Budidaya ikan gurame bisa menjadi pilihan kamu dalam memulai usaha. Permintaan terhadap ikan air tawar hampir tak pernah surut. Karena memang kebutuhan ikan air tawar adalah untuk konsumsi harian sehingga selalu laris di pasaran. Sebelum kita mengetahui bagaimana cara budidaya ikan gurame lebih lanjut, alangkah baiknya jika mengenal dahulu seperti apa itu ikan gurame.

Budidaya ikan gurame memang memiliki hasil yang cukup menjanjikan. Akan tetapi, yang perlu diketahui adalah bagaimana cara budidaya ternak ikan tawar ini dan menerapkan tips nya dengan benar guna memperolah hasil yang optimal.

Ikan Gurame umumnya memiliki tubuh yang pipih dan lebar. Di alam bebas, ikan gurame banyak ditemukan di sungai, rawa atau kolam temasuk air payau. Ikan Gurame termasuk dalam golongan ikan omnivora, yang mana memakan ikan kecil, serangga, tumbuhan bahkan barang yang membusuk di dalam air.Ikan Gurame awalnya menyebar di pulau-pulau besar yaitu sekitar pulau Sumatera, Jawa dan juga Kalimantan, tapi kini telah banyak ditemukan di berbagai negara-negara lainnya di Asia terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan bahkan Australia.

Jenis Ikan Gurame untuk Budidaya Ikan Gurame

Budidaya Ikan Gurame

Sebelum memulai budidaya ikan gurame, terlebih dahulu yang harus kita lakukan yaitu memilih jenis ikan gurame yang akan kita budidayakan. Diantara jenis nya yaitu :

  • Gurame Soang

    Yakni gurame yang biasa dijumpai di pasar dan sajian di rumah makan. Memiliki berat sekitar 700 gram sampai 1,2 kilogram pada umur 12 bulan.

  • Gurame Jepang

    Yakni gurame yang masyhur di wilayah Jawa Tengah. Gurame Jepang sama seperti gurame soang, jenis ikan yang banyak ditemui di pasaran dengan bobot sekitar 3-4 kilogram per ekornya.

  • Gurame Porselin

    Yakni gurame yang memiliki warna kulit agak merah muda dan keperakan. Ukurannya lebih kecil memiliki berat rata-rata sebesar 1,5 kilogram sampai 2 kilogram saat masa siap panen.

  • Gurame Kapas

    Yakni dengan warna putih dan sisik yang lebih keras. Beratnya pun agak ringan yakni maksimal 1,5 kilogram saja.

  • Gurame Bastar

    Yaitu ikan gurame berwarna abu-abu yang dapat tumbuh hingga 6 kilogram sampai 9 kilogram. Akan tetapi, produktivitas telurnya cenderung rendah. Sehingga jarang untuk dikonsumsi.

  • Gurame Blue Safir

    Yaitu jenis ikan gurame yang mempunyai garis merah di badannya dan memiliki bobot maksimal sebesar 2 kilogram.

  • Gurame Paris

    Yaitu jenis ikan gurame yang berwarna merah muda keemasan. Umumnya dapat kita temui berbentuk sajian gurame besar yang digoreng kering. Memiliki bobot maksimal sebesar 1,5 kilogram.

Ukuran dan Harga Benih Budidaya Ikan Gurame

Ukuran benih usaha budidaya ikan gurame cukup bervariatif. Semakin besar ukuran dari ikan gurame tersebut, maka harganya pun lebih mahal. Maka disarankan untuk membeli benih yang berukuran lebih dari 2 cm, bukan mengambil dalam bentuk benih telur ikan.

Dikarenakan jika kita ternak gurame dari yang berbentuk telur, perawatannya jauh lebih sulit. Karena butuh penjagaan lebih untuk menjaga telurnya menetas dengan baik.

Harga benih Ikan Gurame, sesuai dengan ukuran masing-masing benih dari ikan gurame tersebut :

  • Ikan Gurane yang berukuran 2-3cm seharga Rp 135 per ekor
  • Ikan Gurane yang berukuran 3-4 cm seharga Rp 150
  • Ikan Gurane yang berukuran 3-5 cm seharga Rp 175
  • Ikan Gurane yang berukuran 4-6 cm seharga Rp 200
  • Ikan Gurane yang berukuran 5-7 cm seharga Rp 300
  • Ikan Gurane yang berukuran jempol tangan orang dewasa seharga Rp 500.

Jenis Kolam Budidaya Ikan Gurame

Budidaya Ikan Gurame

Jenis kolam gurame sebenarnya dapat tergantung dari kenyamanan dari peternak budidaya ikan gurame tersebut. Maka kami akan sedikit menjelaskan tentang berbagai jenis kolam yang dapat dijadikan opsi untuk budidaya ikan gurame. Pembuatan kolam gurame dapat disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan penyesuaian jumlah ikan gurame yang ingin dibudidayakan. Akan tetapi, pada umumnya rasio panjang, lebar, dan tinggi kolam ikan gurame sebesar 7x10x1 meter.

Berikut ini adalah jenis-jenis budidaya kolam ikan gurame meliputi:

  • Kolam Semen

    Jenis kolam budidaya ikan gurame yang pertama yaitu kolam berbahan dasar semen. Karena ini merupakan jenis kolam yang tidak alami. Maka setelah kolam sudah jadi, kita harus menggosokkan daun pepaya di bagian dalam kolam. Kemudian diisi air dengan taburan 2 kilogram garam selama 2 minggu. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan lumut dan menghilangkan bau semen tersebut. Kemudian buang airnya dan ganti airnya kemudian, diamkan selama tiga hari setelah itu tebarkan benih.

  • Kolam Tanah

    Yang pertama dilakukan yaitu harus menggali kolam sesuai dimensinya. Kemudian taburkan gamping dolomite (kapur) untuk membunuh organisme atau penyakit pada kolam dari tanah yang sudah digali. Kemudian kolam tersebut diberi air, setelah itu diamkan sampai tiga hari, dan benih baru bisa dipindahkan ke kolam.

  • Kolam Terpal

    Kolam terpal bisa menjadi alternatif budidaya ikan gurame di lahan yang sulit air untuk menampung air hujan. Untuk perawatan jenis kolam ini juga tergolong praktis dikarenakan kolam jenis terpal ini dapat dengan mudah dibongkar dan lahan juga bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya. Cara menggunakan kolam terpal hampir sama seperti jenis kolam semen.

Cara Budidaya Ternak Ikan Gurame

Setelah memilih jenis kolam dan juga memiliki kolam untuk budidaya ikan gurame. Kemudian, mengolahnya sampai akhirnya siap untuk ditebarkan benih, maka benih yang sudah kamu pilih siap untuk mulai dibudidayakan.

Pada hari pemindahan ke kolam dan pada hari pertama dimasukkan ke kolam, ikan gurame tidak perlu diberi makan pellet. Sehingga ikan akan berpuasa selama dua hari.

Setelah dua hari ikan gurame baru diberi pakan yang terdiri dari pellet 4 kilogram, ditambah 2 tutup botol cairan pemacu pertumbuhan ikan, 1 tutup botol penutrisi ikan (Spf), 3 tetes tebu, dan 1 liter air. Alternatif pakan ikan gurame yaitu pakan organik berupa bekatul yang mana dapat diproleh dari mesin giling sekam, ampas tahu, daun papaya, gedebok pisang, dan kotoran sapi atau ayam kering.

Pada saat musim pancaroba, sebaiknya budidaya ikan gurame tersebut diberikan pakan tambahan tidak hanya berupa pakan pellet. Pakan tambahan dapat berupa dedaunan. Seperti daun papaya, kangkung, dan daun lumbu.

Hal ini perlu diperhatikan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sehingga dapat terhindar dari penyakit. Jika pakan yang kita berikan mengambang di kolam maka tandanya ikan sudah kenyang atau pemberian pakan harian dapat dikatakan cukup.

Perhatikan pemberian pakan yang cukup, juga perhatikan kualitas dan tingkat keasaman air. Agar tidak terjadi panen dini, bisa diberikan garam ikan untuk mencegah kerugian.

Masa budidaya ternak ikan gurami sekitar 10 sampai 12 bulan dengan bobot rata-ratanya 800 gram hingga 1 kilogram per ekor. Harga jual ikan gurame konsumsi dengan ukuran yang sedang sekitar Rp 20 ribu-an per kilogram, gurame soang ukuran besar sekitar Rp 45 ribu per kilogram, dan untuk kualitas super seharga Rp 60 ribu per kilogram.

Jika dalam satu kolam menampung sekitar 1000 ekor, maka yang dapat dihasilkan bisa mencapai sebesar Rp 60 juta sekali panen.

Cara Mempersiapkan Bisnis Budidaya Ikan Gurame

Budidaya Ikan Gurame

 

  • Mempersiapkan Kolam Budidaya Ikan Gurame

Yang pertama harus dipersiapkan dalam memulai bisnis budidaya ikan gurame adalah kolam.
Pertama-tama Anda harus memastikan kebersihan kolam, agar kolam tersebut terbebas dari berbagai hama yang rentan menimbulkan penyakit. Untuk menghindari hal itu, sebaiknya diberi filter atau saringan pada celah pemasukan air atau celah pengeluaran air. Untuk mengantisipasi munculnya hewan yang dapat menjadi hama di kolam tersebut.
Ikan juga perlu mendapatkan makanan secara alami, maka perlu diberi pemupukan di dasar kolamnya.
Ukuran yang ideal untuk kolam ikan yaitu 6-12 meter persegi, dengan kedalaman 90-150 cm. Untuk kolam dengan ukuran tersebut sudah bisa menampung puluhan gurame dengan bobot 2,5 ons. Jika memang Anda tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk membuat kolam, maka Anda dapat membuat kolam terpal dengan ukuran yang lebih kecil.

  • Pemilihan Indukan Budidaya Ikan Gurame

Pemilihan indukan termasuk proses awal yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan gurame. Indukan gurame yang siap untuk dipijahkan yaitu berusia 4-7 tahun, dengan bobot 1,5-2 kg per ekornya.
Pada rentang usia tersebut ikan gurame dalam masa produktifnya. Harga gurame dengan usia tersebut sekitar Rp60.000 per kg.
Ciri-ciri gurame yang siap dipijahkan yaitu memiliki perut besar dan dekat dengan anus. Badan berwarna lebih gelap dan agak pucat, juga gerakannya lincah. Ikan Gurame yang akan dipijahkan perlu ditempatkan sendiri dari ikan gurame lainnya. Perlu kolam yang berkarakteristik tidak berlumpur dan dasarnya bersedimen pasir. Karena gurame indukan ini cenderung cukup lincah dan banyak bergerak, maka perlu kedalaman kolam di atas 80 cm. Pada kolam untuk pemijahan perlu diberi semacam sosog yang terbuat dari bambu lalu ditancapkan pada kolam. Sosog ini fungsinya sebagai sarang untuk telur gurame indukan.

  • Penetasan Telur

Ketika pada kolam pemijahan tersebut Anda menemukan semacam sarang yang telah tertutup, maka segera angkat sarang tersebut karena di dalam sarang tersebutlah terdapat telur-telur ikan gurame.
Buka sarang tersebut dan letakkan telur-telur gurame tersebut pada sebuah ember besar yang telah berisi air.
Biasanya telur yang kualitasnya bagus akan berwarna kuning, sedangkan telur yang kurang bagus dan kemungkinan tidak menetas biasanya berwarna putih.

Proses penetasan telur ikan gurame membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari.
Media untuk proses penetasan ini yaitu air bersih dan ember besar dan lebar dengan kapasitas 40 liter-an, dengan harga berkisar Rp60.000.

  • Pemeliharaan Benih Budidaya Ikan Gurame

Untuk pemeliharaan benih ikan gurame, memerlukan sebuah kolam khusus. Dikarenakan proses pemeliharaan benih ikan gurame berbeda dengan pemeliharaan ikan gurame dewasa atau indukan. Maka dari itu harus diletakkan di tempat yang terpisah agar pertumbuhannya optimal dan tidak dimakan oleh ikan yang besar.
Makanan yang diberikan pada benih ikan gurame juga berbeda, yaitu berupa pellet yang halus. Proses perbesaran benih ikan gurame ini membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan.

  • Pemberian Pakan

Makanan utama yang baik untuk gurame adalah pellet. Dalam sehari, Anda sebaiknya memberi makan gurame sebanyak dua kali, yakni pada waktu pagi dan sore.
Agar pertumbuhan ikan gurame mencapai titik maksimal, maka perlu memberikan pakan dengan kandungan protein sebesar 25%.
Harga pellet per kilogram adalah Rp6.000. Maka Anda perlu membeli pellet dengan jumlah sesuai kebutuhan.
Untuk menghemat biaya pakan, bisa memberi makan gurame dengan daun-daunan seperti daun kangkung, pepaya, tauge, atau dapat juga berupa jagung rebus, ampas tahu, dan dedak yang bisa didapatkan dari hasil pengolahan mesin penggiling sekam.

Pakan Budidaya Ikan Gurame Perlu Diperhatikan

Peran pakan sangatlah penting dalam budidaya ikan, termasuk ikan gurami. Akan tetapi, kendala harga pakan ikan yang mahal seringkali membuat pembudidaya kewalahan. Karena itu, sebaiknya Anda membuat sendiri pakan alternatif ikan gurami.
Pasalnya, pakan ikan ini dapat mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan bobot yang lebih maksimal saat proses budidaya. Sebab, banyak mengandung gizi dan asupan lainnya di dalam pakan ikan.
Pakan alternatif ikan gurami bisa Anda buat dari sisa limbah pertanian, limbah industri rumah tangga dan lainnya. Pakan alternatif ikan gurami ini terdapat dua jenis secara umumnya, yaitu berasal dari tumbuhan (nabati) dan juga berasal dari hewan (hewani).

Pakan Budidaya Ikan Gurame berasal dari tumbuhan sebagai berikut.

• Bekatul (dedak halus dan kasar)
• Ampas tahu, ampas kedelai, dan ampas kelapa
• Daun pepaya, daun singkong, daun sente, dan daun lamtoro.
• Tebok pisang (cincang) dan daun pisang
• Azolla micropylla dan rumput kering (fermentasi).
Pakan ikan gurami berasal dari hewan antara lain:
• Ikan teri, ikan busuk, dan juga ikan lainnya.
• Bekicot, keong, dan juga siput.
• Limbah ikan, limbah udang, dan juga limbah industri basah
• Cacing tanah, belalang, dan juga hewan kecil lainnya.

Untuk lebih jelasnya perhatikan langkah-langkah membuat pakan alternatif ikan gurame berikut ini :
  1. Persiapkan wadah atau tempat untuk membuat pakan ikan dengan ukuran sedang atau lainnya.
  2. Lakukan penghalusan jenis pakan yang sulit diurai atau difermentasi dengan bantuan alat mesin penghalus dan juga pisau atau parang yang tajam.
  3. Setelah itu, lakukan pencampuran bahan pakan ikan gurami hingga tercampur dan merata.
  4. Lakukan pengeringan jika bahan pakan basah hingga 2—3 hari dengan cahaya matahari berturut-turut.
  5. Setelah mengering, lakukan pencampuran dengan air dan larutan nutrisi berupa dedak jadi dan juga larutan fermentasi lainnya.
  6. Setelah itu, lakukan pengendapan di suatu tempat dengan suhu ruangan yang sangat optimal. Hal ini bertujuan mempercepat pembuatan pakan ikan gurami.
  7. Diamkan beberapa hari sehingga siap untuk dikonsumsi oleh ikan gurami.
  • Proses Panen Budidaya Ikan Gurame

Tahap terakhir dalam budidaya ikan gurame adalah panen. Namun pelaksanaan panen perlu dijalankan dengan hati-hati, agar hasilnya pun juga optimal. Masa panen biasanya dalam waktu 4-6 bulan sejak benih dimasukkan dalam kolam. Dalam proses memanen, sebagai peternak atau pembudidaya perlu melihat kebutuhan pasar saat itu, jenis dari ikan gurame seperti apa yang diminati dan dicari oleh pasar.

Sekian terkait panduan bagaimana cara budidaya ikan gurame bagi pemula dengan baik juga efektif. Selain dalam proses bagaimana cara budidaya ikan lele ternyata terdapat beberapa aspek yang juga perlu diperhatikan. Seperti Mengenal seperti apa Ikan Gurame dan berbagai jenisnya, Pemilihan Benih Budidaya Ikan Gurame, Menentukan Kapasitas Kolam & Jenis Kolam Budidaya Ikan Gurame, hingga Tips Memulai Bisnis Budidaya Ikan Gurame. Semoga dapat bermanfaat ulasan kami ini terkait Budidaya Ikan Gurame ini, & Selamat Mencoba.