Mesin Penyulingan Minyak Atsiri Kapasitas Kecil Terbaru 2022

Mesin Penyulingan Minyak Atsiri

Alat Penyulingan Minyak Atsiri atau Mesin Penyulingan Minyak Atsiri merupakan Alat destilasi minyak atsiri segala bahan atau minyak terbang dari aneka bahan rempah seperti, nilam, pala, Jahe, cengkeh, sereh, gaharu dan lain lain.

Mesin Penyulingan Minyak Atsiri / Alat Penyulingan Minyak Atsiri ini minimal ada 3 komponen utama, yaitu antara lain, boiler, tangki dan kondensor.

 

Spesifikasi Mesin Penyulingan Minyak Atsiri / Alat Penyulingan Minyak Atsiri Rumah Mesin

Mesin Penyulingan Minyak Atsiri / Alat Penyulingan Minyak Atsiri Rumah Mesin

a. Kapasitas 50-100 liter

Kapasitas : 50-100 liter
Pipa dari boiler : Stainless Steel Ø 1”
Bahan bodi : Stainless Steel SC 304
Dimeter tabung : 50cm
Tinggi tabung : 60cm
Tebal bodi : 2 mm
Insulator : Double jacket glass wool
Bahan rangka : besi siku 50/50
Fungsi : Destilasi minyak cengkeh

b. Kapasitas 200-500 liter

Kapasitas :  200-500 liter
Pipa dari boiler : Stainless Steel Ø 1”
Dimeter tabung : 75 cm
Tinggi tabung : 1,2 m
Bahan bodi : Stainless Steel SC 304
Tebal bodi : 2 mm
Insulator : Double jacket glass wool
Bahan rangka : besi siku 50/50
Fungsi : Destilasi minyak atsiri

c. Kapasitas 2000 liter

Kapasitas :  2000 liter
Pipa dari boiler : Stainless Steel Ø 1”
Bahan bodi : Stainless Steel SC 304
Dimensi : 0,8 x 1,2 x 1,2 m
Tebal bodi : 2 mm
Diameter tabung : 1 m
Tinggi tabung : 3 m
Insulator : Double jacket glass wool
Bahan rangka : besi siku 50/50
Fungsi : Destilasi minyak atsiri

 

Video Cara Kerja Mesin Penyulingan Minyak Atsiri / Alat Penyulingan Minyak Atsiri

Informasi Pemesanan Mesin Penyulingan Miyak Atsiri Rumah Mesin

kontak rumah mesin

Untuk informasi Tentang Mesin Penyulingan Minyak Atsiri / Alat Penyulingan Minyak Atsiri, Anda bisa langsung datang ke workshop kami atau hub via telfon.

Kantor & Workshop : Jl. Parangtritis Km 5,6 Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Call Center : 0274 287 1809.
SIMPATI : 0812 2222 9224 / 0812 2447 4411.
XL : 0878 3336 8884 / 0877 3424 1313.
MENTARI : 081 666 9383.
Kami CV. Rumah Mesin menyediakan Mesin Penyulingan Minyak Atsiri / Alat Penyulingan Minyak Atsiri Bagi Anda para produsen minyak atsiri.

Kami siap membantu anda dalam mengembangkan usaha anda. Kenapa Harus Kami?

Kami adalah perusahaan penyedia/pembuat alat-alat/mesin-mesin yang terpercaya, seperti mesin-mesin industri, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, konstruksi, UMKM, dan lain-lain.

Mulai dari mesin sederhana hingga mesin-mesin industri besar, seperti Mesin Penyulingan Minyak Atsiri Kapasitas Besar / Alat Penyulingan Minyak Atsiri.

Layanan kami untuk anda adalah memberikan training dalam mengoperasikan mesin-mesin dari kami.

Selain itu kami siap memberikan konsultasi kepada anda pada saat anda bingung mau usaha apa? Sedangkan anda punya modal untuk diinvestasikan.

Rumah Mesin hanya akan memberikan mesin-mesin yang berkualitas untuk anda. Dikarenakan mesin-mesin kami dibuat oleh tenaga ahli kami sendiri, dan sudah melewati Quality Control.

Anda juga dapat menguji atau mencoba mesin kami sebelum anda bawa pulang. Sehingga anda akan merasa puas dengan pelayanan kami, karena kepuasan pelanggan adalah prioritas kami.


Minyak Atsiri

Mesin Penyulingan Minyak Atsiri / Alat Penyulingan Minyak Atsiri

Minyak atsiri adalah “obat” utama dalam obat aromaterapi. Dalam metode pengobatan ini, minyak atsiri dan aroma harum mereka akan dihirup oleh pasien melalui berbagai metode.

Dalam pengobatan aromaterapi, menghirup aroma minyak yang luar biasa dapat memiliki dampak yang baik pada sistem limbik (bagian otak yang penting bagi memori, untuk meningkatkan emosi).

Tidak hanya itu, sistem limbik juga diyakini tidak memiliki peran penting dalam sistem pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah. Untuk alasan inilah banyak orang percaya bahwa minyak atsiri bermanfaat untuk kesehatan fisik dan dapat diterapkan pada kulit serta dihirup.

Ini karena beberapa komponen tanaman yang terkandung dalam minyak atsiri dapat diserap dengan baik oleh kulit. Sayangnya, berbagai klaim tentang minyak atsiri ini belum didukung oleh penelitian yang memadai.

Perlu diingat, minyak atsiri tidak boleh dikonsumsi karena alasan apa pun. Sebab, akan ada efek samping berbahaya yang terjadi pada tubuh.

 

Tanaman Penghasil Minyak Atsiri

Indonesia kaya akan sumber penghasil minyak atsiri. Seperti diketahui, minyak atsiri digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik, aromaterapi, dan lainnya.

Minyak atsiri terbuat dari bagian tanaman pemurnian seperti daun, buah-buahan, biji, bunga, akar, dan semua bagian tanaman. Minyak atsiri merupakan komoditas ekspor dan berpotensi berkontribusi terhadap devisa negara. Berikut adalah tujuh sumber penghasil minyak atsiri:

  1. Nilam

Ada tiga jenis Nilam, yaitu Nilam Aceh, Nilam Sabun, dan Nilam Hutan atau Nilam Jawa. Dari ketiga spesies tersebut, Nilam Aceh memiliki kandungan minyak tertinggi. Minyak nilam digunakan sebagai pengikat untuk pewangi seperti pewangi dan kosmetik.

  1. Akar Manis (Vetiver)

Jenis akar wangi adalah salah satu jenis rumput yang memiliki ciri khas dan bau harum. Akar wangi banyak digunakan sebagai bahan baku untuk membuat parfum, kosmetik, dan wewangian sabun.

  1. Serai (serai)

Milik keluarga rumput. Ada dua varietas serai serai wangi, yaitu Mahapegiri (minyak serai Jawa) dan varietas Lenabatu (minyak sirik serai wangi).

Tetapi yang menghasilkan minyak terbaik adalah varietas Mahapegiri. Minyak ini banyak digunakan untuk menghilangkan bau dalam sabun, semprotan, disinfektan, pestisida nabati, bahan pemolesan, dan meningkatkan oktan bahan bakar.

  1. Cengkeh (Cengkeh)

Tanaman cengkeh memiliki individu yang unik, di mana semua bagian pohon mengandung minyak. Tetapi kandungan minyak tertinggi adalah pada bagian bunga 20%.

Minyak cengkeh banyak dijual dalam produk seperti eugenol, eugenol asetat, yang digunakan sebagai bahan pembuat parfum.

  1. Pala

Tanaman yang tumbuh di tanah berpasir yang dicampur dengan humus dapat menghasilkan minyak atsiri sekitar 7-16%. Buah pala muda dapat menghasilkan lebih banyak minyak daripada pala tua.

  1. Kenanga (Cananaga)

Pohon Kenanga adalah tanaman yang biasa ditanam di halaman rumah. Tanaman ini dapat menghasilkan minyak atsiri, di mana kandungan minyak paling banyak terkandung dalam bunga yang berwarna kuning gelap. Minyak tubuh kanan sendiri digunakan dalam industri pengharum sabun.

  1. Cendana

Minyak cendana diperoleh dari penyulingan bagian jantung cendana yang membutuhkan waktu lama. Minyak cendana memainkan peran penting dalam industri wewangian.

Selain itu, minyak ini menjadi bahan baku pengikat parfum terkenal seperti Violet, Cassie, Rose, Reseda, dan sebagainya.

 

Minyak Atsiri Juga Populer Di Dunia Medis

Berbagai macam tanaman yang tumbuh di alam liar, dengan aroma dan komponen yang berbeda. Ada banyak jenis minyak atsiri, dengan manfaat kesehatan yang khas.

Meskipun begitu, ada beberapa minyak atsiri yang sangat populer di dunia kesehatan, termasuk:

  • Peppermint: untuk meningkatkan energi dan memfasilitasi sistem pencernaan
  • Lavender: untuk menghilangkan stres
  • Cendana: untuk menenangkan saraf dan membantu lebih fokus
  • Bergamot: mengurangi stres dan mengobati penyakit kulit seperti eksim
  • Mawar: untuk meningkatkan suasana hati dan berita yang lebih rendah
  • Pohon teh: melawan infeksi dan meningkatkan kekuatan tubuh
  • Melati: mengatasi depresi, meningkatkan libido, dan melahirkan
  • Lemon: untuk menghaluskan sistem pencernaan, meningkatkan suasana hati, dan mengobati sakit kepala

Dalam dunia medis, ada lebih dari 90 minyak atsiri yang digunakan untuk mengobati penyakit. Namun, tentu saja penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan berbagai manfaat dari minyak atsiri ini.

 

Metode Pembuatan Minyak Atsiri

Mesin Penyulingan Minyak Atsiri / Alat Penyulingan Minyak Atsiri

Ada 4 jenis metode manufaktur, yaitu:

Penyulingan (Distilasi)

Dalam pengolahannya, telah diketahui 3 jenis sistem penyulingan:

  • Air (Penyulingan Air)

Pembuatan minyak atsiri yang menggunakan air adalah metode paling sederhana dibandingkan dengan yang lain. Prosesnya seperti ini:

  1. Bahan suling dimasukkan ke dalam ketel suling yang telah diisi dengan air. Dengan begitu, bahannya dicampur dengan air. Perlu dicatat, dengan metode ini perbandingan antara jumlah air matang dan bahan-bahan dibuat seimbang, sesuai dengan kapasitas ketel yang tepat.
  2. Untuk materi yang telah menjalani proses awal seperti pengajaran dan pelayanan, kemudian disisipkan dan dipadatkan.
  3. Kemudian, ketel tertutup rapat sehingga tidak ada noda yang akan menyebabkan uap luar.
  4. Uap yang disebabkan dari air mendidih dan bahan akan mengalir ke pipa pendinginan sehingga terjadi kondensasi.
  5. Selanjutnya, air dan minyak ditampung ke dalam tangki pemilah.
  6. Pemisahan air dan minyak dilakukan berdasarkan perbedaan berat tipe.
  • Air Dan Uap (Penyulingan Air dan Uap)

Ini juga disebut sistem kukus. Keuntungan menggunakan metode ini adalah penetrasi uap yang terjadi secara merata ke dalam jaringan material dan suhu dapat diperhatikan hingga 100 derajat Celcius.

Juga, panjang penyulingan relatif lebih pendek dibandingkan dengan metode penyulingan menggunakan air. Dan prosesnya seperti ini:

  1. Bahan ditempatkan pada disk, atau dapat menggunakan pelat besi berlubang seperti tying.
  2. Ketika air direbus dan mendidih, uap yang terbentuk akan melewati sarang melalui lubang-lubang kecil dan tentu saja melalui celah-celah bahan.
  3. Kemudian, bahan manufaktur akan bergabung dengan panci uap melalui pipa ke ketel pendingin
  4. Kemudian, kelembaban dan minyak akan mengembun dan ditampung di tangki pemisah
  5. Sama seperti metode sebelumnya, pemisahan air dan minyak dilakukan berdasarkan jenis berat
  • Uap

Dalam metode ini, air sebagai sumber uap panas ditemukan di “ketel” yang terletak terpisah dari ketel penyulingan. Dan uap yang dihasilkan memiliki tekanan yang lebih tinggi daripada air luar.

Proses pemurnian dengan metode ini baik jika digunakan dengan bahan baku minyak atsiri seperti kayu, kulit kayu, batang, dan biji yang memiliki tekstur relatif keras.

 

Ekstraksi Dengan Pelarut Volatil

Ekstraksi ini memiliki prinsip melarutkan Minyak Atsiri dalam bahan-bahan menggunakan pelarut organik yang mudah menguap.

Dan pelarut organik ini akan bertindak sebagai penetrasi ke dalam jaringan dan akan melarutkan minyak dan tidak melupakan bahan yang tidak mudah menguap dalam bentuk resin, lilin dan juga beberapa jenis pewarna.

Proses ekstraksi dilakukan dalam wadah yang merupakan ekstraktor. Ekstraksi menggunakan pelarut organik umumnya digunakan untuk mengekstrak minyak atsiri yang mudah menguap menggunakan pemanas air dan metode penyulingan uap seperti mengekstraksi minyak dari bunga.

Ekstraktor yang digunakan untuk mengekstrak pelarut alami dari bunga untuk menghasilkan Essential Oil terdiri dari tabung ekstraktor berputar tentu saja dan ada juga tabung evaporator. Secara umum, proses pembuatan minyak bumi dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

  1. Masukkan bahan baku segar tentu saja dan jangan lupa pelarut yang mudah menguap ke dalam ekstraktor
  2. Kemudian, putar ekstraktor sekitar 20-60 menit, dan pelarut akan menembus jaringan bahan baku dan melarutkan minyak dan bahan yang tidak mudah menguap serta lilin, resin, dan beberapa pewarna lainnya.
  3. Selanjutnya, pisahkan larutan yang diekstrak dari pulp
  4. Larutan ekstraksi kemudian disuling dalam evaporator vakum pada suhu rendah, yaitu 45 derajat Celcius
  5. Kemudian pelarut akan menguap dan meninggalkan larutan semi-padat, merah-coklat yang disebut beton
  6. Setelah itu. Solusinya didinginkan hingga suhu -5 derajat Celcius sampai mengendap dan membentuk lilin
  7. Endapan lilin kemudian diperas dan disaring sampai menjadi jelas
  8. Larutan yang jelas kemudian disuling untuk memisahkan minyak dari alkohol yang masih mengikatnya
  9. Proses penyulingan dilakukan dalam kekosongan pada suhu rendah sekitar 45 derajat Celcius, sampai disebut solusi fleksibel mutlak.

 

Ekstraksi Dengan Lemak Dingin

Proses ini digunakan khusus untuk mengekstrak minyak dari bunga, untuk mendapatkan kualitas tinggi dan hasil minyak, dan ini dapat dilakukan menggunakan lemak hewani.

Ekstraksi dengan metode ini membutuhkan evaporator untuk memisahkan minyak atsiri dari lilin dan alkohol sebagai pelarut, seperti halnya menggunakan pelarut penguapan.

Tidak hanya itu, piring kaca dan rak penutup juga diperlukan dalam proses penyerapan minyak atsiri dari bunga. Sementara bahan pendukung yang dibutuhkan adalah lemak dan alkohol.

Fungsi lemak sebagai penyerap atau dengan nama lain menyerap minyak atsiri dari bunga. Sementara alkohol digunakan untuk memisahkan minyak atsiri dan lemak.

Dan ada beberapa langkah yang diambil:

  1. Cari tunas pada usia optimal, lalu potong tangkai bunga
  2. Kemudian, oleskan lemak untuk digunakan sebagai adsorbent pada piring kaca setebal 1-2 cm dan lebar. Tujuannya adalah untuk mendapatkan area permukaan yang lebih besar untuk penyerapan, dan untuk produksi yang lebih baik.
  3. Kemudian, oleskan bunga secara merata di atas lapisan minyak
  4. Selanjutnya, simpan di lemari atau rak tertutup
  5. Setelah 24 jam, bunga-bunga lama dapat diganti dengan yang baru. Namun perlu diingat, berhati-hatilah saat berpindah dari satu bunga ke bunga lainnya, sehingga lemak yang dibawa sesedilah mungkin. Dan penggantian bunga ini perlu dilakukan berulang kali untuk mendapatkan minyak yang memiliki komponen kimia tinggi, ditandai dengan aromanya yang kuat. FYI, minyak yang mengandung lemak disebut pomade.
  6. Pomade yang sudah mengandung minyak bunga dikeluarkan dari lapisan kaca dan ditampung dalam wadah, kemudian dicampur dengan alkohol panas hingga larut, lalu diaduk menjadi homogen
  7. Selanjutnya, simpan solusi pada suhu dingin sehingga lemak membeku dan mudah dipisahkan
  8. Pemisahan lemak dilakukan dengan pemerasan dan penyaringan sampai larutan bebas lemak
  9. Selanjutnya larutan yang mengandung minyak dibasahi pada suhu rendah hingga absolut

Persyaratan Lemak yang Digunakan

Lemak yang digunakan benar-benar juga memiliki persyaratan, antara lain:

  1. Tidak berbau dan tidak berwarna, karena ketika bau dan warnanya sangat mempengaruhi kualitas.
  2. Memiliki konsistensi tertentu, FYI, lemak terlalu keras memiliki daya adsorpsi rendah.
  3. Titik leleh lemak optimal adalah 36-37 derajat Celcius, jika suhu terlalu rendah, penyerapan lemak lebih tinggi, tetapi sulit untuk dikupas karena banyak lemak melekat pada bunga.

 

Ekstraksi Dengan Lemak Panas

Perbedaan dengan ekstraksi lemak dingin adalah dalam proses awal menggunakan pincang panas. Sedangkan alat yang digunakan adalah evaporator vakum.

Selain itu, wadah juga disusun dalam bentuk bak atau cekungan untuk mengurangi minat pada lemak panas. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah lemak dan alkohol. Langkah-langkah Metode Lemak Panas:

  1. Cari bunga yang baik pada tingkat optimal
  2. Kemudian rendam bunga dalam lemak yang dipanaskan sebelumnya pada suhu sekitar 80 derajat Celcius, dan biarkan selama satu malam.
  3. Keesokan harinya, tambahkan alkohol panas dalam lemak, lalu aduk dan saring untuk menyimpan bunga
  4. Selanjutnya, simpan lemak cair dan alkohol dalam pendingin untuk membeku agar mudah dissing.
  5. Proses pemisahan dilakukan menggunakan filter sampai larutan benar-benar bebas lemak
  6. Solusi yang telah bebas dari lemak proses kemudian dibasahi dalam kekosongan sampai diperoleh mutlak.

 

Mengepress

Salah satu teknik ekstraksi yang umumnya dilakukan pada bahan berupa biji, buah atau kulit luar yang dihasilkan dari tanaman. Minyak yang berasal dari bahan nabati tidak dapat menggunakan teknik pemurnian karena dapat rusak.

Dengan teknik penindasan ini, sel-sel yang mengandung minyak akan pecah dan minyak akan mengalir ke permukaan bahan. Dalam metode ini alat yang digunakan adalah mesin pers. Cara kerja alat ini hanya dengan menekan bahan baku, sehingga sel penghasil minyak akan pecah dan keluar.

 

Manfaat Minyak Atsiri

Mesin Penyulingan Minyak Atsiri / Alat Penyulingan Minyak Atsiri

Minyak atsiri adalah bahan alami yang tidak memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, tidak banyak penelitian yang dapat membuktikannya. Berikut ini adalah beberapa manfaat minyak atsiri yang telah didukung oleh hasil penelitian:

  1. Mengatasi Gangguan Stres dan Kecemasan

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa minyak atsiri yang digunakan dalam aromaterapi menunjukkan hasil yang diharapkan dalam mengatasi gangguan stres dan kecemasan.

Menariknya, menjalani sesi pijat dengan minyak atsiri terbukti efektif dalam memberikan ketenangan.

Kecemasan atau kekhawatiran hanya dapat dirasakan pada saat-saat tertentu. Namun, banyak hasil penelitian tentang minyak atsiri belum menemukan kebenaran.

Itulah kondisi Anda diminta untuk tidak membuat minyak atsiri sebagai pengobatan utama untuk gangguan stres dan kecemasan.

  1. Mengobati Sakit Kepala Dan Migrain

Minyak atsiri adalah ekstrak tanaman yang bermanfaat. Dalam sebuah penelitian, menerapkan minyak atsiri peppermint dan lavender ke kulit telah terbukti mengurangi gejala sakit kepala dan migrain.

Ternyata, mengoleskan minyak atsiri chamomile ke kuil diyakini tidak efektif dalam mengobati sakit kepala dan migrain. Cara ini sangat populer di negara Persia.

Namun, penelitian yang lebih berkualitas masih diperlukan untuk membuktikan manfaat minyak atsiri dalam mengobati sakit kepala dan migrain.

  1. Mengatasi Gangguan Tidur

Menghirup aroma minyak atsiri lavender telah terbukti meningkatkan kualitas tidur pada peserta wanita yang baru-baru ini menjalani persalinan dan pasien penyakit jantung.

Sebuah laporan dari 15 penelitian yang berbeda, menghirup aroma minyak atsiri lavender memiliki dampak yang sangat baik pada kualitas tidur.

  1. Kurangi Peradangan

Beberapa tes menunjukkan bahwa minyak atsiri secara efektif mengatasi masalah dalam tubuh.

Sebuah penelitian dalam uji coba hewan menunjukkan bahwa minyak atsiri oregano dan thyme efektif dalam mengobati kolitis (radang selaput usus besar). Namun, penelitian pada manusia tetap diperlukan untukmembuktikannya.