Home » Artikel » Artikel Proses » Cara Membuat Minyak Kelapa yang Perlu Anda Ketahui

Cara Membuat Minyak Kelapa yang Perlu Anda Ketahui

Tentang Minyak Kelapa

Pohon kelapa banyak tumbuh dan berkembang di kawasan tropis. Dan itu menjadi senyawa kehidupan bagi penduduk setempat. Utamanya sebagai bahan baku makanan, papan dan juga sebagai obat-obatan.

Bahkan sebetulnya penduduk lokal dari kawasan tropis ini banyak tergantung pada tanaman ini sebagai sumber bahan mentah obat-obatan tradisional.

Salah satu obat tradisional yang banyak digunakan adalah minyak kelapa. Minyak kelapa ini merupakan suplai obat-obatan yang sangat berguna untuk bahan makanan dan juga sebagai obat alternatif untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Minyak kelapa juga dipercayai oleh para peneliti mampu menguatkan jantung dan menyimpan energi bagi orang yang sedang sakit.

 

Kelebihan Minyak Kelapa

Minyak kelapa memiliki sifat yang unik karena berat molekul yang rendah dan ukurannya yang kecil. Keduanya menjadi kelebihan dibanding dengan minyak nabati lainnya.

Karena memiliki ukuran yang kecil, maka minyak tersebut masuk ke dalam kelompok minyak dengan viskositas rendah. Hal itu memberi kelebihan mutu produk karena bersifat jernih mirip beningnya air.

Dengan demikian, minyak kelapa merupakan minyak yang sangat ideal sebagai pengencer dan pelarut terhadap berbagai komponen dan ingredient pangan seperti flavor, pewarna, atau vitamin.

Hal itu berarti juga lebih sedikit minyak yang diperlukan untuk coating processes, yang berarti dengan jumlah minyak yang sama dapat menutupi atau membungkus lebih luas permukaan bahan pangan bila menggunakan minyak kelapa dibanding jika menggunakan minyak lain.

 

Cara Membuat Minyak Kelapa

Dengan banyaknya manfaat dan kegunaan minyak kelapa, sayangnya belum banyak orang yang mengetauinya. Padahal kegunaannya sudah sejak lama diketahui oleh digunakan oleh nenek moyang kita sebagai obat-obatan tradional.

Maka untuk lebih meningkatkan fungsi guna dan manfaat dari minyak kelapa,  ada baiknya selain memakai sebagai konsumsi, tidak ada salahnya juga untuk mencoba membuatnya sendiri.

Dengan kita bisa membuatnya sendiri, mutu dan kebersihannya pasti akan terjamin, dan tentunya akan lebih menghemat biaya.

 

Cara Membuat Minyak Kelapa Sendiri

Proses pembuatan minyak kelapa bisa dilakukan dengan beberapa cara, salah satu contohnya melalui proses pengelentikan maupun proses ekstraksi. Namun, pada kali ini akan dibahas mengenai cara ekstraksi minyak kelapa yang perlu Anda ketahui. Karena memang prosesnya lebih mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun.

Cara membuat minyak kelapa atau ekstraksi minyak kelapa yang paling banyak dikenal di Indonesia adalah pengelentikan.

Proses ini sangat mudah karena bisa dilakukan oleh siapa saja. Proses pengelentikan dilakukan sebagai berikut.

 

Cara Pengelentikan

Pertama, daging kelapa tua yang segar diparut dengan menggunakan tangan, atau jika ingin lebih mudah bisa menggunakan mesin parut kelapa, lalu ditambah air dan diperas berkali-kali sehingga diperoleh santan dan ampas. Setelah itu, santan direbus atau dipanaskan untuk memperoleh minyaknya.

Nah, cara pengolahan minyak kelapa seperti ini banyak dilakukan di desa-desa dan hasilnya disebut dengan minyak kelentik.

 

Cara Ekstraksi Kering

Selain cara pengelentikan, minyak kelapa juga dapat diproduksi dengan menggunakan cara ekstraksi kering.

Pertama, daging kelapa yang akan dibuat minyak diparut terlebih dahulu, kemudian disangrai. Tujuan dari penyangraian ini adalah untuk mengurangi kadar air bahan, menggumpalkan protein, dan memecahkan dinding sel bahan agar mudah ditembus oleh minyak atau lemak yang terkadung di dalamnya.

Tekanan pengepresan sangat memengaruhi rendemen minyak yang dihasilkan. Makin tinggi tekanan pengepresan yang digunakan, makin tinggi pula rendemen minyaknya.

Oleh sebab itu, bagi Anda yang ingin melakukan pengepresan bisa menggunakan mesin pemeras santan kelapa agar lebih mudah dan bisa dikontrol tingkat pengepresannya sesuai yang diinginkan. Karena kadar air bahan yang akan disangrai dan lama penyangraian sangat memengaruhi mutu minyak yang dihasilkan.

Pembuatan minyak kelapa dengan cara kering memiliki beberapa keuntungan, salah satunya yaitu waktu pengolahan dapat lebih singkat dibandingkan dengan cara ekstraksi minyak kelapa dari bahan kopra.

Minyak yang diperoleh memiliki aroma yang harum dan gurih, dan peralatan yang diperlukan pun cukup sederhana, sehingga cara ini dapat diterapkan di pedesaan atau di daerah yang tidak memiliki fasilitas pemurnian minyak, dan bahkan bisa Anda terapkan sendiri dirumah.

Anda akan memperoleh banyak manfaat jika meneliti harta karun tradisional ini. Hal inilah yang mendorong banyak pakar untuk melakukan penelitian, khususnya tentang pengaruh lama penyangraian dan tekanan pengepresan terhadap rendemen dan sifat fisiokimia yang dihasilkan.

Beberapa faktor yang memengaruhi rendemen dan mutu minyak adalah pemanasan bahan dan tekanan pengepresan sebagai berikut.

A. Pemanasan Bahan

Pemanasan termasuk perlakuan pendahuluan yang penting pada ekstraksi minyak, yaitu dengan cara perebusan (rendering) dan cara pengepresan (pressing). Hal ini terutama dilakukan pada ekstraksi minyak dari biji-bijian, kelapa sawit, dan juga kelapa.

Tujuan dari pemanasan ini adalah untuk menggumpalkan protein yang terkandung dalam bahan, membunuh mikroorganisme seperti jamur dan bakteri, menginaktifkan enzim dalam bahan, memudahkan keluarnya minyak dari bahan, dan menurunkan kadar air dari bahan yang akan diekstraksi.

Adanya protein dalam minyak merupakan media pertumbuhan bagi mikroorganisme yang memecah minyak menjadi asam lemak bebas.

Pemanasan bahan yang mengandung minyak akan menggumpalkan protein pada dinding sel sehingga pada waktu pengepresan protein akan tetap tinggal di dalam bungkil. Di samping itu, minyak di dalam bungkil merupakan campuran emulsi antara minyak dan protein.

Penggumpalan protein menyebabkan pecahnya emulsi sehingga memudahkan keluarnya minyak.

Cara Membuat Minyak Kelapa

 

B. Tekanan Pengepresan

Jumlah minyak yang diperoleh dari pengepresan dipengaruhi oleh besarnya tekanan pengepresan, waktu atau lama pengepresan, serta suhu dan kekentalan minyak. Makin tinggi tekanan, makin banyak minyak yang diperoleh.

Tekanan pengepresan yang optimum adalah sebesar 2.000 psi dengan waktu pengepresan selama 45-60 menit. Tekanan yang digunakan pertama-tama harus lebih kecil dari tekanan berikutnya dengan menaikkan tekanan sebesar 500 psi per menit.

Pengepresan yang dilakukan pada 60 menit pertama kurang efektif karena hanya akan mengekstraksi minyak sebesar 0,1% sehingga pengepresan yang dilakukan tidak menguntungkan lagi.

Pada hot-pressing dilakukan pemakaian tekanan secara perlahan-lahan, kemudian dinaikkan sedikit demi sedikit sehingga akan mencapai tekanan maksimum yang diinginkan. Dengan demikian, akan diperoleh suatu rendemen yang cukup tinggi.

Penekanan yang tiba-tiba akan mengakibatkan minyak yang keluar hanya sedikit, sedangkan minyak yang dihasilkan dengan expeller pressing biasanya membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk pemurniannya karena mengandung kotoran yang lebih banyak.

Pengepresan minyak sebaiknya dilakukan dengan menaikkan tekanan perlahan-lahan sampai pada tekanan yang optimum yaitu sebesar 1.800-2.000 psi, pengepresan dilakukan selama 20-30 menit. Selain faktor tekanan dan lama pengepresan, jenis bahan dari alat pengepresan juga memengaruhi mutu minyak yang dihasilkan.

 

Demikian informasi mengenai Cara Membuat Minyak Kelapa atau Ekstraksi Minyak Kelapa yang Perlu Anda Ketahui. Semoga bisa membantu bagi Anda yang ingin membuat minyak kelapa sendiri, agar mutu kesehatan Anda bisa lebih terjamin dan juga bisa menjadikan lahan bisnis yang baru. Terima kasih.

By | 2017-11-16T08:50:33+00:00 Mei 26th, 2016|Artikel Proses|Komentar Dinonaktifkan pada Cara Membuat Minyak Kelapa yang Perlu Anda Ketahui

About the Author: