Selamat Datang di Rumahmesin.com!!! kali ini saya akan membagikan ulasan tentang cara mengurangi sampah plastik. baca dan pahami baik-baik ya. Insya Allah, di artikel kali ini kamu akan banyak mendapat inovasi,  kreasi serta motivasi untuk teman-teman tentunya terkait dengan dunia mesin khususnya.

Cara mengurangi sampah plastik hampir setiap hari kita pasti bersinggungan dengan sebuah Plastik. Mulai dari botol plastik bekas, kantong plastik, sedotan, makanan/minuman kemasan ataupun sebuah barang-barang yang ada disekitar kita yang berbahan dasar sebuah Plastik.

Plastik memang telah menjadi sebuah komponen yang penting dalam kehidupan modern manusia. Namun peningkatan dalam penggunaan plastik cukup sulit kita batasi. Diperlukan upaya untuk menghindari sebuah tumpukan sampah plastik bekas kemasan yang menggunung.

Bagaimana Cara Mengurangi Sampah Plastik

Sampah plastik Plastik adalah sebuah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah sebuah plastik, menurut pengertian suatu kimia, mencakup produk dari polimerisasi sintetik atau semi-sintetik.

Molekul plastik terbuat dari sebuah kondensasi organik atau penambahan polimer dan dapat juga tersusun dari zat lain untuk menaikan suatu performa atau nilai ekonominya. Plastik adalah sebuah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar.

Istilah dalam plastik, menurut pengertian ahli kimia, mencakup dari produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari suatu kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa.

Secara lebih alamiah, terdapat beberapa senyawa polimer (pengulangan tidak terhingga dari suatu monomer-monomer) yang digolongkan ke dalam kategori plastik. Secara lihat fisik, plastik bisa dibentuk atau dicetak menjadi sebuah lembar film atau serat sintetik.

Dalam proses industri dan pabrikasi ini, plastik  juga dibuat dalam jenis yang sangat begitu banyak. Sifat-sifat bisa menerima suatu tekanan, panas, keras juga lentur, dan bisa digabung dengan partikel yang lain semisal karet, metal, dan keramik.

Sehingga wajar jika plastik ini bisa dipergunakan secara massa untuk banyak sekali keperluan. Serta plastik ini juga digunakan untuk kantong belanjaan serta membawa barang belanjaan. Sering kali plastik ini juga di gunakan untuk kemasan produk.

Asal Plastik

Sampah berasal dari sebuah beberapa tempat, yakni :
  1. Sampah dari pemukiman penduduk pada suatu pemukiman ini biasanya sampah dihasilkan oleh suatu keluarga yang tinggal disuatu bangunan . Jenis sampah yang dihasilkan biasanya cendrung sampah organik.
  2. Sampah dari tempat-tempat yang umum dan perdagangan tempat tempat umum adalah tempat yang dimungkinkan banyaknya jumlah orang berkumpul dan melakukan kegiatan. Tempat-tempat tersebut mempunyai yang berpotensi yang cukup besar.

Jenis-Jenis dan Cara Mengurangi Sampah Plastik

cara mengurangi sampah plastik

Jenis-jenis sampah ini cukup banyak ragam, ada yang berwujud sampah rumah tangga, sampah industri, sampah pasar, sampah rumah sakit, sampah pertanian, sampah perkebunan, sampah peternakan,dll.
Berdasarkan dari asalnya, sampah padat dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu sebagai berikut ini:
1. Sampah organic, adalah suatu sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat seperti biodegradable. Limbah ini dengan mudah dapat diuraikan melalui suatu proses alami.
Sisa rumah tangga sebagian besar merupakan suatu bahan yang organik. Termasuk juga sampah organik, misalnya sampah dari sebuah dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus (selain kertas, karet dan juga plastik), tepung, sayuran basi, kulit buah, daun dan yang lain.
Selain itu juga, suatu pasar tradisional juga banyak menyumbangkan sampah organik seperti sampah sayuran, buah-buahan dan lainnya. Maka dari itu cara untuk mengurangi sampah plastik dengan tidak memakai plastik saat berbelanja.
2. Sampah Anorganik adalah suatu sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil dari proses teknologi pengolahan bahan tambang. Sampah anorganik dibedakan menjadi yaitu : suatu sampah logam dan produk olahanya.

Dampak Sampah Plastik

1. Dampak Terhadap Sebuah Kesehatan

Tempat dan pengelolaan suatu sampah yang kurang bagus (pembuangan limbah sampah yang tidak terkontrol) adalah sebuah tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi beragam jenis binatang seperti, lalat dan anjing yang membawa penyakit.
Potensi Dari bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut yaitu :
  • Penyakit suatu diare, kolera, tifus menyebar dengan sangat cepat disebakan virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat bisa bercampur dengan air mineral kita. Sakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan sangat cepat.
  • Penyebab dari jamur dapat juga menyebar luas (misalnya jamur kulit).
  • Penularan yang dapat menyebar dari melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dapat dijangkitkan oleh cacing pita(taenia). Cacing ini sebelumnya masuk kedalam suatu pencernakan binatang ternak melalui makanannya.

2. Dampak Terhadap Lingkungan Sekitar

Cairan dari rembesan sampah ini yang masuk kedalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai jenis suatuorganisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesien akan lenyap. Hal ini mengakibatkan berubahnya suatu ekosistem perairan biologis.
Penguraian suatu sampah yang di buang kedalam air akan menghasilkan suatu asam organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau yang kurang sedap, gas ini pada konsentrasi tinggi bisa dapat meledak.

3. Dampak Terhadap Keadaan Sosial Serta Ekonomi

Dampak-dampak tersebut terdapat dibawah ini adalah sebagai berikut :
  • Pengelolaan suatu sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal yang penting disini adalah meningkatnya pembiayaan (untuk mengobati sebuah kerumah sakit).
  • Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan suatu sampah yang tidak memadai, seperti tingginya suatu biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan limbah sampah kurang atau tidak efisien.
  • Orang akan cenderung membuang sampahnya dijalan raya. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering untuk dibersihkan dan diperbaiki.

Begini Cara Mengurangi Sampah Plastik

cara mengurangi sampah plastik

 

1. Gunakan Suatu Alat Makan Sendiri

Alat makan seperti suatu sendok, piring atau sedotan yang disediakan pada tempat makan biasanya terbuat dari plastik. Walau terlihat lebih ringkas, namun sampahnya juga sangat sulit untuk diurai.

Membawa suatu alat makan sederhana dari rumah bisa dilakukan. Jika terpaksa dalam melakukannya, jangan gunakan lebih dari tiga kali alat makan. Kalau jika memungkinkan, bawa pulang alat makan plastik ini yang diberi untuk digunakan kembali.

2. Kemasan Sebuah Plastik

Belilah Suatu barang yang dikemas dalam sebuah karton bukan plastik. Sampah kertas lebih mudah diurai dibandingkan dengan botol. Itu sebuah cara mengurangi sampah plastik dilingkungan kita supaya bersih.

3. Botol Minuman Pribadi

Di Negara Eropa atau Amerika banyak keran air bersih siap untuk minum yang bisa digunakan untuk minum. Selalu sediakan sebuah tempat minum kosong untuk diisi air bersih. Trik ini sekaligus menghemat sebuah pengeluaran.

4. Korek Api Yang Isi Ulang

Korek api kayu dianggap suatu kuno dan sangat merepotkan. Meski sangat praktis, namun korek plastik juga bakal menjadi suatu sampah yang sulit terurai. Menggunakan korek isi ulang bisa menjadi sebuah solusinya.

5. Santap Dengan Perlahan

Santap suatu minuman atau makanan dengan perlahan agar bisa dihabiskan ditempat. Jika terpaksa membawa pulang suatu makanan yang berjenis kering, minta pelayan membungkusnya dengan suatu kertas.

6. Perlengkapan Alat Mandi

Hotel biasanya menyediakan suatu peralatan mandi dalam kemasan plastik di setiap kamarnya. Kalau masih mempunyai ruang sisa di dalam koper, ada baiknya bawa peralatan mandi dari rumah sendiri untuk mengurangi suatu penggunaan yang dikemas dalam plastik dari hotel.

7. Tempat Yang Ramah Lingkungan

Pilih jasa dalam suatu wisata yang memiliki konsep yang ramah lingkungan. Beberapa  sebuah jaringan hotel ini, seperti Anantara serta Marriott, sudah mulai melakukan suatu pengurangan sebuah sampah plastik dengan tak menggunakan suatu alat makan dan kemasan plastik.

Teknik dan Cara Mengurangi Sampah Plastik Tidak Harus Taat Pada Neolib

Belakangan, di media sosial, semua orang berlomba menunjukkan siapa yang paling ramah lingkungan. Sedotan plastik sekali pakai diganti aluminium atau silikon, kantong plastik diganti dengan kantong belanja dan kantong sayuran, dan botol air mineral sekali pakai diganti dengan botol minum isi ulang.

Masyarakat juga berbenah. Kalau lima belas tahun lalu, saya pernah disangka mengutil karena belanja menggunakan tas sendiri. Sekarang, kita justru mendapatkan potongan harga karena membawa kantong belanja atau gelas kopi sendiri.

Tentu hal-hal seperti ini patut diapresiasi. Namun, saya khawatir ini adalah cara kapitalisme membuat individu bertanggung jawab atas persoalan yang mereka buat, sementara perusahaan tenang-tenang saja dan tidak berbenah.

Dalam isu lingkungan, hal ini adalah bagian dari neoliberalisme, yakni ketika persoalan dilimpahkan kepada individu semata, alih-alih berfokus pada perubahan yang terstruktur, sistematis, dan masif dalam perekonomian, bisnis, dan bernegara.

Jangan salah sangka, tentu setiap perubahan gaya hidup untuk menjadi lebih lestari dan berkesinambungan adalah baik. Saya senang vegetarian tidak lagi dianggap aneh, membawa kantong belanja sendiri tidak lagi dinyinyiri, dan membawa kotak makan untuk bungkus tidak lagi dibilang ribet.

Jika tujuh miliar manusia di bumi ini berperilaku demikian, maka sampah di lautan mungkin akan berkurang. Mungkin.

Namun, akan jauh lebih efektif jika pemerintah dan perusahaan berbenah diri, mengurangi produksi sampah plastik. Karena, ibarat mengeringkan lantai yang basah akibat keran air bocor, kita tentu tidak bisa terus menerus mengepel lantainya. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah menutup kebocoran tersebut.

Bagaimana Cara Mengurangi Sampah Plastik? Tentu Dengan Menghentikan Produksi Sampah.

cara mengurangi

Masyarakat kelas menengah yang memiliki waktu luang dan lebih banyak pilihan untuk mengurangi memproduksi sampah personal, misalnya, dengan membuat deodoran sendiri, membuat sabun sendiri, atau dengan tidak mengonsumsi produk tertentu.

Namun, bagaimana dengan kelas pekerja? Bagaimana dengan mereka yang mau makan saja harus disambi ganti popok anak, sambil membereskan laporan keuangan, atau cuma bisa makan snack dalam bis menuju kantor?

Itu pun didapat dari bahan untuk deodorannya masih terbalut plastik. Termasuk juga saat kita membeli susu, membeli sabun cuci piring, atau membeli mie instan. Plastik kecil-kecil ini kemudian berakhir di lautan juga. Menjadi monster yang membunuh satwa laut atau masuk sebagai partikel kecil dalam ikan, udang, dan cumi-cumi, lalu akhirnya kita santap.

Plastik Yang Kita Buang, Akhirnya Kembali Lagi Ke Kita.

Sama halnya ketika aktivis menuntut perusahaan dan negara untuk membenahi industri kelapa sawit, membenahi distribusi dan produksi energi, serta terakhir membenahi tata kelola batu bara, maka kita juga harus menuntut industri besar yang menghasilkan ribuan hingga jutaan ton plastik per hari agar berhenti berbisnis seperti biasa (business as usual).

Sebagai gambaran, betapa pentingnya menghentikan business as usual. Sebab, ada perusahaan multinasional yang memproduksi 1,7 juta ton sampah plastik dalam satu hari atau setara 300 truk sampah. Itu baru satu perusahaan saja.

Alih-alih menuntut perusahaan untuk berbenah, kita masih saja berantem sesama individu, menyinyiri teman yang masih pakai sedotan, dan lain-lain. Kecuali memiliki alasan khusus (misalnya difabel), tentu kawan yang masih pakai sedotan perlu berubah, tetapi nyinyir sama kawan justru bikin antipati.

Apakah pelarangan penggunaan plastik sekali pakai dapat terjadi dalam lingkup luas perekonomian dan bernegara? Melarang kantong plastik saja sih seharusnya tidak sulit. Bali sudah melakukannya sejak akhir 2018 dan negara-negara Eropa juga sudah menerapkannya dalam 15 tahun terakhir.

Persoalannya lebih dari sekadar kantong belanja, yaitu melarang kemasan plastik dalam barang sehari-hari. Mulai dari plastik bungkus kopi saset hingga plastik kemasan roti sobek. Apalagi, hari gini jajan pisang sebiji aja dikemas dalam plastik dengan embel-embel: single and available. Duh.

Bulan lalu, Uni Eropa berjanji akan melarang 10 jenis plastik pada 2021. Pelarangan ini tak sekadar melarang saja. Ada aturan detil. Misal, perusahaan rokok akan bertanggung jawab memunguti puntung rokok dan mengatasai persoalan seputar sampah puntung rokok. Begitu juga dengan perusahaan lain yang memproduksi kemasan plastik.

Perusahaan-perusahaan itu bertanggung jawab untuk membereskan masalah terkait sampah plastik yang mereka produksi. Pilihannya bisa dengan mendaur ulang 100% atau mengganti kemasan dengan yang dapat terurai.

Dengan demikian, perusahaan belajar bertanggung jawab atas efek negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas mereka. Atau, disebut juga externality, meski externality bisa jadi positif.

Cara Mengurangi Sampah Plastik Yang Ramah Lingkungan

Cara pengolahan sebuah sampah plastik masih menjadi pembahasan hangat dalam setiap pertemuan tentang lingkungan hidup. Dimana limbah plastik ini merupakan suatu sampah yang tidak bisa diurai oleh tanah.

Sehingga akan selalu memiliki sebuah ancaman terhadap pencemaran lingkungan. Banyak seminar-seminar yang sudah membahasa tentang betapa seriusnya kekhawatiran tentang limbah plastik ini. Semoga generasi yang sekarang dan besuk memahami soal pengolahan limbah ini.

Bagaimana Dengan Indonesia?

Siapa yang bertanggung jawab atas sampah-sampah yang diproduksi oleh perusahaan di Indonesia? Masyarakat kah? Pemerintah kah (yang ujung-ujungnya masyarakat juga karena kalau pemerintah yang membersihkan, dananya dari pajak kita)? Atau, perusahaan?

Beberapa inisiatif Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan layanan daur ulang sampah memang sudah muncul dari pemerintah dan swasta. Namun, upaya ini masih belum TSM alias terstruktur, sistematis, dan masif.

Edukasi untuk memilah sampah juga belum ada. Yah, boro-boro memilah sampah, disuruh buang sampah bekas makan di restoran cepat saji saja kita maunya berantem dulu.

Jadi, kita cuma punya dua solusi: mengurangi dan mengubah pola konsumsi menjadi lebih lestari, serta meminta perusahaan untuk bertanggung jawab atas sampah-sampah plastik mereka.

Sebab, sebagaimana hukum tarik-menarik (law of attraction), perbuatan kita akan kembali lagi ke kita, termasuk sampah.

Itulah ulasan pembahasan cara mengurangi sampah plastik. Semoga bisa bermanfaat untuk anda semua serta dapat menambah wawasan untuk anda semua

Sekian Terimakasih.