Jadi Inilah Manfaat Cengkeh Untuk Kesehatan

cara menanam cengkeh

Manfaat cengkeh untuk kesehatan sangatlah banyak dan juga sangat kompleks. Baik itu untuk kesehatan tubuh bagian luar maupun organ dalam. Namun sebelum itu, apakah anda tahu apa itu cengkeh? Simaklah ulasan berikut ini.

Cengkeh

manfaat cengkeh untuk kesehatan

Cengkeh (Syzygium aromaticum (L) Merr & Perry) adalah tanaman rempah-rempah yang sudah lama berdiri digunakan dalam industri rokok kretek, makanan, minuman dan obat-obatan. Bagian tumbuhan tersebut dapat digunakan untuk keperluan diatas tersebut bunga, tangkai bunga dan daun cengkeh.

Kegunaan Cengkeh ini kemudian berkembang di industri kosmetik dan belakangan ini ada beberapa temuan itu mungkin merupakan pengembangan dari pemanfaatan cengkeh untuk keperluan lain termasuk sebagai obat bius untuk ikan dan pemberantasan hama dan penyakit tanaman.

Banyaknya kegunaan cengkeh disebabkan oleh bunga, tangkai bunga dan daun yang mengandung cengkeh minyak cengkeh yang memiliki rasa dan aroma yang khas dan banyak orang suka, selain minyak memiliki stimulan, anestesi, sifat karminatif, antiemetik, antiseptik dan antispasmodik.

Menggunakan cengkeh di industri makanan, minuman dan obat-obatan obat relatif tetap. Sedangkan di industri rokok rokok kretek cenderung menurun.

Di sisi lain produksi dan harga cengkeh sangat berfluktuasi. Terkadang terjadi kelebihan produksi. Keberadaan yang Mungkin diversifikasi produk diharapkan dapat diantisipasi masalah di atas, hanya perlu studi lebih lanjut lebih jauh, baik dari segi dampak lingkungan dan teknologi ekonomi.

 

Sejarah Cengkeh di Nusantara

Cengkeh telah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi selama Kekaisaran Romawi Kuno. Berkhasiat untuk kesehatan dan bernilai ekonomi tinggi.

Dorong Vasco Da Gama, penjelajah legendaris dari Portugal, ketika dunia menemukannya dan menempatkannya di peta dunia pada saat itu. Sejarah rempah-rempah (cengkeh dan pala) adalah sejarah perdagangan.

Seorang pedagang Venesia bernama Nicolo Conti percaya bahwa cengkeh berasal dari Pulau Banda dan pulau-pulau sekitarnya. Beberapa ahli botani mengklaim bahwa cengkeh berasal dari Kepulauan Maluku seperti Pulau Ternate, Tidore, Makian, Moti, Weda, Maba, Bacan, hingga Pulau Rote di selatan.

Setelah berhasil memukul mundur Portugis, VOC memonopoli perdagangan cengkeh dan meraup untung besar pada saat itu.

Begitu strategisnya komoditas ini sehingga VOC merasa perlu menempatkan markas yang sangat besar di Ternate selama tiga periode, yaitu pada masa jabatan Gubernur Jenderal Pieter Both (1610–1614), Gerard Reynst (1614–1615), hingga Dr. Laurens Learel (1615–1619).

Upaya monopoli dan kontrol perdagangan oleh VOC dilakukan dengan cara Stelsel Hongi Tocten atau berlayar Hongi. Setiap tahun dari tahun 1625 hingga tahun 1824, terjadi pemusnahan atau perusakan perkebunan cengkeh rakyat, tanam paksa, tanam paksa, dan penyerahan paksa hasil perkebunan.

Inilah awal dari kesadaran persatuan dan perlawanan terhadap dominasi asing (VOC) oleh komunitas Muslim Hitu, desersi Kristen Ternate di Hoamal, Seram Barat, rakyat dan Kerajaan Gowa, serta para pelaut Makassar.

Aliansi ini kemungkinan memiliki jaringan perlawanan yang sudah terbentuk di Jawa, karena aliansi tersebut dipimpin oleh Kakiali, seorang dari Hitu yang merupakan murid Sunan Giri.

Semangat aliansi ini adalah bahwa nasionalisme nusantara mulai terbentuk sebagai kuda hitam dengan bukti adanya pertempuran segitiga kekuatan dunia pada saat itu, yaitu VOC Portugis, Spanyol dan Belanda dalam menguasai Timur.

Perlawanan panjang dan berdarah itu melahirkan pejuang-pejuang hebat seperti Philip Latumahina, Anthony Rebak, Said Command, dan Pattimura alias Thomas Matulessy.

Selama hampir dua abad, VOC menguasai perdagangan cengkeh. Piere Poivre, seorang penjelajah asal Prancis, berhasil “mengikuti” benih cengkeh dari Maluku dan membudidayakannya di Zanzibar, koloni Prancis.

Persaingan bebas menempatkan cengkih Zanzibar sebagai primadona, menggusur cengkih Indonesia. Cengkeh Zanzibar dikatakan mengalami penurunan lebih banyak karena kandungan minyaknya yang lebih rendah.

Selanjutnya, Perusahaan Hindia Timur Perancis berhasil membawa VOC ke jurang kebangkrutan sekaligus merebut monopoli perdagangan cengkeh Eropa pada tahun 1798.

Pada pertengahan abad XIX, harga cengkeh dari Ambon-Lease cenderung turun. Dan jumlah produksi terus menurun sejalan dengan penghapusan kebijakan tanam paksa sejak 1 Januari 1864. Perkebunan dan perdagangan komoditas cengkeh dari nusantara porak poranda.

Hingga suatu saat harga Cengkeh Ambon menunjukkan grafik yang meningkat. Jumlah pohon cengkeh juga meningkat di afdeling Ambon dan Ternate. Penuhi kebutuhan bumbu rokok kretek. Fenomena maraknya industri rokok kretek, rokok kretek asli nusantara.

Baca Juga : Ternyata Manfaat Buah Naga Merah Ada Banyak, Apa Saja? Baca Sampai Tuntas 

Jenis Jenis Cengkeh Di Indonesia

Budidaya cengkeh dilakukan oleh banyak kalangan karena harga dan manfaatnya yang luar biasa. Namun apakah anda tahu apa saja jenis cengkeh yang ada di Indonesia? Berikut ini ulasan tentang jenis jenis cengkeh di Indonesia.

  • Cengkeh si Kotok

Cengeh si Kotok memiliki daun kecil, berwarna hijau sampai hijau tua dan hijau mengkilat. Jenis pohon cengkeh ini memiliki daun yang rimbun dan cabang yang rendah, semua cabangnya ditumbuhi daun yang rimbun.

Cengkeh jenis Kotok memiliki bunga berwarna kuning kemerahan pada saat masak. Setiap rumpun siotok terdiri dari 20 hingga 50 kuntum.

  • Cengkeh Ambon

Untuk cengkeh jenis Ambon, daunnya berbentuk lonjong. Daun tua berwarna hijau tua, sedangkan daun muda berwarna merah kekuningan.

Cabang pohon cengkeh di Ambon tidak beraturan. Bunga yang siap dipanen berwarna kuning kemerahan dengan jumlah bunga antara 17 sampai 27 per rumpun.

  • Cengkeh Putih

Selanjutnya adalah siung putih. Bilah daun besar. Terbesar dibandingkan jenis cengkeh lainnya. Daunnya umumnya berwarna kuning muda atau hijau.

Cengkeh jenis ini memiliki cabang yang lebih tipis dibandingkan dengan jenis cengkeh lainnya. Itu kurang padat tetapi lebih tinggi dan lebih tinggi. Bunganya besar dan kuning. Di setiap rumpun ada puluhan bunga yang tumbuh.

  • Cengkeh Zanzibar

Yang terakhir adalah cengkeh jenis Zanzibar. Daunnya tipis dan ramping memanjang. Daun tua berwarna hijau tua. Cabang-cabangnya tidak terlalu rimbun tetapi tidak setipis cengkeh putih. Bunganya berwarna merah tua dengan produksi per rumpun tertinggi di antara jenis cengkeh lainnya.

Sejauh yang penulis ketahui, produsen rokok kretek yang memproduksi rokok kretek tidak membedakan jenis cengkeh yang mereka gunakan dalam produk rokok kretek yang mereka produksi.

Pemilihan bunga cengkeh lebih banyak berkaitan dengan kualitas bunga hasil panen, bentuk bunga cengkeh yang utuh, dan kadar air yang terkandung pada cengkeh yang dihasilkan.

 

Manfaat Cengkeh Untuk Kesehatan

Sebelum menjelaskan manfaat cengkeh, masyarakat Indonesia sudah lama memanfaatkan cengkeh sebagai bumbu dapur dan jamu.

Selain buah, daun, dan bunganya, minyak cengkeh sering digunakan sebagai obat oles untuk meredakan sakit gigi dan bermanfaat sebagai aromaterapi. Berikut manfaat lain cengkeh yang harus Anda ketahui, di antaranya:

1. Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Manfaat pertama cengkeh adalah menjaga agar sistem pencernaan berfungsi secara maksimal. Cengkeh merangsang sekresi sistem pencernaan, mengurangi perut kembung, mengobati iritasi lambung, dispepsia, dan mual.

Selain itu, menurut pakar kesehatan, bagi Anda yang mengalami diare menahun dan masalah menahun, sepertinya Anda harus mendapatkan manfaat cengkeh.

2. Manfaat Cengkeh Untuk Kesehatan dalam Melindungi Fungsi Hati

Cengkeh mengandung antioksidan, yang merupakan kondisi ideal untuk melindungi organ dari pengaruh radikal bebas, terutama hati.

Dalam jangka panjang, metabolisme dapat meningkatkan produksi radikal bebas dan profil lipid, serta menurunkan antioksidan di hati.

Untuk membantu melawan efek ini, Anda bisa mendapatkan manfaat cengkeh karena sifat hepatoprotektifnya. Meski begitu, klaim terhadap hal ini membutuhkan penelitian lebih lanjut.

3. Mengontrol Kadar Gula Darah

Manfaat kesehatan selanjutnya dari cengkeh adalah mengontrol gula darah. Pada penderita diabetes, jumlah insulin yang diproduksi tubuh tidak mencukupi atau tidak diproduksi sama sekali.

Ekstrak dari cengkeh memenuhi insulin yang dalam beberapa hal membantu mengontrol kadar gula darah.

4. Manfaat Cengkeh Untuk Kesehatan | Memperkuat Tulang

Ekstrak hidrokarbon dari cengkeh, termasuk senyawa fenolik seperti eugenol dan turunannya, seperti flavon, isoflavon, dan flavonoid.

Ekstrak ini sangat membantu dalam menjaga kepadatan tulang dan kandungan mineral tulang, serta meningkatkan kekuatan tulang pada kasus osteoporosis.

5. Memperbaiki Sistem Tubuh

Jika Anda masih meragukan manfaat cengkeh bagi tubuh, sepertinya Anda harus mengakhiri sikap ragu tersebut. Kuncup bunga kering mengandung senyawa yang membantu meningkatkan sistem tubuh dengan meningkatkan jumlah sel darah putih.

Manfaat cengkih untuk kesehatan lebih lanjut adalah membersihkan tubuh dari racun dan mikroba berbahaya. Dengan mengkonsumsi beberapa cengkeh, kesehatan anda akan meningkat. Dengan sifat anti peradangannya, cengkeh mampu mengobati dan infeksi.

6. Mengatasi Sakit Gigi

Senyawa eugenol dalam cengkeh bisa mengurangi rasa sakit dan gigi. Selain itu, senyawa eugenol juga efektif melawan peradangan dan infeksi. Meski begitu, klaim terhadap hal ini membutuhkan penelitian lebih lanjut.

7. Mengobati Sakit Maag | Manfaat Cengkeh Untuk Kesehatan

Penipisan lendir lambung atau yang sering disebut dengan asam lambung seringkali menyebabkan tukak lambung. Kondisi ini bisa terjadi dari berbagai faktor seperti infeksi atau stres.

Konsumsi cengkeh saat Anda mengalami sakit maag tidak mampu mengobati kondisi tersebut. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa minyak atsiri dari cengkeh dapat meningkatkan produksi lendir lambung.

Lendir lambung sendiri berfungsi sebagai acid barrier yang mencegah terjadinya luka pada dinding lambung akibat asam lambung. Namun temuan terkait hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

8. Menghambat Pertumbuhan Bakteri

Sifat antibakteri pada cengkeh mampu bertahan dari bakteri penyebab infeksi. Minyak cengkeh tidak dapat membunuh bakteri E. coli. Selain itu, cengkeh juga membantu pertumbuhan berbagai jenis bakteri di dalam mulut.

9. Mencegah Ejakulasi Dini

Minyak cengkeh dipercaya tidak bisa mencegah ejakulasi dini. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mengoleskan krim yang mengandung bunga cengkeh dengan bahan ginseng lainnya pada penis dapat mencegah ejakulasi dini.

10. Membantu Mengatasi Batuk Berdahak

Senyawa eugenol yang terdapat pada cengkeh merupakan ekspektoran yang membantu mengeluarkan dahak pada penderita batuk berdahak.

11. Mengatasi Radang Tenggorokan

Selain membantu mengatasi batuk berdahak, efek anti nyeri dan antibakterinya efektif dalam mengatasi radang tenggorokan. Manfaat cengkih selanjutnya adalah membantu meredakan rasa gatal saat sakit tenggorokan melanda.

12. Mengurangi Nyeri Sendi

Khasiat selanjutnya dari cengkeh adalah sebagai anti inflamasi dan anti nyeri. Jika Anda mengoleskannya ke area yang sakit, minyak cengkih tidak bisa memberikan sensasi hangat yang membantu mengendurkan otot.

13. Sebagai Antiseptik

Sifat antiseptik yang ada pada cengkeh dapat digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi. Oleskan minyak cengkih pada infeksi jamur, area tubuh yang memar atau cedera. Agar tidak mengiritasi listrik, Anda bisa mencampurkannya dengan air.

14. Meredakan Stres

Cengkeh memiliki aroma yang menyejukkan, manfaat cengkeh selanjutnya adalah membuat Anda lebih rileks.

 

Produk Dari Cengkeh

Untuk mempermudah dalam pendistribusian dan penggunaan cengkeh, biasanya sebuah perusahaan akan merubahnya menjadi produk baru yang dapat dikemas. Berikut ini contoh produk dari cengkeh yang dapat dengan mudah anda dapatkan.

  • Bahan Campuran Rokok

Manfaat cengkeh untuk kesehatan

Perkembangan produksi rokok kretek sangat ditentukan oleh perkembangan jumlah perokok. Dalam satu dekade terakhir, meski kampanye anti rokok sangat gencar, jumlah perokok diperkirakan terus meningkat, meski pertumbuhannya sedikit berkurang.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada sejumlah perokok yang berhenti, namun jumlah perokok baru lebih tinggi. Logikanya, jumlah perokok baru datang dari populasi usia muda.

Diperkirakan jumlah perokok di Indonesia adalah sekitar 22-28% dari jumlah penduduk atau sekitar 53-68 juta perokok dengan konsumsi per kapita 3.600-4.700 batang per tahun.

Produksi rokok kretek nasional setiap tahun mengalami peningkatan dengan rata-rata 4,2% dalam lima tahun terakhir (2007-2011). Peningkatan produksi ini disebabkan adanya perubahan komposisi produk rokok kretek.

Cengkeh merupakan salah satu jenis rempah yang dikenal sebagai identitas masyarakat Maluku Utara. Menurut saya, cengkeh ini merupakan elemen pendukung yang wajib di tingwe, karena rasanya yang sangat pas jika dipadukan dengan tembakau.

Bumbu ini juga menghasilkan “kumretek” pada rokok yang dihisap. Cengkeh memiliki rasa yang pahit dan pedas, namun aromanya manis dan cukup kuat.

Banyak khasiat lain dari cengkih, seperti digunakan sebagai bumbu masakan, juga bisa dibuat menjadi minyak untuk dijadikan aromaterapi.

 

  • Minyak Cengkeh

Manfaat Cengkeh Untuk Kesehatan

Ya, Minyak cengkeh merupakan minyak atsiri yang berasal dari bunga cengkeh (Syzygium aromaticum). Minyak ini dibuat dengan mengekstraksi kuncup bunga cengkeh kering.

Ciri minyak cengkeh memiliki warna kuning pucat hingga coklat keemasan, dan memiliki aroma pedas yang kuat.

Minyak ini kaya akan fenilpropanoid yang merupakan kelompok senyawa dari tumbuhan dengan senyawa utama yaitu eugenol. Senyawa bioaktif lain yang terdapat pada minyak cengkeh yaitu timol, carvacrol, dan cinnamaldehyde.

Cara Membuat Minyak Cengkeh

Alat dan Bahan:
  • Daun cengkeh kering rontok
  • Ketel plat besi (plateer)
  • Perapian
  • Kondensor (berupa kolam yang pipanya terendam dalam spiral atau pipa baja dalam bentuk melingkar)
  • 4 drum plastik 200 liter untuk menampung minyak cengkih
  • Sendok
  • Jeriken
  • Minyak Korong
  • Kain saring
Cara Membuat Minyak Cengkih:
  1. Langkah pertama adalah proses distilasi. Proses destilasi dilakukan dengan memanaskan bahan baku dan air yang dimasukkan ke dalam ketel yang kemudian dipanaskan.
  2. Prosesnya bisa menggunakan bahan bakar berupa limbah daun cengkeh tadi, atau bisa juga menggunakan bahan bakar lain.
  3. Nantinya uap air dan uap minyak daun cengkeh akan mengalir melalui pipa menuju kondensor. Kondensor bisa menjadi kolam.
  4. Semakin lama uap minyak daun cengkeh dan uap air berada di kolam pendingin, semakin baik pula proses kondensasinya.
  5. Air kolam harus dijaga pada suhu yang dingin.
  6. Pengembunan ini akan merubah uap air dan uap minyak daun cengkeh menjadi bentuk cairan berupa minyak cengkeh dan air yang terkumpul di dalam drum.

Metode destilasi menggunakan uap air memiliki kelebihan. Distilasi air dan uap ini relatif murah atau ekonomis.

Biaya yang dibutuhkan relatif rendah dengan rendemen minyak daun cengkeh yang memadai dan masih memenuhi standar kualitas yang diinginkan konsumen. Kelemahan utamanya adalah kecepatan distilasi yang rendah.

 

Mesin Cengkeh

Cara penggunaan cengkeh ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda. Agar dapat digunakan cengkeh harus dipisahkan dari tangkainya. Untuk memisahkannya anda dapat menggunakan mesin perontok cengkeh. Untuk membuat minyak atsiri dengan kualitas yang baik, gunakanlah mesin cengkeh dengan kualitas yang bagus.

Itulah beberapa uraian tentang cengkeh dan beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan menggunakan cengkeh. Semoga Bermanfaat……!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •