Selamat Datang di situs ini!!! kali ini saya akan membagikan ulasan tentang cara pengolahan sampah plastik. baca dan pahami baik-baik ya. Insya Allah, di artikel kali ini kamu akan banyak mendapat inovasi,  kreasi serta motivasi untuk teman-teman tentunya terkait dengan dunia mesin khususnya.

Barang bekas yang dibuang ini memerlukan suatu pengolahan agar nantinya tidak menimbulkan suatu masalah tertentu. Limbah padat biasanya cuma sekedar di buang atau di tinggalkan begitu saja dari pemiliknya.

Limbah sangat akrab dengan suatu kehidupan manusia sehari- hari. Hampir setiap ada kegiatan manusia akan menghasilkan suatu limbah. Limbah- limbah ini ada yang berbentuk seperti padat, cair, dan juga gas.

Masing- masing dari limbah ini mempunyai karakteristik yang sangat berbeda- beda. Limbah cair tidak akan sama dengan penanganannya dengan limbah padat, demikian juga dengan limbah gas. Itulah seharusnya mengetahui cara penanganan limbah padat yang baik.

Cara pengolahan sampah plastik hampir setiap hari kita pasti bersinggungan dengan sebuah Plastik. Mulai dari botol plastik bekas, kantong plastik, sedotan, makanan/minuman kemasan ataupun sebuah barang-barang yang ada disekitar kita yang berbahan dasar sebuah Plastik.

Plastik memang telah menjadi sebuah komponen yang penting dalam kehidupan modern manusia. Namun peningkatan dalam penggunaan plastik cukup sulit kita batasi. Diperlukan upaya untuk menghindari sebuah tumpukan dalam pengolahan sampah plastik bekas kemasan yang menggunung.

Jenis-Jenis Dan Pengolahan Sampah Plastik

pengolahan sampah plastik

Jenis-jenis sampah yang ada di sekeliling kita cukup bermacam ragam, ada yang berbentuk sampah rumah tangga, sampah industri, sampah pasar, sampah rumah sakit, sampah pertanian, sampah perkebunan, sampah peternakan,dll.
Berdasarkan dari asalnya, sampah padat dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu sebagai berikut ini:

1. Sampah organik

Adalah suatu sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat seperti biodegradable. Limbah ini dengan mudah dapat diuraikan melalui suatu proses alami.
Sisa rumah tangga sebagian besar merupakan suatu bahan yang organik. Termasuk juga sampah organik, misalnya sampah dari sebuah dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus (selain kertas, karet dan juga plastik), tepung, sayuran basi, kulit buah, daun dan yang lain.
Selain itu juga, suatu pasar tradisional juga banyak menyumbangkan sampah organik seperti sampah sayuran, buah-buahan dan lainnya. Maka dari itu cara untuk mengurangi sampah plastik dengan tidak memakai plastik saat berbelanja.

2. Sampah Anorganik

Sampah anorganik adalah sampah / limbah yang dihasilkan dari berbagai macam proses, di mana jenis sampah ini tidak dapat terurai oleh bekteri secara alami dan pada umumnya memerlukan waktu yang sangat lama di dalam penguraiannya.
Dari pengertian sampah anorganik ini jadi bahwa masalah sampah paling besar yang ada di dunia ini yaitu karena banyaknya sampah anorganik. Diperlukan waktu yang sangat lama untuk penguraian sampah ini sehingga berpotensi menumpuk, menggunung dan mengancam kehidupan makhluk hidup di dunia.
Selain dengan cara pengolahan sampah plastik, cara mengatasai masalah sampah anorganik ini adalah dengan membatasi penggunaan produk-produk anorganik ini.

Manfaat pengelolaan sampah daur ulang :

1. Membuka Lapangan Kerja

Manfaat yang sangat menonjol ialah masyarakat bisa membuka lapangan kerja. Bekerja di sektor formal ketika ini sempit kesempatannya. Melamar pekerjaan memerlukan syarat tertentu. Lowongan kegiatan sedikit, sampai-sampai sulit menggali pekerjaan.

Usaha daur ulang ini bisa membuka lapangan kerja untuk masyarakat di sektor informal. Dengan meningkatnya lapangan pekerjaan untuk masyarakat, tingkat pengangguran bisa dikurangi.

2. Meningkatkan Penghasilan Masyarakat

Berkreasi dari bahan bekas menjadi kerajinan-kerajinan tangan kemudian didistribusikan untuk masyarakat dapat menambah pendapatan. Apalagi bahan baku daur ulang tidak memerlukan modal yang besar. Barang daur ulang memiliki nilai ekonomi yang menghasilkan pendapatan.

Sehingga masyarakat bisa berdaya secara ekonominya. Pemberdayaan ekonomi rakyat yang dimaksud disini ialah adanya penghasilan atau pendapatan yang dapat diperoleh dari hasil penjualan barang olahan dari bahan bekas menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan mendapat  penghasilan itu masyarakat dapat menambah kesejahteraan dan bisa memenuhi keperluan hidupnya.

3. Mengurangi Perusakan Lingkungan

Sampah yang dihanguskan dan limbah pabrik dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Mengolah sampah-sampah dan memanfaatkan limbah, dengan membuatnya menjadi barang kerajinan dan jualan kreasi lainnya, perusakan lingkungan dapat diatasi.

4. Menghemat Sumber Daya Alam

Berkreasi dari sampah plastik dapat menghemat sumber daya alam menjadi bahan baku kebutuhan hidup manusia.Contohnya, dengan mendaur ulang kertas saya dan anda bisa mengurangi laju pengurangan jumlah pohon.

5. Mencegah Penyakit

Sampah yang menumpuk dapat mengakibatkan penyakit. Dengan mendaur ulang sampah-sampah, tumpukan sampah bakal berkurang. Tingkat kebersihan pun akan meningkat jika pengelolaan sampah plastik berlangsung dengan baik.

6. Menambah Kreativitas dan Keterampilan

Dengan berkreasi dari bahan bekas, anda akan lebih kreatif dan terampil. Kita dapat mengejar ide-ide baru yang kreatif.

Jumlah Sampah di Indonesia

pengolahan sampah plastik

Tidak data data akurat tentang jumlah pencemaran sampah plastik di Indonesia, walaupun terdapat mencapai sekitar 6.000 hingga 6.500 ton per hari. Misalnya jumlah sampah di Jakarta dikutip dari geotimes mencapai 10.725 ton per hari.

Sedangkan untuk Kota Palembang, jumlah sampah naik secara signifikat mulai dari 700 ton per hari menjadi 1.200 ton per hari. Secara keseluruhan, jumlah total sampah di Indonesia mencapai 175.000 ton / hari, atau 0,7 kilogram / orang dan sekitar 67 juta ton / tahun.

Menurut Indonesia Solid Waste Association (InSWA), sebagaimana dikutip dari Antara, produksi sampah plastik Indonesia sekitar 5,4 juta ton setiap tahunya. Sedangkan berdasarkan data BPLHD, sekitar 13 persen dari sampah di Jakarta kurang dari 6.000 ton per hari adalah sampah plastik.

Indonesia sendiri menempati peringkat kedua dalam negara penghasil sampah terbesar di dunia, oleh karena itu pemerintah dan kita sebagai masyarakat harus mengatasi masalah sampah plastik. Demikian akhir dari artikel tentang cara pengolahan sampah plastik, sekian dan terima kasih.

Dampak Sampah Plastik

1. Dampak Terhadap Sebuah Kesehatan

Tempat dan pengelolaan sampah plastik yang kurang memadai (pembuangan limbah sampah yang tidak terkontrol) adalah sebuah tempat yang cocok untuk beberapa organisme dan menarik bagi bermacam jenis binatang seperti, lalat dan anjing yang menjangkit penyakit.
Potensi Dari bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut yaitu :
  • Penyakit suatu diare, kolera, tifus dapat menyebar dengan sangat cepat disebabkan virus yang ada dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat bisa bercampur dengan air minum. Sakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan sangat cepat.
  • Penyebab dari jamur dapat juga menyebar luas (misalnya jamur kulit).
  • Penularan yang dapat menyebar dari melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dapat dijangkitkan oleh cacing pita(taenia). Cacing ini sebelumnya masuk kedalam suatu pencernakan binatang ternak melalui makanannya.

2. Dampak Terhadap Lingkungan Sekitar

Cairan dari rembesan sampah ini yang masuk kedalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai jenis suatuorganisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesien akan lenyap. Hal ini mengakibatkan berubahnya suatu ekosistem perairan biologis.
Penguraian suatu sampah yang di buang kedalam air akan menghasilkan suatu asam organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau yang kurang sedap, gas ini pada konsentrasi tinggi bisa dapat meledak.

3. Dampak Terhadap Keadaan Sosial Serta Ekonomi

Dampak-dampak tersebut terdapat dibawah ini adalah sebagai berikut :
  • Pengelolaan suatu sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal yang penting disini adalah meningkatnya pembiayaan (untuk mengobati sebuah kerumah sakit).
  • Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan suatu sampah yang tidak memadai, seperti tingginya suatu biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan limbah sampah kurang atau tidak efisien.
  • Orang akan cenderung membuang sampahnya dijalan raya. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering untuk dibersihkan dan diperbaiki.

Pengelolaan Sampah Plastik Dengan Konsep 3R

Menurut Departemen Pekerjaan Umum Kota Kabupaten Semarang (2008), pengertian pengelolaan sampah 3R secara umum adalah upaya untuk pengurangan sampah, melalui program menggunakan lagi (Reuse), mengurangi (Reduce), dan daur ulang (Recycle).
  1. Reuse (menggunakan suatu kembali) yaitu penggunaan kembali limbah sampah secara langsung,baik untuk sesuai fungsi yang sama maupun fungsi lain.
  2. Reduce (mengurangi sampah) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya suatu sampah.
  3. Recycle (mendaur ulang kembali) yaitu memanfaatkan kembali suatu sampah setelah mengalami suatu proses pengolahan.
Mengurangi suatu sampah dari sumber timbulan, di perlukan upaya untukmengurangi sampah mulai dari hulu sampai hilir. Upaya-upaya ini yang dapat dilakukan dalam mengurangi sampah dari sumber sampah (darihulu) adalah menerapkan sebuah prinsip 3R.

Teknik Dalam Pengolahan Sampah Plastik

pengolahan sampah plastik

Sampah adalah suatu sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang. Yang umumnya berasal dari suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia (termasuk kegiatan industri).
Tetapi bukan suatu biologis (karena human waste tidak dapat termasuk didalamnya) dan umumnya bersifat sangat padat. Maka itu sebuah tips atau cara mengurangi sampah plastik yang ada di lingkungan sekitar.
Sumber dari sampah bisa bermacam-macam, diantaranya adalah seperti : dari sisa rumah tangga, pasar, warung, kantor, bangunan umum, industri, dan jalan raya. Berdasarkan komposisi kimia itu, maka sampah dibagi menjadi sampah organik serta sampah anorganik.
Penelitian mengenai sebuah sampah padat di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 80% merupakan suatu sampah organik, dan diperkirakan sekitar 78% dari sampah tersebut dapat digunakan kembali atau dapat didaur kembali.
Pengelolaan sampah adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam menangani suatu sampah sejak ditimbulkan sampai dengan pada pembuangan akhir. Secara garis yang besar, kegiatan di dalam pengelolaan suatu sampah meliputi pengendalian timbulan sampah.

Teknik Pengolahan Sampah Plastik Untuk Menghindari Pencemaran Lingkungan

Sampah dapat dibedakan menjadi 2 macam seperti sampah organik dan sampah anorganik, pengelolaan sampah  plastik organik dengan cara pengomposan adalah cara yang paling baik karena bisa mengendalikan bahaya yang mungkin terjadi. Pengomposan adalah penguraian dan pemantapan bahan organik, secara biologi dengan suhu yang tinggi.

Hasil akhir dari pengolahan tersebut yaitu bahan yang cukup bagus untuk diletakan di tanah. Pengomposan tersebut dapat dilakukan dengan cara yang bersih, namun tanpa menghasilkan kegaduhan baik di luar maupun di dalam suatu ruangan. Teknologi dari pengomposan ini cukup beragam.

Teknologi pengolahan tersebut bisa dilakukan dengan cara aerobik, dan anaerobik, dengan bahan tambahan atau pun tidak. Bahan tambahan yang sering dipakai untuk proses pengomposan misalnya, aktivator kompos atau dapat juga dengan memakai cacing.

Keunggulan dari pengomposan tersebut adalah menggunakan teknologi yang sederhana, biaya penanganan yang cukup rendah, dan dapat menangani sampah dengan jumlah yang banyak. Atau tergantung pada luas atau tidaknya lahan yang digunakan. Cara yang paling sering dipakai dalam proses pengolahan adalah aerobik karena mudah dan juga murah.

Cara aerobik juga biasanya tidak membutuhkan kontrol proses yang terlalu sulit. Selain itu dekomposisi bahannya juga dilaksanakan oleh mikroorganisme, di dalam bahan itu sendiri. Yang dibantu dengan udara. Lain halnya dengan cara anaerobik, yang memanfaatkan mikroorganisme yang tidak membutuhkan udara dalam mendegradasi bahan organik.

Hasil yang didapat dari proses pengolahan ini, akan menjadi bahan yang sangat diperlukan untuk kepentingan tanah pertanian di Indonesia. juga sebagai upaya dalam memperbaiki sifat kimia, fisika, dan biologi tanah, dan produksi tanaman pun akan menjadi lebih tinggi.

Kompos yang didapat dari proses pengolahan sampah ini juga dapat dipakai untuk menyuburkan struktur lahan kritis, untuk menyuburkan tanah pertanian. tanah pertamanan, sebagai bahan penutup sampah di TPA. Sebagai eklamasi pantai sehabis penambangan, sebagai media tanam, dan mengurangi penggunaan pupuk kimia.

5 Cara Pengolahan Sampah Plastik Yang Benar

Sekarang Anda sudah mengetahui contoh limbah organik dan anorganik. Langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin perlu waktu untuk membiasakannya dan perlu partisipasi seluruh penghuni rumah, tapi hasilnya tentu memuaskan. Cara pengolahan sampah bisa dikatakan mudah dari  yang dibayangkan, simak di bawah ini:

  1. Siapkan setidaknya dua bak sampah, masing-masing untuk sampah anorganik dan organik. Cukup memakai bak sampah kecil saja untuk sampah organik di dapur karena sampah ini harusnya dikosongkan setiap hari. Tidak perlu memakai alas kantong sampah plastik untuk bak yang kecil supaya mengurangi pemakaian plastik.
  2. Letakan bak sampah organik yang berukuran besar di kebun atau di luar rumah supaya mengosongkan bak sampah dapur setiap hari dan untuk menampung sampah kebun seperti dedaunan, ranting kering, dan kotoran hewan.
  3. Untuk pemilahan sampah yang lebih efektif, bersihkan bak sampah dapur setiap kali dikosongkan dan sebelum digunakan lagi untuk mencegah munculnya kuman akibat sisa sampah yang membusuk. Gunakan produk pembersih yang andal, misalnya Cif, untuk mengangkat minyak dan noda bandel pada dinding bak sampah seperti makanan gosong atau lengket serta membunuh kuman. Bilas bak sampah dengan air bersih dan keringkan sebelum digunakan lagi.
  4. Anda dapat membuat kompos dari limbah organik ini jika mau atau sekecilnya sampah ini telah dibungkus terpisah dari sampah lain saat sampah diambil petugas pengumpul sampah.
  5. Sampah anorganik bisa dipilah lagi berdasar bahannya, seperti bahan kaca, plastik, kardus, koran bekas, dan kaleng. Sampah ini bisa dijual atau diberikan ke tukang rombeng untuk didaur ulang.

Pemilahan sampah dapat terdengar merepotkan sebab Anda harus mempertimbangkan mana yang organik dan mana yang anorganik. Tetapi setelah tahu perbedaan sampah organik dan anorganik, proses ini akan berjalan secara otomatis.

Itulah ulasan mengenai cara pengolahan sampah plastik untuk menjaga lingkungan sekitar kita. Semoga dapat bermanfaat bagi anda semua untuk menambah wawasan. Serta bisa menjadikan lingkungan ini terjaga. Sekian dan Terima Kasih.