Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya dimana karyawan teladan ditentukan oleh manajemen, di bulan Januari 2020 ini Karyawan Teladan ditentukan langsung oleh Direktur Rumah Mesin. Indikator yang digunakan juga berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya. Untuk karyawan teladan Januari 2020 ini lebih spesial karena semuanya ditentukan oleh Direktur Rumah Mesin secara langsung.

Sebelumnya, kriteria Karyawan Teladan antara lain pengetahuan pekerjaan (kompetensi dalam bekerja), inisiatif pekerjaan (antusias, inisiatif/proaktif dan kreatif dalam bekerja), produktifitas dan efisiensi kerja (semangat dan tanggungjawab terhadap penggunaan waktu kerja dan sumberdaya), komunikasi, kerjasama, sikap dan tanggung jawab (sikap profesional dalam bekerja), serta disiplin dan kehadiran.

Selain berdasarkan beberapa aspek tersebut, sholat di awal waktu bagi karyawan yang beragama muslim menjadi nilai plus dalam penilain kandidat Karyawan Teladan. Sholat di awal waktu ini juga menjadi karakter penilaian karyawan teladan Januari 2020 oleh Direktur Rumah Mesin yang diberikan kepada karyawan Rumah Mesin di Limasan, Kamis (06/02/2020).

Kali ini, yang menjadi karyawan teladan Rumah Mesin adalah Nugroho Hariyo. Bapak Manshur Mashuri, S.T. memilih Nugroho Hariyo karena dari seluruh karyawan yang mengikuti pengajian hanya Nugroho yang memenuhi kriteria. Adapun 3 kriteria yang dipenuhi oleh Nugroho Hariyo adalah sholat berjamaah di masjid, puasa, dan juga sholat tahajud.

Dari sekian banyak perusahaan yang ada, Rumah Mesin termasuk salah satu perusahaan yang memprioritaskan ibadah untuk karyawannya. Bukan hanya mengejar target angka saja, tetapi manajemen juga menginginkan karyawannya untuk mengimbangi dengan ibadah untuk bekal di akherat nantinya.

Hal tersebut terlihat dari komitmen Rumah Mesin yang selalu mempersialakan karyawannya untuk sholat di awal waktu, sholat dhuha, dan juga pengajian setiap minggu baik kajian umum maupun kelas tahsin bagi karyawan yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Selain itu, Direktur Rumah Mesin juga memberikan hadiah untuk karyawan terbaiknya.

Dua orang karyawan Rumah Mesin yang sudah diberangkatkan untuk menunaikan ibadah Umrah di tahun 2019. Kemudian di tahun 2020 ini Rumah Mesin akan kembali memberangkatkan tiga karyawan. Manajemen berharap, di tahun yang akan datang bisa kembali memberangkatkan karyawannya yang dinilai layak untuk mendapatkannya ke tanah suci.