Harga Solar Dryer Dome merupakan inovasi pengeringan hasil pertanian yang digunakan beberapa produk hortikultura seperti cabai, jahe, rumput laut, pisang, atau tomat.

Solar dryer adalah alat alternatif metode hasil produksi pertanian lebih hemat energi. Solar Dryer ini adalah hasil penelitian dari Dr. Serm Janjai, peneliti dari Silpakorn University – Thailand. Solar dryer dome ini sendiri memiliki bentuk seperti kubah dengan inkubator ruangan yang tertutup seperti green house, dan dilihat sekilas mirip dengan solar tunnel.

Bedanya solar dryer adalah, greenhouse dan solar tunnel biasanya masih menggunakan PET untuk cover pada bangunan. Sementara solar dryer memakai bahan polycarbonate. Ketahanan dari polycarbonate yang mampu bertahan sampai 10 tahun menjadi pilihan yang bagus ketimbang bahan PET yang gampang sekali rusak.

Spesifikasi dan Harga Solar Dryer Dome

Harga Solar Dryer Dome,

Spesifikasi

Dimensi : 800 x 600 x ±380 cm
kapasitas : 400 – 500 kg
Dimensi : 800 x 600 x ±380 cm
kapasitas : 400 – 500 kg

Struktur

Cover : Polycarbonate 6 mm, 10 tahun warranty
Rangka : Besi pipa dan besi hollow coating anti karat

Aksesoris

Daya : 80 watt
Tegangan : 18 V
Arus Listrik : 3,44 A
Kipas/exhaust fan : 4 Buah
Tempat Pengering : 4 Lajur
Meja Besi (P x L x T) : 600 x 100 x 85 cm
Tray Kawat : 95 x 100 cm

Lantai Dasar / Pondasi

Plat lantai beton : P 920 cm x L 720 cm x T 10 cm
Sloff keliling : P 8000 cm x L 600 cm x T 10 cm

Solar Dryer Dome Technology Solusi Mempercepat Pengeringan Komoditas Pangan : Harga Solar Dome

Solar Dryer Dome Technology adalah sebuah alat pengering yang digunakan beberapa hasil hortikultura seperti cabai, jahe, pisang, rumput laut hingga tomat ini merupakan terobosan baru yang berguna memangkas waktu pengeringan yang biasanya dilakukan oleh petani.

Solar Dryer Dome adalah alat pengering yang dipakai untuk mengolah produk hortikultura. Alat ini dibuat menggunakan lembar polikarbonat yang di dalamnya dilapisi material penyaring memakai sinar ultraviolet.

Di Indonesia sendiri Solar Dryer Dome Technology ini telah diterapkan di berbagai daerah seperti, yakni di Alor, Sumbawa, dan Kendal. Dapatkan segera mesin dan info Harga Solar Dryer Dome dengan klik hubungi kami6

Pengeringan yang dijalankan didalam ruangan menggunakan Solar Dryer Dome membuat semua proses pengeringan lebih higienis. Waktu pengeringan juga memakan hanya sekitar 3—4 hari karena Solar Dryer Dome dilengkapi dengan sirkulasi udara. Biasanya petani yang mengeringkan produk hortikultura ini di luar ruangan memerlukan waktu bahkan hingga 7 hari. Artinya, dengan menggunakan Solar Dryer Dome akan sangat mempersingkat waktu pengeringan.

Solar Dryer Dome Technology, terbuat dari polikarbonat khusus dan bahan ini dapat memanaskan ruangan dua kali daripada suhu di luar. Jadi, jika suhu di luar sekitar 30° C, di dalam Solar Dryer Dome bisa mencapai 60° C,” kata Sugiarto Romeli selaku PC Unit Head dari PT Impack Pratama Industri, Tbk, saat menghadiri acara Paparan Inovasi Pangan dan Pertanian (On-Farm and Food Innovation Showcase) dari Australia dan Jerman di Jakarta (18/5).

Solar Dryer Dome adalah hasil inovasi Serm Janjai yang dijalankan Universitas Silpakorn, Thailand. Covestro, merupakan perusahaan produsen plastik dari Jerman, yang bekerja sama dengan PT Impack Pratama Industri Tbk.

“Kelebihan Solar Dryer Dome tidak menggunakan elektrik ataupun gas sama sekali, karena hanya menggunakan tenaga surya/matahari,” tutur Sugiarto. Dapatkan segera mesin dan info Harga Solar Dryer Dome dengan klik hubungi kami

 

Kubah Plastik Buat Produksi Petani Naik 45% : Harga Solar Dome

Penggunaan kubah plastik Solar Dryer Dome di tahapan pasca-panen bisa meningkatkan produksi petani hingga 45%.

Head of Inclusive Business Asean, Covestro, Setafan Koch menjelaskan Solar Dryer Dome bisa menggantikan metode pengeringan tradisional yang biasanya dilakukan di pinggir jalan atau tengah lapangan.

Solar Dryer Dome adalah fasilitas pengering produk hortikultura yang dibangun menggunakan lembar polikarbonat yang dilapisi material penyaring sinar ultraviolet.

Pengeringan dalam ruang membuat proses pengeringan bebas kontaminasi debu, air hujan, dan cahaya ultraviolet yang menyebabkan 30%—50% hasil perkebunan kehilangan nilai ekonomis. Peralihan dari ke Solar Dryer Domes dapat menaikan produksi perkebunan yang terjual sampai45%. Dapatkan segera mesin dan info Harga Solar Dryer Dome dengan klik hubungi kami

Suhu di dalam Solar Dryer Dome bisa ditingkatkan hingga 200% lebih tinggi dari suhu di luar ruangan tanpa pasokan listrik eksternal. Proses pengeringan di fasilitas tersebut hanya menghabiskan 3–4 hari dibandingkan proses tradisional yang bisa membutuhkan 7 hari.

Koch menjelaskan keunggulan tersebut meningkatkan nilai jual produk hasil perkebunan karena lebih higienis, mengandung nutrisi lebih tinggi, lebih tahan lama, dan tidak menyebabkan warna produk pudar.

Solar Dryer Dome adalah teknologi hasil inovasi Serm Janjai dari Universitas Silpakorn di Thailand. Covestro, perusahaan produsen plastik asal Jerman, berkolaborasi dengan PT Impack Pratama Industri Tbk menyebarluaskan teknologi tersebut di Indonesia.

Direktur Utama, Impack Pratama, Haryanto Tjiptohardjo mengatakan kolaborasi produksi, pemasaran, dan distribusi produk Solar Dryer Dome merupakan langkah awal Impack Pratama mengembangkan pola bisnis inklusif.

Dia menjelaskan bisnis inklusif adalah model bisnis yang bertujuan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Namun, tegasnya, bisnis inklusif tidak sama dengan tanggung jawab sosial perusahaan karena dikelola secara berkelanjutan dan tetap menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

“Sebagai perusahaan nasional, Impact Pratama ingin memberikan kontribusi bagi masyarakat yang kurang terlayani di Indonesia, khususnya petani kecil dan nelayan,” kata Haryanto, Jumat (31/3/2017). Dapatkan segera mesin dan info Harga Solar Dryer Dome dengan klik hubungi kami

Beralih ke Solar Dryer Dome Untuk Percepat Pengeringan Kopi : Harga Solar Dome

Inovasi terus dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang untuk meningkatkan kualitas produksi kopi. Salah satunya adalah mengubah sistem penjemuran kopi dari sistem penjemuran biasa ke Solar Dryer Dome. Digunakannya sistem ini, menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang Hernawan, SPKP lantaran hasil penjemuran yang cepat dan efisien dibandingkan sistem yang biasa digunakan.

“Di daerah kita ini curah hujannya sangat tinggi, kalau pakai sistem penjemuran dengan sistem biasa seperti terpal, para-para dan rumah penjemuran, keringnya bisa berminggu-minggu. Namun kalau pakai Solar Dryer Dome ini, dalam kurun 4-5 hari kopi yang dijemur sudah kering. Kelebihan Solar Dryer Dome tidak menggunakan elektrik ataupun gas sama sekali, karena hanya menggunakan tenaga surya atau matahari,” tutur Hernawan, kemarin (27/5).

Terkait kualitas yang dihasilkan, Hernawan mengatakan dengan waktu pengeringan yang cepat, tentunya kualitas kopi yang dihasilkan pun akan mengalami peningkatan. Ia menjelaskan bahwa Solar Dryer Dome merupakan alat pengering untuk mengolah produk hortikultura. Alat ini dibangun memakai lembar polikarbonat yang di dalamnya dilapisi material penyaring memakai sinar ultraviolet.

Pengeringan yang dijalankan dalam ruangan Solar Dryer Dome membuat semua proses pengeringan jauh lebih higienis. Waktu pengeringan hanya sekitar 4-5 hari karena Solar Dryer Dome dilengkapi dengan sirkulasi udara. Biasanya petani yang mengeringkan produk hortikultura di luar ruangan memerlukan waktu sekitar 7 hari. Artinya, dengan menggunakan Solar Dryer Dome sangat mempersingkat waktu pengeringan.

“Solar Dryer Dome Technology, terbuat dari polikarbonat khusus dan bahan ini dapat memanaskan ruangan dua kali daripada suhu di luar. Jadi, jika suhu di luar sekitar 30° C, di dalam Solar Dryer Dome bisa mencapai 60° C,” kata Hernawan. Dapatkan segera mesin dan info Harga Solar Dryer Dome dengan klik hubungi kami