Mesin Kompos Sampah Organik Terbaru 2022

mesin kompos

Mesin Kompos Sampah Organik adalah sebuah rangkaian mesin yang memiliki fungsi untuk memproduksi pupuk kompos dari sampah organik.

Untuk membuat kompos dari Sampah Organik ada beberapa tahapan proses yang harus dilakukan, antara lain penghancuran atau perajangan sampah organik.

Kemudian mengayak sampah sesuai ukuran, mencampur bagian-bagian bahan pembuat pupuk kompos, menggranulkan campuran bahan dan mengeringkannya.

Untuk itu mesin pupuk kompos sampah organik setidaknya diperlukan beberapa mesin antara lain : mesin penghancur sampah organik, mesin pengayak, mesin pencampur bahan, granulator bahan kompos, dan pengering granul.

Model Dan Spesifikasi Mesin Kompos Sampah Organik Rumah Mesin

1. Mesin Pencacah Sampah Organik

mesin kompos
Gambar Mesin Pencacah Sampah Organik Kapasitas 100 Kg / Jam

Spesifikasi Mesin Pencacah Sampah Organik Kapasitas 100 Kg – 200 Kg / Jam :

Dimensi mesin:1400 mm x 800 mm x 1000 mm.
Bahan Material:Pelat Besi Plattezer
Diameter Tabung:30 cm
Bahan Material Rangka:Besi Siku 40/40mm
Tebal Bahan Material Tabung:2mm&3mm
Penggerak:Motor Bensin
Daya (Power):6,5 PK
Energi yang digunakan:Bensin
Bahan Material Pisau:Baja
Jumlah Pisau Gerak:12 Buah
Jumlah Pisau Diam:6 Buah
Fungsi:Untuk mecacah rumput, sampah organik, dll

 

Video Mesin Pencacah Sampah Organik

 

2. Mesin Pengayak Sampah Organik

Gambar Mesin Pengayak Pupuk Kompos

Spesifikasi Mesin Pengayak Sampah Organik ( Kompos ) :

Kapasitas Proses:200 Kg / Jam.
Dimesi:3000 mm x 800 mm x 1200 mm.
Penggerak:Elektro Motor ( Motor Listrik ).
Energi Yang Digunakan:Listrik
Daya:1 HP 1 Phase.
Tegangan Listrik:220 Volt 1 Phase.
Frekuensi Listrik:50 Hz / 60 Hz.
Bahan Material Rangka:Siku 50 x 50 x 5.
Fungsi:Mengayak Bahan Yang Telah Dihancurkan.

3. Mesin Pengaduk Sampah Organik Bahan Kompos

Mesin Pengaduk Sampah Organik Bahan Kompos

Spesifikasi Mesin Pengaduk Sampah Organik ( Kompos ) :

Kapasitas:50Kg/ Proses
Dimensi:1700 mm x 850 mm x 1150 mm
Material Rangka:Besi Siku
Baterial Body:Plat Eser
Penggerak:Diesel
Daya (Power):8 PK
Energi Yg Digunakan:Solar
Fungsi:Mencampur Bahan yang Akan Dibuat Pupuk

 

4. Mesin Granulator Pupuk Kompos

mesin kompos
Mesin Granulator Pupuk Sampah Organik ( Kompos ) Kapasitas 500kg – 750kg

a. Spesifikasi Mesin Granulator Pupuk Sampah Organik ( Kompos ) Kapasitas 500kg – 750kg:

Kapasitas Proses:500 Kg – 750 Kg / Jam.
Diameter:3000 mm.
Dimesi:3000 mm x 3000 mm x 3300 mm.
Penggerak: Elektro Motor ( Motor Listrik ).
Energi Yang Digunakan: Listrik
Daya:2 HP 1 Phase.
Tegangan Listrik:220 Volt 1 Phase.
Frekuensi Listrik:50 Hz / 60 Hz.
Bahan Material Rangka:Kanal 60.
Dilengkapi Dengan:Sistem Reducer.
Bahan Material Bodi:Mild Steel Plate.
Fungsi:Membuat Pupuk Dalam Bentuk Butiran/Granula.

b. Spesifikasi Mesin Granulator Pupuk Sampah Organik ( Kompos ) kapasitas 250kg – 300kg:

Kapasitas Proses:250 – 300 kg/jam
Dimensi:1700 x 1550 x 2000mm
Material Rangka:Besi UNP
Material Body:Plat Eser
Penggerak:Elektro Motor
Daya (Powor):5,5Hp
Energi yg digunakan:Bensin
Fungsi:Membuat Pupuk dalam Bentuk Butiran/Granul

 

5. Mesin Pengering Granul Pupuk Kompos

mesin kompos
Mesin Pengering Granul Pupuk Kompos

Mesin Pengering Pupuk Kompos ( Sampah Organik ) :

Kapasitas:120 Kg / Proses.
Dimensi:6600 mm x 800 mm x 1550 mm.
Penggerak:Diesel.
Daya ( Power ):8 PK ( Motor Diesel ).
Energi Yang Digunakan:Solar Dan Gas LPG.
Model:Rotary Dryer (Pengering Berputar ).
Rangka:Besi Siku.
Bahan Rotary:Platezzer.
Sistem Pemanas:Kompor Gas.

 

6. Mesin Kemasan Kompos

Dimensi:1400 mm x 1000 mm x 1500 mm
Rangka:UNP 100 dan 80
Material Bahan:Plat Eser 6 mm dan 4 mm
Kapasitas:± 20 – 30 Karung Kecil / Menit
Penggerak:Diesel Solar 8pk

Pemanfaatan sampah organik menjadi sebuah kerajinan

Sebelum kita membahas lebih lanjut, sudah tahu kah apa itu yang di sebut sampah organik?

Yang dimaksud sampah organik yaitu sampah yang berasal dari sisa mahkluk hidup yang mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia untuk dapat terurai.

Berdasarkan jenisnya sampah organik dapat digolongkan menjadi 2 yaitu sampah organik basah dan kering.

  •  Sampah Organik Basah

Sampah organik basah adalah sampah organik yang banyak mengadung air. Sampah organik basah contohnya adalah sisa sayur, kulit pisang, buah yang busuk, kulit bawang dan sejenisnya.

  • Sampah Organik Kering

Sampah organik kering adalah sampah organik yang sedikit mengandung air. Contoh sampah organik misalnya kayu, ranting pohon, kayu dan daun – daun kering.

Kebanyakan sampah organik sulit diolah kembali jadi lebih sering dibakar untuk memusnahkannya. padahal sebenarnya ada beberapa sampah organik kering yang bisa dimanfaatkan untuk bahan kerajinan.

Jangan berfikir hanya sampah anorganik saja yang bisa untuk di jadikan bahan kerajinan. Salah satu contoh kerajinan dari sampah organik yaitu rotan, bambu, dll yang diolah menjadi berbagai kerajinan tangan.

Tidak hanya itu, sampah kerang-kerangan di pantai juga bisa dimanfaatkan untuk souvenir. Sisa kayu yang sudah tidak terpakai juga bisa diolah menjadi berbagai alat atau benda yang bermanfaat. Selamat mencoba berkreasi dengan sampah organik kering.

Sejarah Kompos Organik

Saat ini, kompos menjadi komoditi yang banyak dicari. Kompos merupakan modifikasi tanah hasil dari penguraian campuran-campuran bahan organik. Nama lainnya adalah ‘Black Gold’. Kepopulerannya semakin meluas ketika masyarakat millennial mulai menggunakannya dalam berkebun.

Kepopuleran kompos bukan tanpa alasan, ia memiliki banyak manfaat. Pertama, pengomposan dilakukan dengan mendaur ulang bahan organik dan mengurai limbah.

Kedua, mengisi ulang tanah yang telah habis, dan meningkatkan kesuburan tanah. Proses pengomposan dapat dilakukan hampir di setiap lingkungan, meski dengan cara berbeda.

Di era produksi dan konsumsi pangan yang boros, pengomposan menjadi solusi yang baik untuk mengatasi limbah makanan. Bagi banyak tukang kebun modern pengomposan mungkin konsep yang cukup baru.

Namun, jika menyelam ke dalam buku-buku sejarah, maka fakta menunjukkan praktek ini telah dilakukan selama pertanian itu sendiri.

A. Metode kuno

Penerapan bahan organik untuk pertanian mulai digunakan sekitar Zaman Batu. Bukti arkeologi dari Kepulauan Inggris menunjukkan bahwa Skotlandia menggunakan kompos untuk pertanian skala kecil sejak 12.000 tahun lalu.

Petani saat itu kemungkinan membajak dan menanam tumpukan kompos langsung di tempat asal, bukan dengan memindahkan kompos ke dalam bidang khusus. Mereka mengubah tumpukan kompos menjadi bidang-bidang dan menanam langsung di dalamnya.

Butuh 10.000 tahun sebelum seseorang akhirnya menulis tentang penggunaan kompos dari Zaman Batu. Akkadians di Mesopotamia merupakan kerajaan pertama yang menerapkan birokrasi fungsional.

Kerajaan ini menyimpan catatan dengan mencorat-coret paku ke lempeng tanah liat. Beberapa lempeng dari pemerintahan Raja Sargon sekitar 2300 SM, diyakini memuat referensi tertulis terkait kompos era awal.

Praktek ini tidak terbatas pada Mesopotamia saja, petani Mediterania di Yunani dan Italia memiliki siklus limbah pertanian dari satu operasi pertanian ke pertanian yang lain. Lalu, petani Cina secara teratur membuahi sawah mereka dengan anaerob (tanpa oksigen), salah satu teknik pengomposan.

Orang-orang Barat baru menemukan metode pengomposan kuno di Afrika dan hutan hujan Amazon. Di Amerika Utara, penduduk asli Amerika membungkus benih untuk melengkapi ketersediaan hara.

B. Pupuk Bokashi

Pupuk Bokashi merupakan pupuk organik yang bahan-bahannya terbuat dari kotoran hewan dan tumbuhan. Ciri-ciri khusus dari pembuatan pupuk bokashi adalah mikroorganisme yang digunakan yaitu EM4 tetapi tidak menutup kemungkinan jika menggunakan aktivator alami seperti cairan MOL.

Selain itu proses pembuatan pupuk bokashi relatif lebih cepat yaitu 1-14 hari sejak pengomposan alias pembuatan pupuk kompos.

C. Pupuk Kompos Takakura

Dari sisi teknik pembuatan, pupuk kompos takakura merupakan salah satu pupuk yang mudah dibuat di tataran rumah tangga. Pembuatan kompos Takakura bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin membuat kompos namun tidak memiliki lahan kosong yang cukup.

Jika dilihat dari segi fungsi, kompos Takakura ini tidak jauh dari pupuk organik lainnya yaitu sebagai media pengurai bagi sampah organik yang dihasilkan dari limbah rumah tangga, namun yang menjadi ciri khas adalah tempat membuat komposnya yaitu menggunakan keranjang.

Keranjang ini sering disebut dengan keranjang takakura. Nama Kompos Takakura sendiri  diambil dari nama penemu pupuk kompos ini yaitu Mr. Koji Takakura.

D. Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Windrow Composting

Metode  open windrow adalah salah satu metode sistem pengelolaan sampah dengan aliran  udara terbuka atau mengandalkan bakteri anaerob.

Aliran udara yang dimaksud merupakan proses untuk  membantu fungsi bakteri saat terjadi  proses pengolahan sampah  rumah tangga. Kalaupun udara terpenuhi, dalam pengelolaannya pun harus dilakukan perlakuan-perlakuan khusus untuk mencapai hasil yang maksimal. Sebab, tercapainya hasil yang baik kuncinya  terletak pada ketaatan dari para pengolahnya terhadap cara ini.

E. Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode Berkeley

Bahan dasar yang digunakan adalah: dua bagian bahan organik kaya selulosa dan satu bagian bahan organik kaya nitrogen dengan nilai rasio C/N 30:1.

Bahan disususn berlapis-lapis hingga ketebalan berukuran 2,4×2,2×1,5 m. Setelah 2-3 hari proses pengomposan berjalan terbentuk suhu tinggi, secara berkala kompos harus dibalik.

Setelah hari ke-10, suhu mulai menurun dan bahan berubah menjadi remah dan berwarna coklat gelap. Pengomposan selesai setelah dua minggu.

F. Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode  Vermikompos

Memanfaatkan cacing sebagai perombak bahan organik. Kotoran cacing yang disebut kascing kaya N, P,K, Ca, dan Mg yang tersedia bagi tanaman, mengandung vitamin, enzim, dan  mikroorganisme.

Vermikompos dibuat dengan menggunakan kotak dari papan kayu atau kotak plastik yang sudah tidak terpakai  atau dengan skala besar. Tiga tahap pembuatan vermikompos, (1) pengadaan bahan organik, (2) perbanyakan cacing tanah, (3) proses pengomposan.

G. Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode Bangalore

Metode ini mempunyai banyak kelemahan. Selama proses pengomposan berlangsung, maka bahan yang dikomposkan harus selalu berada dalam lubang atau bak pengomposan.

Selama proses pengomposan tidak dilakukan penyiraman atau pembalikan karena timbunan kompos ditutup dengan tanah atau lumpur, maka penyiraman harus cukup banyak sampai proses selesai. Setelah 8-10 hari proses berjalan  secara aerob, selanjutnya proses berjalan semi-aerob.

Proses ini berjalan lambat dan sedikit-demi sedikit sehingga diperlukan waktu 6-8 bulan, sampai kompos siap dipakai. Proses ini tidak terjadi kehilangan karbon maupun nitrogen,sehingga kualitaskompos sangat tergantung pada bahan dasar yang digunakan.

H. Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode Jepang

Sebagai pengganti lubang galian digunakan bak penampung yang terbuat dari anyaman kawat atau bambu, ban mobil bekas yang disusun bertingkat, atau bahan lain yang tersedia setempat.

Dinding bak dirancang sedemikian rupa sehingga aerasi berjalan dengan lancar. Bagian dasar dari bak ditutup rapat dengan tujuan untukmenghindarkan terjadinya pelindian unsur hara ke tanah yang ada di bawahnya.

Bahan dasar kompos yang cocok untuk metode Jepang adalah: kotoran sapi dan kotoran ayam, rumput,daun segar dan kering limbah tanaman dan gulma, limbah agroindustri (belotong, limbah pabrik pengalengan sayuran dan buah), bahan mineral (batuan fosfat), sampah kota dan rumah tangga serta limbah padat dan cair yang berasal dari instalasi penyehatan.

I. Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode Kraal

Informasi Dan PPembuatan komposdengan cara ini cocokuntuk daerah yang mempunyai iklimdengan curah hujan tinggi atau kelembabanudara tinggi. Cara ini lebih baik dibuat di tempat yang banyak memelihara ternak. Bahan utama yang digunakan adalah jerami, batang jagung, daun, rumput sisa makanan ternak, dan alas tidur ternak.

Pemesanan Mesin Kompos Sampah Organik

kontak rumah mesin

Rumah Mesin – Pusat Distributor Alat Dan Mesin Kebutuhan Usaha Anda.

Kantor & Workshop:Jl. Parangtritis Km 5,6 Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Call Center:0274 287 1809.
SIMPATI:0812 2222 9224 / 0812 2447 4411.
XL:0878 3336 8884 / 0877 3424 1313.
MENTARI:081 666 9383.
  • Jam Buka :
    Senin – Jumat : Pukul 08.00 – 16.00 WIB
    Sabtu : Pukul 08.00 – 14.00 WIB

*Pelayanan melewati jam kerja dilayani Via SMS / WA / BBM

CV. RUMAH MESIN menyediakan Mesin Kompos Sampah Organik yang dapat menjadi plilihan tepat anda untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

Kami siap membantu anda dalam mengembangkan usaha anda.

Kenapa Harus Kami?

Kami adalah perusahaan penyedia/pembuat alat-alat/mesin-mesin yang terpercaya.

Seperti mesin-mesin industri, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, konstruksi, UMKM, dan lain-lain. Mulai dari mesin sederhana hingga mesin-mesin industri besar, seperti Mesin Kompos Sampah Organik.

Layanan kami untuk anda adalah memberikan training dalam mengoperasikan mesin-mesin dari kami . Selain itu, kami siap untuk memberikan konsultasi tentang usaha maupun tentang mesin kepada anda.

Sehingga pada saat anda bingung mau usaha apa? Sedangkan anda punya modal untuk diinvestasikan, kami selalu ada untuk anda.

RumahMesin hanya akan memberikan mesin-mesin yang berkualitas untuk anda. Karena mesin-mesin kami dirancang dan dibuat oleh tenaga ahli kami sendiri, dan sudah melewati Quality Control.

Mesin yang anda pesan juga bisa anda terlebih dahulu sebelum anda bawa pulang ( sebelum kami kirimkan ).

Sehingga anda akan merasa puas dengan pelayanan kami, karena Kepuasan Pelanggan Adalah Prioritas Kami.


 

Tentang Kompos Sampah Organik

Kompos sampah organik adalah pupuk organik yang diperoleh oleh dari sampah organik. Sampah organik itu termasuk sampah yang mudah diurai secara sendirinya.

Seperti sampah rumah tangga, daun-daun dan rumput-rumputan. Dan untuk mengolahnya menggunakan mesin kompos sampah organik.

Sampah organik ini sangat urgent dilakukan proses lanjutan, mengingat manfaat yang besar akan fungsinya. Selain mengatasi masalah sampah, pengolahan sampah juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Salah satunya untuk pupuk organik untuk tanaman.

 

Cara Membuat Pupuk Dari Daun Kering

Tempat tinggal kita harus kering, daunnya berserakan dan dihakimi tidak bisa dihitung dengan tangan kita. Yang setiap hari akan tersapu yang mulai terbakar dan udara muncul kembali.

Tapi tahukah Anda? Jika daun kering, jika diolah, juga bisa menghasilkan pundi-pundi uang. Daun tidak berguna sebelum kita bisa menggunakannya kembali menjadi kompos, lalu kita jual atau bisa digunakan sendiri. Terutama ketika musim gugur tiba, akan ada banyak daun jatuh dan Anda dapat membuat lebih banyak kompos.

Karena pada saat ini para petani mulai melihat kembali pupuk kompos setelah lama menggunakan pupuk kimia. Ini karena kompos, yang digunakan sebagai pupuk organik, telah membuktikan efektivitasnya dalam menyediakan kesuburan tanah jangka panjang.

Komposisi peran penting dalam membangun kesuburan tanah. Kompos memelihara dan memperbaiki tanah yang rusak sehingga tidak merusak struktur. Ini karena pupuk yang diberikan ke tanah akan membuat produktivitas tanah lebih baik. Lalu, apa itu kompos? Jika Anda tidak tahu, kami akan membahas kompos sebelum artikel diterima.

 

Cara Membuat Kompos

Kompos adalah hasil dekomposisi campuran bahan organik, yang dapat dipercepat dengan cara buatan. Yaitu dengan berbagai mikroba di lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerob.

Sedangkan pengomposan adalah proses memecah bahan organik secara biologis, yaitu oleh mikroba yang menggunakan bahan organik sebagai sumber energi.

1. Persiapan Pembuatan Pupuk Organik dari Daun

Langkah pertama yang harus Anda persiapkan dalam membuat pupuk organik dari daun adalah persiapan peralatan dan bahan-bahan terlebih dahulu. Deskripsi berikut:

Siapkan alat-alat kebun seperti sekop, cangkul, dan penyemprot udara. Jangan lupa menyiapkan wadah seperti ember, tas kompos yang berisi mulsa plastik hitam. Alat lain yang dapat Anda gunakan adalah paku, martil dan gergaji. Solusi EM4. Juga menyediakan kayu dan terpal untuk membuat media pengomposan.

2. Pembuatan Media Pupuk Kompos

  • Langkah pertama, untuk lokasi pengomposan, coba pilih tempat yang lembab.
  • Kedua, cobalah untuk membuat lokasi mudah dijangkau dan cukup luas.
  • Untuk pembuatan media, sebuah kotak berbentuk persegi dengan penutup di bagian atas, dengan ukuran ideal 1 x 2 x 1 m.
  • Setelah selesai, sekarang buat kompos mulsa dengan ukuran yang sesuai dengan media kompos.
  • Di bagian bawah lubang adalah lubang kecil, yang berguna untuk penyaringan udara. Buat lubang di samping juga sirkulasi udara.

3. Pemilahan Daun Untuk Kompos

Setelah menyelesaikan media pengomposan, langkah selanjutnya adalah memilih daun yang akan digunakan untuk membuat pupuk organik. Berikut langkah-langkahnya:

  • Daun disediakan oleh dua jenis daun basah dan kering, untuk daun basah gratis.
  • Pastikan daun basah adalah daun yang masih segar, tetapi tidak berwarna kuning.
  • Selain daun basah, Anda juga perlu menyiapkan daun kering. Dapatkan jenis daun yang Anda kumpulkan yaitu daun yang belum terkontaminasi.
  • Untuk memilih jenis daun dibutuhkan sebanyak 1: 3 antara daun basah dan daun kering.
  • Setelah itu, letakkan daun di bara untuk menghancurkan daun.

4. Penghancuran Daun

Dalam penghancuran Anda dapat menggunakan gunting, sabit, atau penghancur daun. Anda dapat memberikan bahan tambahan yang terdiri dari potongan rumput untuk menghemat waktu saat kompilasi dan menambahkan nitrogen nanti.
Campur daun dan potongan rumput dalam wadah, lalu mulailah menghancurkan bahannya.
Setelah semua bahan dihancurkan, masukkan bahan ke dalam media pengomposan.

5. Pengomposan

Daun yang dihancurkan sekarang dimasukkan ke dalam media pengomposan untuk mulai membuat kompos daun menjadi pupuk organik. Berikut langkah-langkahnya:

  • Siapkan tanah atau tanah yang gembur untuk digunakan.
  • Sebelum menambahkan ke media pengomposan, tambahkan sedikit tanah sebagai pelapis ke media pengomposan.
  • Setelah itu, masukkan daun dan lapisi daun dengan sedikit tanah.
  • Ulangi langkah selanjutnya, lalu padat menggunakan sekop dan tuangkan EM4 cair yang telah larut dengan udara.
  • Terakhir, tutup media dengan plastik / terpal dan tutup media dengan rapat lalu buka selama 6 minggu.

6. Penambahan Nitrogen

Nitrogen mengandung manfaat untuk pertumbuhan agar terlihat lebih hijau, mempercepat pertumbuhan, dan meningkatkan kandungan protein tanaman. Berikut langkah-langkahnya:

  • Campurkanlah ± 20 hingga 25 persen bahan yang kaya akan nitrogen ke dalam media. kalian bisa menggunakan menggunakan pupuk kandang.
  • Serta Campurkan makanan sisa dapur, seperti sayur sayuran, ampas teh, dan kopi.Hindari produk susu, dan juga daging ataupun roti yang padat.
  • Tumpuklah secara berlapis diantara daun daunan.

7. Pengadukan Pupuk Kompos

Pengadukan pupuk dilakukan agar mikroorganisme tercampur rata dan bisa menguraikan dalam pembuatan pupuk. Hal ini di karenakan mikroorganisme mempunyai peran penting dalam penguraian daun menjadi pupuk.

Yang perlu diperhatikan juga adalah untuk selalu menjaga kelembapan pupuk saat masa pengomposan. Maka, saat cuaca kering siramlah pupuk dengan air bisa lagsung atau menggunakan selang. Dan jangan lupa untuk tidak membuat genangan air agar jamur tidak tumbuh.

Untuk memastikan kompos tetap selalu lembab, anda dapat mengambilnya segenggam lalu meremasnya. Jika memang lembab maka pada kompos hanya akan mengeluarkan sedikit tetesan air.

Untuk proses pengadukan pupuk kompos yang pertama kali anda harus menunggu sekitar 1–2 minggu. Panas yang muncul di dalam gundukan daun yang lembap merupakan serangkaian dari proses pengomposan. Atau yang sering kali disebut dengan “sedang memasak”. Untuk pengadukannya lihat cara di bawah ini :

  • Gunakan sekop atau garpu rumput untuk menggali ke dalam bagian dasar di tengah-tengah gundukan kompos dan membalikkannya. Lapisan teratas haruslah dipendam dan kompos daun harus tampak segar dan basah pada bagian atas.
  • Pengadukan kompos di lakuka 3 kali per minggu, atau minimal dua kali setiap dua minggu. Hal tersebut jika di lakukan berkali-kali akan membuat kompos lebih cepat saat pengomposan atau memasak..
  • Jangan lupa untuk menutup media pengomposan dengan terpal atau plastik untuk menjaga panas di dalam gundukan kompos tidak keluar. Serta sesekali anda perlu menambahkan sedikit air, tetapi jangan banyak banyak karena dapat menyebabkan timbulnya jamur.
  • Campurlah kompos dengan tanah setelah 4 sampai 9 bulan. Ketika warna kompos telah berubah menjadi cokelat tua yang seragam, ketahuilah bahwa saat ini adalah waktu untuk menggunakannya.

Baca Disini.. ! Manfaat Sampah Organik yang perlu anda tahu