Terima kasih telah berkunjung!!! artikel ini berisi tentang jenis jenis plastik. Siapa tahu setelah membaca artikel ini anda bisa membuka bisnis sendiri dengan bahan plastik, ya sudah kita langsung bahas saja ya, berikut pembahasannya.

Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbuat dari kondensasi organik atau pembuatan polimer dan dapat juga terbuat dari zat lain untuk meningkatkan performa atau nilai ekonomi. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik.

Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Nama ini berawal dari kata ternyata banyak dari mereka “malleable”, mempunyai properti keplastikan. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, “reliency” dan lain-lain.

Pellet atau bijih plastik yang siap diproses lebih lanjut (injection molding, ekstrusi, dll).Plastik dapat juga menunjuk ke setiap barang yang memiliki karakter yang deformasi atau gagal karena shear stress, lihat keplastikan (fisika) dan ductile.

Plastik merupakan polimer; rantai panjang atom saling mengikat dengan yang lain. Rantai ini akan berbentuk banyak bentuk molekul berulang, atau “monomer”. Plastik yang umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang. (beberapa minat komersial juga berdasar silikon).

Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti plastik grup molekuler berlainan “bergantung” dari tulang-belakang (biasanya “digantung” sebagai bagian dari monomer sebelum menyambungkan monomer bersama untuk membentuk rantai polimer).

pengggesekan ini oleh grup “pendant” sudah membuat plastik berbentuk bagian tak terpisahkan di kehidupan abad 21 dengan membuat properti dari polimer tersebut.

Plastik digolongkan menjadi beberapa golongan berdasarkan sifatnya.

Berdasarkan Sifat Fisikanya:

  • Termoplastik. yaitu jenis plastik yang dapat didaur-ulang/dicetak lagi menggunakan proses pemanasan ulang. Contoh: polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC)
  • Termoset. adalah jenis plastik yang tidak dapat didaur-ulang/dicetak lagi. Pemanasan ulang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contoh: resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida

Apa Itu Biji Plastik?

Bagi sebagian besar orang, biji plastik tidak begitu familier dengan butiran-butiran yang berwarna putih dan bening ini. Biji Plastik merupakan bahan utama untuk membuat produk yang berbahan plastik seperti produk produk rumah tangga, elektronik, otomotif maupun produk lainnya yang berbahan plastik.

Biji plastik terbentuk dari bahan kimia yang dinamakan styrin monomer. Bahan tersebut kemudian dicampur dengan produk kimia lainnya selanjutnya dilakukan proses pemanasan hingga membentuk silinder yang memanjang, selanjutnya dibentuk menjadi keras untuk dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Alasan biji plastik sebagai alternatif pembuatan produk kebutuhan rumah tangga maupun elektronik, dikarenakan biji plastik lebih murah dibandingkan produk yang berbahan dasar tembaga ataupun alumunium.

Selain itu plastik juga memiliki sejumlah keunggulan yaitu mampu menahan panas, bersifat non konduktor, dari segi fisik sangat mudah dikenali dan dibedakan, serta ekonomis. Akan tetapi biji plastik memiliki kelemahan yakni tidak ramah terhadap lingkungan dan beberapa diantaranya tergolong berbahaya.

Plastik bisa dikumpulkan dengan banyak cara tapi paling dasar dengan melihat tulang-belakang polimernya (vinyl ,chloride, polyethylene, dll.). Klasifikasi lainnya juga dasar.

Dampak Sampah Terhadap Kehidupan Dan Jenis Jenis Plastik

Plastik berdampak buruk bagi keberlangsungan  bumi (lingkungan) bila plastik yang kita gunakan sudah menjadi sampah dan dibuang di sembarang tempat. Plastik bekas ini umumnya dikenal dengan panggilan ‘sampah plastik’.

Sampah plastik berdampak buruk bagi lingkungan karena sifat plastik yang memang susah diuraikan oleh tanah secara alamaiah, meskipun sudah tertimbun beratus tahun lamanya. Dalam berbagai penelitian menyebutkan, plastik baru bisa diuraikan oleh tanah setidaknya setelah tertimbun selama 200 hingga 400 tahun.

Bahkan ada penelitian yang mengatakan bahwa sampah plastik dapat terurai oleh tanah dalam waktu 1.000 tahun lamanya.Proses lamanya terurai inilah yang kemudian mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan, seperti munculnya zat kimia yang bisa mencemari tanah akibatnya berkurang tingkat manfaat dan kesuburan tanah.

Dengan proses yang susah diuraikan, sampah plastik juga dapat membunuh hewan pengurai tanah seperti cacing. Sehingga wajar saja apabila tingkat kesuburan tanah tanah bisa berkurang.

Selain itu, sejumlah fakta menyebutkan kalau plastik menjadi salah satu benda yang paling merusak dan menjadi pembunuh biota laut:

  • Sekitar 80% sampah di lautan adalah sampah yang berasal dari daratan, yang mana hampir 90%-nya merupakan sampah plastik.
  • Sisa-sisa kantong plastik telah banyak ditemukan di dalam kerongkongan anak elang laut di pulau Midway, Lautan Pasifik
  • Padada bulan Juni 2006 lalu, program lingkungan PBB memperkirakan bahwa dalam setiap mil persegi terdapat setidaknya 46.000 sampah plastik yang mengambang di lautan.
  • Plastik setidaknya telah membunuh hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut, dan juga ikan-ikan yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya dalam setiap tahunnya.
  • Banyak hewan penyu di kepulauan Seribu yang mati hanya karena memakan plastik yang dikiranya sebuah ubur-ubur, salah satu makanan kesukaan penyu.
  • Hewan-hewan laut, seperti lumba-lumba, penyu, dan anjing laut mengirah sampah atau kantong plastik adalah makanannya akibatnya mereka dapat mati karena memakannya dan tak mampu mencernanya.

Zat Kimia Beracun Yang Terdapat Pada Jenis Jenis Plastik

jenis jenis plastik

 

Tanpa yang kita tahu, plastik mempunyai lebih dari 100 jenis bahan kimia yang  beracun. Zat-zat kimia berbahaya bagi kesehatan tersebut yaitu adalah campuran yang dipakai oleh pabrik pembuat plastik untuk membuat plastik.

Sebuah forum yang membahas tentang plastik telah menemukan fakta betapa bahayanya plastik yang banyak digunakan saat ini. Sangat berbahaya karena digunakan untuk membungkus makanan. Justru makanan dalam kemasan adalah benda yang paling riskan karena dikonsumsi oleh manusia.

Sifat karsinogen yaitu adalah sifat yang sangat berbahaya yang ditemukan pada kemasan plastik. Paparan zat bersifat karsinogen dalam tubuh akan sangat berpengaruh pada sistem endokrin terutama disebabkan oleh zat kimia ini sangat kuat dan dapat bertahan dalam tubuh manusia.

Dalam jangka panjang, zat tersebut diklaim dapat menimbulkan bahaya tumor yang menjadi kanker, hingga kerusakan pada sistem endokrin, lalu gangguan janin dan masalah kesehatan lain.

Sebuah zat yang dikenal bernama zat plasticizer merupakan katalisator dalam pembuatan plastik mengandung bahan yang sangat berbahaya bagi sistem endokrin, masalah pada sperma pria, masalah genital dan tumor/kanker.

Permasalahannya adalah zat berbahaya tersebut juga digunakan untuk produksi kemasan plastik yang digunakan sebagai pembungkus makanan. Zat lain yang tidak kalah berbahaya adalah benzofenon.

Zat ini adalah merupakan pewarnaan pada kemasan makanan dan penguat lapisan warna pada bungkusan makanan, juga sebagai pelapis tinta yang digunakan pada tulisan-tulisan sablon di bungkus plastik.

Bila kandungan zat kimia ini ikut terserap ke dalam tubuh, maka dipastikan akan merusak sistem pada tubuh manusia, menyebabkan sel kanker bertumbuh dengan baik, masalah ginjal dan hati, serta banyak penyakit menyeramkan lain yang tak terbayangkan.

Masalah yang paling sering kita lihat saat ini yaitu, penjual makanan dekat jalan yang dengan santainya memasukkan makanan panas dan kuah yang panas ke dalam plastik, yang malah bukan plastik makanan.

Berikut Jenis Jenis Plastik Berdasarkan Kode Daur Ulangnya

Ada Cina, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka. Apa yang terbayang oleh kamu dari lima negara ini?

Lima negara ini bukanlah sedang dalam pertumbuhan ekonomi, atau kemajuan teknologi, misalnya. Tapi kelima negara itu adalah penyumbang limbah plastik ke laut terbesar di dunia, berdasarkan riset Jenna Jambeck, peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, yang dipublikasi pada 2015.

Indonesia menyumbang 187,2 juta ton limbah plastik ke laut, kemudian Filipina 83,4 juta ton, Vietnam, 55,9 juta ton, Sri Lanka 14,6 juta ton, dan terbesar, Cina, 262,9 juta ton.

Besarnya limbah plastik di Indonesia, bahkan sangat besar, untuk menampungnya saja kita membutuhkan 60 lapangan bola (ukuran standart internasional), atau butuh lahan seluas 65,7 hektare.

Disatukan dengan kemampuan beradaptasi, campuran yang dasar dan beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri.

Bila dilihat dari besarnya jumlah tadi, sudah saatnya nih kita diet menggunakan barang-barang berbahan plastik.

Tapi sebelum nya, ada baiknya kita tahu jenis jenis plastik mana yang hanya dapat dimanfaatkan kembali, dapat digunakan lama, atau tak dapat digunakan sama sekali. Caranya, melihat kode yang tercantum dari setiap barang itu tadi.

Untuk lebih jelasnya simak di bawah ini, ya:

1. Polyethlene Terephalate (PETE atau PET)

Plastik jenis ini aman digunakan atau sekali pakai. Warna dari plastinya ini jernih atau transparan. Tapi plastik ini berbahaya jika terkena air panas, sebab dapat meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik.

Biasanya jenis ini banyak digunakan untuk air mineral kemasan, soda, atau minuman ringan lainnya.

2. High Density Polyethlene (HDPE)

Plastik jenis ini mempunyai daya tahan lebih terhadap panas ketimbang jenis sebelumnya. Warnanya juga cenderung buram. Tapi ada juga berwarna putih susu.

Plastik ini lebih kuat, keras, dan kandungan plastiknya dapat mencegah reaksi kimia antara kemasan dan makanan atau minuman yang dikemas.

Seperti jenis PETE atau PET, plastik ini aman digunakan satu kali pakai. Artinya bukan untuk digunakan dalam waktu lama. Karena plastik ini dibuat dengan antimoni trioksida sehingga dapat menyebabkan iritasi kulit dan pernapasan.

Jenis jenis plastik HDPE biasanya sering dipakai untuk botol susu dan botol sampo.

3. Polyvinyl Chloride (PVC)

Untuk jenis satu ini masuk ke dalam kategori yang amat sangat sulit didaur ulang. Sayangnya, jenis ini kerap ditemukan pada pembungkus dan beberapa jenis botol minuman.

Selain itu, jenis plastik ini sangat berbagaya bagi kesehatan apabila bersentuhan langsung dengan makanan atau minuman. Risiko terberatnya adalah mengancam kesehatan ginjal dan hati.

Plastik jenis PVC ini umum digunakan unutk pipa atau kursi plastik.

4. Low Density Polyethylene (LDPE)

Plastik jenis ini aman jika dimakan sebab tidak menyebabkan reaksi kimia ketika menyentuh obyek makanan atau minuman.

Plastik ini juga mempunyai daya tahan kuat, permukannya agak berlemak, sedikit tembus cahaya, dan daya keamanannya terhadap uap air baik.

Walaupun LDPE ini cukup sulit dihancurkan, tapi dapat didaur ulang. Dan jenis jenis plastik ini banyak digunakan sebagai wadah makan seperti tupperware atau tempat minum seperti tumbler.

5. Polyproplyene (PP)

Plastik jenis ini merupakan jenis terbaik dalam urusan menyimpan makanan dan minuman karena sifatnya yang kuat, tahan akan lemak, stabil terhadap suhu tinggi sehingga dapat dipanaskan dalam pemanasan elektrik.

Jenis ini banyak digunakan untuk wadah makanan tahan panas, tumbler, atau juga dot bayi.

6. Polystrene (PS)

Kalau jenis ini banyak bisa dengan mudah ditemukan, bahkan sangat dekat dengan kita. Selain itu jenis juga harus dihindari, terlebih digunakan sebagai wadah makanan atau minuman.

Biasanya plastik ini kita jumpai pada styrofoam atau cup minum sekali penggunaan. Padahal itu sangat berbahaya bagi otak, sistem saraf, dan sistem reproduksi perempuan. Sebab polystrene dapat mengeluarkan bahan styrene yang dapat juga terkandung dalam asap rokok, kendaraan, dan bahan konstruksi gedung.

Walaupun begitu, plastik jenis ini sangat sulit untuk diolah ulang dan memakan waktu sangat lama.

Selain berbagai macam jenis tadi, masih ada jenis-jenis lainnya seperti polycarbonate (PC), styrene acrylonitrile (SAN), acrylonitrile butadince styrene (ABS), dan nylon. Biasanya jenis-jenis itu ditemukan pada sikat gigi, peralatan makanan, dan lego.