Berikut merupakan artikel mengenai Cara Membuat Pakan Ikan Nila dari Dedak, budidayanya dan Cara Membuat Ikan Nila Bakar!

Dedak merupakan hasil gilingan dari sisa padi yang biasanya berbarengan dengan bekatul, warnanya kecoklatan dengan bau yang khas. Biasanya dedak ini digunakan untuk campuran pakan lainnya

Pakan dedak adalah pakan hewan ternak yang sudah tidak asing lagi. Dedak sendiri merupakan hasil limbah dari pengolahan gabah. kandungan nutrisi yang dimiliki dedak mengandung protein kasar 13,5%, lemak kasar 0,6%, serat kasar 13,6%, dan sisanya bahan kering. Hal tersebut membuat dedak cocok untuk pakan ikan nila.

Salah satu faktor yang berperan penting dalam proses pertumbuhan ikan merupakan pakan ikan. Pertumbuhan ikan dapat berjalan optimal apabila jumlah pakas, kualitas dan kandungan nutrisi terpenuhi dengan baik.

Dalam budidaya ikan, tidak ada yang lebih penting selain pemberian pakan yang baik dan memaksimalkan tingkat konsumsi pakan. Jika tidak ada pakan yang dikonsumsi, ikan tidak akan mengalami pertumbuhan, bahkan akan mengalami kematian. Apabila pakan yang dikonsumsi kurang memadai, maka akan membuat ikan tidak mampu mempertahankan kesehatannya.

 

Pakan Nila dari Dedak

Untuk mengurangi pengeluaran dalam pengadaan pakan, pengusaha ikan banyak yang membuat pakan ikan sendiri. Selama bahan bahan baku pakan mudah ditemukan dan murah, usaha membuat pakan merupakan pilihan yang tepat.

 

Apa itu Pakan buatan?

Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan formulasi tertentu berdasarkan pertimbangan pembuatanya. Pembuatan pakan sebaiknya didasarkan pada pertimbangan kebutuhan nutrisi ikan, kualitas bahan baku, dan nila ekonomis. Dengan pertimbangan yang baik maka akan menghasilkan pakan buatan yang disukai ikan, yang mana tidak mudah hancur di dalam air, dan aman bagi ikan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan dan pemberian pakan terhadap pakan ikan peliharaan, yaitu :

Berapa banyak kandungan energi dari pakan buatan tersebut yang dapat dimanfaatkan oleh ikan.

pakan buatan tidak dikonsumsi akan menambah kandungan bahan organik di kolam sehinga dapat menimbulkan masalah-masalah ketersediaan oksigen, penyakit, maupun senyawa toksik.

Kualitas dan cara pemberian pakan dapat memengaruhi jumlah pakan buatan yang akan di konsumsi oleh ikan.

 

Cara Membuat Pakan ikan Nila dari dedak

Bahan Yang digunakan :

  • Tepung ikan 60 gram
  • Tepung terigu 44 gram
  • Tepung benawa 4 gram
  • Tepung jagung 16 gram
  • Bungkil kacang kedelai 20 gram
  • Dedak halus 52 gram
  • Mineral 0,10 gram
  • Vitamin 3 gram

 

Alat yang digunakan :

  • Mesin / alat manual penggiling daging atau mesin pengiling kerupuk.
  • Oven kue.
  • Baskom

 

Cara Pembuatan :

  1. Campurkan semua bahan kedalam baskom, aduk hingga merata.
  2. Bila sudah tercampur. Tambahkan air panas sebanyak 70-80% dari jumlah total campuran bahan.
  3. Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai merata hingga menjadi adonan berbentuk pasta.
  4. Kemudian masukkan adonan tersebut ke dalam mesin pencetak pelet. Jika tidak memiliki mesin pencetak pellet, dapat menggunakan semacam gilingan daging atau pembuaan kerupuk. Yang memiliki diameter ukuran atau garis tengah dapat diatur sesuai keinginan yakni 4-5 militer.
  5. Potong-potong pelet tersebut sepanjang 2 cm, dan keringkan. Dalam pengeringan ini bisa menggunakan bantuan cahaya sinar matahari atau dapat menggunakan oven kue.
  6. Apabila pelet sudah benar-benar kering, pellet siap digunakan.

 

Budidaya Ikan Nila

CARA BUDIDAYA IKAN NILA

Jenis-jenis ikan air tawar

Budidaya ikan nila cukup mudah. Ikan nila masih satu kerabat dengan ikan mujair. Kedua ikan ini mempunyai kemiripan sifat. Mudah berkembang biak dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik.Ikan nila termasuk hewan pemakan segala atau omnivora. Makanan alaminya plankton, tumbuhan air dan berbagai hewan air lainnya.

ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan sebelum budidaya ikan nila, yakni pemilihan benih, persiapan kolam, pemberian pakan, hingga penanganan penyakit.

 

Memilih benih ikan nila

Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya ikan nila, pemilihan benih merupakan faktor penting dalam pembudidayaan. Agar menghasilkan hasil yang maksimal sebaiknya gunakan benih ikan berjenis kelamin jantan, dikarenakan pertumbuhan ikan nila jantan 40% lebih cepat dari pada ikan nila betina.

Jika dibandingkan dengan ikan nila campuran, budidaya ikan nila secara monosex (berkelamin semua) lebih produktif. Karena ikan nila memiliki sifat gampang memijah (melakukan perkawinan). Sehingga apabila budidaya dilakukan secara campuran, energi ikan akan habis untuk memijah dan pertumbuhan bobot ikan sedikit terhambat.

 

Persiapan kolam budidaya

Dapat menggunakan berbagai jenis kolam dalam budidaya ikan nila, baik dari kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring terapung hingga tambak air payau. Dari berbagai jenis kolam tersebut, kolam tanah paling banyak digunakan karena cara membuatnya cukup mudah dan biaya konstruksinya murah.

Keunggulan lain kolam tanah dapat menjadi tempat tumbuh berbagai tumbuhan dan hewan yang bermanfaat sebagai pakan alami bagi ikan. Sehingga bisa mengurangi biaya pembelian pakan buatan atau pelet.

Untuk memulai budidaya ikan nila di kolam tanah, langkah-langkah persiapan pengolahan tanah. Berawal dari penjemuran, pembajakan tanah, pengapuran, pemupukan hingga pengairan.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. pengeringan dasar kolam

Kolam dikeringkan dengan cara dijemur, penjemuran biasanya dilakukan selama 3-7 hari, tergantung kondisi cuaca. Untuk patokan, apabila permukaan tanah terlihat retak-retak menandakan penjemuran sudah cukup, tetapi jangan sampai membatu, dan apabila diinjak masih meninggalkan jejak kaki kira-kira 1-2 cm.

  1. Kemudian permukaan tanah dibajak atau dicangkul sedalam kurang lebih 10 cm. Dari dasar kolam bersihkan sampah, kerikil dan kotoran lainnya. Jangan lupa bersihkan juga lumpur hitam yang berbau busuk, biasanya berasal dari sisa pakan yang tidak habis.
  2. Kolam yang telah dipakai biasanya memiliki tingkat keasaman tinggi (pH rendah), kurang dari 6, sedangkan kondisi pH optimal untuk melakukan pembudidayaan ikan nila ada pada kisaran 7-8. Untuk menetralkannya dapat dilakukan dengan pengapuran dolomit atau kapur pertanian. Dosis pengapuran disesuaikan dengan keasaman tanah.
  • Untuk pH tanah 6 sebanyak 500 kg/ha,
  • untuk pH tanah 5-6 sebanyak 500-1500 kg/ha,
  • untuk pH tanah 4-5 sebanyak 1-3 ton/ha.

Kapur diaduk secara merata. Usahakan agar kapur bisa masuk ke dalam permukaan tanah sedalam 10 cm. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.

  1. Selanjutnya pemupukan.

Gunakan pupuk organik  sebagai pupuk dasar, dapat menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang. Pemberian pupuk organik berfungsi untuk mengembalikan kesuburan tanah.

  • Dosisnya sebanyak 1-2 ton per hektar.
  • Pupuk ditebar merata di dasar kolam.
  • Biarkan selama 1-2 minggu.
  • Kemudian bila dipandang perlu bisa ditambahkan pupuk kimia berupa urea 50-70 kg/ha dan TSP 25-30 kg/ha, diamkan 1-2 hari.

Tujuan pemupukan agar memberikan nutrisi bagi hewan dan tumbuhan renik yang ada di lingkungan kolam, sehingga hewan atau tumbuhan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pakan alami ikan.

  1. kolam digenangi dengan air.

Pengairan dilakukan secara bertahap.

  1. Alirkan air ke dalam kolam sedalam 10-20 cm.
  2. Diamkan selama 3-5 hari. (sinar matahari menembus dasar kolam dengan sempurna, agar memberikan kesempatan pada ganggag atau organisme air lainnya tumbuh.)
  3. Setelah itu isi kolam hingga ketinggian air mencapai 60-75 cm.

 

Penebaran benih ikan nila

Kolam yang telah sudah diisi air sedalam 60-75 cm siap untuk ditebari benih ikan nila. Padat tebar untuk budidaya ikan nila sebanyak 15-30 ekor/m2 kolam tanah. Dengan asumsi, apabila ukuran benih sebesar 10-20 gram/ekor maka akan dapat dipanen dengan ukuran 300 gram/ekor.

Hendaknya melewati tahap adaptasi terlebih dahulu sebelum benih ditebar. Dengan fungsi agar benih ikan terbiasa dengan kondisi kolam, sehingga resiko kematian benih bisa ditekan.

Caranya :

  • Siapkan air kolam dan masukkan wadah yang berisi benih ikan nila
  • Biarkan beberapa jam.
  • Miringkan atau buka wadah tersebut.
  • Biarkan ikan keluar dan lepas dengan sendirinya.

 

Pemeliharaan budidaya ikan nila

Setelah semua persiapan dan benih sudah ditebarkan ke dalam kolam , langkah selanjutnya adalah merawat ikan hingga usia panen. Terdapat tiga hal yang paling penting dalam pemeliharaan budidaya ikan nila yaitu pengelolaan air, pemberian pakan dan pengendalian hama penyakit.

 

a. Pengelolaan air

Agar pertumbuhan budidaya ikan nila maksimal, kualitas air kolam juga harus dipantau. Kandungan  oksigen dan pH air merupakan parameter penentu kualitas air. Dapat juga dilakukan pemantauan kadar CO2, NH3 dan H2S bila memungkinkan.

Bila kandungan oksigen dalam kolam menurun, dapat dilakukan dengan memperbesar aliran debit pada air perderas sirkulasi air. Bila kolam sudah banyak mengandung NH3 dan H2S dengan ditandai  bau busuk, segera lakukan penggantian air.

Caranya dengan mengeluarkan air kotor sebesar ? nya, kemudian menambahkan air baru. Pada kolam seluas 100 m2 atur debit air sebesar 1 liter/detik dalam keadaan normal.

 

b. Pemberian pakan

Pengelolaan pakan sangat penting dalam pembudidayaan ikan nila. Biaya pakan merupakan komponen biaya paling besar dalam pembudidayaan ikan nila. Berikan pakan berupa pelet dengan kadar protein 20-30%. Dapat juga membuat sendiri seperti pada sub bab di atas yaitu cara membuat pakan ikan nila dari dedak.

Setiap harinya Ikan nila membutuhkan pakan sebanyak 3% dari bobot tubuhnya. Pemberian pakan dapat dilakukan pada pagi dan sore hari. Setiap dua pekan sekali, ambil sampel ikan nila secara acak dan timbang bobotnya, kemudian sesuaikan jumlah pakan yang harus diberikan.

Perhitungan dosis pakan budidaya ikan nila :

Dalam satu kolam terdapat ikan nila yang berukuran 10-20 gram/ekor, dengan jumlah 1500 ekor

Rata-rata bobot ikan adalah (10+20)/2 = 15 gram/ekor.

Perhitungan pakannya adalah 15 x 1500 x 3% = 675 gram = 6,75 kg per hari

Cek bobot ikan setiap dua pecan untuk menyesuaikan jumlah pakan.

 

c. Pengendalian hama dan penyakit

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ikan nila merupakan ikan yang tahan banting. Penyakit ikan nila tidak banyak mengkhawatirkan pada situasi normal. Tetapi apabila budidaya ikan nila sudah dilakukan secara intensif dan massal, resiko serangan penyakit harus diwaspadai.

Penyebaran penyakit pada ikan sangat cepat, khususnya untuk jenis penyakit infeksi yang menular. Media penularannya biasanya melewati air. Jadi bisa menjangkau dan menyebar satu atau lebih kawasan kolam.

Pemanenan ikan nila

Waktu yang diperlukan dalam budidaya ikan nila mulai dari penebaran benih sampai panen mengacu pada kebutuhan pasar. Ukuran ikan nila berkisar 300-500 gram/ekor untuk pasar domestik. Untuk mendapatkan ikan nila berukuran menjadi 300-500 gram dari memelihara ikan nila dari ukuran 10-20 gram dibutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan.

Cara Membuat Ikan Nila Bakar

CARA MEMBUAT IKAN NILA BAKAR

Bahan utama

  • 4 ekor ikan nila
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • ½ sdt garam
  • 1cm jahe, parut

 

Bumbu halus

  • 3 siung bawang putih
  • 6 butir bawang merah
  • 2 buah cabai rawit
  • 4 buah cabai merah keriting
  • 3 buah cabai merah besar
  • 10 g air asam jawa
  • 2 sdt ketumbar bubuk
  • 3 sdm Bango Kecap Manis
  • 7 g Royco Kaldu Ayam
  • Sambal Kecap Manis Pedas
  • 5 sdm Bango Kecap Manis Pedas
  • 6 butir bawang merah
  • 1 buah tomat
  • 8 buah cabai rawit hijau
  • 3 buah cabai merah

Cara membuat Ikan Nila Bakar:

  1. Setelah ikan dibersihkan, buat beberapa sayatan di kedua sisi ikan. Lumuri air jeruk nipis ke ikan yang sudah diberi sayatan dan campur dengan sedikit garam secara merata hingga meresap ke dalam ikan. kemudian, diamkan selama 5-7 menit.
  2. Panaskan wajan, beri sedikit minyak sayur dan tumis bumbu halus hingga harum selama sekitar 2 menit.
  3. Tambah air asam Jawa dan 3 sdm Kecap.
  4. Lumuri ikan dengan bumbu halus yang sudah ditumis.
  5. Panaskan panggangan dengan api kecil, lalu beri minyak sayur dan bakar ikan hingga merata di kedua sisinya. Ketika sedang dipanggang, oleskan kembali sisa bumbu dengan kuas agar lebih merata.
  6. Ikan yang telah dibakar dapat disajikan dengan nasi panas dan sambal kecap manis pedas gurih.

Terima Kasih sudah membaca artikel mengenai  Budidaya Ikan Nila, Cara Membuat Pakan Ikan Nila dari Dedak, dan Cara Membuat Ikan Nila Bakar! Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.