Proses pembuatan pupuk kompos tidaklah sulit. Butuh kesabaran dan ketelatenan dalam proses pembuatannnya agar menghasilkan pupuk yang baik

Pupuk Kompos Organik

Pada dasarnya seluruh sampah organik lambat laun pasti akan lapuk dan terurai dengan sendirinya. Hasil pelapukan sampah organik ini yang umum dikenal masyarakat sebagai proses pengomposan.

Pupuk kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang hingga sekarang dikenal luas di masyarakat. Pupuk kompos berasal dari hasil pelapukan dari sampah organik, baik dengan cara sengaja maupun tidak disengaja.

Apabila di definisikan secara lengkap, maka pupuk kompos adalah sisa-sisa sampah organik yang telah mengalami proses pelapukan, bentuknya berubah (menjadi seperti tanah), tidak berbau, dan mengandung unsur yang dibutuhkan tanaman.

Pupuk Kompos juga merupakan salah satu jenis pupuk organik yang berasal dari hasil penguraian/dekomposisi bahan organik yangg dilakukan oleh mikro organisme aktif seperti bakteri/jamur/mikroba.

Proses pembuatan pupuk kompos

proses pembuatan pupuk kompos

Salah satu sampah yang sangat cocok untuk diolah menjadi pupuk kompos adalah sampah organik rumah tangga. Pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos memiliki manfaat ganda, yaitu mengatasi masalah penumpukan sampah rumah tangga, sekaligus mendapatkan pupuk organik yang sangat bermutu.

syarat pertama dan utama dalam pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos adalah pemilahan sampah. Sampah rumah tangga harus selalu di pisahkan menjadi sampah organik dan anorganik. Hanya sampah organik yang bisa diolah untuk dijadikan pupuk kompos.

Proses pembuatan pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga sangat mudah dan sederhana. Peralatan dan bahan yang dibutuhkan cukup murah dan mudah diperoleh.
Peralatan dan bahan yang diperlukan adalah :

Bahan pembuatan pupuk kompos :

  • Sampah organik seperti, sisa sayuran, nasi, sisa buah-buahan, dan seluruh sampah yang berasal dari bahan alami.
  • Serbuk gergaji atau bisa juga tanah
  • Aktivator, yaitu zat yang akan memicu kerja organisme pengurai sehingga akan mempercepat proses pembusukan dan penguraian bahan sampah organik. Terdapat banyak jenis aktivator yang ada di pasaran. Yang akan kita gunakan kali ini adalah EM4.
  • Air secukupnya

Alat yang di butuhkan untuk pembuatan pupuk kompos :

  • Alat pemotong untuk mencacah sampah organik misalnya pisau. Jika ingin lebih praktis anda dapat menggunakan mesin pencacah sampah organik
  • Tempat menampung sampah organik, dapat menggunakan ember bekas cat dan wadah bekas lainnya yang sudah tidak digunakan.
    Alat pengaduk
  • Ember untuk melarutkan aktivator.

Cara membuat pupuk kompos dengan memanfaatkan sampah rumah tangga adalah sebagai berikut :

  1. Sampah organik rumah tangga sampai berukuran kecil (semakin kecil, maka akan memper cepat proses pengomposan yang sedang berlangsung)
  2. Tambahkan tanah/serbuk gergaji sebagai inokulan
  3. Larutkan EM4 dengan air. Tuangkan larutan aktivator/starter pupuk kompos ke bahan kompos. Lalu aduk rata.
  4. Tambahkan lagi larutan aktivator bila dirasa campuran masih terlalu kering
  5. Selanjutnya masukkan ke dalam wadah pengomposan
  6. Tutup wadah rapat-rapat
  7. Adukpupuk kompos seminggu sekali agar aliran udara dalam wadah berlangsung dengan baik.
    Selama proses pengomposan, suhu pupuk kompos dalam wadah akan naik, ini menandakan bahwa mikroorganisme sedang bekerja
  8. Memasuki minggu 7-8 pengomposan sudah selesai, suhu dalam wadah akan normal kembali.
  9. Pupuk kompos yang sudah jadi siap untuk digunakan. Bisa dilakukan pengayakan dan pengemasan jika untuk skala usaha.
  10. Pupuk kompos yang baik akan berwarna cokleat kehitaman, berbau tanah, dan berbutir halus.

Terdapat beragam manfaat dari penggunaan pupuk kompos dalam budi daya tanaman. Penambahan pupuk kompos pada media tanam akan memberikan manfaat dan kelebihan sebagai berikut :

  • Merupakan sumber zat hara makro dan mikromineral secara lengkap, walaupun dalam jumlah yang relatif kecil.
  • Dalam jangka panjang, kompos dapat memperbaiki kadar pH pada tanah masam.
  • Mengandung humus yang sangat dibutuhkan untuk peningkatan zat hara makro dan mikro pada tanah
  • Memperbaiki struktur tanah yang pada awalnya padat menjadi lebih gembur
  • Meningkatkan kemampuan penyerapan air oleh tanah
  • Meningkatkan aktivitas mikroba yang ada dalam tanah
  • Menekan pertumbuhan dan serangan penyakit pada tanaman

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan beragam penelitian yang sudah dilakukan, dewasa ini semakin banyak dikenal berbagai bahan dan metode pembuatan pupuk kompos yang lebih efektif.

Sejatinya pembuatan pupuk kompos juga harus disesuaikan dengan tujuan pembuatan pupuk kompos, sehingga bahan dan manfaat pupuk kompos akan sesuai dengan yang kita harapkan.

Kandungan yang terdapat pada pupuk kompos organik

proses pembuatan pupuk kompos

Pupuk kompos organik mengandung banyak sekali unsur yang akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman yang sedang kita tanam, diantara nya :

  • Nitrogen

    Unsur nitrogen atau N merupakan unsur hara di dalam tanah yang memiliki peranan besar bagi pertumbuhan tanaman. Perilaku nitrogen yang ada di dalam tanah sulit diperkirakan karena transformasinya sangatlah kompleks. Lebih dari 98% nitrogen di dalam tanah tidak tersedia untuk tanaman karena terakumulasi dalam bahan organik atau terjerat di dalam mineral liat. Oleh karena itu, bahan organik yang sudah di tranformasikan menjadi pupuk kompos dapat menyediakan kebutuhan nitrogen bagi tanaman. Suplai unsur nitrogen melalui pemupukan lebih di utamakan untuk tanaman karena nitrogen merupakan unsur yang paling banyak hilang dari lahan setelah dilakukan panen.

  • Fospor

    Selain unsur nitrogen, bahan organik juga membantu menyediakan unsur fospor atau P dalam tanah. Unsur P merupakan zat yang sangat penting, tetapi selalu berada dalam keadaan kurang di dalam tanah. Unsur P sangatlah penting sebagai sumber energi bagi tanaman. Oleh karena itu kekurangan P akan menghambat pertumbuhan dan reaksi-reaksi metabolisme tanaman. Sementara itu kandungan fospor pada tanaman akan membantu dalam pertumbuhan bunga, buah dan biji, dan mempercepat pematangan buah.

  • Kalsium

    Air sangat di butuhkan tanaman untuk hidup, penyerapannya sangat di bantu dengan adanya kalsium. Kalsium juga berperan dalam mengaktifkan pembentukan bulu-bulu akar, biji dan menguatkan batang tanaman. Kalsium dapat di gunakan oleh tanaman untuk menetralkan kondisi senyawa dan kondisi tanah yang merugikan. Kekurangan unsur ini akan menghambat pertumbuhan pucuk, ranting, dan batang tanaman. Bahkan jika kekurangannya parah, akan menyebabkan ujung akar dan akar rambut akan mati sehingga pada akhirnya tanaman juga mati.

  • Kalium

    Kalium memiliki fungsi dalam pembentukan protein dan karbohidrat, selain itu, unsur ini juga sangat berperan penting dalam pembentukan antibodi tanaman untuk melawan penyakit yang sering menjangkiti tanaman. Ciri fisik pada tanaman yang mengalami kekurangan kalium yaitu, daun tampak keriting, dan mengkilap. Lama kelamaan, daun akan menguning di bagian pucuk dan pinggirnya.

  • Belerang

    Belerang merupakan unsur penting kedua setelah unsur nitrogen dalam proses pembentukan asam amino pada tanaman. Unsur yang satu ini juga membantu proses pertumbuhan lainnya, seperti pembentukan bintil pada akar, pertumbuhan tunas, dan pembentukan hijau daun (klorofil). Tanaman yang mengalami kekurangan unsur belerang akan menyebabkan daun mudanya mengkilap agak keputihan, selanjutnya akan berubah menjadi kuning hijau. Pertumbuhan tanaman akan menjadi terhambat. Bahkan, tanaman akan terlihat kurus, kerdil, dan batangnya pendek.

  • Magnesium

    Pada mumnya magnesium berfungsi untuk membantu proses pembentukan hijau daun atau klorofil. Selain itu juga berfungsi membantu proses transportasi fosfat yang ada dalam tanaman. Kekurangan magnesium akan menyebabkan pucuk bagian di antara jari-jari daun tampak tidak berwarna. Kondisi seperti ini akan tampak pertama kali di bagian bawah daun, kemudian meningkat ke bagian atasnya. Sementara itu, daun akan berbentuk tipis, tampak mengering, dan bentuknya melengkung ke atas.

Jenis-jenis Pupuk Kompos

Proses pembuatan pupuk kompos

Pupuk kompos juga memiliki banyak jenis. Jenis-jenisnya tersebut ditentukan melalui tiga aspek, yang pertama, dilihat dari proses pembuatan pupuk kompos, ada kompos aerob dan juga anaerob.

Kedua, dilihat dari dekomposernya, ada kompos yang menggunakan mikroorganisme ada pula kompos yang memanfaatkan aktivitas makroorganisme.

Ketiga, dilihat dari bentuknya ada pupuk kompos yang berbentuk padat dan ada juga yang cair. Berikut ini jenis-jenisi dari pupuk kompos :

Pupuk Kompos Aerob

Pupuk Kompos jenis ini melibatkan proses biokimia yang melibatkan oksigen dalam proses pembuatannya. Bahan baku yang digunakan adalah sisa tanaman, kotoran hewan atau bisa juga campuran antara kedua bahan tersebut.

Dalam prosesnya, pembuatan pupuk kompos jenis ini memakan waktu 40 hingga 50 hari. Lamanya waktu ini tergantung dari jenis dekomposer dan bahan baku pupuk yang digunakan.

Pupuk Bokashi

PupukKompos yang satu ini merupakan jenis yang sangat terkenal dalam dunia pertanian maupun tanaman. Khas dari pupuk ini terletak pada jenis inokulan yang digunakan sebagai starternya, yaitu efektif mikroorganisme atau yang biasa disebut EM4.

Inokulan adalah campuran dari berbagai macam mikroorganisme pilihan yang dapat mendekomposisi bahan organik dengan efektif dan cepat. Pupuk ini pula yang paling cepat jadi dalam proses pembuatannya.

Vermikompos

Yangketiga ada vermikompos yang merupaka salah satu jenis kompos yang memanfaatkan kemampuan makroorganisme sebagai pengurainya. Makroorganisme yang digunakan vermikompos adalah cacing tanah dari jenis Lumbricus atau sejenisnya.

Dalam proses pembuatan vermikompos, cacing yang akan digunakan sudah diberi pakan dalam bentuk bahan organik. Kotoran dari cacing yang sudah diberi makan inilah yang akhirnya digunakan sebagai pembuatan pupuk kompos jadi jenis vermikompos.
Namun, selain menggunakan cacing, pembuatan vermikompos juga dapat menggunakan mikroorganisme lain seperti belatung.

Pupuk Organik Cair

Pupuk kompos jenis ini merupakan pupuk kompos yang dibuat dengan cara pengomposan basah. Dalam proses pembuatannya bisa berlangsung aerob maupun anaerob.

Pupuk organik cair dibuat karena sifatnya yang mudah diserap oleh tanaman. Dari beberapa pengalaman, pupuk organik cair ini juga lebih efektif diberikan pada daun dibandingkan pada akar tanaman.

Tetapi, berbeda dengan sistem tanam hidroponik, maka akan lebih efektif jika diberikan pada akar dibanding pada daunnya. Dalam penggunaannya, harus diperhatikan pula takaran dari dosis yang tepat.

Jika anda tidak memperhatikan dosisnya, maka daun yang kamu semprotkan akan menjadi layu. Bukannya mengalami keuntungann, Hal ini justru akna menjadi kerugian.Jadi pelajarilah terlebih dahulu dalam penggunaannya agar anda tidak mengalami kerugian.

 

Itulah jenis-jenis dari pupuk ini yang dipengaruhi dari aspek dekomposer, pembuatan, dan juga bentuk.

Jangan lupa untuk memperhatikan cara pemakaian pupuk kompos sesuai dengan jenisnya dan juga fungsi masing-masing dari jenisnya.

 

Semoga artikel yang saya bahas kali ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda.