecah, tahan lama, dan ramah lingkungan. Untuk membuktikan klaimnya, ia bahkan mempersilakan Presiden mencoba sendiri kekuatan genteng tersebut dengan cara yang tidak biasa: dibanting ke lantai, lalu diinjak berkali-kali.

Hasilnya, genteng anti pecah buatan Prabowo dan tim BRIN ini tetap utuh tanpa retak sedikit pun. Presiden tampak terkesan dan langsung menanyakan potensi produksi massalnya pertanyaan yang menunjukkan sinyal positif dari Istana terhadap keberlanjutan inovasi ini.

Menariknya, sabut kelapa bukan satu-satunya bahan baku yang dikembangkan BRIN untuk genteng biomassa ini. Peneliti juga tengah menguji varian dari sekam padi, anyaman bambu, hingga ampas tebu. Artinya, apa yang dipamerkan ke Prabowo sebenarnya adalah satu platform genteng biomassa, dan sabut kelapa menjadi salah satu bahan baku unggulan yang paling disorot.

Soal harga, Sukma menyebut genteng ini masih dibanderol Rp 15.000–26.000 per keping, jauh lebih mahal dibanding genteng tanah liat konvensional yang beredar di kisaran Rp 7.000 per keping. Namun harga tersebut berpotensi turun hingga Rp 10.000 per keping apabila kapasitas produksinya diperbesar. Untuk kebutuhan atap rumah tipe 36, total biaya genteng sabut kelapa ini diperkirakan sekitar Rp 11 juta. Produk sejenis sebelumnya juga pernah digunakan untuk bantuan hunian TNI Angkatan Darat di Nias, dengan biaya sekitar Rp 12 juta untuk rumah tipe 4×6.

Program Gentengisasi Sudah Berjalan Sejak Awal Tahun

Genteng Sabut Kelapa BRIN Didatangi Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Lahdalia
Genteng Sabut Kelapa BRIN Didatangi Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Lahdalia – Source Youtube Sekretariat Presiden

Momen viral ini sebenarnya tidak berdiri sendiri. Ia menyambung langsung dengan program Gentengisasi yang lebih dulu dicanangkan Presiden Prabowo pada 2 Februari 2026 dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul. Program ini lahir dari keresahan Presiden usai meninjau lokasi bencana di Aceh Tamiang, di mana ia menyoroti hunian sementara warga yang masih beratap seng dan membuat suhu di dalam rumah terasa panas.

Gentengisasi menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), dengan target utama mengganti atap seng, asbes, dan PVC di rumah-rumah masyarakat menjadi genteng awalnya difokuskan pada genteng tanah liat, namun kini terbuka peluang lebih luas dengan hadirnya alternatif genteng biomassa seperti sabut kelapa ini.

Yang membuat program ini punya arah jelas: pemerintah menegaskan bahwa Gentengisasi akan sepenuhnya menggunakan produk dalam negeri, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Kementerian Keuangan pun telah menyiapkan alokasi dana khusus untuk mendukung percepatan program ini.

Dengan kombinasi dukungan politik dari Presiden, alokasi anggaran negara, dan narasi kuat soal produk dalam negeri, wajar jika permintaan terhadap bahan baku genteng alternatif seperti sabut kelapa berpotensi meningkat dalam waktu dekat baik dari UMKM, koperasi, maupun pemerintah daerah yang ingin ambil bagian sebagai mitra produksi lokal.

Dari Sabut Kelapa Mentah Menjadi Bahan Baku Genteng, Prosesnya Tidak Sesederhana Kelihatannya

Di balik hasil akhir berupa genteng yang tahan banting, ada proses pengolahan sabut kelapa yang cukup panjang sebelum bahan tersebut layak dijadikan komposit bangunan.

Sabut kelapa mentah yang baru dikupas dari batok kelapa masih berbentuk gumpalan serat kasar bercampur dengan gabus alami (cocopeat). Agar bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku genteng komposit, sabut ini perlu melalui beberapa tahap pengolahan:

  1. Pencacahan
    Sabut kelapa dipotong-cacah agar ukurannya lebih seragam dan mudah diproses lebih lanjut.
  2. Pemisahan serat dan cocopeat
    Proses ini krusial karena serat panjang (coco fiber) dan serbuk halus (cocopeat) punya kegunaan berbeda; serat yang lebih kuat inilah yang umumnya dibutuhkan sebagai bahan penguat komposit genteng.
  3. Pengeringan
    Kadar air pada serat perlu diturunkan agar hasil komposit lebih stabil dan tidak mudah lapuk.
  4. Pengepresan/pencetakan
    Serat yang sudah diolah kemudian dicampur bahan pengikat dan dicetak menjadi lembaran genteng melalui proses pengepresan bertekanan.

Setiap tahap ini membutuhkan alat yang sesuai agar hasil serat konsisten dan layak jadi bahan produksi skala usaha, bukan sekadar olahan rumahan. Di sinilah pentingnya mesin pengolahan sabut kelapa yang tepat mulai dari mesin pencacah, mesin pemisah serat, hingga mesin pengepres karena kualitas serat yang dihasilkan akan sangat menentukan kualitas akhir genteng yang dibuat.

Bagi UMKM, koperasi, atau daerah penghasil kelapa yang ingin ambil peluang dari momentum program Gentengisasi ini, kebutuhan mesin pengolahan sabut kelapa yang andal jadi salah satu hal pertama yang perlu disiapkan sebelum bicara soal produksi genteng dalam skala besar.

Rumah Mesin menyediakan berbagai pilihan mesin pengolahan sabut kelapa yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha, mulai dari kapasitas UMKM hingga industri. Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi dan pilihan mesinnya bisa dikonsultasikan langsung dengan tim Rumah Mesin.

Mesin Pengolahan Sabut Kelapa Rumah Mesin

Mesin Pengurai Sabut Kelapa USK-K1500
Mesin Pengurai Sabut Kelapa USK-K1500

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *