Seperti yang sudah kita ketahui, ada berbagai macam plastik kemasan yang sering kita temukan dan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, banyak diantara jenis plastik ini yang digunakan untuk kemasan makanan atau minuman.

Tapi pertanyaannya, apakah plastik kemasan ini aman digunakan untuk membungkus makanan Anda? Berikut ini ulasannya.

Sekilas Tentang Plastik Kemasan

plastik kemasan

Bahan pembuat plastik dari minyak dan gas sebagai sumber alami, dalam perkembangannya digantikan oleh bahan-bahan sintetis sehingga dapat diperoleh sifat-sifat plastik yang diinginkan dengan cara kopolimerisasi, laminasi, dan ekstruksi. Itu sebabnya ada berbagai macam jenis plastik yang bisa kita temukan.

Plastik kemasan bisa berbentuk kemasan kaku maupun kemasan yang mudah dibentuk atau fleksibel. Untuk mengemas produk padat dan tidak memerlukan perlindungan khusus, bisa menggunakan plastik yang fleksibel.

Baca Juga…! 13 Kerajinan Dari Plastik Ini Mampu Ubah Gaya Hidup Jadi Lebih Menarik

Contoh produk yang dikemas menggunakan plastik fleksibel itu seperti keripik, tahu, tempe dan lain-lain. Sedangkan untuk mengemas produk yang memerlukan perlindungan seperti produk yang berbentuk cair atau pasta maka digunakan plastik yang kaku tapi juga bisa dibentuk, misalnya kemasan dalam bentuk botol, kotak atau jerigen plastik.

Plastik kemasan banyak digunakan dengan pertimbangan bahan tersebut mudah dibentuk sesuai dengan keinginan, tidak bersifat korosif (mudah berkarat), tidak memerlukan penanganan khusus.

Kalau dalam dunia perdagangan dikenal ada plastik khusus untuk mengemas bahan pangan atau istilahnya “food grade” dan plastik untuk mengemas bahan bukan pangan atau “non-food grade”. Maka dari itu kalau kita akan memilih plastik untuk mengemas bahan dan produk pangan maka harus dipilih yang “food grade”.


3 Jenis Kemasan Produk

  1. Primary Packaging adalah bahan atau kemasan yang pertama kali bersentuhan langsung dengan isi produk. Contohnya itu seperti botol, kaleng, aerosol spray, amplop, bungkus permen, plastik pembungkus makanan, skin pack, wrappers, dan lain sebagainya.
  2. Secondary Packaging adalah bahan atau kemasan yang membungkus kemasan utama (Primary Packaging). Secondary Packaging ini memiliki kemasan yang ukurannya lebih besar dan mewadahi beberapa Primary Packaging sekaligus. Contohnya itu seperti kardus atau plastik wrap.Kantong plastik yang sering Anda gunakan untuk membawa beberapa kaleng atau botol juga termasuk ke dalam kategori secondary packaging.
  3. Tertiary Packaging adalah jenis kemasan yang digunakan untuk melindungi produk saat pengiriman atau pendistribusian. Contohnya container, barrel, dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam prosesnya, pengemasan kadang tak bisa dilepaskan dari package labeling atau biasa disebut labeling, yaitu:

  • Sepotong kertas, kain, logam, kayu, dsb yang ditempelkan pada barang dan menjelaskan tentang nama barang, nama pemilik, tujuan, alamat, dsb.
  • Etiket, merek dagang.
  • Petunjuk singkat tentang zat-zat yang terkandung.

7 Jenis Plastik Kemasan Yang Digunakan Sehari-hari

jenis plastik

1. Polyethylene Terephthalate (PET/PETE)

Perhatikan kode pada kemasan plastik yang Anda beli. Kalau terdapat gambar segitiga dengan angka atau nomor satu di dalamnya, maka plastik itu namanya polythylene. Biasanya kita temukan pada kemasan air mineral, botol kecap, minyak goreng, saus sambal, dan sebagainya.

Ada beberapa ciri-ciri yang mudah dikenali dari jenis plastik PET/PETE ini, antara lain jernih, kuat, tahan pelarut, kedap air dan gas, serta mudah lunak jika berada pada suhu 80 derajat Celcius.

Kalau dipakai berulang-ulang, apalagi untuk menyimpan air panas, lapisan polimer pada botolnya itu akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogen yang bisa menyebabkan kanker. Maka dari itu, sebaiknya jenis kemasan plastik yang satu ini disimpan di tempat yang sejuk dan hidarkan dari tempat yang memiliki suhu diatas 80 derajat Celcius.

2. High Density Polyethylene (HDPE)

Jenis plastik ini bisa Anda temukan pada plastik kemasan yang diberi tanda segitiga dengan nomor dua di dalamnya. HDPE biasanya terdapat dalam botol deterjen, jus kemasan, minyak, serta beberapa produk susu kemasan. Ciri-ciri HDPE yang bisa Anda kenali adalah semi fleksibel, tahan bahan kimia, dan lembab.

Meskipun dikenal cukup aman dari reaksi bahan kimia, tapi jenis plastik HDPE ini bisa berubah lunak jika berada pada suhu 75 derajat celcius.

HDPE direkomendasikan untuk satu kali pemakaian saja, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Nah senyawa ini bisa mengakibatkan iritasi kulit, gangguan pernapasan, gangguan menstruasi bahkan bisa menyebabkan keguguran bagi ibu hamil, jadi perlu berhati-hati.

3. Polyvinyl Chloride (PVC)

Jenis plastik yang ini mungkin sudah cukup familiar di kalangan masyarakat dalam wujud pipa peralon atau pipa PVC. Jenis plastik ini memiliki tanda gambar segitiga dengan nomor tiga di dalamnya.

Tapi jangan salah, ternyata PVC banyak digunakan untuk mengemas mentega, margarine, dan minyak goreng karena tahan terhadap minyak dan memiliki permeabilitas yang rendah terhadap air dan gas. PVC juga digunakan untuk mengemas perangkat keras (hardware), kosmetik, dan obat-obatan.

PVC ini memiliki sifat kuat dan cukup keras, namun bisa berubah menjadi lunak jika berada pada suhu 80 derajat celcius. PVC banyak digunakan sebagai bahan pakaian, perpipaan, atap, dan lain lain. Sebagai bahan bangunan, PVC relatif murah, tahan lama, dan mudah dirangkai.

Meskipun begitu, PVC juga mengandung komponen berbahaya yang terdiri dari vinyl chloride monomer VCM), ester ftalat (DEHP, DIDP), senyawa Pb, dan semi karbazid (SEM) sehingga tidak boleh digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman, karena mengandung zat diethylhydroxylamine (DEHA) yang bisa merusak organ tubuh ginjal dan hati.

4. Low Density Polyethylene (LDPE)

Bergambar segitiga dan diberi nomor empat, jenis plastik ini biasa disebut LDPE. Umumnya digunakan sebagai plastik pembungkus makanan, dan kantung plastik supermarket yang biasa Anda gunakan. Sifat dari plastik ini kuat, fleksibel, kedap air, permukaannya tidak jernih dan dapat berubah menjadi lunak jika berada pada suhu 70 derajat celcius.

LDPE memiliki kemampuan perlindungan yang baik terhadap reaksi kimia dan menjadi salah satu jenis plastik yang sering digunakan untuk membungkus makanan dan minuman.

5. Polypropylene (PP)

Polypropylene akan Anda temukan pada plastik dengan gambar segitiga bernomor lima. Plastik ini biasanya ditemukan pada kotak makanan, atau botol obat. Botol berbahan PP tahan terhadap bahan kimia, panas dan minyak, tapi akan melunak pada suhu 140 derajat celcius.

Polypropylene merupakan jenis plastik terbaik untuk digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman, karena mampu mencegah terjadinya reaksi kimia, dan cukup tahan terhadap suhu panas.

6. Polystyrene (PS)

Jenis plastik Polystyrene ini juga dikenal dengan sebutan styrofoam. Jenis kemasan ini memiliki sifat kaku, buram, terpengaruh terhadap lemak dan pelarut, cukup mudah dibentuk dan berubah menjadi lunak jika berada pada suhu panas 95 derajat celcius.

Wadah styrofoam dapat ditemukan sebagai kemasan makanan beku, hidangan siap saji, bahkan dapat dibuat sebagai piring, garpu, kemasan kopi dan sendok plastik. Styrofoam diketahui bisa mengeluarkan zat styrene jika dipanaskan apalagi ketika mengunakan microwave.

Karena zat styrene ini bisa menimbulkan kerusakan otak, menggangu sistem reproduksi, hingga sistem syaraf. Maka dari itu sangat dianjurkan untuk menghindari jenis kemasan ini sebagai kemasan makanan atau minuman.

7. Polikarbonat

Jenis plastik Polikarbonat ditandai dengan gambar segitiga dengan nomor tujuh. Plastik ini merupakan jenis plastik polikarbonat (PC) dengan ciri-ciri tidak mudah pecah, ringan, dan jernih. Pada dasarnya, polikarbonat cukup aman, dan sering digunakan pada galon air minum, bahkan botol susu bayi, selama tidak tergores dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Karena itu, pada dasarnya polikarbonat mulai tidak direkomendasikan lagi sebagai kemasan makanan atau minuman, karena mengandung residu bisfenol A (BPA) yang sangat berbahaya bagi tubuh. Jumlah zat kimia yang akan dikeluarkan tergantung pada suhu udara pada saat itu.


Pemilihan Plastik Kemasan Untuk Bahan Pangan

Saat ini sudah mulai ada banyak perubahan permintaan konsumen dan pasar akan produk pangan, dimana konsumen menuntut produk pangan yang bermutu tinggi, bisa disajikan di rumah, kondisi segar, dan mutu seragam.

Hal ini menyebabkan plastik kemasan merupakan solusi yang tepat, karena bisa memenuhi semua tuntutan konsumen diatas. Jenis plastik yang ada di pasaran sekarang ini ada beragam, jadi perlu pengetahuan yang baik untuk bisa menentukan jenis kemasan plastik yang tepat untuk pengemasan produk pangan tertentu, apalagi kalau Anda mempunyai usaha di bidang kuliner. Karena kalau salah dalam memilih jenis plastik kemasan yang tepat, bisa menyebabkan rusaknya bahan pangan yang dikemas.

Baca Juga…! Inspiratif..! Ini 20 Kerajinan Dari Botol Plastik Yang Menggugah

Perlu Anda ketahui, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum memilih jenis plastik kemasan, antara lain kemasan itu harus bisa melindungi produk dari kerusakan fisik dan mekanis, mempunyai daya lindung yang baik terhadap gas dan uap air, harus bisa melindungi dari sinar ultra-violet, serta tahan terhadap bahan-bahan kimia.

Nah berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas, disini kami akan share jenis plastik kemasan apa saja yang sesuai dengan produk yang akan dikemas, yaitu sebagai berikut:

1. Produk Susu

Plastik kemasan yang sesuai untuk produk susu adalah LDPE dan HDPE. Sedangkan kemasan yang baik untuk produk olahan susu, seperti keju itu harus yang bersifat kedap terhadap uap air dan gas, misalnya nilon/polietilen, Selulosa, polietilen dan PET/PE.

2. Daging dan Ikan

Pasti Anda sudah pernah melihat ada berbagai macam plastik kemasan untuk daging dan ikan di pasar atau supermarket, kan? Kenapa ada banyak macam kemasannya? Karena itu semua disesuaikan dengan olahan produknya, antara lain:

– Daging segar dikemas dengan PVC yang permeabilitasnya terhadap uap air dan gas tinggi.
– Daging beku dikemas dengan LDPE dan LDPE nilon.
– Unggas dikemas dengan kantung laminasi dari etilen vinil asetat/polietilen (EVA/PE).
– Daging masak dan bacon dengan E/PVDC/PA/PT/PETT atau kemasan vakum.
– Ikan dan ikan beku dikemas dengan HDPE atau LDPE.

3. Produk Roti

– Roti yang mengandung humektan dikemas dengan kemasan kedap air.
– Roti yang bertekstur renyah dengan kemasan kedap udara.
– Cake (bolu) agar tidak kering dan bau apek dikemas dengan selulosa berlapis atau plastik OPP (oriented polystyrene) yang dikenal juga dengan plastik kaca, karena mempunyai sifat kaku,jernih,tidak berbau.

4. Makanan kering

Untuk makanan kering dikemas dengan plastik kemasan kedap uap air dan gas seperti LDPE berlapis kertas atau LDPE/aluminium foil.

5. Makanan Yang Diolah

– Untuk makanan yang stabil seperti selai dan acar kemasan yang digunakan adalah plastik fleksibel dan jika akan diolah lagi digunakan gelas atau kaleng.
– Konstruksi lapisan yang dibutuhkan untuk retort pouch adalah bahan-bahan seperti poliester atau poliamida/ aluminium foil/HDPE atau PEPP kopolimer.
– Kemasan sekunder yang digunakan untuk distribusi adalah karton.

6. Buah dan Sayur Segar

Plastik kemasan yang dipilih untuk buah-buahan dan sayuran segar adalah kemasan yang mempunyai permeabilitas yang tinggi terhadap CO2 agar bisa mengeluarkan CO2 dari produk sebagai hasil dari proses pernafasan. Jenis kemasan yang sesuai adalah polistiren busa seperi LDPE, EVA, ionomer atau plastik PVC.

7. Kopi

– Dikemas dengan kemasan hampa seperti foil atau poliester yang sudah dimetalisasi dan PE.
– Untuk kemasan kopi instan digunakan PVC yang dilapisi dengan PVDC, tapi harganya cenderung masih terlalu mahal.

8. Lemak dan Minyak

Digunakan kemasan PVC yang bersih dan mengkilap. Pengemasan mentega dan margarin dilakukan dengan polistiren.

9. Selai dan Manisan

Sebelumnya pengemasan selai dan manisan menggunakan polistiren dengan pencetakan injeksi, tapi saat ini banyak yang sudah menggunakan PVC berbentuk lembaran.

10. Minuman

Untuk minuman berkarbonasi maka dipilih kemasan yang kuat, tahan umbukan dan benturan, tidak tembus cahaya dan permeabilitasnya terhadap gas rendah, sehingga jenis kemasan yang sesuai adalah poliakrilonitril.

Untuk minuman yang tidak berkarbonasi maka dipilih kemasan berbentuk botol yang mengalami proses ekstrusi yaitu Lamicon yang berasal dari PE dan lamipet (bahan yang mengandung 95% polivinil asetat saponifiliasi).

11. Bahan Pangan Lain

Untuk bahan pangan lain seperti garam dikemas dengan HDPE karena sifat perlindungannya terhadap kelembaban yang tinggi. Selain itu, ada juga bumbu masak yang dikemas dengan LDPE yang fleksibel, serta makanan beku dengan LDPE dan EVA.

Demikian informasi mengenai Berbagai Macam Jenis Plastik Kemasan yang bisa kita temukan dan kita gunakan sehari-hari. Semoga artikel ini bisa menjadi menambah wawasan dan menjadi referensi bagi Anda tentang plastik kemasan yang aman dan sesuai untuk produk pangan yang Anda olah dan konsumsi sehari-hari. Terima kasih