Proses pembuatan kompos sebenarnya tidaklah sulit, bahkan bisa dibilang mudah. Kompos Organik terbuat dari sampah organik yang mudah didapat disekitar kita.

Kompos

Kompos adalah bahan-bahan organik atau bias disebut juga sampah organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena adanya interaksi antar bakteri pembusuk (mikroorganisme) yang bekerja di dalamnya.

Kotoran sapi merupakan salah satu contoh bahan organik yang sangant cocok untuk dijadikan sebagai  kompos. Kotoran sapi mengandung unsur hara didalamnya antara lain fosfor 0,11%, nitrogen 0,33%, kalium 0,13%, dan, kalsium 0,26%.

Contoh lain selain kotoran sapi ialah jerami, sampah kota, limbah pertanian, dan lain sebagainya. Cara pembuatan kompos bermacam-macam tergantung pada : keadaan tempat pembuatan, mutu yang diinginkan, budaya orang, jumlah kompos yang dibutuhkan, macam bahan yang tersedia dan selera si pembuat kompos.

Kompos dapat dihasilkan melalui proses perombakan bahan organik yang dilakukan oleh mikrobia dengan hasil akhir berupa kompos yang memiliki nisbah C/N rendah. Bahan ideal untuk dikomposkan memiliki nisbah C/N sekitar 30, sedangkan kompos yang dihasilkan akan memiliki nisbah C/N < 20.

Bahan organik yang memiliki nisbah C/N jauh lebih tinggi di atas 30 biasanya terombak dalam jangka waktu yang lama, sebaliknya jika nisbah tersebut terlalu rendah dari 30 maka akan terjadi kehilangan N karena menguap selama proses perombakan berlangsung.

Kompos yang dihasilkan dengan proses fermentasi menggunakan teknologi mikrobia efektif dikenal dengan nama bokashi. Dengan cara seperti ini proses pembuatan kompos akan berlangsung lebih singkat dibandingkan dengan cara konvensional.

Pengomposan pada dasarnya merupakan suatu upaya yang bertujuan mengaktifkan kegiatan mikrobia agar mampu mempercepat proses dekomposisi pada bahan organik. Yang dimaksud mikrobia disini adalah fungi, bakteri, dan jasad renik lainnya.

Kompos merupakan bahan pembenah tanah yang lebih baik dan tentunya alami jika dibandingkan dengan bahan pembenah buatan/sintetis. Pada umumnya kompos mengandung hara makro N,P,K yang rendah, tetapi mengandung hara mikro dalam jumlah cukup yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan tanaman.

 

Yang perlu diperhatikan ketika proses pembuatan kompos adalah :

Kelembaban timbunan bahan kompos, kegiatan dan kehidu­pan mikrobia sangat di pengaruhi oleh kelembaban yang cukup, tidak terlalu kering ataupun basah apalagi tergenang.

Aerasi timbunan, aerasi sangat berhubungan dengan ke lengasan. Apabila terlalu anaerob maka mikrobia yang hidup hanya mikrobia anaerob saja, dan mikrobia aerob mati atau terhambat pertumbuhannya.

Sedangkan bila terlalu aerob maka udara bebas masuk ke dalam timbunan bahan yang dikomposkan umumnya menyebabkan hilangnya nitrogen relatif banyak karena terjadi menguapan berupa NH3.

Temperatur harus dijaga agar tidak terlampau tinggi (maksimum 60 0C), selama proses pembuatan kompos akan selalu timbul panas sehingga bahan organik yang dikomposkan temparaturnya menjadi naik bahkan sering temperatur mencampai 60 0C.

Pada temperatur tersebut akan menyebabkan mikrobia mati atau sedikit sekali yang hidup. Untuk menurun­kan temperatur harus dilakukan pembalikan timbunan bakal kompos.

Suasana, proses pengomposan kebanyakan menghasilkan asam-asam organik, sehingga menyebabkan turunya pH. Pembalikan timbunan kompos mempunyai dampak netralisasi kemasaman.

Netralisasi kemasaman sering dilakukan dengan cara menambah bahan pengapuran misalnya kapur,  abu atau dolomit. Pemberian abu tidak hanya untuk menetralisasi tetapi juga menambah hara Ca, K dan Mg dalam kandungan kompos yang dibuat.

Untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas kompos, timbunan harus diberi pupuk yang mengandung zat hara terutama P. Perkembangan mikrobia yang cepat sangat memerlukan hara lain termasuk P.

Sebetulnya P disediakan untuk mikrobia sehingga proses perkembangannya dan kegiatannya akan menjadi lebih cepat. Pemberian hara ini juga meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan karena kadar P dalam kompos lebih tinggi dari biasa, karena residu P sukar tercuci dan tidak  mudah menguap.

 

Cara praktis membuat kompos

proses pembuatan kompos

Berikut ini saya akan membagikan 3 cara mudah dalam membuat kompos.

Cara pertama dalam proses pembuatan kompos :

Sebaiknya dilakukan dalam bangunan yang memiliki lantai rata, keras, padat, dan terbebas dari air yang menggenang, serta adanya atap yang dapat melindungi dari terik matahari dan guyuran hujan.Dekat dengan sumber bahan kompos organic seperti jerami, pupuk kandang, sampah, sekam, dedak dan lainnya.Dekat dengan sumber air bersih, dan transportasi mudah.

Alat yang diperlukan :
  • Garuk atau bias juga cangkul
  • Alat pemotong rumput atau sabit
  • Gembor
  • Ember air
  • Kotak cetakan kayu
  • Karung plastik
Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam :
  • 500 kg Jerami yang dicacah sampai halus 3- 5 cm. Untu lebih mudah anda dapat menggunakan mesin pencacah kompos
  • 500 kg Pupuk kandang
  • 250 g Gula pasir
  • 500 mL EM-4
Proses pembuatan kompos :
  1. Campurkan 10 g gula pasir, 20 mL EM-4, dan, air bersih 1.000 mL ke dalam jerigen yang tertutup rapat, di kocok merata lalu difermentasikan selama 24 jam.
  2. Campurkan Jerami dan pupuk kandang merata di atas lantai.
  3. Selanjutnya tambahkan larutan EM-4 ke kemudian diaduk merata sampai kadar lengas dalam adukan tersebut sekitar 30%.
  4. Ambil segenggam bakal kompos, jika ketika diperas tidak ada air yang menetes berati sudah benar.
  5. Buat bakal kompos menjadi gundukan setinggi 60 cm, kemudian tutupi dengan menggunakan karung goni atau plastik.
  6. Pastikan agar setiap 2 hari gundukan tersebut diperiksa, jika temperatur kurang dari 50 C gundukan kompos harus segera dibongkar dan dianginkan. Setelah dingin buat gundukan kompos kembali, tutup dengan menggunakan karung goni. Dan jika gundukan kompos terlalu kering tambahkan larutan EM-4.
  7. Setelah 3 minggu berlalu, anda dapat membongkar gundukan kompos.
  8. Kompos perlu diayak dengan menggunakan saringan kasa 2 cm.
  9. Bahan yang tidak lolos saringan bisa dikomposkan kembali.
  10. Kompos telah siap untuk digunakan.
Penggunaan kompos

Takaran penggunaan kompos secara umum adalah 2 kg/m2. Begitu sudah sampai di lahan kompos harus segera dicampur merata dengan tanah yang akan digunakan.

Kompos yang tidak segera digunakan dapat disimpan dulu. Tapi anda harus terlebih dahulu mengeringkan kompos, kemudian masukkan dalam karung plastik yang kedap air dan usahakan berwarna gelap. Karung tersebut harus disimpan ditempat yang kering, terlindung dari air hujan dan cahaya matahari langsung.

 

Cara kedua dalam proses pembuatan kompos

proses pembuatan kompos

Bahan-bahan yang diperlukan :
  • 800 kg Kotoran sapi
  • 200 kg Sekam padi
  • 2,5 kg Dekomposer
  • 2,5 liter Molases
  • Air secukupnya
Alat-alat yang diperlukan :
  • 2 buah Cangkul atau sekop untuk digunakan sebagai alat pengaduk bahan kompos dan melakukan pembalikan.
  • Terpal untuk melindungi adukan kompos dari air hujan dan terik matahari.
  • Tempat teduh dari sinar matahari dan air hujan.
  • Ember 2 buah untuk mengambil air dan mengencerkan molases.
  • Karung untuk mengemas kompos yang sudah jadi.
  • Gudang sebagai tempat menyimpanan kompos siap pakai.
Proses pembuatan kompos :

Untuk proses pembuatan kompos dibagi menjadi 4 bagian. Bagian 1 adalah proses pengadukan, bagian 2 adalah proses pengadukan umur 1 minggu, bagian 3 adalah proses pengadukan umur 2 minggu dan bagian 4 adalah kompos sudah jadi dan proses pengemasan kompos.

Cara pembuatan kompos :
  1. Persiapkan semua bahan kompos
  2. Letakkan kotoran sapi dibawah dan sekam padi di atasnya.
  3. Selanjutnya taburkan stardec secara merata.
  4. Setelah itu encerkan molasses dan disiramkan merata di atas adukan.
  5. Aduk semua bahan kompos hingga rata.
  6. Atur kelembaban kompos di angka 60% dengan ciri apabila digenggam tidak pecah, tidak ada tetesan air dan tangan tidak basah.
  7. Apabila kompos kurang lembab maka tambahkan air secukupnya.
  8. Setelah semua bahan sudah diaduk, tutup dengan menggunakan terpal.
  9. Pembalikan harus dilakukan setiap minggu.
  10. Pengecekan proses pembuatan kompos dapat dilakukan pada hari ketiga, apabila  kompos terasa panas, maka terjadi proses pengomposan.
  11. Proses akan pengomposan berlangsung selama 3 minggu.
  12. Setelah 3 minggu berlalu, maka kompos sudah jadi. Hal ini dapat ditandai dengan bahan kompos tidak panas dan tidak berbau.
Ciri-ciri kompos yang sudah jadi adalah :
  • Kompos berwarna coklat kehitaman
  • Bau kompos yang baik tidak menyengat, tetapi mengeluarkan bau seperti aroma tanah atau bau humus hutan
  • Jika dipegang dan dikepal, maka kompos akan menggumpal. Apabila ditekan dengan lunak, maka  gumpalan kompos malah akan hancur dengan mudah.

 

Cara ketiga dalam proses pembuatan kompos

Kompos organik sangat berguna sebagai bahan untuk menyuburkan tanah. Kompos bekerja dengan cara  memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuan mempertahankan kandungan air yang ada pada tanah.

Kompos juga mampu menambah aktivitas mikroba di dalam tanah, sehingga tanaman bisa dengan mudah menyerap unsur hara yang terkandung di dalam tanah. Untuk itu, pembuatan kompos rumahan ini sangat cocok bagi siapapun yang mempunyai kegemaran bercocok tanam.

Pembuatan kompos rumahan pun caranya sangatlah mudah serta sederhana. Bahan utama yang digunakan hanyalah limbah sampah organik sehari-hari yang ada di sekitar rumah kita, misalnya sampah sayur-sayuran dan buah-buahan.

Pembuatan kompos organik rumahan tidak memerlukan biaya yang banyak. Aktifitas ini bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan lahan di pekarangan rumah anda, atau cukup menggunakan sebuah wadah saja.

Cara pembuatan kompos di rumah dapat dilakukan dengan 2 macam cara

proses pembuatan kompos

Proses pembuatan kompos rumah tangga dengan memanfaatkan pekarangan rumah :

Jika rumah Anda memiliki pekarangan yang kosong, akan sangat baik apabila dimanfaatkan untuk pembuatan kompos sampah rumah tangga. Caranya sebagai berikut yaitu:

  1. Pertama, pastikan pekarangan yang akan digunakan jaraknya jauh dari sumur. Beri jarak sekitar sepuluh meter atau lebih. Lalu, gali lahan tersebut kira-kira sedalam 1 meter dan lebarnya 1,5-2 meter.
  2. Masukan semua sampah organik yang telah anda siapkan (sampah dapur berupa sayur-sayuran dan buah-buahan) ke dalam lubang galian tadi. Untuk menyamarkan baunya agar tidak menyengat, tambahkan tanah kompos secukupnya dan letakan di atas nya.
  3. Lakukan cara tersebut setiap hari hingga lubang galian yang anda buat penuh. Setelah penuh, lalu tutup dengan menggunakan tanah.
  4. Tekan tanah sampai lubang galian tersebut benar-benar tertutup oleh tanah.
  5. Semua sampah organik tersebut akan mengalami pengomposan. Setelah tiga bulan lamanya, kompos tersebut dapat anda gunakan untuk menyuburkan tanah.

 

Proses pembuatan kompos rumah tangga dengan mengunkan wadah :
  1. Pertama, siapkan wadah besar yang tidak terpakai. Buatlah lubang kecil-kecil di bagian bawah drum tersebut. Lubang ini bertujuan agar sisa air limbah sampah organik dapat merembes ke luar.
  2. Selanjutnya tanam drum ke dalam lubang galian kira-kira sedalam 10 cm.
  3. Masukan semua sampah organik setiap hari. Kemudian campurkan juga tanah dan serbuk gergaji secara bertahap. Atau bisa ditambahkan dengan bahan lain sejenisnya
  4. Jika anda ingin menghasilkan kompos orgamik yang berkualitas bagus, tambahkan juga kotoran hewan ternak.
  5. jika sampah dalam drum tersebut sudah penuh. tutup dengan menggunakan tanah.
  6. Kompos organik sudah siap dikeluarkan dari dalam drum setelah kurang lebih selama tiga bulan.

 

Sekian dulu pembahan saya mengenai proses pembuatan kompos. Semoga dapat menambah pengetahuan dan wawasan anda.

Selamat mencoba!