Alat Destilasi Minyak Atsiri Terbaru 2021

Mesin penyulingan minyak atsiri

Alat Destilasi Minyak Atsiri

Alat Destilasi Minyak Atsiri adalah sebuah alat yang berfungsi untuk membuat Minyak Atsiri dari segala bahan alam yang telah banyak dijadikan minyak atsiri.

Minyak Atsiri atau minyak terbang merupakan kandungan minyak yang terdapat bahan-bahan alam. Minyak ini banyak dipergunakan sebagai bahan baku obat, kosmetik dan aromaterapy.

Ada beberapa jenis minyak atsiri yang banyak diproduksi di masyarakat, antara lain : minyak nilam, minyak jahe, minyak kayu putih, minyak cengkeh, minyak mint, minyak kapulaga, minyak bunga melati dan lain sebagainya.

Untuk mendapatkan minyak atsiri, caranya dengan destilasi atau penyulingan. Destilasi ini menggunakan alat destilasi, atau sering disebut dengan perangkat destilasi minyak atsiri.

Alat Destilasi minyak Atsiri utama secara umum terdiri dari boiler sebagai penghasil uap, tangki bahan baku dan destilator atau pengembun uap.

 

Berikut Alat Destilasi minyak Atsiri untuk segala jenis bahan baku sebagai bahan dasar parfum.

alat destilasi minyak atsiri
Gambar Alat Destilasi minyak Atsiri

a. Spesifikasi Alat Penyulingan Minyak Atsiri Kapasitas 50-100 liter / Proses :

youtube

b. Spesifikasi Alat Penyulingan Minyak Atsiri Kapasitas 200-500 liter / Proses :

Pipa dari boiler:Stainless Steel Ø 1”
Dimeter tabung:75 cm
Tinggi tabung:1,2 m
Bahan bodi:Stainless Steel SC 304
Tebal bodi:2 mm
Insulator:Double jacket glass wool
Bahan rangka:besi siku 50/50
Fungsi:Destilasi minyak atsiri

c. Spesifikasi Alat Penyulingan Minyak Atsiri Kapasitas 2000 liter / Proses :

Pipa dari boiler:Stainless Steel Ø 1”
Bahan bodi:Stainless Steel SC 304
Dimensi:0,8 x 1,2 x 1,2 m
Tebal bodi:2 mm
Diameter tabung: 1 m
Tinggi tabung: 3 m
Insulator: Double jacket glass wool
Bahan rangka: Besi siku 50/50
Fungsi: Destilasi minyak atsiri

 

Cara Kerja Alat Destilasi Minyak Atsiri

Cara Kerja alat destilasi minyak atsiri adalah bahan baku minyak berupa daun nilam, daun cengkeh atau bahan lainnya yang dirajang kemudian dimasukkan ke dalam tangki.

Kemudian uap air yang dihasilkan boiler dilewatkan ke dalam bahan atsiri, maka uap air tersebut akan membawa minyak dan kemudian uap air+minyak kemudian diembunkan dalam destilator.

Dan selanjutnya dipisahkan berdasarkan perbedaan berat jenis. Berat jenis air dan minyak berbeda, maka pemisahannya menggunakan separator minyak atisiri.

 

Informasi Pemesanan Alat Destilasi Minyak Atsiri Rumah Mesin

Rumah Mesin – Pusat Distributor Alat Dan Mesin Kebutuhan Usaha Anda.

Kantor & Workshop:Jl. Parangtritis Km 5,6 Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Call Center:0274 287 1809.
SIMPATI:0812 2222 9224 / 0812 2447 4411.
XL:0878 3336 8884 / 0877 3424 1313.
MENTARI:081 666 9383
Email:rumahmesin@gmail.com
Fax:0274 443 9219
  • Jam Buka :
    Senin – Jumat : Pukul 08.00 – 16.00 WIB
    Sabtu : Pukul 08.00 – 14.00 WIB

*Pelayanan melewati jam kerja dilayani Via SMS / WA / BBM

 

CV. RUMAH MESIN menyediakan yang dapat menjadi pilihan tepat untuk anda yang ingin memproduksi minyak atsiri.

Kami siap membantu anda dalam mengembangkan usaha anda. Kenapa Harus Kami? Kami adalah perusahaan penyedia / pembuat alat – alat / mesin – mesin yang terpercaya.

Seperti mesin-mesin industri, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, konstruksi, UMKM, dan lain – lain. Mulai dari mesin sederhana hingga mesin – mesin industri besar, seperti Mesin Penyulingan Minyak Atsiri.

Layanan kami untuk anda adalah memberikan training dalam mengoperasikan mesin-mesin dari kami.

Selain itu kami siap memberikan konsultasi kepada anda pada saat anda bingung mau usaha apa? Sedangkan anda punya modal untuk diinvestasikan.

Rumah Mesin hanya akan memberikan mesin – mesin yang berkualitas untuk anda. Karena mesin – mesin kami dibuat oleh tenaga ahli kami sendiri, dan sudah melewati Quality Control.

Serta bisa anda coba sebelum anda bawa pulang. Sehingga anda akan merasa puas dengan pelayanan kami, karena kepuasan pelanggan adalah prioritas kami.


 

Minyak Atsiri

mesin destilasi minyak atsiri

Minyak atsiri adalah “obat” utama dalam pengobatan aromaterapi. Dalam metode perawatan ini, minyak esensial dan aromanya yang harum akan dihirup oleh pasien melalui berbagai metode.

Dalam pengobatan aromaterapi, menghirup aroma minyak yang luar biasa dapat berdampak baik pada sistem limbik (bagian otak yang penting untuk daya ingat, untuk meningkatkan emosi).

Tak hanya itu, sistem limbik juga diyakini tidak memiliki peran penting dalam sistem pernapasan, detak jantung, hingga tekanan darah. Karena alasan inilah banyak orang percaya bahwa minyak esensial bermanfaat bagi kesehatan fisik dan dapat dioleskan ke kulit serta dihirup.

Ini karena beberapa komponen tumbuhan yang terkandung dalam minyak esensial dapat diserap dengan baik oleh kulit. Namun sayangnya, berbagai klaim tentang minyak atsiri ini belum didukung oleh penelitian yang memadai.

Perlu diingat, minyak esensial tidak boleh dikonsumsi dengan alasan apa pun. Sebab, akan ada efek samping berbahaya yang terjadi pada tubuh.

 

Tumbuhan Penghasil Minyak Atsiri 

Indonesia kaya akan tanaman penghasil minyak atsiri. Seperti diketahui, minyak atsiri digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik, aromaterapi, dan lain-lain. Minyak atsiri dibuat dari bagian tanaman pemurnian seperti daun, buah, biji, bunga, akar, dan seluruh bagian tanaman.

Minyak atsiri merupakan komoditas ekspor dan berpotensi menyumbang devisa negara. Berikut tujuh tanaman penghasil minyak atsiri:

1. Nilam (Patchouli)

Ada tiga jenis nilam, yaitu nilam Aceh, nilam sabun, dan nilam hutan atau nilam Jawa. Dari ketiga jenis tersebut, nilam Aceh memiliki kandungan minyak yang paling tinggi. Minyak nilam digunakan sebagai pengikat bahan pewangi seperti pewangi dan kosmetik.

2. Akar Manis (Vetiver)

Jenis akar wangi merupakan salah satu jenis rumput yang memiliki bau yang khas dan harum. Akar wangi banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan parfum, kosmetik, dan pengharum sabun.

3. Sereh (serai)

Termasuk dalam keluarga rumput. Ada dua varietas serai wangi, yaitu varietas Mahapegiri (minyak serai jawa) dan varietas Lenabatu (minyak cylon citronella).

Namun yang menghasilkan minyak terbaik adalah varietas Mahapegiri. Minyak ini banyak digunakan untuk menghilangkan bau pada sabun, semprotan, desinfektan, pestisida nabati, bahan pemoles, dan meningkatkan oktan bahan bakar.

4. Cengkeh (Cengkeh)

Tanaman cengkeh memiliki individu yang unik, dimana seluruh bagian pohonnya mengandung minyak. Namun kandungan minyak tertinggi ada pada bagian bunga yaitu 20%. Minyak cengkeh banyak dijual dalam produk-produk seperti eugenol, eugenol asetat, yang digunakan sebagai bahan pembuatan parfum.

5. Pala (Pala)

Tanaman yang tumbuh di tanah berpasir bercampur humus dapat menghasilkan minyak atsiri sekitar 7-16%. Buah pala muda dapat menghasilkan minyak lebih banyak dari pada pala tua.

6. Kenanga (Cananaga)

Pohon kenanga merupakan tanaman yang biasa ditanam di pekarangan rumah. Tanaman ini dapat menghasilkan minyak atsiri, dimana kandungan minyak paling banyak terdapat pada bunganya yang berwarna kuning tua. Minyak kenanga sendiri digunakan dalam industri pengharum sabun.

7. Kayu Cendana (Sandalwood)

Minyak cendana didapatkan dari penyulingan bagian jantung cendana yang membutuhkan waktu lama. Minyak cendana berperan penting dalam industri wewangian. Selain itu, minyak ini menjadi bahan baku pengikat parfum terkenal seperti Violet, Cassie, Rose, Reseda, dan lain sebagainya.

 

Minyak Atsiri Juga Populer Di Dunia Medis

Berbagai macam tumbuhan yang tumbuh di alam liar, dengan aroma dan komponen yang berbeda. Ada banyak jenis minyak esensial, dengan manfaat kesehatan yang khas.

Meski begitu, ada beberapa minyak esensial yang sangat populer di dunia kesehatan, di antaranya:

  • Peppermint: untuk meningkatkan energi dan memperlancar sistem pencernaan
  • Lavender: untuk menghilangkan stres
  • Kayu cendana: untuk menenangkan saraf dan membantu lebih fokus
  • Bergamot: mengurangi stres dan mengobati penyakit kulit seperti eksim
  • Roses: untuk meningkatkan mood dan menurunkan berita
  • Pohon teh: melawan infeksi dan meningkatkan kekuatan tubuh
  • Melati: mengatasi depresi, meningkatkan libido, dan melahirkan
  • Lemon: untuk melancarkan sistem pencernaan, memperbaiki mood, dan mengobati sakit kepala

Dalam dunia medis, terdapat lebih dari 90 minyak esensial yang digunakan untuk mengobati penyakit. Namun, tentunya diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan berbagai manfaat minyak atsiri ini.

 

Metode Pembuatan Minyak Atsiri

mesin destilasi minyak atsiri

Ada 4 macam metode pembuatannya yaitu ada :

Penyulingan (Destilasi)

Dalam pengolahannya, telah dikenal 3 macam sistem penyulingan :

  • Air (Water Distillation)

Pembuatan Minyak Atsiri yang menggunakan air ini merupakan metode paling sederhana di banding dengan yang lainnya. Proses nya seperti ini :

  1. Bahan di suling di masukkan ke dalam ketel suling yang telah di isi dengan air. Dengan begitu, bahan sudah tercampur dengan air. Perlu di perhatikan, dengan metode ini perbandingan antara jumlah air rebus dan bahan di buat seimbang, sesuai dengan kapasitas ketel pastinya.
  2. Untuk bahan yang telah mengalami proses pendahuluan seperti perajangan dan pelayunan, kemudian di masukkan dan di padatkan.
  3. Lalu, ketel di tutup rapat agar tidak ada celas yang akan mengakibatkan uap terluar.
  4. Uap yang di hasilkan dari perebusan air dan bahan akan di alirkan menuju pipa pendingin sehingga terjadilah pengembunan.
  5. Selanjutnya, air dan minyak di tampung kedalam tangki pemisah.
  6. Pemisahan air dan minyak di lakukan berdasarkan perbedaan berat jenis.
  • Air Dan Uap (Water And Steam Distillation)

Di sebut juga dengan sistem kukus. Keuntungan menggunakan metode ini yaitu penetrasi uap yang terjadi secara merata ke dalam jaringan bahan dan suhu dapat di perhatikan sampai 100 derajat celcius.

Dan juga, lama penyulingan relative lebih singkat di bandingkan dengan metode penyulingan menggunakan air. Dan proses nya seperti ini :

  1. Bahan di letakkan di atas piringan, atau bisa menggunakan plat besi berlubang seperti ayakan.
  2. Saat air di rebus dan sudah mendidih, uap yang terbentuk akan melalu sarangan melewati lubang-lubang kecil dan tentunya melewati celah-celah bahan.
  3. Kemudian, bahan pembuatan akan ikut bersama uap pans melalui pipa menuju ketel pendingin
  4. Lalu, uap air dan minyak akan mengembun dan di tampung dalam tangki pemisah
  5. Sama seperti metode sebelumnya, pemisahan air dan minyak dilakukan berdasarkan berat jenis
  • Uap

Dalam metode ini, air sebagai sumber uap panas ditemukan di dalam “ketel” yang letaknya terpisah dari ketel destilasi. Dan uap yang dihasilkan memiliki tekanan yang lebih tinggi dibandingkan air luar.

Proses pemurnian dengan metode ini baik jika digunakan dengan bahan baku minyak atsiri seperti kayu, kulit kayu, batang, dan biji yang memiliki tekstur relatif keras.

Ekstraksi Dengan Pelarut Yang Mudah Menguap

Ekstraksi ini memiliki prinsip melarutkan Minyak Atsiri dalam bahan menggunakan pelarut organik yang mudah menguap.

Dan pelarut organik ini akan berperan sebagai penetrasi ke dalam jaringan dan akan melarutkan minyak serta tidak melupakan bahan non volatile berupa resin, lilin dan juga beberapa macam pewarna.

Proses ekstraksi dilakukan dalam wadah yaitu ekstraktor. Ekstraksi menggunakan pelarut organik umumnya digunakan untuk mengekstrak minyak atsiri yang mudah menguap menggunakan metode destilasi pemanas air dan uap seperti mengekstraksi minyak dari bunga.

Ekstraktor yang digunakan untuk mengekstrak pelarut alami dari bunga untuk menghasilkan Minyak Atsiri terdiri dari tabung ekstraktor yang berputar tentunya dan ada juga tabung evaporator. Secara umum proses pembuatan minyak bumi terbagi menjadi beberapa tahapan yaitu:

  1. Masukkan bahan baku yang masih segar tentunya dan jangan lupa pelarut yang mudah menguap ke dalam ekstraktor
  2. Kemudian, putar ekstraktor sekitar 20-60 menit, dan pelarut akan menembus jaringan bahan mentah dan melarutkan minyak dan bahan non-volatil serta lilin, resin, dan beberapa zat pewarna lainnya.
  3. Selanjutnya, pisahkan larutan yang telah diekstrak dari ampasnya
  4. Larutan hasil ekstraksi kemudian didistilasi dalam evaporator vakum pada suhu rendah, yaitu 45 derajat Celcius
  5. Kemudian pelarut akan menguap dan meninggalkan larutan semi padat berwarna merah kecokelatan yang disebut beton
  6. Setelah itu. Larutan tersebut didinginkan hingga suhu -5 derajat Celcius hingga mengendap dan membentuk lilin
  7. Endapan lilin kemudian diperas dan disaring hingga menjadi bening
  8. Larutan bening kemudian disuling untuk memisahkan minyak dari alkohol yang masih mengikatnya
  9. Proses distilasi dilakukan dalam ruang hampa pada suhu rendah kurang lebih 45 derajat Celcius, hingga disebut larutan fleksibel absolut.

Ekstraksi Dengan Lemak Dingin

Proses ini digunakan khusus untuk mengekstraksi minyak dari bunga, agar mendapatkan kualitas dan hasil minyak yang tinggi, dan ini dapat dilakukan dengan menggunakan lemak hewani.

Ekstraksi dengan metode ini membutuhkan evaporator untuk memisahkan minyak esensial dari lilin dan alkohol sebagai pelarut, seperti halnya menggunakan pelarut evaporasi.

Tak hanya itu, piring kaca dan rak penutup juga dibutuhkan dalam proses penyerapan minyak atsiri dari bunga. Sedangkan bahan pendukung yang dibutuhkan adalah lemak dan alkohol.

Fungsi lemak sebagai penyerap atau dengan nama lain menyerap minyak atsiri dari bunga. Sedangkan alkohol digunakan untuk memisahkan minyak esensial dan lemak.

Dan ada beberapa langkah yang diambil:

  1. Carilah tunas pada umur optimal, kemudian potong tangkai bunga
  2. Kemudian, oleskan lemak yang akan digunakan sebagai adsorben pada piring kaca setebal 1-2 cm dan lebar. Tujuannya untuk mendapatkan luas permukaan yang lebih besar untuk penyerapan, dan untuk produksi yang lebih baik.
  3. Lalu, oleskan bunga secara merata di atas lapisan minyak
  4. Selanjutnya, simpan di lemari atau rak tertutup
  5. Setelah 24 jam, bunga lama bisa diganti dengan yang baru. Namun perlu diingat, berhati-hatilah saat berpindah dari satu bunga ke bunga lainnya, agar lemak yang terbawa sekecil mungkin. Dan penggantian bunga ini perlu dilakukan berulang kali agar diperoleh minyak yang memiliki komponen kimiawi tinggi, hal ini ditandai dengan aromanya yang kuat. FYI, lemak yang mengandung minyak disebut pomade.
  6. Pomade yang sudah mengandung minyak bunga dikeluarkan dari lapisan kaca dan ditampung dalam wadah, kemudian dicampur dengan alkohol panas hingga larut, lalu diaduk agar homogen
  7. Selanjutnya, simpan larutan pada suhu dingin agar lemak membeku dan mudah dipisahkan
  8. Pemisahan lemak dilakukan dengan cara pemerasan dan penyaringan hingga larutan bebas lemak
  9. Selanjutnya larutan yang mengandung minyak diuapkan pada suhu rendah hingga absolut

Persyaratan Lemak yang Digunakan

Lemak yang digunakan secara mutlak juga memiliki persyaratan, antara lain:

  1. Tidak berbau dan tidak berwarna, karena bila berbau dan warnanya sangat mempengaruhi kualitas.
  2. Memiliki konsistensi tertentu, FYI, lemak yang terlalu keras memiliki daya adsorpsi yang rendah.
  3. Titik leleh lemak yang optimal adalah 36-37 derajat Celcius, jika suhu terlalu rendah, penyerapan lemak lebih tinggi, tetapi Sulit mengupas karena banyak lemak yang menempel pada bunga.

Ekstraksi Dengan Lemak Panas

Bedanya dengan ekstraksi lemak dingin ada pada proses awalnya yaitu menggunakan hot limp. Sedangkan alat yang digunakan adalah evaporator vakum. Selain itu, wadah juga diatur dalam bentuk bak atau baskom untuk mengurangi minat pada lemak panas. Bahan yang dibutuhkan adalah lemak dan alkohol.
Langkah-langkah Metode Lemak Panas:

  1. Carilah bunga yang bagus pada tingkat optimal
  2. Kemudian rendam bunga dalam lemak yang telah dipanaskan dengan suhu kurang lebih 80 derajat Celcius, dan biarkan selama satu malam.
  3. Keesokan harinya, tambahkan alkohol panas dalam lemak, lalu aduk dan saring untuk menyimpan bunga
  4. Selanjutnya, simpan lemak cair dan alkohol dalam pendingin agar membeku agar mudah dipisahkan
  5. Proses pemisahan dilakukan dengan menggunakan filter hingga larutan benar-benar bebas lemak
  6. Larutan yang telah bebas dari lemak proses kemudian diuapkan dalam vakum hingga diperoleh absolut

Mengepress

Salah satu teknik ekstraksi yang umumnya dilakukan pada bahan berupa biji, buah atau kulit luar yang dihasilkan dari tumbuhan. Minyak yang berasal dari bahan nabati tidak bisa menggunakan teknik pemurnian karena bisa rusak.

Dengan teknik pengepresan ini, sel-sel yang berisi minyak akan pecah dan minyak akan mengalir ke permukaan material. Pada metode ini alat yang digunakan adalah mesin pres. Cara kerja alat ini cukup dengan menekan bahan bakunya, sehingga sel penghasil minyak akan pecah dan keluar.

 

Manfaat Minyak Atsiri

mesin destilasi minyak atsiri

Minyak atsiri merupakan bahan alami yang tidak memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, belum banyak penelitian yang dapat membuktikannya. Berikut ini adalah beberapa manfaat minyak atsiri yang telah didukung oleh hasil penelitian:

1. Mengatasi Stres Dan Gangguan Kecemasan

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa minyak esensial yang digunakan dalam aromaterapi menunjukkan hasil yang diharapkan dalam mengatasi gangguan stres dan kecemasan. Menariknya, menjalani sesi pijat dengan minyak esensial terbukti efektif memberikan ketenangan.

Ketenangan, ketenangan hanya bisa dirasakan pada saat-saat tertentu. Namun, banyak hasil penelitian tentang minyak atsiri belum menemukan kebenarannya. Itulah syarat Anda diminta untuk tidak menjadikan minyak esensial sebagai pengobatan utama untuk gangguan stres dan kecemasan.

2. Mengobati Sakit Kepala Dan Migrain

Minyak esensial adalah ekstrak tumbuhan yang bermanfaat. Dalam sebuah penelitian, mengoleskan minyak esensial peppermint dan lavender ke kulit telah terbukti mengurangi gejala sakit kepala dan migrain.

Terlebih lagi, mengoleskan minyak esensial chamomile ke pelipis diyakini tidak efektif dalam mengobati sakit kepala dan migrain. Cara ini sangat populer di negara Persia.

Namun, penelitian yang lebih berkualitas masih diperlukan untuk membuktikan manfaat minyak esensial dalam mengobati sakit kepala dan migrain.

3. Mengatasi Gangguan Tidur

Menghirup aroma minyak esensial lavender telah terbukti meningkatkan kualitas tidur pada partisipan wanita yang baru saja menjalani persalinan dan pasien penyakit jantung. Sebuah laporan dari 15 penelitian berbeda, menghirup aroma minyak esensial lavender berdampak sangat baik pada kualitas tidur.

4. Mengurangi Peradangan

Beberapa tes menunjukkan bahwa minyak esensial efektif mengatasi masalah pada tubuh. Sebuah penelitian pada hewan uji menunjukkan bahwa minyak esensial oregano dan thyme efektif dalam mengobati kolitis (radang selaput usus besar). Namun, penelitian pada manusia tetap diperlukan untuk membuktikannya.

 

Efek Samping Penggunaan Minyak Atsiri

Hanya karena minyak esensial terbuat dari bahan alami bukan berarti tidak ada efek samping. Pasalnya, produk herbal dan tumbuhan memiliki komponen bioaktif yang dapat membahayakan kesehatan, termasuk minyak atsiri. Saat dihirup atau dioleskan ke kulit, minyak esensial memang terlihat aman.

Namun, di sekitar Anda tidak ada anak kecil, wanita hamil, atau hewan peliharaan. Sebab, aroma minyak esensial bisa berbahaya bagi kesehatan. Beberapa efek samping minyak esensial yang harus diwaspadai adalah:

  • Ruam kulit
  • Serangan asma
  • Sakit kepala
  • Reaksi alergi

Efek samping minyak esensial yang paling umum adalah ruam kulit. Namun, minyak esensial juga dapat menyebabkan efek samping yang lebih serius.

Bahkan, ada satu kasus kematian akibat minyak atsiri. Selain itu, minyak atsiri yang kaya akan fenol, seperti kayu manis, dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Oleh karena itu, minyak esensial kayu manis tidak boleh dioleskan langsung ke kulit, tanpa mengencerkannya dengan minyak pembawa atau minyak tambahan.

Tidak ada penelitian yang kuat tentang efek samping minyak esensial pada wanita hamil. Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika ingin menggunakan minyak esensial saat Anda hamil.