Yak, Kali kita akan membahas dan bagaimana cara membuat gula aren dengan resep yang sangat mudah dan ekonomis yang bisa kalian coba sendiri

Gula aren adalah produk hasil pemekatan nira aren dengan panas (pemasakan) sampai kadar air yang sangat rendah (<6%) sehingga ketika dingin produk mengeras.Pembuatan gula aren hampir sama dengan sirup aren.

Nira dipanaskan sampai kental, Kemudian, cairan gula kental tersebut dituangkan ke cetakan dan ditunggu sampai dingin.Pembuatan gula aren ini termasuk mudah dan dapat dilakukan menggunakan peralatan yang sederhana.

Gula yang dihasilkan dari pengolahan gula aren bisa membantu dalam menambah penghasilan masyarakat. Selama ini industri gula aren masih menjadi alternatif usaha sampingan terutama oleh masyarakat desa.

Mereka tidak bisa mengharap terlalu banyak dari industri gula aren tersebut dengan pertimbangan karena penghasilan dari industri tersebut terlalu sedikit.

Oleh karena itu, mereka masih bekerja di sawah, ladang dan pekerjaan lainnya sebagai penopang kehidupan ekonomi keluarganya, demikian sangat tepat jika pemerintah dalam hal ini Departemen Perindustrian dan Perdagangan,selalu memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat, terutama masyarakat pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui industri gula aren yang telah mereka kelola

Pohon aren dapat disadap dua kali dalam sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Nira yang telah disadap dapat diambil pada pagi hari, hasilnya akan lebih banyak dari pada nira hasil dari panen sore hari.

Jika satu pohon aren dapat menghasilkan dalam satu hari kira kira sepuluh liter nira, maka panen pagi akan berisi sekitar tujuh liter, sedangkan panen sore dapat berisi tiga liter nira. Hal ini terjadi karena dalam cuaca dingin di tengah malam sampai pagi hari, air nira mengalir lebih deras.

Sifat pohon aren ini dapat membuat aren yang ditanam di ketinggian kira kira di atas 800 meter dari permukaan laut, dapat menghasilkan nira yang lebih banyak dari pada yang dihasilkan oleh pohon aren yang ditanam di dataran rendah.

Aren yang berada di dataran rendah rata-rata menghasilkan nira dua belas liter perhari, sedangkan yang di dataran tinggi, dapat sekitar dua puluh liter per hari.

Jumlah nira juga sangat bergantung pada kesuburan tanah dan perawatan. Pengalaman menunjukkan bahwa pohon aren yang dipupuk, disiram di musim kemarau dan dikendalikan gulmanya, maka hasilnya akan terlihat lebih baik. Akan tetapi, dalam hal rendemen atau presentase kandungan penting terlarut (kadar gula), nira dataran rendah lebih unggul.

Selain ketinggian, curah hujan juga mempengaruhi rendemen. Dapat ditebak, di musim penghujan, rendemen nira akan lebih rendah dibandingkan rendemen nira aren di musim kemarau.

Di tempat produksi, di Batu Bara, Sumut, saat kemarau, satu kilogram gula aren berasal dari 5-6 liter nira. Jika musim hujan terjadi maka angkanya akan menjadi 7-8 liter. Nira aren mudah menjadi masam. Karena zat gula yang terkandung didalam aren mudah terfermentasi oleh bakteri.

Jika nira sudah masam, maka gula yang dihasilkan kedepanya juga akan berasa asam. Cara paling efektif untuk menunda pemasaman nira aren adalah sebagai berikut : Cincang seperti keripik 1 kg kayu nangka.

Rendam dalam air masak 1 liter. Biarkan selama 3 hari. JIka air sudah berwarna kecoklatan, masukkan airnya sebanyak 200 cc ke dalam setiap jerigen penampung nira yang terdapat di pohon.

Nira akan bertahan sampai dipanen. Jumlah 200 cc itu bisa untuk satu pohon aren yang ditaksir akan menghasilkan nira antara 5-10 liter.

Jika yang dihasilkan 15 liter, maka berikan 300 cc. Jika air pada cincangan kayu sudah habis, maka bisa ditambah air sebanyak dua kali lagi. Jadi, dalam satu cincangan kayu nangka dapat direndam sebanyak 3 kali.

Selain kayu nangka, produsen dapat menggunakan kayu cempedak, parutan buah nangka/cempedak muda, tumbukan daun nangka/cempedak, potongan sabut kelapa yang masih basah, kapur sirih, dan lain-lain. Air nira yang akan dibawa ke tempat pemasakan, kemudian langsung dimasak.

Jika jumlah nira terlihat sudah cukup satu wajan/wadah pemasakan, maka nira akan dimasak sampai menjadi gula. Waktu pemasakan sekitar 4-5 jam, tergantung dari bentuk tungku, bentuk wadah masak dan besarnya api.

Tungku sebaiknya dibuat dengan bentuk standar tungku karna dapat menghemat bahan bakar, wadah masak pilih yang permukaannya paling luas, dan kayu api harus kering supaya api mudah membesar.

Selain kayu api, sekam padi dan tandan kosong sawit juga bisa dipakai. Jika jumlah nira belum cukup satu wajan, maka nira hasil sadapan sore hari dipanaskan hingga mendidih, kemudian kayu api ditarik, api pun padam.

Nira yang sudah dipanaskan ini akan dimasak dengan nira hasil sadapan besok paginya. Nira aren dimasak dengan api yang berukuran sedang saja besarnya, sesekali juga dapat diaduk. Buang buih yang keluar saat nira sudah mendidih.

Baca juga Anda Mau Menjalankan Bisnis Gula? Berikut Ini 12 Cara Membuat Gula yang Populer di Masyarakat.

Membuang buih ini dapat menjadikan gula  keras saat dicetak nantinya. Selain itu juga, pembuangan buih dapat membuat gula warnanya tidak menghitam. Untuk mencegah terjadi meluapnya buih nira saat dimasak, taburkan 2 butir daging buah kemiri yang sudah dihaluskan untuk tiap wajan.

Apabila tidak ada, bisa dapat memakai 2 sendok minyak kelapa. Kemudian bersihkan (cuci menggunakan air bersih) cetakan dan papan alas cetakannya. Lalu atur cetakan (bisa dari bambu atau batok kelapa) di atas papan alas. Jika cetakan yang terbuat dari batok (tempurung) kelapa, maka batok harus ditelangkupkan dulu supaya air sisa pencucinya turun.

Cara untuk menguji apakah nira sudah dapat naik ke cetakan : Larutkan sekitar 1 cc air nira yang telah dimasak itu ke dalam air dingin yang bersih. Jika air nira langsung membeku, maka dapat dikatakan masakan nira sudah siap untuk naik cetakan.

Kemudian jangan memaksa untuk mencetak nira yang belum cukup tua masakannya. Hal ini bisa menyebabkan gula aren akan mudah berjamur. Gula aren yang telah membeku tersebut dibiarkan satu malam, baru dibungkus.

Mengemas gula saat masih hangat dapat membuat gula melengas/basah dan juga mudah untuk berjamur.

Kebanyakan dari pengrajin gula biasanya mengemas gula aren yang mereka produksi dengan memakai kresek daun pisang, upih pinang, daun jati, dan perangkat alami lainnya. Perajin yang lebih modern pastinya akan mengemaskan gulanya dengan menggunakan plastik bertuliskan nama/logo usaha/merk dari perusahaan mereka.

Gula aren atau gula merah berbeda rasa dari gula putih. Gula putih pada umumnya terbuat dari kritalisasi cairan tebu dan memiliki jumlah kalori cukup banyak.

Sedangkan, gula aren yang terbuat dari nira dan mengandung kalori  lebih sedikit. Gula aren dihasilkan dari pohon aren (Arenga Pinnata Merr) melalui proses penyadapan air niranya.

Dalam pembuatan menjadi gula aren pada umumnya memakai jenis bunga jantan yang lebih berkualitas dan lebih banyak hasilnya.

Gula merah, biasa disebut orang Jawa sebagai Gula Jawa yang menyimpan sejuta manfaat untuk tubuh manusia.

 

Untuk pembuatan gula aren yang lebih cepat dan efisien bisa menggunakan mesin gula semut.

Kandungan Gula Aren

cara membuat gula aren

Sebelum mengetahui manfaat dari gula aren, ada baiknya ketahui terlebih dahulu apa saja kandungan di dalamnya.

Di dalam gula aren juga mengandung beberapa zat seperti, karbohidrat, protein, lemak, kalsium, zat besi, fosfor, vitamin B3 dan vitamin C.

Terdapat pula serat makanan yang sangat baik untuk kesehatan sistem pencernaan sehingga bisa terhindar dari masalah pencernaan.

7 Manfaat Gula Aren Untuk Tubuh Manusia

1.Obat Sariawan

Manfaat gula aren yang pertama yaitu, bisa untuk mengobati sariawan pada gusi atau bibir. Konsumsilah gula aren atau dalam bentuk makanan lainnya yang dicampur dengan gula aren.

2.Menurunkan Berat Badan

Manfaat gula aren dapat menjadikan diet ternyata belum diketahui banyak orang. Gula aren ini memiliki kadar potasium yang tinggi dan bisa membantu untuk meningkatkan metabolisme tubuh.

Selain itu juga, gula aren dapat mempertahankan keseimbangan elektrolit dalam tubuh untuk membantu mengeluarkan racun di dalamnya.

Oleh karena itu, gula aren bisa membantu membakar kalori dalam tubuh.

3.Meningkatkan Kualitas Sprema

Kemudian, manfaat lainya dari gula aren untuk pria yaitu, bisa mencampur gula aren dengan bubuk amla untuk meningkatkan kualitas sperma

Gula merah ini dikenal dapat meningkatkan produksi sperma juga membantu dalam mengurangi kelemahan tubuh hingga masalah lainya seperti kencing pada pria.

4.Mencegah Penyakit Kanker

Selain itu, gula aren juga memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh ternyata punya peran yang kuat untuk menangkal dan mencegah kanker.

Hal ini dikarenakan kandungan antioksidan gula merah yang cukup tinggi.

5.Menjaga Kadar Kolestrol Tetap Normal

Tak hanya itu manfaat gula aren juga bisa mencegah penyakit kanker,dan kolestrol pun sangat baik.

Gula aren bisa menjaga kadar kolestrol tetap normal karena adanya kandungan niasin atau vitamin B3 yang cukup dari banyaknya kandungan dari gula aren

6.Bisa Mengobati Gejala Flu

Khasiat gula aren ini juga dapat bermanfaat bagi anak/cucu kita di rumah. Manfaat gula aren untuk anak-anak dapat diberikan disaat anak sedang menderita batuk, pilek, pembengkakan, retensi air, dan juga gejala flu pun dapat diobati dengan mengonsumsi gula aren.

Oleh Karena itu, konsumsilah dengan mencampurnya ke dalam air hangat.

7.Mengurangi Rasa Sakit Maag

Gula aren jenis ini memang berbeda dengan gula aren jenis lainnya. Manfaat gula aren untuk asam lambung bisa dimanfaatkan ketika sedang mengalami sakit maag.

Konsumsilah gula aren sebagai solusi termudah. Salah satu unsur farmakologi yang membantu dalam hal ini yaitu, Ribloflavin.

Kandungan ini mampu mengganti sel yang rusak pada sistem pencernaan sehingga dapat mengembalikan sel yang rusak menjadi sel baru yang tidak bermasalah lagi.

Perbedaan Mendasar Gula Jawa, Gula Aren, Gula Palem

Gula merupakan salah satu pemanis alami dan penambah rasa yang hampir tak bisa dipisahkan dalam dunia kuliner. Pemanis alami ini diperlukan untuk menambah citarasa dalam makanan maupun minuman.

Bahkan makanan dengan rasa gurih pun sering dibumbui dengan gula agar semakin kaya rasanya.

Ada berbagai jenis gula yang dapat dipakai untuk masakan dan minuman. Kemungkinan bagi sebagian besar orang jenis gula hanya gula pasir dan gula merah.

Sementara itu dari berbagai jenis gula yang memiliki warna coklat akan dianggap sama. Gula merah, gula jawa, atau gula palem. Satu benda dengan banyak nama. Padahal ketiganya memiliki perbedaan dari jenis-jenisnya.

Gula Jawa

Gula yang satu ini namanya pasti sudah sering banget kalian dengar bukan? Ya, gula Jawa merupakan salah satu gula yang kerap dipakai dalam masakan kuliner Indonesia. Bahkan bisa sampai luar negri

Warnanya sangat khas yaitu cokelat gelap kemerah-merahan dan jenis gula ini sering disebut sebagai gula merah. Gula Jawa juga banyak dijual dengan membentuk gula menjadi silinder kecil yang padat.

Gula ini biasanya terbuat dari sari pohon kelapa atau getah palma. Kebanyakan gula Jawa banyak ditemukan pada jajanan tradisional Indonesia seperti, getuk dan gemblong.

Gula Aren

Banyak orang yang terkecoh dengan gula aren dan mengiranya sebagai gula Jawa. Namun gula aren ini terbuat dari nira pohon enau yang diolah secara tradisional dan setelahnya dicetak dengan batok kelapa.

Namun ada juga yang terdapat dalam bentuk silinder seperti gula Jawa. Untuk membedakannya dengan gula Jawa sebenarnya cukup mudah, kalian hanya perlu melihat dari segi warnanya , karena gula aren memiliki warna yang lebih cerah dan kekuningan.

Selanjutnya, berbeda dengan gula Jawa yang teksturnya lebih keras, gula aren memiliki tekstur yang lebih empuk. Cita rasa yang terdapat didalam gula aren tergolong lebih manis dan ketika dicairkan teksturnya lebih legit.

Biasanya gula ini banyak ditemukan pada kuliner berkuah seperti wedang ronde, cendol, kolak, dan lain-lain.

Gula Palem

Nah kalau gula ini sebenarnya memiliki bentuk dan tekstur yang berbeda dari berbagai ragam jenis gula lainya. Gula yang sering disebut gula pasir cokelat ini mempunyai tekstur yang mirip dengan gula pasir, namun dengan warna kecokelatan lebih halus.

Selain dapat disebut sebagai gula pasir cokelat, ada juga yang menyebutnya dengan nama gula semut. Namun jenis gula ini terbuat dari nira atau sari batang tumbuhan palem. Jadi berbeda dengan jenis gula lainya

Aromanya yang terkenal sangat khas dan wangi, membuatnya sering digunakan dalam campuran berbagai makanan manis seperti kue tradisional atau pun kue modern supaya mempunyai citarasa tersendiri.

Andalan penghasilan saat pandemi

Selama pandemi virus corona sedang melanda banyak negara, banyak warga indonesia yang diberhentikan dari pekerjaan di kota. Saat pandemi ini, warga yang tidak bekerja mengandalkan keahliannya melainkan untuk menyadap air nira.

Proses pengolahan gula aren sebenarnya tidak mudah. Air nira yang diambil dengan cara khusus dari pohon aren membutuhkan waktu kurang lebih sampai 9 jam untuk dimasak.

Perajin usia muda

Biasanya, perajin gula aren di wilayah tertentu itu didominasi oleh warga yang sudah berusia lanjut. Namun,keadaan sekarang justru terbalik, di mana para perajin didominasi oleh warga berusia muda.

Mereka biasanya mendapatkan ilmu dimulai dari pengambilan air nira sampai ke proses berbentuk gula aren dari para leluhurnya. Ilmu yang mereka dapatkan kebanyakan dari kedua orangtua mereka.

Alhamdulillah, selama ini bisa menjadi salah usaha yang bertahan untuk kami, ujar salah seorang warga yang sedang membuat gula aren asli dari air nira pohon aren di rumahnya.

Istrinya selama ini berbagi peran dengan suaminya, dalam memproduksi pembuatan gula aren murni. Setiap hari, suaminya mengambil air nira dengan cara menyadap atau menaiki puluhan pohon aren.

Suaminya yang bertugas memasang lodong atau semacam wadah dari bambu. Air nira nantinya akan diambil setiap sore hari dan pagi hari, jika sudah diketahui lodong sudah dipenuhi air nira.

Sekian dan terimakasih artikel yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •