Cara Menanam Cengkeh Mudah dan Pasti Hidup

cara menanam cengkeh

Budidaya cengkeh saat ini semakin banyak mendapat perhatian terutama di kalangan petani, karena komoditas ini memiliki nilai jual yang tinggi dibandingkan dengan rempah-rempah lainnya dan cara menanam cengkeh pun tidak rumit.

Namun, tidak semua cengkeh memiliki harga yang sama. Cengkeh yang memiliki kualitas yang baik tentunya akan mendatangkan banyak peminat, sehingga jika peminatnya banyak tentu otomatis harganya akan semakin tinggi.

Untuk bisa mendapatkan cengkeh yang lebih berkualitas, kita harus memahami cara budidaya cengkeh yang benar. Selain mendapatkan kualitas yang tinggi, tentunya benih yang unggul dan cara budidaya cengkeh yang baik juga akan menghasilkan cengkeh dalam jumlah yang banyak di setiap pohonnya.

 

Sekilas Tentang Cengkeh

cara menanam cengkeh

Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum atau yang akrab di Indonesia dikenal dengan ‘Cengkeh’ merupakan salah satu jenis rempah yang identik dengan Indonesia.

Dalam bahasa Inggris, cengkeh dikenal dengan sebutan ‘Clove’ yang cukup populer. Jika masih ingat pelajaran sejarah, tentunya sudah tahu latar belakang orang Eropa datang ke nusantara.

Ya, jawabannya karena rempah-rempah, dan salah satu rempah yang paling banyak dicari saat itu adalah cengkeh.

Tanaman yang satu ini memang tumbuh subur di tanah Indonesia. Dan salah satu komoditi budidaya cengkeh memiliki prospek yang cerah.

Mengapa? Karena cengkeh merupakan salah satu bahan baku rokok kretek dan juga dibutuhkan dalam industri kuliner. Lantas, jika ingin membidik peluang bisnis, kenapa tidak memilih cengkeh saja?

Budidaya cengkeh sangat menguntungkan karena harga perkilogramnya di pasaran mencapai 100.000 hingga 200.000! Ini tentu sangat menggiurkan.

Namun karena ketidakmampuan petani dalam memenuhi kebutuhan cengkeh dalam negeri, saat ini lebih dikenal sebagai komoditas impor. Celah ini tentunya bagus jika Anda memanfaatkannya.

 

Sejarah Cengkeh

Setelah berhasil memukul mundur Portugis, VOC memonopoli perdagangan cengkeh dan meraup untung besar saat itu.

Begitu strategisnya komoditas ini sehingga VOC merasa perlu menempatkan markas yang sangat besar di Ternate selama tiga periode, yaitu pada masa jabatan Gubernur Jenderal Pieter Both (1610–1614), Gerard Reynst (1614–1615), hingga Dr. Laurens Learel (1615-1619)).

Upaya VOC untuk memonopoli dan mengontrol perdagangan dilakukan melalui Stelsel Hongi Tocten atau berlayar Hongi. Setiap tahun 1625-1824 terjadi perusakan atau perusakan perkebunan cengkeh rakyat, tanam paksa, tanam paksa, dan penyerahan hasil perkebunan.

Inilah awal dari kesadaran persatuan dan perlawanan terhadap dominasi tunggal (VOC) oleh komunitas Muslim Hitu, desersi Kristen Ternate di Hoamal, Seram Barat, rakyat dan Kerajaan Gowa, serta para pelaut Makassar.

Aliansi ini mungkin memiliki jaringan perlawanan yang sudah terbentuk di Jawa, karena aliansi tersebut dipimpin oleh Kakiali, seorang Hitu yang merupakan murid Sunan Giri.

Persatuan inilah yang membuat nasionalisme nusantara mulai terbentuk sebagai kuda hitam dengan bukti adanya pertempuran segitiga kekuatan dunia saat itu, yaitu VOC Portugis, Spanyol dan Belanda dalam menguasai Timur.

Perlawanan berdarah dan berdarah tersebut melahirkan pejuang-pejuang hebat seperti Philip Latumahina, Anthony Rebak, Said Command, dan Pattimura alias Thomas Matulessy.

Baca juga Tata Cara Menggunakan Minyak Cengkeh Untuk Sakit Gigi

Persaingan Cengkeh Zanzibar

Selama hampir dua abad, VOC menguasai perdagangan cengkeh. Piere Poivre, seorang penjelajah asal Perancis, berhasil mengikuti benih cengkeh dari Maluku dan membudidayakannya di Zanzibar, koloni Perancis.

Persaingan bebas menempatkan cengkeh Zanzibar sebagai primadona, menggusur cengkeh Indonesia. Cengkeh Zanzibar semakin berkurang karena kandungan minyaknya yang lebih rendah.

Selanjutnya, Perusahaan Hindia Timur Prancis berhasil membawa VOC ke jurang kebangkrutan sekaligus merebut monopoli perdagangan cengkeh Eropa pada tahun 1798.

Pada pertengahan abad XIX, harga cengkeh dari Ambon-Lease cenderung turun. Dan jumlah produksi terus menurun sejalan dengan penghapusan kebijakan tanam paksa sejak 1 Januari 1864. Perkebunan dan perdagangan komoditas cengkeh Indonesia porak poranda.

Hingga suatu saat harga Cengkeh Ambon menunjukkan grafik yang meningkat. Jumlah pohon cengkeh juga meningkat di afdeling Ambon dan Ternate. Penuhi kebutuhan bumbu rokok kretek. Fenomena maraknya industri rokok kretek, rokok kretek asli nusantara.

 

Jenis Cengkeh yang ada di Indonesia

Budidaya cengkeh dipraktekkan oleh banyak orang karena harga dan manfaatnya yang luar biasa. Tapi tahukah anda jenis-jenis cengkeh yang ada di Indonesia? Berikut ini gambaran jenis-jenis cengkeh yang ada di Indonesia.

  • Cengkeh Kotok

Cengeh si Kotok memiliki daun kecil, berwarna hijau sampai hijau tua dan hijau mengkilat. Jenis pohon cengkeh ini memiliki daun yang rimbun dan cabang yang rendah, semua cabangnya ditumbuhi daun yang rimbun.

Cengkeh jenis kotok memiliki bunga berwarna kuning kemerahan saat masak. Setiap rumpun siotok menghasilkan 20 sampai 50 pucuk.

  • Cengkeh Ambon

Untuk cengkeh ambon, daunnya berbentuk lonjong. Daun tua berwarna hijau, sedangkan daun muda berwarna merah kekuningan.

Cabang pohon cengkeh di Ambon tidak beraturan. Bunga yang siap dipanen berwarna kuning kemerahan dengan jumlah bunga mulai dari 17 hingga 27 per rumpun.

  • Cengkeh Putih

Selanjutnya adalah cengkeh putih. Bilah daun besar. Terbesar dibandingkan jenis cengkeh lainnya. Daunnya umumnya berwarna kuning muda atau hijau.

Cengkeh jenis ini memiliki cabang yang lebih tipis dibandingkan dengan jenis cengkeh lainnya. Itu kurang padat tapi lebih tinggi dan lebih tinggi. Bunganya besar dan kuning. Di setiap rumpun ada puluhan bunga yang tumbuh.

  • Cengkeh Zanzibar

Yang terakhir adalah cengkeh jenis Zanzibar. Daunnya tipis dan ramping memanjang. Daunnya berwarna hijau tua. Cabang-cabangnya kurang lebat tetapi tidak setipis cengkeh putih. Bunganya berwarna merah tua dengan produksi per rumpun tertinggi di antara jenis cengkeh lainnya.

Sejauh yang penulis ketahui, produsen rokok kretek yang memproduksi rokok kretek tidak membedakan jenis rokok yang mereka gunakan dalam produk rokok kretek yang mereka produksi.

Pemilihan bunga cengkeh Banyak hubungannya dengan kualitas bunga yang dipanen, bentuk bunga cengkeh yang utuh, dan kandungan air yang terkandung dalam cengkeh yang dihasilkan.

 

Sekilas Tentang Cara Menanam Cengkeh

Cengkeh telah menjadi salah satu komoditas terpenting dalam perdagangan, khususnya rempah-rempah. Karena banyak kelompok tani yang mempraktekkan budidaya cengkeh ini.

Di Indonesia tanaman cengkeh banyak ditemukan di berbagai daerah di Sulawesi, seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Bahkan saat ini cengkeh tidak hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan dari pasar dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.

Maka tidak heran jika banyak petani cengkeh yang mencari dan melakukan berbagai cara budidaya cengkeh agar cepat berbuah.

Cengkeh merupakan salah satu jenis tanaman yang cocok di daerah yang beriklim panas dan curah hujan yang merata. Kisaran suhu yang baik untuk budidaya cengkeh berkisar antara 22-30 derajat celcius dengan curah hujan antara 1500-4500 mm per tahun.

Sedangkan di daerah yang berpotensi angin kencang tidak disarankan untuk menanam cengkeh karena kurang cocok.

 

Cara Menanam Cengkeh

1. Persyaratan Tumbuh

Tanaman cengkeh tumbuh subur di tanah liat, kaya akan tropis lembab, dan tumbuh subur di tanah merah. Iklim yang lebih sejuk dengan curah hujan yang populer sangat ideal untuk lokasi yang sedang tumbuh.

Karena tanaman cengkeh tidak tahan terhadap kekeringan. Jika pohon cengkeh mengalami kekeringan dapat menyebabkan kematian pohon yang berumur 1 tahun sampai 2 tahun. Kekeringan pada pohon tua / dewasa menyebabkan cabang mati, juga menyebabkan hasil yang kurang produktif.

Drainase yang baik, karena tanaman tidak tahan dengan kondisi masuknya air. Tanaman cengkeh ini dapat tumbuh subur di daerah dengan curah hujan tahunan 150 sampai 300 mm dan tanaman cengkeh ini dapat tumbuh pada ketinggian 1500 m dpl.

2. Persiapan Bibit dari Polong

cara menanam cengkeh

Cara menanam cengkeh yang pertama adalah dengan memilih bibit unggul dari tanaman cengkeh tersebut. Bibit cengkeh bisa anda dapatkan dengan cara membeli bibit langsung di toko perkebunan terdekat atau menggunakan buah cengkeh yang anda miliki di rumah.

Cengkeh disarankan cengkeh yang sudah tua dan memiliki warna ungu kehitaman.

Pastikan juga cengkeh yang Anda pilih benar-benar buah yang matang di pohonnya. Jika Anda memiliki buah yang berkualitas, langkah selanjutnya adalah menggunakan biji buah sebagai bijinya.

Cara mendapatkan bibit cengkeh:

  1. Kupas kulit siung dengan sangat hati-hati.
  2. Pastikan biji cengkeh tidak melepuh atau terpotong.
  3. Kemudian buang bijinya dari siung.
  4. Biji cengkeh yang terlalu kecil atau berbintik hitam.
  5. Kemudian rendam benih terpilih di air selama satu hari.
  6. Cuci benih cengkeh dengan air bersih.
  7. Ulangi pencucian sebanyak tiga kali hingga lendir tidak lagi menempel di biji.

3. Persiapan Media Tanam

Cara menanam cengkeh yang kedua adalah dengan memperhatikan pilihan media sebelum menanam bibit cengkeh. Beberapa alat dan bahan yang Anda buat untuk menanam cengkeh adalah sebagai berikut.

  • Tanah yang subur.
  • Pupuk.
  • Pot atau polybag plastik dengan lubang di bagian bawah.
  • Cetok
  • Cukup air.

4. Pembibitan Polong

cara menanam cengkeh

Cara menanam cengkeh selanjutnya yaitu bibit harus ditanam terlebih dahulu menggunakan media tanam yang lebih kecil untuk menumbuhkan akar cengkeh. Dengan cara ini persemaian dapat dengan mudah dikontrol dan dipantau hingga pertumbuhan tunas tanaman.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menabur adalah sebagai berikut:

  1. Pertama-tama, campur tanah dan pupuk kandang. Rasionya 2 banding 1.
  2. Kemudian hak cipta campuran tanah dengan pupuk ke dalam pot plastik atau polybag yang telah disediakan.
  3. Buat lubang di tengah tanah.
  4. Masukkan biji cengkeh ke dalam lubang yang sudah dibuat.
  5. Tutupi benih cengkeh dengan tanah.
  6. Kemudian perlahan-lahan padatkan tanah.
  7. Siram banyak air, tetapi jangan sampai mandek.
  8. Simpan bibit cengkeh yang potensial di lokasi yang strategis dan aman dari angin kencang.
  9. Pastikan pot berisi biji cengkeh hingga 25 persen.
  10. Pantau pertumbuhan benih cengkeh secara rutin.

5. Persiapan Lahan

Cara keempat menanam cengkeh terkait dengan pengelolaan lahan yang baik. Pengelolaan tanah harus dilakukan dua bulan sebelum penanaman benih cengkeh. Perlu waktu lebih lama agar lahan siap untuk ditanami cengkeh.

Berikut ini adalah metode pengelolaan lahan yang baik.

  1. Pilih lahan di area terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
  2. Kemudian bersihkan areal penanaman bibit cengkeh dari bebatuan, alang-alang atau gulma.
  3. Lakukan pelonggaran tanah.
  4. Biarkan area yang gembur selama seminggu untuk mendisinfeksi tanah dari gas yang mengancam pertumbuhan tanaman cengkeh.
  5. Cangkul tanah tidak lebih dari 75 cm.
  6. Maka pertanyaan tentang lebar lubang tanam adalah kira-kira. 50 cm.
  7. Taruh kotoran di dalam lubang.
  8. Biarkan setidaknya selama sebulan agar pupuk dapat menembus tanah.

6. Pemindahan Bibit Cengkeh

cara menanam cengkeh

Yang dibutuhkan dalam pemindahan bibit cengkeh adalah bibit cengkeh itu sendiri dan lahan permanen yang dijadikan kebun cengkeh. Bibit cengkeh yang bisa dipindahkan ke lahan permanen saat berumur 2 tahun.

Pemindahan benih dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Pastikan bibit yang akan ditanam adalah bibit dengan batang lurus.
  2. Sobek polybag
  3. Ambil biji cengkeh sampai ke akarnya
  4. Semprot dengan air untuk menghilangkan kotoran
  5. Tanam benih di lubang yang sudah disiapkan
  6. Tutupi dengan tanah
  7. Kompak perlahan
  8. Ikat tanaman dengan kayu
  9. Tempatkan kayu bertengger di sisinya
  10. Taburkan pupuk di sekitar tanaman
  11. Isi kembali dengan tanah
  12. Taburkan kapur pertanian di sekitar tanaman untuk meningkatkan pH tanah.

7. Perawatan Tanaman

Cara menanam cengkeh selanjutnya adalah dengan menanam benih cengkeh yang ditanam di tanah yang lebat dan tumbuh subur karena banyaknya serangan hama yang dapat menyerang benih cengkeh.

Ini dapat menyebabkan kematian tanaman. Perawatan di tahun-tahun awal, perawatan harus dilakukan dengan sangat serius untuk mempertahankan tanaman agar menjadi kuat, besar dan subur.

Perawatan atau pemeliharaan tanaman cengkeh dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini.

  1. Lakukan pemupukan secara rutin setiap 4 bulan sekali selama dua tahun pertama setelah tanam cengkeh.
  2. Kemudian lakukan penyemprotan insektisida jika terdapat hambatan pertumbuhan tanaman atau masalah pada daun.
  3. Sirami tanaman cengkeh terutama pada musim kemarau dengan air yang cukup.
  4. Hapus semua gulma atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman gulma.
  5. Lakukan pelonggaran tanah sebulan sekali. Sehingga tanahnya selalu menyala.

8. Proses Panen

Menunggu panen cengkeh harus didasari kesabaran. Bagaimana bisa. Untuk memanen cengkeh, pekebun ini harus menunggu lima tahun.

Sejauh mengetahui informasi ini, calon pembudidaya tidak perlu khawatir akan hal ini karena jumlah cengkeh yang dihasilkan saat panen raya sangat tinggi. Selain itu, proses pemanenan juga bisa dilakukan beberapa kali pada pohon yang sama.

Satu pohon bisa menghasilkan 3 sampai 5 kilogram cengkeh. Pohon cengkeh bisa dipanen 3 sampai 6 kali. Interval waktu panen 5 sampai 7 hari. Pemetikan atau pemanenan harus dilakukan pada waktu yang tepat. Jika panen lebih awal atau bahkan lebih lambat, cengkeh merespon sebagai cengkeh berkualitas rendah.

Dan proses memanen cengkeh biasanya dilakukan dengan cara memetik bunganya. Jangan sampai bunganya mekar, karena biasanya bunga tersebut masih dalam kondisi kuncup.

Cukup memetik bunganya, tanpa menyertakan ranting dan daunnya. Tujuannya untuk menjaga pertumbuhan pucuk cengkeh. Setelah memetik bunga cengkeh, letakkan di keranjang atau wadah yang sudah disiapkan.

 

Produk Dari Cengkeh

Untuk mempermudah dalam pendistribusian dan penggunaan cengkeh, biasanya sebuah perusahaan akan merubahnya menjadi produk baru yang dapat dikemas. Berikut ini contoh produk dari cengkeh yang dapat dengan mudah anda dapatkan.

  • Bahan Campuran Rokok

Perkembangan produksi rokok kretek sangat ditentukan oleh perkembangan jumlah perokok. Dalam satu dekade terakhir, meski kampanye anti rokok sangat gencar, jumlah perokok diperkirakan terus meningkat, meski pertumbuhannya sedikit berkurang.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada sejumlah perokok yang berhenti, namun jumlah perokok baru lebih tinggi. Logikanya, jumlah perokok baru datang dari populasi usia muda.

Diperkirakan jumlah perokok di Indonesia adalah sekitar 22-28% dari jumlah penduduk atau sekitar 53-68 juta perokok dengan konsumsi per kapita 3.600-4.700 batang per tahun.

Produksi rokok kretek nasional setiap tahun mengalami peningkatan dengan rata-rata 4,2% dalam lima tahun terakhir (2007-2011). Peningkatan produksi ini disebabkan adanya perubahan komposisi produk rokok kretek.

Cengkeh merupakan salah satu jenis rempah yang dikenal sebagai identitas masyarakat Maluku Utara. Menurut saya, cengkeh ini merupakan elemen pendukung yang wajib di tingwe, karena rasanya yang sangat pas jika dipadukan dengan tembakau.

Bumbu ini juga menghasilkan “kumretek” pada rokok yang dihisap. Cengkeh memiliki rasa yang pahit dan pedas, namun aromanya manis dan cukup kuat.

Banyak khasiat lain dari cengkeh, seperti digunakan sebagai bumbu masakan, juga bisa dibuat menjadi minyak untuk dijadikan aromaterapi.

 

  • Minyak Cengkeh

Ya, Minyak cengkeh merupakan minyak atsiri yang berasal dari bunga cengkeh (Syzygium aromaticum). Minyak ini dibuat dengan mengekstraksi kuncup bunga cengkeh kering.

Ciri minyak cengkeh memiliki warna kuning pucat hingga coklat keemasan, dan memiliki aroma pedas yang kuat.

Minyak ini kaya akan fenilpropanoid yang merupakan kelompok senyawa dari tumbuhan dengan senyawa utama yaitu eugenol. Senyawa bioaktif lain yang terdapat pada minyak cengkeh yaitu timol, carvacrol, dan cinnamaldehyde.

Cara Membuat Minyak Cengkeh

Alat dan Bahan:
  • Daun cengkeh kering rontok
  • Ketel plat besi (plateer)
  • Perapian
  • Kondensor (berupa kolam yang pipanya terendam dalam spiral atau pipa baja dalam bentuk melingkar)
  • 4 drum plastik 200 liter untuk menampung minyak cengkeh
  • Sendok
  • Jeriken
  • Minyak Korong
  • Kain saring
Cara Membuat Minyak Cengkeh:
  1. Langkah pertama adalah proses distilasi. Proses destilasi dilakukan dengan memanaskan bahan baku dan air yang dimasukkan ke dalam ketel yang kemudian dipanaskan.
  2. Prosesnya bisa menggunakan bahan bakar berupa limbah daun cengkeh tadi, atau bisa juga menggunakan bahan bakar lain.
  3. Nantinya uap air dan uap minyak daun cengkeh akan mengalir melalui pipa menuju kondensor. Kondensor bisa menjadi kolam.
  4. Semakin lama uap minyak daun cengkeh dan uap air berada di kolam pendingin, semakin baik pula proses kondensasinya.
  5. Air kolam harus dijaga pada suhu yang dingin.
  6. Pengembunan ini akan merubah uap air dan uap minyak daun cengkeh menjadi bentuk cairan berupa minyak cengkeh dan air yang terkumpul di dalam drum.

Metode destilasi menggunakan uap air memiliki kelebihan. Distilasi air dan uap ini relatif murah atau ekonomis.

Biaya yang dibutuhkan relatif rendah dengan rendemen minyak daun cengkeh yang memadai dan masih memenuhi standar kualitas yang diinginkan konsumen. Kelemahan utamanya adalah kecepatan distilasi yang rendah.

Selain dengan cara diatas, gunakanlah mesin cengkeh agar lebih efisien dalam segi waktu dan tenaga.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •