Manfaat Pupuk Kompos yang Perlu Anda Ketahui

Banyak manfaat pupuk kompos yang bisa kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan pupuk kompos sebenarnya sangat mudah kita buat sendiri. Pembuatannya bisa kita lakukan secara mandiri di rumah sendiri atau secara komunal atau kelompok masyarakat.

 

manfaat pupuk kompos

Siapa kira-kira orangnya yang tidak ingin lingkungannya bersih, pasti jawabannya semua kepengen bersih. Kamar, rumah, halaman, kantor kerja atau lingkungan sekitar kita membutuhkan kebersihan untuk menumbuhkan kenyamanan. Dan yang menjadi persoalan utama kebersihan, biasanya masalah sampah yang paling utama.

Namun terkadang, antara keinginan sering tidak sebanding dengan usaha untuk menjaga kebersihan. Sifat manusia yang sering abai, atau lupa menjadi penghalang untuk mencapai hidup bersih. Maka kesadaran adalah hal yang mendasar yang perlu kita tanamkan dalam diri kita, keluarga dan masyarakat.

Pengelolaan sampah akan sangat baik jika bisa dimulai dari keluarga. Keluarga yang sadar kelola sampah akan menjadi modal utama dalam pengelolaan sampah komunal. Sampah keluarga yang terdiri dari sampah hasil olahan makanan atau lainnya, bila dibuat menjadi pupuk sampah organic atau pupuk kompos.

 

Pupuk Kompos

Pupuk kompos  merupakan salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup. Untuk membuat pupuk kompos diperlukan bahan baku berupa material organik dan organisme pengurai.

Teknologi pengomposan dikembangkan dari proses penguraian material organik yang terjadi di alam bebas. Terbentuknya humus di hutan merupakan salah satu contoh pengomposan secara alami.

Proses pembuatan pupuk kompos berjalan sangat lambat, bisa sampai berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Kemudian umat manusia memodifikasi proses penguraian material organik tersebut. Sehingga pengomposan yang dikelola manusia bisa dilakukan dalam tempo yang lebih singkat untuk menjadi pupuk kompos.

Kompos menurut wikipedia adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.

Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat.

 

Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, pengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Manfaat pupuk kompos untuk tanaman adalah:

  1. Meningkatkan kesuburan tanah
  2. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
  3. Meningkatkan kapasitas serap air tanah
  4. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
  5. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
  6. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
  7. Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
  8. Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah
  1. Terdapat perbedaan yang mendasar antara tanah yang diberi perlakuan dengan pupuk kompos dengan diberi perlakuan tanpa kompos (pupuk anorganik). Tanah yang diberi pupuk anorganik secara terus menerus akan mengalami penurunan mutu unsur hara dan akan meningkatkan kekerasan struktur tanah.

Pemberian pupuk anorganik harus diselingi dengan pemberian pupuk organik (kompos). Dengan demikian diharapkan struktur tanah dapat diperbaiki dan sekaligus tidak mengurangi kesuburan tanah untuk jangka panjang

Kelebihan Mengolah Sampah Organik

Proses pengolahan sampah organic menjadi pupuk kompos sangat bermanfaat bagi lingkungan skala rumahtangga maupun komunal.

Berikut ini beberapa manfaat pembuatan kompos menggunakan sampah rumah tangga.

  1. Mampu menyediakan pupuk organik yang murah dan ramah lingkungan.
  2. mengurangi tumpukan sampah organik yang berserakan di sekitar tempat tinggal.
  3. Membantu pengelolaan sampah secara dini dan cepat.
  4. Menghemat biaya pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).
  5. Mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan sampah akhir (TPA).
  6. Menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan gangguan berupa bau, selokan macet, banjir, tanah longsor, serta penyakit yang ditularkan oleh serangga dan binatang pengerat.

Mengingat banyak manfaat penanganan sampah organic, selayaknya sadar kelola sampah bisa dilakukan oleh setiap keluarga. Kita bisa hidup nyaman, bebas sampah, asyik bukan?

WhatsApp chat