Home » Artikel » Artikel Proses » Ssst…! Ini Dia 35 Bumbu Dapur Masakan Indonesia, Incaran Dunia..

Ssst…! Ini Dia 35 Bumbu Dapur Masakan Indonesia, Incaran Dunia..

Indonesia memang negara yang kaya akan aneka bumbu dapur dan rempah-rempah yang mempunyai peranan penting dalam pengolahan makanan. Apalagi masakan Indonesia terkenal akan citarasanya yang sedap dan mantap. Rahasianya tentu dari aneka rempah-rempah yang menjadi bumbu masakan.

Sejak jaman dahulu, Indonesia memang sudah terkenal dengan kearifan lokalnya dari kekayaan rempah-rempahnya. Bahkan sampai para pedagang dari berbagai negara berbondong-bondong datang ke Nusantara demi untuk bisa memperoleh berbagai rempah-rempah yang ada di Indonesia.

Sekarang ini sudah banyak kita temukan ada berbagai macam jenis bumbu yang sangat bervariasi, baik dari segi bentuk, rasa, maupun kegunaannya. Semua itu tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Bahkan Anda pun juga bisa membuat dan mengolah bumbu racikan Anda sendiri dengan menggunakan mesin pembuat bumbu untuk bisa menghasilkan bumbu kering maupun bumbu basah. Apalagi dengan bisa membuat bumbu olahan sendiri Anda memiliki peluang untuk menjadikannya sebagai bisnis bumbu olahan, karena jaman sekarang banyak orang yang memilih cara yang praktis dalam memasak suatu makanan.

Penasaran bumbu dapur apa saja yang membuat masakan Indonesia terasa begitu nikmat dan lezat? Simak 35 Aneka Bumbu Dapur Masakan Indonesia yang perlu Anda ketahui berikut ini.

35 Bumbu Dapur Masakan Indonesia yang jadi Incaran Dunia

 

1.) Bawang Merah

bawang merah

Rempah yang satu ini mungkin yang paling populer, karena hampir semua masakan nusantara menggunakan bawang merah sebagai bumbu dasar. Bawang merah ini merupakan salah satu bumbu dapur yang paling banyak digunakan dalam berbagai jenis masakan Indonesia.

Bawang merah ini memberikan citarasa yang khas dan membuat suatu masakan itu menjadi terasa lebih gurih. Sekarang ini juga ada bawang merah yang dikhususkan untuk membuat bawang goreng, teksturnya itu lebih ramping dan memiliki warna pucat. Dalam masakan maka bawang merah biasanya diiris tipis atau diuleg dan ditumis, bisa jjuga digoreng kering sebagai taburan untuk memberikan rasa sedap di hidangan berkuah atau bisa juga dimakan segar bersanding dengan kol dan cabai rawit misalnya pada masakan sate kambing.


2.) Bawang Putih

bawang putih

Siapa yang tidak mengenal umbi berwarna putih yang satu ini ini? bersanding dengan bawang merah, bawang putih ini menjadi salah satu bumbu yang populer dan umum ditemui di setiap dapur masyarakat Indinesia. Aromanya yang kuat dan khas mampu memberikan rasa lezat di masakan. Dalam penggunaan umumnya umbi dihaluskan, dicincang, dipipihkan atau juga bisa dibiarkan utuh di dalam masakan. Untuk menghasilkan aroma terbaik di dalam tumisan maka bawang putih yang telah dicincang atau dihaluskan sebaiknya ditumis menggunakan minyak panas hingga tercium aroma harum namun tidak sampai membuatnya gosong tergoreng.


3.) Bawang Bombay

bawang bombay

Hampir sama dengan bawang merah dan bawang putih, Bawang Bombay mempunyai ukuran yang lebih besar, berbentuk bulat, dan terdapat dua warna yaitu merah dan kuning. Selain digunakan untuk menyedapkan aneka masakan tumisan dan kuah maka bawang bombay umum juga untuk  dikonsumsi segar di dalam salad (terutama jenis yang merah) atau dalam bentuk tergoreng dalam balutan tepung bernama onion ring.

Aroma dan rasanya yang tidak terlalu kuat seperti bawang merah, jadi membuat bawang bombay ini lebih luas penggunaannya di dalam aneka masakan di Indonesia dan di dunia. Baik bawang merah dan bawang bombay, sebaiknya disimpan di dalam ruangan yang kering, tidak lembab dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari menyimpan bawang di dalam kulkas karena aromanya yang kuat akan mempengaruhi bahan makanan lain di dalam kulkas Anda.


4.) Cabai

cabai

Siapa yang tidak mengenal cabai? Mengingat banyak di kalangan masyarakat Indonesia yang menyukai makanan pedas, sepertinya bumbu dapur yang satu ini wajib ada di kuliner Indonesia. Rasanya yang pedas karena kandungan senyawa capsaicin di dalamnya membuat cabai menjadi salah satu bumbu dapur terfavorit di beberapa negara. Kalau di Indonesia sendiri, penggunaan cabai seringnya ditumbuk dan bisa langsung ditambahkan ke dalam masakan atau bahkan langsung dimakan bersama makanan yang lainnya. Cabai juga dikonsumsi dalam bentuk segar, dikeringkan atau diolah menjadi acar cabai (cabai direndam dalam larutan cuka, garam dan gula). Cabai yang sudah kering umumnya ditumbuk halus menjadi bubuk cabai dan dikemas di dalam botol-botol kedap udara. Cabai dalam kondisi kering ini memiliki masa simpan yang lama.

Cabai segar umumnya mudah sekali kehilangan kesegarannya dan busuk, karena itu selalu simpanlah cabai segar di dalam kulkas menggunakan wadah yang berlubang atau bungkusan kertas sehingga tetap kering dan tidak lembab. Atau kalau Anda ingin masa simpan yang lama maka bisa membekukannya di dalam freezer.


4.) Santan

santan kelapa

Santan merupakan salah satu bumbu dapur yang sering digunakan pada masakan Indonesia, karena ada begitu banyak kuliner nusantara yang menggunakan santan sebagai bahan dasarnya. Santan ini diperoleh dari hasil perasan kelapa yang dijadikan sebagai penambah aroma, rasa, dan bisa memperbaiki tekstur makanan. Selain sebagai bahan masakan, ternyata santan kelapa ini juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, bisa Anda cari tahu di 30 Manfaat Santan Kelapa untuk Kesehatan dan Kecantikan Yang Wajib Anda Ketahui.


5.) Asam Jawa

asam jawa

Sesuai dengan namanya, bumbu dapur yang satu ini berasal dari pulau Jawa. Asam Jawa ini memiliki daging dan kulit buahnya yang berwarna cokelat dan juga punya rasa yang masam. Biasa digunakan dalam bentuk segar maupun dalam bentuk olahan sebagai bumbu dalam banyak masakan Indonesia, fungsinya itu untuk memberikan rasa asam dalam makanan tertentu. Asam jawa, asam atau asem adalah sejenis buah yang masam rasanya, biasa digunakan sebagai bumbu dalam banyak masakan Indonesia sebagai perasa atau penambah rasa asam dalam makanan. Buah segar dipotong-potong dan ditambahkan ke dalam masakan, contohnya itu seperti pada pembuatan sayur asam.

Cara menggunakan asam jawa yang benar untuk keperluan memasak itu adalah dengan menggunakan air asamnya saja, dengan cara rendam buah asam dalam air hangat, kemudian diaduk, lalu disaring. Tapi tidak ada salahnya juga kalau Anda mau menggunakannya langsung secara utuh. Asam Jawa ini juga berfungsi untuk memberikan citarasa masakannya menjadi lebih mewah. Kita sering menemukan ada banyak Asam Jawa yang digunakan dan dijual dipasaran, biasanya itu asam yang sudah tua tanpa kulit dan tahan lama jika disimpan dalam wadah tertutup dalam kurun waktu tertentu.


6.) Angkak

angkak

Mungkin banyak diantara Anda yang belum terlalu mengenal dengan salah satu bahan bumbu masak yang satu ini, yaitu Angkak. Karena memang masakan Indonesia tidak banyak yang menggunakan bumbu angkak. Biasanya angkak banyak digunakan untuk masakan Cina. Bumbu ini berasal dari beras ketan yang difermentasikan  dan setelah itu dikeringkan. Angkak memili warna kemerahan dan sedikit kusam, angkak secara tradisional pun telah lama dimanfaatkan sebagai bumbu, pewarna dan obat, termasuk di antaranya adalah obat demam. Jika Anda ingin menggunakan angkak sebagai pewarna sebaiknya  haluskan angkak bersama bumbu yang lain.


7.) Bunga Lawang

bunga lawang

Bunga lawang atau yang biasa disebut dengan Kembang Lawang atau ‘pekak’ adalah sebuah rempah yang memiliki rasa yang mirip dengan Adas manis. Rempah ini banyak digunakan di dalam masakan negara-negara Asia, termasuk Indonesia, meskipun penggunaannya masih sedikit. Kembang lawing ini biasa digunakan di dalam masakan Padang, Aceh, India atau Timur Tengah serta sebagai salah satu bumbu pelengkap bernama ngo hiong atau Chinese five spices.

Cara menggunakan bunga lawang sebagai bumbu masakan ini cukup sederhana dan tidak perlu dihaluskan. Cukup dimasukkan bunga lawang tersebut ke dalam masakan atau di tumis terlebih dahulu bersama bumbu, lalu dimasak bersama daging sampai matang setelah itu langsung akan mengeluarkan aroma tajam dan sedap, aromanya yang dihasilkan ini menjadi harum karena kandungan minyak di dalamnya. Karena hanya digunakan untuk penyedap aroma, penggunaan bumbu bunga lawang pada masakan ini tidak perlu banyak, karena kalau kebanyakan akan membuat masakannya jadi terasa pahit.


8.) Adas Manis

adas manis

Adas manis atau nama latinnya ‘Pimpinella Anisum’ itu merupakan sejenis tumbuhan yang berasal dari Laut Tengah dan juga Asia Barat. Tumbuhan ini memiliki tinggi hampir sekitar satu meter dengan bentuk daun yang lonjong dan sedikit menyirip menyerupai bulu. Buah Adas manis ini juga berbentuk lonjong dengan panjang 3 sampai 5 mm.

Adas manis memiliki rasa yang sedikit manis dan juga aroma yang sangat khas. Makanya tidak heran kalau rempah ini sering digunakan sebagai bumbu penyedap pada beberapa jenis masakan, karena bumbu masak ini bisa memperbaiki rasa masakan, Adas manis juga sering digunakan untuk campuran salad dan bahan pengganti seledri untuk masakan sup.


9.) Serai

serai

Serai atau sereh adalah tumbuhan anggota suku rumput-rumputan yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan sama halnya dengan daun salam. Tapi selain untuk memberikan rasa dan aroma pada masakan, serai juga sering digunakan sebagai penambah aroma pada minuman. Serai biasa digunakan dalam bentuk segar, kering dan bubuk.

Cara menggunakan serai untuk memasak yaitu dengan dimemarkan atau dikeprak terlebih dahulu batang serainya sebelum digunakan atau dicampurkan dengan bahan masakan yang lain. Selain untuk bumbu masak, salah satu kegunaan lain dari serai adalah baunya dapat digunakan untuk mengusir nyamuk, baik berupa tanaman ataupun berupa minyaknya.


10.) Pala

biji pala

Pala atau nama latinnya ‘Myristica fragrans’ merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Biasanya pala digunakan sebagai bumbu dasar pada masakan. Pala umumnya digunakan untuk menambah rasa dan aroma lezat pada sup, kari, rendang atau hidangan berkuah kental seperti gulai. Tapi perlu Anda ketahui, sebenarnya bukan hanya bijinya saja yang bisa digunakan, daging buah pala sendiri yang memiliki rasa pedas dengan aroma harum biasa dikonsumsi sebagai manisan, sementara selubung biji berwarna jingga yang bernama fuli biasa juga dipakai sebagai rempah-rempah di dalam masakan tertentu. Cara penggunaannya dalam masakan adalah diiris, cukup sedikit saja, tidak perlu banyak-banyak karena pala ini memiliki aroma yang cukup tajam.


11.) Merica

merica

Merica adalah tanaman yang memiliki biji yang kaya akan kandungan kimia, seperti minyak lada, minyak lemak, juga pati. Merica bersifat sedikit pahit, pedas, hangat dan antiseptik. Apalagi merica ini menjadi salah satu bumbu dapur yang menjadi favorit para ibu rumah tangga. Rasanya yang pedas segar kerap membuat makanan terasa begitu menggugah selera. Biasanya merica digunakan dalam masakan ayam goreng, sayur sop, dan masih banyak lainnya.

Merica termasuk bumbu dapur yang harus dihaluskan terlebih dahulu sebelum digunakan. Tapi kalau mau yang praktis saat memasak menggunakan merica, sekarang ini sudah banyak dijual dalam bentuk kering, yaitu merica bubuk di pasaran yang siap pakai.


12.) Kapulaga

kapulaga

Kapulaga merupakan sejenis buah yang sering digunakan sebagai rempah bumbu untuk masakan tertentu dan juga sering dijadikan sebagai campuran jamu. Biasanya kapulaga banyak digunakan untuk bumbu  masakan seperti kari atau gulai, karena membuat rasa masakan tersebut menjadi lebih sedap.

Kapulaga biasanya sering digunakan untuk masakan tradisional Indonesia yang menggunakan banyak rempah di dalamnya, contohnya itu seperti rendang, opor, gulai, atau kari. Baunya yang harum dan kuat memang membuat masakan menjadi lezat, tapi sebaiknya jangan terlalu banyak menggunakannya di dalam masakan karena rasa kapulaganya justru akan menjadi terlalu kuat.


13.) Cengkeh

cengkeh

Tanaman cengkeh ini menjadi salah satu rempah asli Indonesia yang dikenal dunia, karena aromanya yang khas, serta bisa membuat masakan jadi lebih harum dan nikmat. Aromanya yang harum karena kandungan minyak esensial di dalamnya menjadikan tanaman rempah ini populer sebagai bumbu masakan dan bahan parfum.

Bagian cengkih yang sering digunakan adalah bunganya yang dikeringkan. Dalam masakan cengkeh biasanya digunakan untuk hidangan berkuah seperti sup, soto dan gulai dalam bentuk bubuk atau dimasukkan utuh. Masakan dari daerah Padang, India dan Timur Tengah juga sering menggunakan bumbu rempah ini.


14.) Jahe

jahe

Jahe merupakan tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Dalam masakan jahe biasanya dihaluskan, dicincang atau di potong seukuran ruas jari tangan dan dipipihkan. Jahe sedap digunakan pada masakan yang ditumis, dan masakan berkuah santan.


15.) Lengkuas

lengkuas

Lengkuas atau laos (Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional.

Tekstur lengkuas hampir mirip dengan jahe tetapi warna kulitnya terang kemerahan dan dagingnya agak keras jika dipotong. Cara penggunaannya itu bisa dimemarkan terlebih dahulu sebelum digunakan dalam masakan, tapi juga bisa langsung dimasukkan ke dalam masakan. Lengkuas ini biasa dipakai untuk masakan bersantan, sayur asam dan tumisan.


16.) Daun Salam

daun salam

Daun salam merupakan daun jenis rempah-rempah yang biasa di gunakan untuk masakan di Indonesia maupun di daerah lainnya terutama untuk masakan kari. Daun salam ini memegang peranan yang penting karena memberikan aroma harum pada masakan, aroma harum ini dihasilkan karena kandungan minyak di dalamnya. Untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik, sebaiknya menggunakan daun salam utuh yang masih segar (baru dipetik), tapi juga bisa menggunakan daun salam yang sudah kering. Daun salam ini biasa digunakan untuk hidangan berkuah seperti soto, sayur lodeh dan hidangan bersantan lainnya, serta juga biasa digunakan untuk mengurangi bau amis pada makanan laut terutama pada masakan pepes.


17.) Andaliman

andaliman

Andaliman adalah bumbu masak khas Asia yang berasal dari kulit luar buah. Bumbu ini di Indonesia hanya dikenal untuk masakan Batak, jadi banyak orang dari daerah lain yang menyebut rempah ini sebagai “merica batak”. Masakan khas Batak seperti arsik dan saksang memerlukan andaliman sebagai salah satu bumbu yang tak tergantikan.

Selain digunakan sebagai rempah/bumbu untuk memasak, ternyata andaliman mengandung senyawa terpenoid yang mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan berperan penting untuk mempertahankan mutu produk pangan (pengawetan).


18.) Klabet

klabet

Klabet memiliki bentuk butiran mungil seperti kerikil dan sering digunakan dalam racikan menu berempah. Pada umumnya dijadikan bumbu masakan India, Pakistan, dan Sri Lanka. Di Indonesia sendiri, rempah klabet juga sering dimanfaatkan khususnya di wilayah Aceh, sebagai bumbu dalam masakan kari, gulai, dan juga kalio.

Cara untuk menggunakan klabet pada masakkan itu cukup mudah, yaitu dengan menambahkan klabet yang sudah disangrai, kemudian dimasukkan ke dalam masakan. Klabet yang sudah disangrai biasanya memberikan aroma semerbak yang enak dan juga teksturnya yang kuat.


19.) Temu Kunci

temu kunci

Temu Kunci adalah sejenis rempah-rempah yang rimpangnya dipakai sebagai bumbu dalam masakan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kalau dilihat sekilas bentuk Temu Kunci ini sama seperti Temu Lawak atau Kencur, tapi Temu Kunci ini agak berbeda dengan temu-temuan yang lain karena tumbuhnya yang vertikal ke bawah. Salah satu keluarga jahe ini merupakan rempah asli Jawa dan Sumatra.

Temu kunci memiliki bentuk seperti umbi akar yang mirip dengan jari telunjuk, memanjang, kulitnya berwarna cokelat muda, dan kulitnya yang sangat tipis. Kalau dikupas, bagian dalam Temu Kunci berwarna kuning muda dengan aroma yang segar dan khas. Temu kunci bisa digunakan untuk masakan sayur bening, hidangan ikan, selada, dan urapan. Cara mengolahnya yaitu dengan memilih umbi akar yang tua, kemudian dikupas, lalu memarkan agar aromanya keluar atau juga bisa diiris halus lalu tumis dengan bumbu lain. Selain digunakan sebagai salah satu bumbu masak, Temu Kunci ini juga memiliki manfaat lain untuk kesehatan.


20.) Kencur

kencur

Bumbu dapur yang selanjutnya yaitu Kencur. Kencur ini merupakan jenis bumbu dapur yang termasuk suku temu-temuan. Rimpang tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang mengeluarkan bau yang harum sehingga sering dipakai sebagai salah satu bumbu dapur dan pengobatan tradisional.

Tekstur kencur lebih kecil, warna kulitnya cokelat (agak gelap) dan warna dagingnya putih kekuningan. Aromanya sangat khas dan digunakan untuk masakan tertentu seperti membuat aneka peyek, sambal pecel, dan mangut ikan. Sebetulnya Kencur ini tidak hanya digunakan untuk bumbu masakkan saja, tapi juga biasa digunakan dan diolah sebagai jamu tradisional sebagai komponennya. Kalau ingin kencur tahan lama, harus simpan dalam wadah yang kering dan terbuka.


21.) Kunyit

kunyit

Kunyit adalah salah satu rempah yang pada umumnya digunakan untuk memberikan warna kuning pada masakan. Ada banyak masakan tradisional Indonesia tidak terlepas dari bumbu ini. Bumbu yang masih tergolong dalam keluarga rempah-rempah ini mempunyai ciri-ciri seperti jari tangan, kulitnya bergaris-garis dengan warna cokelat kekuningan dan tipis. Aroma kunyit sangat khas, serta memberikan rasa yang unik, seperti rasa tanah, sedikit pahit, dan pedas. Kunyit mempunyai warna kuning dan kalau sudah berumur tua hampir mendekati oranye, jadi bisa kita manfaatkan sebagai pewarna alami. Kunyit yang berwarna kuning ini akan lebih mudah dikupas kulitnya jika dibakar dulu hingga berwarna kehitaman.

Biasanya kunyit dipakai untuk mewarnai nasi kuning, bumbu opor, kari dan gulai. Tidak hanya digunakan sebagai pewarna makanan saja, kunyit juga berfungsi untuk menghilangkan bau amis dari masakan dan juga sebagai salah satu komponen pada pembuatan jamu. Kunyit sebaiknya disimpan dalam wadah terbuka dan kering. Kalau Anda mau yang praktis dan tidak suka jari terkena warna kuning dari kunyit, sudah banyak dijual kunyit bubuk di pasaran.


22.) Daun Ketumbar

daun ketumbar

Ketumbar adalah salah satu tumbuhan rempah-rempah yang populer di kalangan masyarakat. Kalau dilihat dari bentuknya, daun ketumbar hampir sama dengan peterseli dan daun seledri. Cara membedakan  daun ketumbar biasanya paling mudah dari daun yang lain, karena bentuk daunnya lebih bundar daripada seledri dan peterseli. Selain itu, daun ketumbar biasanya memiliki warna hijau yang lebih terang.


23.) Jeruk Nipis

jeruk nipis

Jenis jeruk yang satu ini menjadi salah satu bahan masakan yang populer, yaitu Jeruk Nipis. Jeruk nipis ini fungsi utamanya adalah untuk mengharumkan dan menyegarkan masakan. Jeruk Nipis juga sering digunakan sebagai pilihan alternatif untuk menghilangkan bau amis ikan ketika dimasak.


24.) Jeruk Limau

jeruk limau

Jeruk limau atau yang juga bisa disebut dengan jeruk sambal adalah salah satu jenis buah yang termasuk bahan bumbu masakan. Makanan yang diberikan jeruk limau akan menjadikan masakan tersebut mempunyai aroma yang lebih segar dan harum khas jeruk. Meskipun dari bentuknya sekilas terlihat sama, tapi jeruk limau ini sebetulnya berbeda dengan jeruk nipis pada umumnya.


25.) Daun Jeruk

daun jeruk

Daun jeruk adalah daun yang berasal dari tanaman jeruk dan biasa digunakan sebagai bumbu pada beberapa makanan Indonesia. Daun ini berwarna hijau tua, bentuknya bulat sampai lonjong, dan pinggirannya tumpul. Tapi perlu Anda ketahui, tidak semua daun jeruk bisa Anda pakai untuk menyedapkan masakan, hanya jenis jeruk purutlah yang memiliki aroma yang sedap.

Aromanya yang segar membuat daun jeruk ini banyak digunakan sebagai bahan campuran pada berbagai masakan, kue, bahkan minuman. Untuk makanan, biasanya daun jeruk dibiarkan utuh untuk ditumis atau direbus bersama bumbu lainnya, atau diiris halus untuk taburan, serta juga bisa menghilangkan bau amis pada masakan daging atau seafood. Untuk hasil maksimal, biasanya daun jeruk dicabik-cabik dan dibuang tulang daunnya terlebih dahulu sebelum dimasak.


26.) Belimbing Wuluh

belimbing wuluh

Belimbing Wuluh atau juga biasa dikenal dengan Belimbing Sayur juga menjadi salah satu jenis buah yang dijadikan sebagai bahan masakan. Belimbing Wuluh ini memiliki bentuk yang lonjong, berwarna hijau, dan rasanya yang sangat asam. Fungsi utama dari belimbing ini adalah untuk memberikan rasa asam dan segar pada masakan, terutama yang berkuah bening. Cara menggunakannya juga cukup mudah, yaitu Belimbing Wuluh dicampurkan ke dalam masakan setelah diiris tipis atau dibelah dua.


27.) Bumbu Ngohiong

35 Aneka Bumbu Dapur Masakan Indonesia Yang Perlu Anda Ketahui 7

Bagi Anda penggemar ‘Chinese food’ pasti sudah tidak asing lagi dengan rempah yang satu ini. Rempah ini merupakan perpaduan berbagai jenis rempah yang menjadi satu. Salah satu bumbu khas masakan Cina yang bisa mengoyang lidah penikmatnya. Ngohiong yang populer dengan sebutan ‘five spice powder’ merupakan perpaduan rasa dari lima bumbu yang dicampur jadi satu. Adas, cengkeh, merica, pekak dan kayu manis dan ditumbuk jadi satu. Menciptakan rasa manis, asam, pedas, pahit dan asin. Bumbu yang memiliki aroma unik ini biasanya dipakai untuk membumbui hidangan  panggang seperti ayam dan daging.


28.) Kluwak

kluwak

Keluak mempunyai tekstur kulit yang keras, berwarna abu-abu. Daging buahnya berwarna cokelat tua kehitaman dan bertekstur lunak. Daging buah itulah yang dipakai sebagai bumbu pada masakan. Biji kluwak dipakai sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang memberi warna hitam pada rawon, daging bumbu kluwak, brongkos, serta sup konro

Cara menggunakannya itu dengan memecahkan kulit kluwak, kemudian diambil bagian isinya yang lunak dan haluskan bersama dengan bumbu yang lain. Untuk penggunaannya sebaiknya rendam kluwaknya terlebih dahulu dalam air mendidih atau juga bisa dengan menumisnya dengan sedikit minyak untuk bisa menghilangkan racun hydrocyanic acid yang terkandung di dalamnya.


29.) Petis

petis

Banyak di kalangan masyarakat Indonesia yang sudah mengenal jenis bumbu yang satu ini. Petis adalah komponen dalam masakan Indonesia yang dibuat dari produk sampingan pengolahan makanan berkuah (biasanya dari pindang, kupang, atau udang) yang dipanasi sampai cairan kuah menjadi kental seperti saus yang lebih padat. Dalam pengolahan selanjutnya, petis ditambah karamel gula batok. Ini menyebabkan warnanya menjadi cokelat pekat cenderung hitam dan rasanya manis.


30.) Jinten

jinten

Merupakan bumbu dapur yang berbentuk butiran kecil lonjong seperti beras, dengan warna kecoklatan dengan aroma yang harum. Jinten ini bisa digunakan sebagai rempah-rempah dan obat-obatan. Bumbu ini biasanya sering digunakan untuk masakan bersantan seperti rendang, gulai, dan kari. Meskipun penggunaannya dalam porsi kecil di dalam masakan, tapi mampu memberikan pengaruh yang besar. Biji tanaman ini sering digunakan sebagai bumbu dapur untuk masakan India. Tanaman ini banyak dibudidayakan di India dan Asia Tenggara.

Aromanya sangat harum, agak manis dan menjadi campuran bumbu hidangan tradisional di berbagai daerah Nusantara. Masakan yang sering menggunakan jintan adalah opor, gulai atau kari. Cara menggunakannya sebaiknya disangrai atau dihaluskan bersama bumbu lain saat akan diolah. Dipasaran kita juga bisa menemukan Jinten yang tersedia dalam bentuk bubuk dan dikemas dalam botol.


31.) Wijen

biji wijen

Wijen merupakan semak semusim yang termasuk dalam famili Pedaliaceae. Wijen sudah sejak lama ditanam manusia untuk dimanfaatkan bijinya. Tanaman ini dibudidayakan sebagai sumber minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi bijinya yang kita kenal sebagai minyak wijen. Bijinya yang berwarna putih digunakan sebagai penghias pada makanan  dengan menaburkan di permukaannya. Wijen ini sendiri berasal dari Afrika tropik, kemudian tersebar ke timur hingga ke India dan Tiongkok. Di Indonesia sendiri, tanaman wijen tidak terlalu luas ditanam, meskipun begitu, kita masih bisa dengan menemukan biji Wijen ini dipasaran atau di toko swalayan.


32.) Kemiri

kemiri

Kemiri merupakan jenis tanaman yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan juga rempah-rempah/bumbu masak. Kandungan minyak di dalam biji kemiri mencapai 60 – 66%, dan minyaknya terutama mengandung asam oleostearat. Biji kemiri umum digunakan di dalam masakan Indonesia terutama untuk mengentalkan masakan dan membuat rasanya menjadi gurih.

Kendala menyimpan kemiri adalah mudahnya biji ini dimakan oleh kutu bubuk, yang membuat biji menjadi berongga di bagian dalamnya dan rapuh. Cara termudah untuk membuatnya awet adalah dengan menyangrai biji hingga permukaannya menjadi kecoklatan dan simpan di dalam wadah kedap udara. Dengan cara ini bisa membuat kemiri menjadi awet sampai berbulan-bulan. Dalam proses memasak, biji kemiri itu umumnya di tumbuk halus atau diparut, dan untuk menghilangkan rasa mentah dan cemplang, selain di sangrai sebaiknya juga kemiri ditumis hingga matang dengan minyak baru kemudian di masukkan ke dalam masakan.


33.) Ketumbar

ketumbar

Ketumbar ini sebetulnya merupakan salah satu rempah-rempah yang berasal dari Eropa selatan. Bentuknya itu berupa biji kecil-kecil sebesar 1-2 milimeter. Mirip dengan biji lada tetapi lebih kecil dan lebih gelap. Selain itu, terasa tidak berisi dan lebih ringan dari lada. Berbagai jenis masakan tradisional Indonesia kerap menggunakan bumbu ini. Pilih biji ketumbar yang utuh dan berbutir besar. Dengan tambahan bumbu tersebut, aroma masakan akan lebih harum, lembut, dan nyata. Supaya tahan lama, biji ketumbar sebaiknya disangrai sampai berwarna kecoklatan, ditumbuk dan disimpan dalam wadah yang tertutup rapat.


34.) Kayu Manis

kayu manis

Kulit kayu manis adalah sejenis rempah-rempah yang diperoleh dari kulit bagian dalam beberapa spesies pohon genus Cinnamomum yang digunakan untuk masakan yang manis dan sedap. Kayu manis kalau dicampurkan pada masakan, akan menambah segar dan nikmatnya masakan. Tapi sebaiknya pemberian kayu manis dalam masakan sebaiknya sesuai takaran. Biasanya, rasa dan aroma kayu manis bubuk lebih tajam dibandingkan kayu manis batangan. Tapi Kayu Manis bubuk biasanya tidak bisa bertahan lama karena kayu manis bubuk mudah rusak dan aroma kayu manis akan hambar.

Karena aromanya yang harum maka penggunaannya di dalam masakan sangat luas mulai dari kue, roti sampai ke hidangan daging, atau ikan. Selain itu kayu manis juga biasanya digunakan sebagai campuran minuman. Dalam masakan kayu manis biasanya digunakan dalam bentuk batangan atau bubuk.


35.) Kas-kas

kas-kas

Mungkin banyak diantara Anda yang belum terlalu mengenal dengan jenis rempah yang satu ini. Kas-kas ini terbuat dari biji poppy dan memiliki aromah yang harum, serta memberikan rasa gurih dan kental pada masakan. Bentuknya butiran halus seperti pasir berwarna putih. Bumbu ini bisa Anda dapatkan di pasar tradisional maupun di supermarket. Biasanya digunakan untuk masakan daging, seperti daging kambing atau sapi, karena rempah ini bisa membuat tekstur dagingnya jadi lebih empuk. Selain itu, kas-kas cocok sebagai campuran bumbu kari dan makanan berkuah sebagai pengganti kemiri. Kalau dipasaran, kas-kas yang dijual biasanya berwarna hitam, cokelat, dan krem. Cara penggunaannya itu bisa disangrai terlebih dahulu sebelum digunakan supaya aroma yang dihasilkan jadi jauh lebih harum.

Demikian informasi mengenai 35 bumbu dapur masakan Indonesia yang perlu Anda ketahui. Memang seperti yang sudah kita ketahui, yang menjadi ciri khas masakan Indonesia adalah kelezatan yang dihasilkan dari berbagai bumbu-bumbunya. Bumbu bukan hanya sebagai penyedap rasa, tetapi juga untuk mendapatkan aroma dan warna yang menggiurkan pada hidangan yang yang kita masak. Semoga ini bisa menjadi referensi bagi Anda jika ingin memasak atau membuat racikan bumbu sendiri. Terima kasih.

By | 2017-11-16T18:55:36+00:00 Oktober 4th, 2016|Artikel Proses|Komentar Dinonaktifkan pada Ssst…! Ini Dia 35 Bumbu Dapur Masakan Indonesia, Incaran Dunia..

About the Author: